Saya Mulai Belajar Personal Branding

Cara belajar personal branding mulai dari nolSumber gambar : DigitalMarketer.id

Salah satu topik yang sedang saya pelajari adalah personal branding.

Kata personal branding sendiri dipopulerkan oleh Tom Peter dalam artikel berjudul “A Brand Called You” yang diterbitkan oleh Fast Company Magazine pada September 1997.

Terlepas dari usia, terlepas dari posisi, terlepas dari bisnis yang kita terlibat di dalamnya, kita semua perlu memahami pentingnya branding. Kita adalah CEO perusahaan kita sendiri: Me Inc. Untuk berada dalam bisnis hari ini, pekerjaan terpenting kita adalah menjadi kepala pemasaran untuk brand yang disebut Anda.

Itu sekitar 20 tahun yang lalu. Tentu kata “Personal Branding” telah berevolusi dan berkembang sedemikian pesat di masa sekarang.

Saya telah berusaha menjelajah internet untuk menemukan definisi yang mudah di mengerti. Dan saya mendapatkannya dari Digital Marketer :

“Tetapi pada dasarnya, membangun personal brand menurut Director of Marketing Wasp Barcode, Brian Sutter, adalah image diri yang ingin Anda tampilkan ke dunia.”

“Diri Anda yang konsisten, unik, mudah diingat, mudah untuk dikenali, dan sesuatu yang otentik.”

Jadi, pertanyaan untuk saya pribadi adalah saya ingin dikenal seperti apa oleh orang-orang?

Saya hanya Ingin Menjadi Bloger

Memikirkan pertanyaan di atas membuat saya pusing dan bingung.

Selama ini saya hanya suka menulis apapun yang sedang saya baca sehingga saya kurang begitu sadar mengenai dalam bidang apa saya menonjol.

Itu juga berarti personal branding saya masih kacau.

Tapi jika mengacu pada mayoritas konten yang sudah saya publikasikan dan tanggapan beberapa pembaca, dua hal yang cukup menonjol adalah kategori tips ngeblog dan tips menulis.

Keduanya sangat berkaitan satu sama lain yang sejatinya berfokus membahas dunia ngeblog dan ditujukkan untuk bloger. Meskipun terkadang pengakses informasinya hanya sekadar membaca dan tidak punya blog.

Mungkin personal brand yang ingin saya kembangkan adalah menjadi influencer di bidang ngeblog.

Saya tahu itu tidak mudah dan butuh pengalaman bertahun-tahun. Tapi juga bukan tindakan idiot untuk sedikit berangan tentang masa depan.

Kalau pun tidak terwujud, itu bukan masalah besar karena hal ini bukan berkaitan dengan pekerjaan utama saya.

Saya hanya ingin menjadi bloger. Konsisten menulis dan berbagi perspektif. Seandainya di masa mendatang saya benar-benar menjadi influencer, itu cuma bonus keberuntungan.

Yang terpenting adalah saya bahagia dengan apa yang saya lakukan dan berusaha melakukan yang terbaik. Itu saja.

Konsep KSE

Ary Rahmawan memberitahu cara membangun personal branding dan akan saya gunakan untuk menciptakan brand sebagai influencer di bidang ngeblog.

Dalam tulisannya, Rahmawan menyebut konsep KSE guna menguatkan personal branding.

K untuk Knowledge (Pengetahuan).

S untuk Skill (Kemampuan dan Keahlian).

E untuk Experience (Pengalaman).

Untuk pengetahuan, mungkin mengacu pada ilmu ngeblog dan perkembangan terbaru di industri blog. Saya rutin membaca konten-konten tersebut untuk meningkatkan pengetahuan saya.

Untuk skill yang dibutuhkan seperti kemampuan menulis, berteman dengan bloger lain, mencari backlink dan semacamnya, saya merasa sudah cukup bagus. Namun memang masih sangat perlu ditingkatkan lagi dengan disiplin berlatih dan mempelajari skill-skill lainnya seperti copywriting, SEO, hingga membaca konten-konten terbaru yang berbahasa Inggris.

Sedangkan untuk pengalaman, setidaknya saya sudah menjalankan Shiq4 hampir 3 tahun dan mendapatkan berbagai pengalaman. Selama saya konsisten ngeblog, maka saya akan punya kebijaksanaan yang berasal dari suka duka ngeblog selama ini.

Rahmawan juga memberi tips berikut untuk meningkatkan ketiganya sehingga personal brand yang akan kita tampilkan bisa bersinar :

  • Membaca sesuatu yang berkaitan tentang K – S – E
  • Menulis sesuatu yang berkaitan dengan K – S – E
  • Sharing sesuatu yang berkaitan dengan K – S – E
  • Berbicara sesuatu yang berkaitan dengan K – S – E
  • Update profil Socmed beserta isinya yang berkaitan dengan K – S – E
  • Mengikuti event yang berkaitan dengan K – S – E
  • Berorganisasi dan Masuk Komunitas yang berkaitan dengan K – S – E
  • Bergaul dengan orang – orang yang memiliki kemiripan dengan K – S – E

Mengapa Belajar Personal Branding?

Karena saya telah sedikit berinvestasi waktu dan tenaga untuk menjadi penulis lepas.

Diantara sekian banyak topik, fokus saya terletak pada pemasaran dunia digital melalui blog. Itu akan menjadi spesialisasi saya dalam melayani pembeli.

Jika ada bisnis lain yang membutuhkan konten bertopik dunia blog dan pemasaran digital untuk menjalankan strategi content marketing, maka mereka akan ingat saya dan tidak ragu menggunakan jasa saya.

Menurut Nelson Consumer Survey, 33% pembeli percaya pada pesan dari sebuah brand, sementara 90% pembeli percaya pada pesan dari individu yang mereka kenal.

Itu mengapa… sebelum dunia pemasaran Indonesia meledak dan mulai berfokus ke pemasaran digital di masa depan, ketika hal tersebut benar-benar terjadi, saya tahu dan telah memastikan punya brand personal yang bagus untuk berkompetisi dengan penulis konten lainnya.

Itulah pentingnya personal branding bagi Shiq4 dan rencananya, harga jasa pasti akan lebih mahal setelah saya mampu menguatkan personal brand sebagai salah satu influencer di bidang ngeblog.

Realistis dan Mari Berusaha

Sebenarnya saya sendiri ragu untuk mencoba bermain personal brand. Bukan karena malas atau tidak punya resource untuk melakukannya, hanya saja saya benar-benar memiliki pengetahuan nol besar berkaitan dengan personal brand.

Tapi saya juga realistis. Jika saya melakukannya dengan sungguh-sungguh, mungkin saya akan jago di kemudian.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman mempelajari SEO di masa-masa awal ngeblog. Walaupun pengetahuan saya nol besar, setelah melalui berbagai kegagalan dan melakukan beberapa kesalahan, pada akhirnya saya cukup menguasai SEO dan mampu memenangkan banyak pertempuran di mesin pencari di masa sekarang.

Maka… mari mencoba melakukan segala upaya dengan sebaik-baiknya untuk membangun personal brand. Mungkin semua perjuangan akan terbayar lunas di masa depan dan membuat nama Shiq4 semakin dikenal luas di dunia digital.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi personal brand Anda? Bagikan di kotak komentar.

24 tanggapan untuk “Saya Mulai Belajar Personal Branding

    1. Sebenarnya cenderung ke pekerjaan mbak wawa. Kita ingin menonjolkan (memasarkan) skill apa. Semakin mengerucut suatu brand, maka itu semakin bagus. Misalnya dokter spesialis mata tanpa operasi., bukan sekadar dokter atau dokter mata saja. Hanya ilustrasi yang mudah. 😀

      Suka

        1. Wah maaf kurang tahu saya soalnya bacaan saya belum ada yang menyebutkan personal branding yang mengacu pada citra diri dalam kehidupan sehari-hari. 😀

          Suka

  1. Personal brand di blog atau di dunia nyata? Kl di blog karena ada 2 masing2 ada brandingnya sendiri2. Plg enak sesuatu yg disukai mmg…

    Suka

  2. Personal brand di blog ya?
    Masih bingung nih,walau saya sering bahas musik.Saya juga belum dikatakan seorang yang tahu info segalanya terkait musik.Kebanyakan postingan juga terkesan repetitif.hhhee..mungkin lebih seneng dikenal sebagai penulis amatir aja kali ya..intinya orang yang masih belajar menulis.hhee

    Suka

  3. kalau saya buat personal brand : “tidak autentik dan tidak manusiawi” huahaa,, saya ga suka personal brand kalau terlalu melekat seperti youtuber yang selalu bahagia di dunia nyata.. kalau sekedar “online persona” tuh malah bagus, kehidupan nyata ga ter-ekspose dan bisa fokus melakukan apa yang sudah jadi niat di internet

    Suka

  4. Saya setuju dengan Mas Ryan. Anda sudah menjadi influencer, meski lingkupnya belum terlalu luas. Jika ingin memperluas pengaruh , mungkin mas bisa mencoba lebih mengoptimalkan penggunaan media sosial.

    Saya sendiri tidak berfokus ke personal branding, tp lebih ke brand “firmanstea”, hehehe

    Suka

    1. Kayaknya masih belum mas firman. Soalnya masih begitu banyak sudut pandang yang belum saya bahas. Secara teori mungkin saya bisa menulisnya. Cuma masih kurang dalam pengalaman pribadi sehingga nanti sulit menghidupkan tulisan.

      Iya… tahun ini saya juga sudah coba2 media sosial. Tapi hasilnya masih ribuan pengunjung saja dalam 9 bulan terakhir hiks….

      Suka

    1. Sebenarnya itu brand yang tidak sengaja terbentuk mas desfortin. Justru itu merupakan hasil dari tujuan ngeblog saya yang angin-anginan sehingga jadi blog super gado2 ha ha ha….

      Suka

  5. Saya jg sempat mikirin personal branding, tapi kemudian saya hapus dalam piiran,hahahha. Menjadi blogger senin-kamis saja rasanya butuh usaha keras untuk konsisten apalagi membentuk brand personal. Kalau kisanak mah, perlu untuk mengasah skill lagi. Yg saya lihat sih sudah pantas membrandingkan diri *maafkan akoooh jika salah tulis* :D.

    Well, balik ke personal blogger lagi sih. Yang penting niat mah kalo kata mamah Raya *ngiiiiuuuk*

    Suka

    1. Ya saya sih cuma main-main saja mbak raya. Nggak terlalu serius kok nglakuinnya. Cuma buat seneng-seneng saja. Andai berhasil saya tambah seneng. Klo nggak sukses ya nggak papa ha ha ha…. 😀

      Suka

Komentar ditutup.