Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar

Pengalaman Waham SkizofreniaSumber gambar : macrofag.blogspot.co.id

Beberapa pembaca tulisan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang skizofrenia. Karena saat itu saya berjanji akan mengulasnya, maka saya menulis postingan sederhana ini untuk menjawab sedikit rasa penasaran tentang skizofrenia.

Ini mengenai waham. Pengertian waham yang mudah dicerna berikut saya kutip dari Abualbanicentre :

Waham adalah keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini orang lain atau tidak sesuai dengan realita normal (Stuart dan Sundeen,1998).

Saya mengalami berbagai macam waham selama 7 tahun menderita skizofrenia. Dan saya memilih salah satu waham agar Anda bisa sedikit tahu tentang kehidupan skizofrenia.

Saya memilih waham penulis besar agar Anda lebih nyaman karena saya yakin Anda pun rutin menulis di blog. Semoga bisa memberi sedikit gambaran mengenai skizofrenia.

Di Mulai Sekitar Tahun 2012

Waham ini muncul pertama kali sekitar tahun 2012 di mana itu merupakan tahun-tahun awal penyakit skizofrenia muncul.

Dulu sekali, sebelum saya menderita skizofrenia, ketika masih mahasiswa, salah satu opsi yang ada di dalam rencana masa depan adalah menjadi penulis.

Saya sangat kagum dengan Kohtler dan ia merupakan inspirasi awal untuk menjadi penulis setelah saya lulus kuliah.

Begitu saya sakit, setelah dua kali cuti kuliah dan akhirnya gagal menjadi sarjana, kondisi saya benar-benar buruk. Dan saya mulai memikirkan rencana-rencana indah yang hancur berkeping-keping.

Mungkin karena sering memikirkan opsi menjadi penulis di masa lalu, saya mulai berhalusinasi dan merasa menjadi penulis besar.

Bagi saya, tulisan-tulisan saya terlihat sangat bagus. Itu membuat saya yakin akan sukses sebagai penulis meskipun pada realitanya tulisan saya benar-benar buruk.

Tapi saya tidak merasa dan belum berpengalaman menghadapi waham. Maka… di masa itu akhirnya saya membuat blog. Dan yang lebih memprihatinkan, sebelum saya menyadari bahwa keyakinan saya yang menganggap diri sendiri sebagai penulis hebat adalah sesuatu yang salah, bahkan saya pun belum mencoba untuk berusaha sekuat tenaga, orang tua saya memaksa saya untuk dirawat di pondok pesantren bagi penderita skizofrenia.

Awal Tahun 2015

Sekitar tahun 2015, setelah pulang dari tempat penitipan penderita skizofrenia lainnya, saya mulai banyak tahu tentang penyakit saya.

Ini adalah tahun kesadaran setelah 4 tahun sakit dan untuk pertama kalinya muncul keinginan untuk sembuh dan berjuang.

Karena saya membaca ada beberapa penderita skizofrenia yang sukses dan bisa lepas obat dan menjalani kehidupan seperti manusia lainnya. Saya mulai membaca beberapa referensi dan berbagi informasi di komunitas skizofrenia Indonesia.

Di tahun 2015, saya mulai mencoba beradaptasi dengan skizofrenia dan mulai melakukan coba-coba.

Nah… pikiran konyol saya mulai bertanya, jika dulu saya punya waham penulis besar, mengapa saya tidak mencobanya? Bukankah tulisannya akan terlihat bagus bagi diri saya sendiri? Mengapa harus peduli dengan penilaian orang lain?

Maka lahirlah blog Shiq4.

Ternyata memang benar, sisa-sisa waham itu masih ada karena saya beranggapan bahwa tulisan saya begitu bagus. Saya sadar secara penuh bahwa bagi orang lain, mungkin tulisan-tulisan saya terlihat jelek.

Itulah mengapa saya selalu memegang teguh prinsip menulis untuk diri sendiri. Karena memang sejak awal tujuannya untuk saya nikmati sendiri. Begitulah cara saya untuk menikmati hidup dengan mengakali dan memanfaatkan waham.

Saya Merasa Rendah Diri

Saya tahu bahwa ini hanya waham. Kemampuan menulis saya payah. Tapi memang saya suka menulis dan menikmati setiap karya saya. Maka, saya tidak terlalu pusing dengan anggapan orang lain mengenai tulisan-tulisan saya.

Walaupun begitu, meski saya mampu menikmati karya saya sendiri, perasaan rendah diri selalu muncul dan hinggap. Masalah utamanya adalah saya merasa tulisan saya bagus hanya sampai beberapa waktu. Ketika sudah beberapa hari berlalu dan saya membaca kembali tulisan saya, maka saya melihat tulisan yang jelek.

Saya sadar bahwa saya tidak berada di realita. Sejatinya tulisan saya mungkin jelek di mata orang lain, itulah sumber utama dari kerendahan diri saya. Dan saya masih rendah diri hingga saat ini meskipun saya juga mulai sedikit realistis dan percaya diri.

Mengambil Keputusan

Bayangkan Anda punya perasaan bahwa Anda adalah penulis hebat, tentu ada pikiran-pikiran untuk mencoba menghasilkan karya besar sedangkan kemampuan menulis di masa sekarang masih belum seberapa.

Ini bagian sulit dari waham. Saya berjuang untuk melawan pikiran-pikiran dan optimisme untuk menulis buku atau serius mengeluti dunia kepenulisan dan tetap menjejakan kaki di tanah. Karena saya sudah sangat berpengalaman menghadapi waham-waham yang menyerang saya.

Meskipun saya punya impian menjadi penulis buku, saya masih realistis. Itu butuh waktu bertahun-tahun mendatang. Mungkin tulisan saya sudah sangat bagus bagi diri sendiri, tapi bagi orang lain, jelas itu bukan sesuatu yang bagus sama sekali.

Daripada terus menerus memikirkan tentang kemungkinan menjadi penulis yang sering menyerang, maka saya pun memutuskan untuk menjadi penulis amatir saja. Nanti buku akan saya cetak sendiri dalam jumlah kecil saja. Itu rencananya. Dengan begitu saya masih tetap mampu mengendalikan diri dan tidak terlarut terlalu jauh dengan pemikiran-pemikiran yang salah.

Rencana itu baru akan terjadi kalau saya sudah menerbitkan beberapa ebook terlebih dahulu. Jadi, saya hanya berfokus untuk menyelesaikan ebook-ebook gratis dulu sebelum menulis sebuah buku yang akan saya cetak sendiri.

Bagaimana? Apakah sekarang Anda tahu tentang waham? Ini hanya satu contoh waham yang bisa saya kalahkan, tapi masih banyak waham lain yang tidak bisa saya kontrol begitu saja. Semoga bisa sedikit memberi gambaran.

Iklan

14 tanggapan untuk “Pengalaman Skizofrenia : Waham Penulis Besar

    1. Sampai sekarang belum diketahui pasti penyebab skizofrenia. Menurut bacaan saya, karena terjadi ketidakseimbangan zat kimia di otak sehingga penderitanya berhalusinasi.

      Sadarnya ketika gabung di komunitas. Dari berbagai sharing akhirnya tahu banyak tentang skizofrenia dan bagaimana harus bertahan. Klo ada masalah ya cerita di komunitas tersebut. 😀

      Suka

    1. Masih minum obat mbak jo. Sebutir resperidone setiap hari. Targetnya tahun ini bisa lepas obat, cuma sampai sekarang dokter belum menginjinkan. Mungkin baru tahun depan bisa lepas obat 😀

      Suka

  1. Saya dulu hanya brpndpt klau pengidap skizo itu sukanya cuma teriak2 atau ngamuk2 sadis..

    Stlah brtman dg Shiq4, perlahan lahan keyakinan sy dikoreksi. Ternyata bs berhalusinasi, punya waham sprti kisah Anda itu, dan trnyta org skizo itu cerdas

    Suka

    1. Klo tidak mendapat pengobatan memang rata2 seperti itu mas desfortin. Emosinyatidak stabil karena jetidakseimbangan zat kimia di otak. Itu sebabnya harus minum obat supaya bisa hidup produktif 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s