Setop, Tidak akan Pernah Lagi

Gelandangan di pasar tradisional

Sumber gambar : brilio.net

Kadang-Kadang aku berhubungan dengan orang-orang bernasib malang di pasar tradisional. Sebagai tanggung jawab sosial. Kupikir aku bisa sedikit berbagi dengan orang-orang tersebut.

Salah satu yang paling lama berhubungan denganku adalah seorang gelandangan. Ia bertubuh tinggi dan kekar. Dia hidup dengan meminta-minta di sekitar pasar.

Pertama kali bertemu, pria itu minta sebatang rokok. Dan aku memberikan apa yang ia minta. Setelah itu, setiap kali gelandangan itu datang, aku sudah tahu jika ia menginginkan rokok dan terus memberinya.

Lalu… entah bagaimana, ia mengatakan tidak mau rokok dan ingin uang. Maka, aku pun memberikan uang Rp 2.000,00 setiap kali ia datang.

Kemudian, selain uang Rp 2.000,00, ia juga minta sebutir jeruk. Karena aku merasa tidak berat sama sekali, kupenuhi keinginannya. Jadi, selama satu atau dua bulan, pria itu mendapatkan uang dan sebuah jeruk ketika datang ke lapakku.

Tapi kemarin, aku hanya memberinya uang saja. Karena harga jeruk sedang mahal dan aku sedang tidak ingin berbaik hati. Ketika ia datang, aku cuma berkata seperti, “Jangan mengambil jeruk. Jeruk sedang mahal.”

Aku mengatakannya dengan santai. Tapi pria itu tetap mengambil sebuah jeruk dan pergi.

Aku tidak merasakan apa-apa, hanya saja ia bukan tipe yang kusukai.

Ketika ia datang lagi pagi tadi, kukatakan dengan santai seperti “Saya tidak akan memberimu uang lagi.”

Dan ketika aku memperingatkannya ketika ia mengambil jeruk, ia tetap mengambil tanpa ijin.

Aku sudah memikirkannya matang-matang. Besok, jika aku melihatnya datang lagi dari kejauhan, aku akan mengusirnya. Setop… tidak akan ada lagi apa-apa untukmu.

Aku juga punya sifat keras kepala. Jika aku sudah mengatakan sesuatu, maka aku benar-benar serius. Dan jika ada orang yang tidak menghargai perkataanku, maka aku akan menghapusnya dari kehidupanku.

Setidaknya aku tahu dan sadar lingkungan seperti apa yang ingin kuciptakan.

18 tanggapan untuk “Setop, Tidak akan Pernah Lagi

    1. Dia itu gelandangan dari luar kota. Ada juga sih orang mengatakan bahwa orang seperti itu malas dan memang tidak mau bekerja. Cuma klo ada orang yang minta, sebisa mungkin saya beri sesuatu. 😀

      Suka

  1. itu namanya dikasih ati minta jantung ya. hehe. emang suka nyebelin orang kayak gitu. padahal awalnya karena kita berbaik hati, tapi lama2 jadi ngelunjak dan mereka take it for granted.

    emang sebaiknya jangan ngasih apa2 (materi) ke gelandangan apalagi kalo keliatan fisiknya sehat gitu. kalo mereka mau (gak males) kan bisa aja nyari kerja. bawa2in barang atau jadi kuli kek… bukan sekedar minta2…

    Suka

    1. Itu gelandangan dari luar kota ko arman. Ada juga kuli yang bilang gitu klo ia malas. Tapi katanya bakalan pergi setelah beberapa saat. Terus berpindah gitu.

      Cuma emang saya berusaha klo ada yang minta dan saya punya, maka sebisa mungkin saya kasihlah untuk berbagi meskipun nilainya gak seberapa. Cuma saya ya pingin dong dihormati dan tidak diacuhkan ketika ngomong 😀

      Suka

    1. Itu urusan dinas sosial untuk ngecek dan mengatasi masalah gelandangan. Saya mana tahu. Tapi klo pengidap skizofrenia biasanya sudah sulit berkomunikasi kalau tanpa pengobatan 😀

      Suka

  2. YA buat koreksi diri mas agung. Mungkin saya pernah berbuat seperti orang itu di masa lalu. Cuma setelah mikir lama kayaknya gak pernah. Jadi cukup dijadikan pelajaran saja untuk tidak berbuat seperti itu 😀

    Suka

  3. Biasanya kalau kita melakukan rutinitas kebaikan hmmm pas di stop, orang di sebrang sana suka gak peduli mas. Dan kedepannya kayanya lebih baik sesekali aja deh mas, karena org yang membutuhkan di dunia ini gak cuma gelandangan tsb. Hehehe.

    Suka

    1. Sebenarnya klo ada yang minta biasanya rutin saya kasih. Ada juga pengemis yang datang tiap hari. Jadi saya kasih 2000 saja tiap datang seperti gelandangan di atas. Soalnya nilainya gak seberapa, jadi bisa rutin melakukannya. Cuma ya saya gak mau dong tidak dihormati meskipun saya ngasihnya gak berharap apa2 😀

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.