Hampir 3 Tahun dan Masih Sama Seperti Saat Pertama Melakukannya

Kembali ke masa lalu

Sumber gambar: puisi.co

Dua hari terakhir saya melakukan audit internal link sesuai panduan yang pernah saya publikasikan. Saya mengimplementasikan poin : Update konten lama dan masukkan link menuju konten-konten yang lebih baru.

Itu membuat waktu berjalan mundur. Saya kembali ke tulisan paling awal dan mengedit beberapa kalimat yang kemudian saya gunakan sebagai internal link menuju konten yang lebih baru.

Karena biasanya, internal link pasti lebih cenderung mengarah ke konten-konten yang lebih lama. Dengan melakukan audit ini, sekarang saya bisa mengarahkan pembaca menjelajah Shiq dengan lebih baik lagi.

Mereka bisa menemukan konten-konten yang masih relevan dengan mudah karena strategi internal link yang saya terapkan sudah sangat bagus. Konten baru punya link menuju konten-konten lama dan konten lama punya link menuju konten-konten baru. Maka, pembaca akan terus berputar seperti di lingkaran ketika menjelajah situs ini untuk mendapatkan informasi.

Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan. Justru ketika mengedit tulisan-tulisan lama itulah saya mendapati tulisan-tulisan pertama saya yang rata-rata pendek dan kurang menarik.

Bagaimana pun juga, saya sudah ngeblog selama hampir 3 tahun dan itu membuat perbedaan besar terhadap kemampuan menulis dan kualitas konten. Tetapi, biar bagaimana pun, saya tetap menyukai tulisan-tulisan jelek di masa awal mendirikan blog ini.

Hanya Bermain Blog yang Menyenangkan

Rasa itu tidak berubah sedikit pun. Saya tetap merasa cukup antusias seperti saat pertama kali memulai aktivitas ngeblog.

Bahkan, ngeblog merupakan satu-satunya bidang yang cukup serius saya geluti. Tiga tahun terakhir, saya telah membaca dan menulis untuk mengembangkan Shiq4 agar menjadi blog yang lebih baik.

Aplikasi di smartphone baru saya didominasi oleh berbagai tools yang menunjang aktivitas ngeblog saya seperti SERP Mojo, Thesaurus, KBBI, SEO Backlink, hingga Google translete.

Terkadang saya merasa menjadi lebih bodoh dalam hal lain seiring pengetahuan dan pengalaman saya di bidang ngeblog.

Misalnya saja tentang aplikasi perpesanan. Saya mengira Line merupakan salah satu aplikasi game karena saya pernah membaca tentang permainan seperti monopoli yang cukup populer di Line. Baru ketika saya membaca “Ciri-Ciri kita sudah diblokir di Line” saya sedikit tahu bahwa Line bukan aplikasi khusus game.

Atau tentang Whatsapp. Saya baru tahu ada aplikasi seperti SMS tanpa menyedot pulsa. Itu pun saya install karena waktu itu saya mengikuti suatu grup yang cara berkomunikasinya via Whatsapp. Sampai saat ini, saya masih baru saja tahu cara menyimpan voice note di whatsapp atau mengetahui apakah pesan saya sudah dibaca di whatsapp.

Ya… Anda benar… saya memang gaptek. Komunikasi saya biasanya hanya via telpon saja. Tidak dengan cara lain.

Mungkin benar kata orang. Semakin pintar seseorang dalam suatu bidang, semakin bodoh ia dalam bidang lainnya. Setidaknya saya yakin hal tersebut terjadi kepada saya.

Sampai saat ini, saya merasa hanya ngeblog yang bisa membuat saya senang. Di sinilah tempat saya mencurahkan semua pengalaman dan pemikiran dan apapun dengan kreativitas seadanya untuk mendapatkan kepuasan dan pemahaman yang lebih dalam mengenai apapun dalam hidup saya. Dan semoga saya tetap merasa senang hingga bertahun-tahun mendatang.

Rencana Ke Depan

Hal yang paling saya takutkan adalah jika saya merasa bosan dengan kegiatan ngeblog di masa depan. Entahlah… Saya bahkan masih bingung apa yang akan saya lakukan jika hal tersebut benar-benar terjadi.

Karena ngeblog merupakan pembunuh waktu luang terbaik. Dan saya masih tidak bisa membayangkan kegiatan apa yang lebih bagus dilakukan di waktu luang selain ngeblog.

Rencananya, saya akan tetap ngeblog dengan prinsip-prinsip yang sudah saya anut sejak saya mulai ngeblog. Hanya untuk bersenang-senang. Dan sepertinya itu tidak akan berubah dalam waktu lama.

Itu berarti saya cenderung tidak memprioritaskan statistik atau hal lainnya seperti menghasilkan uang atau memopulerkan blog. Saya akan tetap ngeblog dengan santai seperti di masa awal.

Dan tentu saja, saya ingin memenangkan permainan dan tidak menjadi korban. Semoga saya bisa bertahan melewati tahun keempat dan kelima dengan menjadi bloger yang lebih baik lagi.

43 tanggapan untuk “Hampir 3 Tahun dan Masih Sama Seperti Saat Pertama Melakukannya

        1. Saya mau jadi penulis sepertinya. Blog ini tools pemaksaan untuk berlatih menulis dan mengumpulkan materi sedikit demi sedikit untuk buku di masa mendatang πŸ˜€

          Suka

    1. Berkebunnya masih coba-coba mbak nella. Ya namanya coba2 nggak bisa langsung suka. Di depan rumah ada beberapa tanaman ibu yg mati begitu saja. Ibu sibuk ngurus warung sekarang. Sedang saya malah gak sreg klo disuruh merawat tanaman yg bukan saya beli atau tanam sendiri. πŸ˜€

      Suka

  1. Duh setuju bangwt nih “Semakin pintar seseorang dalam suatu bidang, semakin bodoh ia dalam bidang lainnya.”
    Sejatinya gak ada yang ideal atau sempurna ya..

    Tetep semangat mas,sudah 3 tahun dan bisa konsisten itu pasti tidak mudah.Jadi harus lebih semangat lagi… πŸ’ͺ

    Suka

    1. Iya… ini akan ulang tahun ke-3 akhir desember nanti. Duh… ternyata saya sudah aktif ngeblog selama 3 tahunan. Dan waktu terasa begitu cepat berlalu. Saya masih semangat kok….

      Suka

        1. sebenarnya saya mau bikin tujuan krn indonesia jarang orang kutu membaca, saya mau menulis dgn tulisan sedikit dan sebagian gambar sehingga pembaca tdk lelah lalu membuat sedikit kata namun bnyak arti

          Suka

  2. Hampir 1 thn ngeblog, aku sendiri mulai bermasalah. Entahlah, apa karena “masalah itu” yang cukup menguras pikiranku hingga jadi begini. Makanya ingin hiatus, tapi nuraniku pengennya menulis, tapi mau nulis apa. Apa ini WB atau apa?

    Suka

    1. Klo bingung nulis apa mulai dari menulis pengalaman sendiri saja mas desfortin. Misalnya pengalaman yang pling berkesan di dalam hidup di masa lalu. Atau pemikiran tentang nilai-nilai yang kita anut. Misalkan klo seorang guru memandang tidak ada murid yang bodoh atau nilai pelajaran bukan segalanya atau bermacam-macam pemikiran mas desfortin berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari yang sudah mas desfortin yakini berdasarkan pengalaman yang sudah didapat. Dengan begitu biasanya bisa mudah mempengaruhi pemikiran pembaca,plus kita merasa senang karena nanti bisa dapat feedback dari orang lain sehingga mendapatkan perspektif yang lebih luas. SEmoga membantu. πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.