Sebuah Saran untuk Penulis Pemula

Saran Untuk penulis pemula

Sumber gambar : http://www.rifanfajrin.com

Ada banyak platform untuk membagikan ide-ide segar kita kepada audiens di internet. Asalkan ditulis dengan baik dan sesuai dengan standar SEO, tulisan-tulisan kita akan mendapatkan pembaca.

Namun untuk mampu memberi pengaruh, di mana suara kita di dengar dengan seksama, maka kita sangat perlu menjaga konsistensi.

Dengan segala hiruk pikuk dan persaingan di dunia informasi, sebagian orang mungkin menyerah untuk memperjuangkan suara-suara original mereka dan menjadi tidak konsisten. Karena merasa tidak termotivasi dan merasa malas dan menghakimi diri dengan mengatakan ‘tidak ada yang mendengar suara saya’.

Tanpa menyinggung perasaan siapa pun, jika Anda baru mulai menulis di internet atau ingin suara Anda di dengar banyak orang, maka saya akan berbagi rahasia bagaimana saya mampu tetap termotivasi sehingga bisa konsisten menulis dan memiliki suku sendiri.

Ini merupakan pemikiran dari perjalanan saya sebagai penulis amatir di internet selama hampir tiga tahun terakhir. Bahkan saya cukup produktif (konsisten) karena mampu memublikasikan satu konten setiap hari dalam 6 bulan terakhir.

Dan tentu saja, semoga bisa membantu Anda tetap termotivasi agar mampu menciptakan konten-konten bermanfaat yang mampu mengubah kehidupan pembaca menjadi lebih baik lagi.

Ketahui “Mengapa” Anda!

Apa yang terjadi jika Anda disuruh pergi ke rumah teman Anda sedangkan Anda tidak tahu alamatnya? Mungkin Anda tidak akan pernah sampai, bukan?

Menulis butuh tujuan. Agar Anda punya arah dan ukuran untuk menilai kinerja Anda. Tanpa hal tersebut, mungkin Anda akan tetap menulis, tapi siapapun tidak akan berani menjamin kekonsistensian Anda dalam melakukannya.

Itu mengapa mengetahui tujuan menulis merupakan syarat utama agar tetap bersemangat.

Karena jika ada yang dikejar, Anda tahu kemana harus melangkah meskipun dengan langkah-langkah kecil.

Jangan khawatir jika saat ini tujuan Anda sangat remeh temeh. Karena tujuan menulis akan terus berevolusi seiring dengan pengalaman Anda.

Ketika baru terjun di dunia menulis, tujuan saya hanya bersenang-senang. Yang penting saya senang terlepas betapa buruknya karya-karya saya bagi pembaca.

Kemudian, seiring bertambahnya pengalaman, tujuan menulis saya berkembang menjadi mengarsipkan semua ilmu pengetahuan. Sebagai penganut belajar sepanjang hayat, saya mencatat semua hal yang telah saya pelajari dan memublikasikannya.

Terakhir, karena kemampuan menulis saya semakin baik, maka saya ingin menerbitkan ebook-ebook dengan kualitas bagus. Dan ini menjadi tujuan yang ingin saya capai di masa depan.

Agar Anda punya motivasi menulis yang baik, sangat disarankan untuk mengetahui “mengapa Anda Menulis?

Jawab dengan jujur dan tuliskan dengan kata-kata yang indah. Buka tulisan tersebut kapan pun Anda merasa terdemotivasi.

Kenali Diri Sendiri dengan Baik

Meskipun terlihat sederhana, menetapkan tujuan menulis bukanlah perkara mudah. Salah melakukannya dan Anda akan berakhir dengan kegagalan.

Ini tentang mengenali diri sendiri. Seberapa besar pengorbanan yang sekiranya mampu Anda lakukan?

Karena tujuan yang besar menuntut tanggung jawab dan pengorbanan yang besar pula.

Boleh saja Anda membuat tujuan besar seperti menjadi influencer di internet atau menghasilkan uang secara pasif melalui blog, atau menelurkan buku untuk dijual di internet. Tapi Anda harus bersiap dengan berbagai rasa sakit.

Tidak ada yang mudah untuk dicapai. Mungkin sebagian penulis memiliki ketangguhan untuk menaklukan semua hambatan agar tujuan menulisnya terealisasi. Tapi menurut saya, yang paling aman adalah mengejar tujuan-tujuan yang lebih realistis sesuai dengan kemampuan menulis Anda.

Karena sebagian penulis justru berhenti menulis ketika mengalami rasa sakit seiring dengan tujuan besar yang tidak tercapai.

Lebih baik menetapkan tujuan-tujuan sederhana dulu dan biarkan tujuan tersebut berevolusi seiring dengan kemahiran dan pengalaman yang terus bertambah, dengan catatan Anda disiplin dan rutin menelurkan tulisan.

Tapi….Anda Boleh Berakting Seperti Penulis Besar

Saya memulai semuanya dari nol. Dan itu membuat saya sedikit rendah diri ketika menilai kualitas tulisan saya.

Ya… Saya menikmati tulisan-tulisan saya. Tapi saya tidak yakin itu cukup bagus untuk dikonsumsi pembaca. Sampai sekarang.

Terkadang, meskipun komentar-komentar positif membebani saya, tapi itu cukup mujarab untuk membuat saya besar kepala. Juga ucapan terima kasih dan pertanyaan audiens yang ditujukan kepada saya melalui email atau facebook. Terutama pujian setinggi langit Desfortin terhadap karya-karya saya.

Padahal, saya sendiri merasa tulisan saya masih kalah jauh dengan bloger-bloger lainnya.

Saya merasa seperti orang penting. Namun tetap… saya merasa takut.

Walaupun saya hanya memiliki 1000 pengikut, untuk menyalurkan rasa besar kepala saya yang semakin menjadi, saya suka berakting seolah-olah saya adalah penulis-penulis hebat terlepas dari tujuan menulis saya yang sederhana.

Saya bermain sendirian seperti anak kecil dan mengkhayal bahwa saya adalah bloger yang hebat dan mulai membuat jari-jari saya menari. Bahkan mungkin saya terlihat sebagai bloger yang tidak tahu diri karena membahas topik di mana kredibilitas saya dipertanyakan.

Tapi rasanya menyenangkan. Di keadaan sebenarnya saya bukan siapa-siapa, namun saya sering berakting sendirian ketika menyusun tulisan sebagai orang penting yang suaranya didengar banyak orang. Dan percaya atau tidak, perasaan saya menjadi lebih baik dan perasaan rendah diri perlahan hilang.

Anda pun bisa melakukannya. Selama karya Anda bisa dipertanggungjawabkan ketika berlagak seperti penulis hebat.

Hanya Masalah Waktu…Hanya Jika Anda Punya Kegigihan

Tidak peduli seberapa besar tujuan Anda, selama Anda punya kegigihan untuk berjuang, hanya masalah waktu sampai Anda mendapatkan kepuasan karena tujuan tercapai dan kemudian menetapkan tujuan yang lebih besar lagi.

Tidak ada pengorbanan, Tidak ada hasil. Itu aturannya.

Jadi, saran saya, tidak ada yang salah dengan keyakinan Anda untuk meraih tujuan menulis apapun. Karena dunia ini milik para pemimpi. Selama Anda tidak menyerah dan terus melangkah ke depan, maka Anda boleh bermimpi setinggi langit sekalipun. Meskipun lebih bijak jika memilih tujuan yang realistis dulu.

Jadi, apa tujuan Anda menulis? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

37 tanggapan untuk “Sebuah Saran untuk Penulis Pemula

  1. Tulisan yg bagus (entah sudah berapa kli sy komen gini, semoga anda tdk bosan 😊)

    Tujuan sy menulis pada awalnya hanya buat menuliskan opini2 sy saja, krn jujur sy nggak terlalu punya banyak kesempatan untuk beropini di dunia nyata.

    Tapi sekarang tujuan saya sudah mulai sedikit berubah. Saya pengen belajar SEO krn dari 100an lebih artikel yg sudah saya buat mungkin hanya 10-20% nya doang yg dpt kunjungan dr mesin pencari.

    Disukai oleh 2 orang

    1. Klo belajar SEO bakalan banyak gagalnya mas firman. Tapi klo ngikutin tutorialnya dengan benar, maka banyak berhasilnya kok.

      Klo bikin opini saya bisanya tentang SEO dan blogging doang rata-rata. Karena saya cukup menguasai materinya.

      Saran saya coba menguasai kata kunci dengan pencarian rendah dulu, katakanlah antara 100-200 per bulan dulu. Klo sudah mahir, tingkatkan terus ke konten dengan pencarian yang lebih tinggi. 😀

      Disukai oleh 2 orang

  2. Mas shiq4, saya yakin bukan saya saja yang mengagumi tulisan2 Anda. Bedanya, saya terlalu frontal. ** benar gak seh?
    Menurut saya, Anda itu benar2 belajar dan menerapkan pikiran terdisplin sperti yang ditulis oleh Howard Gardner, karena kelihatan sekali dari hari ke hari Anda berevolusi semakin baik. Saya harap Anda tidak bosan dengan pujian2 saya itu.

    Semoga tips di atas benar2 bisa diperhatikan dengan baik oleh para newbie, karena .memang memberi semangat yang positif

    Nah, kalau urusan tujuan menulis, saya masih berkutat pada misi berbagi seklgus for fun. Sangat jauh untuk memonitisasi blog atau tujuan lainnya yang muluk2.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Nanti tujuan juga berevolusi mas desfortin. Saya dulu bahkan nggak membayangkan blog ini jadi lumayan ramai mengingat saya asal-asalan buatnya dan bertujuan untuk have fun aja. Soalnya pernah dua kali gagal dan rasa sakitnya masih membekas. Jadi saya lebih merasa rendah diri untuk membangun sebuah blog ke depannya. Soalnya belum benar-benar sembuh dari rasa sakit terdahulu 😀

      Disukai oleh 1 orang

  3. Memang benar kalau bisa menghasilkan tulisan yang bagus jadi terlihat keren wkwk😂😂

    saya ngeblog juga sambil latihan bagaimana cara menulis yg benar. Dengan mengenal lebih banyak bloger itu sangat membantu.

    Disukai oleh 2 orang

    1. Iya… klo bisa nulis bagus menambah kadar kekerenan kita ha ha ha….

      Selamat latihan arika. Siapa tahu dimasa depan bisa nulis opini-opini berkaitan dengan hukum. Nanti saya berguru ke Arika menyangkut hukum 😀

      Disukai oleh 1 orang

    1. Tidak salah. SEO digunakan untuk memasarkan tulisan ke lebih banyak orang. Tergantung dari tujuan ngeblog kita. Klo sekiranya merasa nyaman dengan lingkungan ngeblog sekarang dan tidak butuh lebih banyak pembaca, SEO tidak dibutuhkan. 😀

      Suka

  4. Tipsnya selalu berguna buat newbie seperti saya.

    Tujuan awal saya menulis hanyalah menuangkan hobi saya dalam mendengarkan musik.Di dunia nyata susah sekali untuk menuangkan pemikiran saya terhadap makna,dan tema sebuah lagu.Karena tak mungkin ada yang tertarik.
    Namun,akhir-akhir ini saya juga ingin menjadikan blog saya lebih personal agar bisa lebih rutin menulis tanpa menunggu ide.Tetapi saya masih ragu untuk menceritakan keseharian saya yang monoton.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Saya juga monoton mas jalil kesehariannya. Cuma saya pernah baca opini yg mengatakan tidak ada topik menulis yg membosankan, yg ada hanya penulis membosankan.

      Meskipun saya masih belum mencapai level tersebut, saya tetap belajar menulis sesuatu yg sekiranya tidak membosankan pembaca meskipun merupakan topik-topik sepele.

      Klo musik sepertinya buanyak sudut pandang yang belum digali mas. Cuma saya juga nggak tahu bagaimana melakukannya karena saya buta sama sekali dengan musik. 😀

      Suka

      1. Iya mas.saya takutnya seperti itu.Semua artikel berbeda tema tetapi kesannnya repetitif karena gaya nulisnya yang sama terus.hheee

        Iya,banyak banget sebenarnya mas hal yang bisa diulik dalam musik,dari genre,sejarahnya juga bisa.Namun,pengetahuan saya masih sebatas makna lagu.Jadi main aman aja dulu,semabari gali pengetahuan lagi.hheees

        Disukai oleh 1 orang

    1. Klo fokus ke konten yang belum dibahas itu strategi yang bagus. Soalnya bisa jadi otoritas klau bisa konsisten melakukannya 😀

      Kasih masukan aja mas Rahmad, tidak apa-apa kok 😀

      Suka

  5. Saat SMP aku pernah punya cita2 menjadi penulis. Lalu saat kelas 2 SMA cita2 itu kulupakan. Sampai saat kuliah dan bekerja puluhan tahun.

    Entah kenapa saat ini aku kembali suka menulis meskipun penaku sudah tumpul. Bisa dikatakan saya tidak punya tujuan menulis yang jelas. Hanya mungkin ada sebuah keinginan dalam seumur hidup membuat minmal sebuah buku. Mungkin sebgai tanda bahwa aku pernah hidup dan bisa meninggalkan jejak tulisan suatu saat nanti. Entah tulisanku akan bermanfaat atau aku tdk tahu. Bagus atau tidak, yg jelas aku yak bisa meninggalkan dunia menulis sama sekali.

    Disukai oleh 2 orang

    1. Kalau saya nggak pernah ingin jadi penulis. Dulu sempat mau nulis, cuma masih belum sempat. Baru sekarang saya menikmati aktivitas menulis dengan bebas.

      Klau ingin menerbitkan buku saya nggak punya saran mas. Soalnya saya sendiri belum pernah melakukannya. Kecuali ketika menang lomba menulis dan dibukukan.

      Tapi klo rencana saya, klo sudah punya tulisan untuk diterbitkan, mungkin saya terbitin sendiri dan dijual sendiri 😀

      Disukai oleh 1 orang

  6. Tujuan menulis di Blog? Masih tidak punya tujuan apa-apa. Setiap hari aku menulis di lembaran kertas atau di buku-buku karena memang harus menulis, sebagaimana aku butuh mandi. Jadi aku ngeblog ya jalan begitu saja.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Wah hebat kalau sudah bisa memasukkan kegiatan menulis sebagai rutinitas. Tapi lebih baik segera menetapkan tujuan agar punya metrik untuk diukur untuk menjadi penulis yg lebih baik 😀

      Suka

    2. Nggak pernah ingin menjadi penulis, tapi suka atau tidak suka mas Shiq4 sudah menjadi penulis sekarang. Sudah banyak pastinya yang membaca tulisan2 mas di blog ini. 🙂

      Soal membuat buku, sudah banyak komunitas yang bisa membantu menerbitkan buku, baik buku keroyokan atau pun buku indie. Yang menjadi masalah adalah mempersiapkan naskahnya Dan itu perlu proses yang panjang, kecuali bagi yang sudah mempunyai naskah atau materi yang tinggal disusun menjadi naskah buku seperti mas Shiq4. Tinggal mensortir dan mengemas dari ratusan atau ribuan tulisan di blog ini.

      Btw, 3 artikel saya pernah juga diikutkan dalam penerbitan dua buah buku keroyokan yg sempat dijual di Gramedia. ( #gak nanya 🙂 , kata mas Shig4 hehe. Tapi itu tulisan tentang politik, yg saya sekarang sudah gak minat menulisnya. Saat ini saya lebih fokus belajar menulis fiksi. (fiksi-fiksia)..Entah sampai kapan bisa menjadi sebuah buku fiksi, i don’t know. Spt yg banyak teman2 bilang, atau yg mas Shiq4 pernah tuliskan juga. Nikmati saja proses menulis, bersenang-senang saja. Nanti cita-2 yg terlalu muluk itu hanyalah bonus dari proses yang sudah dijalani. Karena kalau fokus ke tujuan yang terlalu muluk, nanti akan cepat menyerah saat menjumpai kesulitan dan ketidaknyamanan. Kira2 begitu ya, mas. hehe.

      Jadi ya, nulis saja dulu tanpa beban.. soal lain, nomor sekian. Barangkali begitu.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Saya dulu juga awalnya untuk kesenangan saja agar lepas dari rutinitas mas fahrizinfa, tapi perlahan mulai berubah tujuannya.

      Klo serius nulis kayaknya saya belum sampai di level tersebut. Soalnya masih suka dengan pekerjaan sekarang dan belum kepikiran untuk benar-benar serius dalam menulis 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s