MU Menatap Musim 2017/2018

Menatap musim 2017/2018 Manchester UnitedSumber gambar : liputan6.com

Tahun ini akan jadi musim kelima MU tanpa menduduki tahta liga Inggris jika masih gagal lagi. Praktis sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson, MU seperti kehilangan taring dan belum pernah menjadi juara EPL.

Tidak mau terbenam lebih jauh, setan merah menunjuk The Special One untuk menjadi nahkoda di musim 2016/2017. Walaupun masih belum mampu mengangkat trophy EPL, tetapi generasi Mourinho setidaknya mampu lebih baik dari era Van Gaal dan Moyes dengan menyabet dua gelar : Piala Liga dan Piala Europa.

Sekaligus membawa MU kembali bermain di liga Champions setelah tahun sebelumnya gagal finish di empat besar.

Di musim 2017/2018, optimisme fans MU semakin besar manakala melihat track record Mourinho yang selalu berhasil menjadi juara di klub manapun di musim keduanya melatih.

Ya…  ini MU kembali diperhitungkan sebagai kandidat terkuat juara EPL. Terutama setelah melihat performa mereka di pra musim yang meraih rentetan kemenangan dan hanya mengalami sekali kekalahan melawan Barca dengan skor 1-0.

Pemanasan : Bagian yang Paling Menyenangkan

Sebenarnya, Manchester United merupakan klub yang saya hormati. Begitu pula dengan Sir Alex Ferguson yang saya anggap sebagai pelatih hebat dan pesaing serius Mourinho di masa itu.

Tapi itu sedikit tercoreng di musim akhir 2014/2015. Fans-Fans MU pada waktu itu sering mengolok-olok strategi Mourinho dengan sebutan “parkir bus”. Itu benar-benar tidak enak didengar.

Padahal Mourinho yang melatih Chelsea saat itu berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik dan keluar sebagai jawara EPL di akhir musim sekalipun mereka cenderung memainkan strategi bertahan.

Tidak ada yang salah dengan strategi apapun. Selama jumlah pemain di lapangan adalah 11 orang, bukan pelanggaran seandainya Mourinho menyuruh 7 atau 8 pemainnya untuk bertahan setelah unggul terlebih dahulu.

Ucapan fans-fans MU pada saat itu sedikit membuat saya marah, tapi saya terlalu malas untuk ikut berdebat atau berkomentar menggunakan kata-kata kasar dan lebih memilih diam.

Saya bukan orang yang mudah lupa. Sebagai fans Mourinho, saat ini adalah momen-momen yang lucu sekaligus menyenangkan. Bagaimana rasanya berharap kepada seseorang yang dulu mereka olok-olok?

Apa yang akan dikatakan oleh fans-fans MU melihat permainan MU di babak final piala Europa dengan menerapkan strategi bertahan dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0?

Mourinho mungkin bukan pelatih yang mampu memainkan permainan cantik ala Wenger atau bertipe menyerang seperti filosofi Guardiola. Namun Mourinho adalah pelatih yang peduli tentang cara memenangkan permainan dengan segala strategi.

Termasuk bertahan total. Tapi jika melihat sepak terjang Mourinho, bukan selalu ia akan bertahan. Terkadang Anda akan melihat strategi menyerang, permainan individu, atau permainan satu-dua di depan kotak penalti yang indah. Tapi…. memang Mourinho lebih condong untuk menggunakan strategi apapun yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan. Dan sebaiknya fans MU bersiap-siap mendengar banyak pro kontra tentang Mourinho di masa depan.

Formasi Tiga Bek

Tahun lalu Conte tampil perkasa di liga dengan menggunakan formasi 3 bek. Chelsea pun keluar sebagai pemenang.

Namun di pertandingan terakhir ketika melawan Chelsea, saat itu MU mampu menaklukkan kehebatan Chelsea dengan formasi yang juga menggunakan 3 bek.

Sampai sekarang saya masih tidak bisa membayangkan tentang strategi 3 bek di MU. Kabarnya, di musim depan MU juga akan mencoba formasi tersebut di partai-partai yang dijalaninya.

Ini akan menarik. Berarti Manchester United akan memainkan sepak bola dengan permainan yang berbeda tergantung dengan siapa mereka bertanding.

Saya tidak sabar menyaksikan Manchester United bermain musim depan. Formasi apa yang akan digunakan dan strategi seperti apa yang akan dimainkan mengingat kedalaman skuad MU saat ini sangat menjanjikan.

Rekrutan Terbaru

Setelah tahun lalu MU memecahkan rekor transfer termahal di dunia dengan mendatangkan Paul Pogba, tahun ini MU cukup aktif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain top.

Yang paling membingungkan adalah transfer Lukaku di angka 75 juta Pounds. Padahal awalnya Lukaku merupakan bidikan Chelsea. Dan entah bagaimana, pada akhirnya Lukaku mendarat di MU, sedangkan Chelsea mendaratkan bidikan MU, Alvaro Morata dari Real Madrid.

Lukaku didatangkan sebagai pengganti Ibrahimovic dan akan menjadi penyerang nomor satu MU. Karena Lukaku juga sudah membuktikan diri mencetak setidaknya lebih dari 20 gol di 3 musim terakhir di EPL, saya tidak ragu sedikit pun bahwa Lukaku akan menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawan MU.

Lalu ada transfer Lindelof di sektor pertahanan. Kabarnya Lindelof akan di plot di bagian bek tengah sebagai partner dari Baily. Namun ada juga yang berpendapat Lindelof perlu berjuang keras untuk mendapatkan tempat inti karena ada Phil Jones dan Smalling yang bermain bagus.

Hal tersebut mengacu pada pengalaman Mkhitaryan yang baru mendapatkan posisi inti dan rutin bermain setelah memanaskan bangku cadangan setidaknya selama 6 bulan. Dan itu berlaku pula bagi Lindelof.

Terakhir, yang tidak kalah mengagetkan adalah kedatangan Matic dari Chelsea. Padahal saya sempat pesimis transfer ini akan terjadi mengingat Chelsea merupakan musuh besar MU di liga Inggris. Walaupun sempat memanas dan tidak terjadi kesepakatan, pada akhirnya Matic mendarat di MU dengan mahar 40 juta Pounds.

Matic akan bermain sebagai gelandang bertahan. Menggantikan Carrick yang sudah menua dan Ander Herrera yang kabarnya akan dimainkan lebih ke depan menemani Paul Pogba.

Juga masih ada satu pemain lagi yang akan datang sebelum penutupan bursa transfer. Sejauh ini MU sudah mengelontorkan sekitar 150 juta Pounds untuk membeli pemain dan jumlahnya akan membengkak dengan kedatangan seorang pemain lagi beberapa minggu ke depan.

Ujian Perdana MU

Saya optimis MU akan menjuarai EPL musim depan. Tapi sebelum berkhayal lebih jauh, ujian paling dekat adalah menghadapi Real Madrid di Piala Super Eropa.

Di Amerika, skuad Mourinho berhasil memenangkan pertandingan di laga persahabatan melawan Real Madrid dengan skor 1-1 (melalui adu penalti). Namun atmosfirnya tentu akan jauh berbeda jika sudah membicarakan pertandingan resmi.

Bagaimana pun juga. Los Galacticos merupakan satu-satunya klub di abad ini yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun. Dan itu membuat pertandingan nanti sebagai ujian bagi kekuatan MU yang baru.

Saya tidak yakin MU akan menang. Tapi masih ada sedikit harapan untuk menang. Setidaknya saya ingin melihat MU bermain bagus dan tidak banyak kebobolan seperti Juventus ketika melawan Madrid di partai final Liga Champions.

Saat ini saya benar-benar was-was. Saya percaya bahwa kekuatan dan kepercayaan MU sudah meningkat dibanding tahun lalu. Tapi melawan Madrid? Entahlan. Semoga saja Mourinho punya strategi tersendiri untuk meladeni permainan skuad Zidane di final Piala Super Eropa Rabu nanti.

Iklan

10 tanggapan untuk “MU Menatap Musim 2017/2018

  1. Meskipun sosoknya kadang kontroversial, harus diakui Mourinho memang salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Terlihat dari bagaimana pembelian2 yg dilakukannya di bursa transfer kali ini yg menurut saya benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.

    MU jelas jadi kandidat kuat untuk menjuarai PL musim ini.
    Tetapi saya rasa nggak akan mudah karena hampir semua tim besar di Inggris jor-joran di bursa transfer kali ini. Man. City, Chelsea, Arsenal semuanya mendatangkan pemain-pemain mahal. Mungkin hanya Liverpool dan Spurs aja yang agak tertinggal.

    Suka

    1. Ha ha ha…. iya liga inggris itu persaingannya ketat sekali. Bahkan 2 tahun lalu justru Leicester yang juara. Plus beberapa musim terakhir totenham juga mulai menggeser tim-tim besar.

      Klo liverpool kayaknya terkutuk dan nggak mungkin juara dalam pandangan saya. Tapi arsenal serius jadi juara musim ini. Juga chelsea dan city pun punya kans besar menjuarai EPL.

      Klo spurs juara, mungkin itu akan jadi kejutan yg manis buat pecinta liga inggris 😀

      Suka

  2. Setiap kali berbicara ttg bola, sya sllu speechless. Shiq4 sprti mas Firman dan mas Jay juga, yg tampak keren saat mengulas ttg spk bola.

    Sy cm ikutan berharap, smoga MU, klub yg Anda hormati, dan Mou favorit Anda itu, bisa tampil menawan melawan Madrid nanti….dan sesuai ekspektasi.

    Suka

  3. Saya nunggu meledaknya pogba kayak pas di juve dulu, karna akhirnya mu punya midfield yang bisa ngimbangin pogba setelah beli matic. Walaupun saya ga yakin juga matic setara dengan midfielder juve jaman pirlo, vidal, marchi dulu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s