Si Kucing Akhirnya Kembali Berpetualang

Kucing kampung kembali berpetualang

Dia datang dalam keadaan hamil besar. Kemudian keluargaku sering memberi makanan secukupnya agar ia tetap sehat meskipun kami tidak punya ikatan apapun dengan dirinya.

Matanya kuning gelap. Tubuhnya terdiri dari tiga warna : putih, kuning, dan hitam.

Ada yang bilang bahwa kucing dengan tiga warna membawa keburuntungan. Tapi aku tidak begitu mempercayai mitos semacam itu meskipun dalam kepercayaanku, ada beberapa mitos tidak masuk akal yang tetap kuyakini.

Di suatu malam, di penghujung akhir Maret 2017, ia melahirkan 3 makluk hidup lain dari darah dagingnya. Anak-Anaknya sangat mirip dengan dirinya. Satu berwarna putih dengan belang-belang kuning, satu berwarna hitam dengan belang putih, dan satu berwarna putih dengan belang hitam.

Kemudian aku menamai kucing itu dengan sebutan Si Kucing.

Beberapa hari pasca melahirkan, si kucing sempat tidak mau makan. Sedikit panik, kuberi berbagai makanan. Namun tetap nihil.

Mungkin si kucing stres dan butuh penyesuaian dari kucing liar menjadi kucing peliharaan. Pada akhirnya, ia pun mau makan.

Setelah resmi menjadi kucing peliharaan, ia tidak pernah pergi jauh dari rumah. Ia sangat pemalas dan sering tiduran. Hal tersebut terus berlangsung sepanjang ia menjadi induk kucing baru.

Karena memiliki tiga ekor anak, mungkin si kucing tidak terlalu aktif lagi dan hanya bertugas menyusui anak-anaknya. Jadi, saat hal tersebut berlangsung, aku tetap rutin memberikan makanan kepada si kucing.

Ketika aku berbagai kisah mengenai si kucing, aku sempat memprediksi bahwa si kucing akan meninggalkan rumah dan kembali ke kehidupannya semula, yakni menjadi kucing liar. Perasaanku mengatakan demikian. Itu juga yang membuatku enggan melibatkan emosi dalam merawat si kucing.

Bagiku, aku hanya membantunya bertahan hidup sementara waktu. Lagipula makanannya pun tidak terlalu mahal, bahkan ia mau makan sisa-sisa ikan goreng. Itu harga yang murah bagiku.

Namun, seorang pengunjung blog mengatakan bahwa kucing akan setia selama diberi makan secara teratur. Bukannya tidak yakin, tapi sepertinya itu tidak jadi kenyataan.

Karena sudah hampir seminggu terakhir si kucing pergi dari rumah. Ia hanya singgah sekali dan kemudian pergi lagi setelah menyantap makanan yang kuberikan kemarin malam.

Dan sekarang, si kucing benar-benar telah hilang dan melanjutkan petualangannya. Selamat tinggal dan terima kasih karena telah memberi inspirasi dalam beberapa tulisanku.

Anak-Anak Kucing

Sekarang usia anak-anak kucing di rumah telah mencapai 4 bulan. Mereka benar-benar cepat dewasa. Aku bahkan sangat heran jika mengingat mereka di malam ketika mereka terlahir di dunia ini. Begitu kecil dan fragile.

Ini juga merupakan pengalaman pertamaku memelihara anak kucing.

Dulu, yang paling kutakutkan, anak-anak kucing ini akan mati. Apalagi ketika aku melihat induknya tidak memberi mereka susu. Pasti pikiran negatif segera menyerang.

Ini juga di luar prediksiku. Kupikir anak-anak kucing itu akan dibuang ke pasar oleh ibu seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Tapi mereka sungguh pintar dan jarang buang kotoran di rumah. Jadi, sikap mereka membuat nasib mereka menjadi lebih baik.

Untungnya tidak ada masalah berarti dengan para anak kucing. Mereka mau mengkonsumsi makanan dari toko. Itu membuat semuanya menjadi lebih mudah.

Walaupun sekarang induk mereka telah kembali berpetualang, para anak kucing sudah sangat mandiri. Setidaknya mereka sudah tidak butuh susu induk mereka lagi.

Area permainan mereka masih sangat terbatas. Paling hanya di halaman depan dan halaman belakang saja.

Yang mengkhawatirkan sekaligus menyenangkan, anak-anak kucing itu sudah berani sesekali bermain agak jauh dari rumah. Meskipun intensitasnya sangat jarang terjadi. 

Aku hanya takut mereka tertabrak motor atau mobil saja jika sedang agak jauh dari rumah. Selebihnya, perkembangan mereka cukup mengesankan.

Akankah Anak-Anak Kucing Juga akan Pergi?

Dalam rencanaku, setelah mengetahui bahwa umur kucing bisa mencapai 7 tahun atau lebih, aku ingin tetap merawat anak-anak kucing tersebut untuk mendapatkan pengalaman berharga. Mungkin aku akan memiliki emosi-emosi tertentu jika merawat mereka dalam waktu selama itu.

Namun kepergian si kucing (induk) merupakan pertanda buruk. Seperti prasangkaku di masa awal, kucing kampung lebih suka hidup bebas dan berpetualang. Dan aku tidak ingin mengekang kebebasan mereka dengan keinginanku untuk memelihara mereka.

Aku hanya ingin melihat mereka cepat besar dan kemudian melihat mereka pergi berpetualang sebagai kucing sejati sebagaimana induk mereka.

Pertanyaannya, berapa bulan lagi, atau mungkin berapa minggu lagi, atau mereka akan tetap bertahan?

Sepertinya hanya masalah waktu sampai insting liar mereka menuntun mereka untuk menjadi kucing yang sebenarnya dan meninggalkan rumahku.

Tapi tidak apa-apa, yang jelas aku sudah tahu bagaimana merawat anak kucing. Setidaknya jika di masa depan ada kucing yang melahirkan lagi di rumahku, aku akan merawat anak-anak mereka sampai mereka benar-benar siap menghadapi kerasnya hukum alam : Yang kuat yang akan bertahan.

Apakah kau punya kucing di rumah? Bagaimana membuat mereka betah agar tidak pergi keluar rumah terlalu lama? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

25 tanggapan untuk “Si Kucing Akhirnya Kembali Berpetualang

  1. Sepertinya anak-anak kucing itu juga akan pergi dan memilih hidup sendiri-sendiri.Tetangga saya,mba Ana dulu pernah memelihara kucing betina bernama Firda.Dia dirawat dengan baik dari dimandikan dan rutin diberi makan.Namun,ketika dia ditinggal pulang mudik oleh majikannya.Hingga kini dia menghilang dan tak pernah menampakkan bulu lorengnya.Mungkin sekarang Firda sudah punya majikan baru atau entahlah.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya dalam banyak kasus susahnya punya kucing kampung itu mainnya jauh. Sudah gitu nanti ada yg memungut klo kucingnya bagus karena dikira kucing liar tanpa tuan 😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. 3 anak kucingnya klo ada yg betina, siapa tahu pas bunting bakal balik ke rumahmu lagi Shiq hehe 😀 . Dulu banget pernah keluargaku punya anak kucing. Ceritanya mirip sptmu Shiq. Ortuku bangun rumah lain ada induk kucing bunting datang trus lahir deh bbrp anaknya.

    Induk dan anak2 lainnya entah kemana, pokoknya cuma 1 dibawa bpku pulang dan dipelihara. Lincah banget loncat2 gemes melulu. Klo pagi2 selalu ngeong di depan pintu kamar mamaku, ngebangunin kan. Nah suatu hari mamaku jatuh dari tangga krn tuh anak kucing lari pengen duluan dari si mama turunnya, mamaku shock ga sengaja ijak ekor kucingnya, ya jatuh deh, bbrp hari di rawat di rs si mama. Trus bpku merasa bersalah jd dibuang kucingnya. Aku sempat bikin foto2 dan video2 anak kucingnya kapan2 klo ketemu mau cerita2 di blog 😉 .

    Suka

    1. Wah kasihan sekali mbak nella mamanya sampai jatuh gegara kucing. Sebenarnya di rumah saya masalahnya cuma waktu pup, kucing kan kadang2 kencing buat menandai teroterynya agar tidak ada kucing lain yg masuk wilayah kekuasaannya. Nah yg menjengkelkan klo kencing di dalam rumah. Itu ajasih susahnya merawat kucing.

      Klo video saya ada beberapa. Cuma nggak diupload, nggak kepikiran he he he….

      Suka

  3. Aku jg ga suka ngekang binatang sih, jd klo di rmh ada mkanan sisa pasti aku kasih ke kucing yg lewat, malah kadang hampir tiap hr di jam yg sama kucingnya mampir mulu ke rumah minta makan, klo ga punya mkanan sisa repot ngusirnya.

    Suka

    1. Klau saya, kucing asing biasanya liar justru gak mau mampir, dan sya pun mlas nrimanya. Sbnrnya klau aja sya mau berbaik hati kpdnya, mungkin mau aja dia mampir, hehe…

      Disukai oleh 1 orang

      1. Tp klo nerima kucing emang suka kerepotan sih kalo posisi kita gada makanan, malah kadang ada bbrp kucing yg ngajak temen2nya ke rumah minta makan hahahah.. lucu aja pagi2 aku buka pintu udah ada 3 kucing ngantri depan rumah 😅

        Disukai oleh 1 orang

    2. Wah berarti rumahnya termasuk rumah persinggahan kucing tuh, mirip di rumah saya. Cuma semenjak saya melihara kucing, nggak ada kucing lain yg main. Mungkin tahu diri kali ha ha ha…..

      Disukai oleh 1 orang

  4. Kata ibuku, kalau kucing liar yang biasa biasa di rumah lalu tiba2 pergi dan tidak kembali, bisa jadi kucing itu mati tapi tak mau diketahui majikan..
    Itu terjadi pada kucingku ‘si ucing’. Biasanya, jika ia pergi, dia pasti akan kembali saat waktunya ayah memberi makan. Atau ketika malam, ia akan pulang dan tidur di teras rumah seperti biasa.
    Tapi satu waktu, saat ayah akan memberinya makan, si ucing tak kunjung muncul.. sampai sekarang..
    Karena itu, ibuku menyimpulkan kalau si ucing sudah berpulang~ 😭😭😭

    Suka

    1. Iya saya pernah dengar juga klo kucing peliharaan pergi dan tak kembali berarti sudah waktunya meninggal.

      Cuma kucing saya beda kasus. Saya pernah beberapa kali ketemu si kucing di jalan desa dan di sekitar rumah. Cuma dianya berlagak nggak kenal sama saya ha ha ha….. dugaan saya si kucing ngambek karena dulu pernah nggak saya kasih makan. Soalnya stok makanan habis. Waktu ke toko satu-satunya, itu pun udah tutup. Jadi perasaan saya si kucing ngambek sesaat. Mungkin 2 ,atau 3 minggu lagi baru balik. Yg jelas tidak meninggal kok.

      Disukai oleh 1 orang

  5. Ahaha…laporan terbaru ttg si kucing ni ye…kok bs kabur lagi ya..

    Klau setahu ku sih, kalau diberi makan rutin dan disayang syang, kucing akan betah slamanya, kecuali kalau dia udah mau mati, biasanya ia akan pergi k hutan dan memang gak pamit2 sama tuannya. Mungkin kah ini jg yg trjd dg si kucing mas Shiq4 itu? Haha..ntahlah, sya pun kurang tahu.

    Yg saya tahu, kucing milik istri dan anakku di rumah kami, ttp setia tinggal di rumah sjak bbrp thn lalu.

    Shiq4 baik hati ya, suka nampung kucing kampung, cocok jadi duta lingkungan atau duta satwa…aplgi konstribusi kucing2 itu lumayanlah utk dijadikan crita di blog Anda.

    Suka

    1. Ya kebetulan saja di rumah banyak makanan sisa seperti tulang ikan dan tulang ayam, jadi bisa dikasih ke kucing.

      Dan ternyata makanan kucing pun murah. Cuma 10 ribu per bungkus. Jadi nggak papa berbuat baik buat sesama makluk hidup. Selama mereka bersikap baik 😀

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.