5 Pelajaran dari Bloger-Bloger Amatir

Pelajaran dari blogger-blogger amatirSumber gambar : rustyblogger.com

Sudah hampir 3 tahun saya berpetualang di dunia maya sebagai bloger. Meskipun demikian, saya tidak ingin menjadi bloger profesional.

Karena filosofi menulis saya tetap sama seperti ketika memulai blog ini : Menulis untuk bersenang-senang.

Dan itu mendorong saya untuk berinteraksi dengan sesama bloger yang berprinsip sama. Walaupun suara bloger amatir cenderung tenggelam dan kalah bersaing dengan para profesional, meskipun kami tidak “terlalu terlihat”, bloger amatir itu eksis.

Di tengah hiruk pikuk dan persaingan informasi di internet, bloger amatir hidup tenang dan tetap produktif dengan semangat berbagi.

Namun jangan meremehkan. Meskipun bloger amatir terkesan tidak terlalu serius mengelola blognya, ada sejumlah pelajaran penting yang bisa saya ambil selama bergaul dengan bloger-bloger amatir tersebut.

Berikut adalah 5 pelajaran dari bloger-bloger amatir :

1. Mayoritas Informasinya Valid

Berita hoax ada di mana-mana. Hanya demi mendapatkan sejumlah pengunjung atau membuat konten menjadi viral, sejumlah situs-situs bisnis melakukan tindakan memalukan seperti menciptakan informasi-informasi yang salah.

Saya juga menjumpai situs-situs yang hanya menjual judul tanpa isi yang memadai.

Bukannya membuat dunia informasi menjadi bermanfaat, informasi yang cenderung ditulis asal-asalan justru malah memakan korban yang tidak sedikit.

Hal semacam itu jarang terjadi di dunia bloger amatir. Karena tidak ada ekspektasi atau mengejar target-target tertentu, bloger amatir cenderung hati-hati dalam menerbitkan konten. Biasanya apa yang mereka tulis merupakan pengalaman pribadi sehingga validitasnya tidak perlu dipertanyakan.

Pelajarannya sangat jelas : Lebih baik diam (tidak menulis) daripada menyebarkan informasi yang kebenarannya belum teruji dan justru menyesatkan pencari informasi.

2. Menulis dari Hati

Bagian yang paling tidak saya sukai dari bloger profesional di Indonesia, mereka yang bertujuan mencari uang dari blog, itu karena mereka menulis sesuatu yang tidak benar-benar mereka pahami.

Prosesnya sederhana, biasanya mereka akan menulis konten-konten yang tingkat pencariannya tinggi, meskipun sebenarnya mereka tidak punya pengalaman atau memahami topik yang mereka angkat.

Bukannya berhasil, justru tindakan-tindakan bloger yang terobsesi menjadi bloger profesional malah menyiksa diri sendiri karena menulis sesuatu yang tidak mereka sukai.

Biasanya mereka stres sendiri dan berakhir dengan kegagalan.

Bloger amatir tidak demikian. Mereka menulis dari hati. Mereka menulis apapun yang mereka sukai. Kesehatan mental mereka lebih baik dan konsistensi mereka terjaga selama bertahun-tahun.

Bukannya menjadi bloger profesional itu salah, tapi sebisa mungkin jangan memaksakan diri menulis topik yang tidak Anda kuasai agar Anda mampu menikmati aktivitas ngeblog dan menjadi sukses.

3. Hubungan Dua Arah

Bloger profesional biasanya malas berkomentar di blog lain karena hampir tidak ada gunanya melakukan hal semacam itu. Karena link di kolom komentar bersifat no follow, maka tidak berguna untuk keperluan SEO blog. Juga ada rumor yang mengatakan jika jumlah link no follow lebih banyak dibanding do follow, maka blog tersebut akan dinilai buruk oleh Google.

Para profesional mendapatkan komentar tanpa harus blogwalking. Meskipun di satu sisi hal tersebut mencerminkan betapa hebatnya mereka meramu konten, namun di sisi lain keenganan mereka berhubungan dengan bloger lainnya yang lebih pemula melalui komentar membuat hubungan searah saja.

Artinya hubungan yang terjadi adalah siapa yang butuh siapa. Tanpa hasrat yang kuat dan ditunjang dengan skill ngeblog yang mumpuni, dunia bloger yang ingin menjadi profesional hampir dipastikan sesunyi makam di malam hari. Dan mayoritas pemula pasti menyerah sebelum blognya benar-benar menghasilkan.

Di tempat lain, kondisinya sangat terbalik 180 derajat. Karena menulis sesuka hati dan ala kadarnya, juga karena minim ilmu SEO, bloger-bloger amatir mengandalkan blogwalking untuk mendapatkan pembaca.

Walaupun demikian, hubungan yang terjadi adalah dua arah. 

Artinya mereka menyadari bahwa antara bloger yang satu dengan bloger lainnya saling membutuhkan. Tidak perlu muluk-muluk menulis konten tingkat tinggi, selama rajin blogwalking dengan semangat, maka mereka akan mendapatkan komentar dan pembaca.

Bloger amatir juga tidak terlalu peduli pada kualitas blog di mata Google. Jadi, bukan masalah besar seandainya backlink mereka didominasi backlink-backlink no follow dari kotak komentar.

Pelajarannya sederhana, menjalin hubungan dengan bloger lain lebih penting dibanding dengan SEO. Karena ngeblog sendirian itu butuh perjuangan ekstra. Dan tentu saja, semakin luas jaringan Anda, semakin terbuka kesempatan untuk mendapatkan peluang-peluang menghasilkan uang selain dari blog.

Juga fakta bahwa meskipun blog saya didominasi backlink-backlink no follow, ternyata blog ini tetap mampu memenangkan banyak persaingan di mesin pencari.

4. Bloger Amatir Lebih Bermurah Hati dalam Memberi Backlink

Pernah berpikir mendapatkan backlink-backlink gratis dengan menulis konten-konten terbaik dan hanya menuai kekecewaan? Anda tidak sendirian.

Awal mula ngeblog, saya berpikir bahwa jika saya rutin menulis konten-konten berkualitas, maka dengan sendirinya bloger lain akan memberi backlink menuju konten-konten saya. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi.

Di lingkungan bloger Indonesia, saya mengamati bahwa mayoritas bloger sungguh sangat pelit dalam memberi backlink. Bahkan ada beberapa teori salah yang dianut sehingga mereka enggan memberikan backlink untuk bloger lain.

Karena mereka takut kalah bersaing. Karena mereka menganggap dengan memberi link menuju konten bloger lain hanya akan membuat bloger bersangkutan lebih hebat. Atau entahlah… banyak teori aneh yang saya temukan selama menjelajah blog-blog di Indonesia.

Justru backlink-backlink yang saya dapatkan berasal dari bloger-bloger amatir di wordpress.com. Kadang mereka tidak sadar, melalui link yang mereka berikan kepada saya, otomatis konten-konten saya akan menduduki peringkat yang tinggi.

Tapi di satu sisi, saya sangat menghargai kedewasaan mereka dalam memberikan vote untuk Google tentang blog Shiq4. Karena saya merasa senang dengan link-link yang masuk, maka saya pun berusaha menyisipkan link menuju konten-konten bloger lainnya jika masih berhubungan dengan topik yang saya angkat.

Padahal jika melihat teori sebenarnya, teori yang sudah teruji, justru memberi link menuju situs lain membuat blog Anda lebih baik di mata Google.

Maka… jangan terlalu pelit memberi link. Gunakan hak suara Anda menuju konten-konten yang Anda anggap bagus agar pencari informasi di Indonesia mendapatkan informasi-informasi terbaik ketika menggunakan Google.

Bagaimana pun juga, jika Anda tidak ikut berpartisipasi memberi link menuju halaman-halaman yang bagus, nanti hasil pencarian akan didominasi oleh konten-konten buruk. Jadi, mari membuat dunia informasi menjadi lebih baik.

5. Bloger Amatir Lebih Konsisten

Saya sangat suka mengamati. Bloger-Bloger yang ingin profesional atau ingin menghasilkan uang, memiliki banyak target yang harus terpenuhi. Dan banyak diantaranya yang kecewa dan tidak lagi mengupdate blognya.

Coba ingat berapa banyak bloger profesional yang pernah Anda kenal dan bagaimana kondisi blog mereka? Pasti sudah banyak domain yang terparkir karena blog tak kunjung menghasilkan.

Karena mereka memainkan permainan yang salah. Ingin terkenal. Ingin kaya. Ingin memenangkan SEO. Dan sejuta keinginan tapi skillnya masih sangat terbatas. Akibatnya, ketika mereka menyadari bahwa apa yang mereka inginkan sangat jauh dari realita, mereka menyerah.

Bandingkan dengan bloger-bloger yang hanya bertujuan untuk bersenang-senang. Mereka menulis untuk mendapatkan kebahagian. Dan selama mereka punya waktu luang dan bahagia, mereka akan tetap menulis.

Tanpa ekspektasi apapun. Menulis sesuka hati. Dan jika mereka beruntung, maka mereka pun dapat menghasilkan uang dari blog melalui sponsor post atau Adsense.

 Tapi esensinya, mereka tidak terlalu bermimpi aneh-aneh. Mereka menjalani kehidupan blog dengan santai dan perlahan.

Sejatinya ngeblog butuh kesabaran dan konsistensi. Selama Anda memiliki keduanya dan tidak terlalu banyak mengkhayal, saya yakin Anda akan mampu menghasilkan uang.

Kuncinya, cari cara untuk menikmati aktivitas ngeblog. Jika Anda bahagia, maka Anda akan mampu mengeluarkan semua potensi yang ada di dalam diri dan bersinar dengan sendirinya.

Atau Anda bisa berusaha keras dan menaruh ekspektasi yang menjadi beban dan hanya berakhir dengan kesia-siaan.

Jadi bagaimana, ternyata bloger amatir pun bisa memberi banyak pelajaran ngeblog yang berharga. Apakah ada tambahan? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

42 tanggapan untuk “5 Pelajaran dari Bloger-Bloger Amatir

  1. bener sekali mas…
    kalau udah menuju profesional, mengeluarkan sejumlah uang untuk domain dan sebagainya. tapi ujungnya mengecewakan, pasti akan mogok deh, hahaha
    enakan gini, menulis dengan hati dan untuk kebahagiaan diri

    Disukai oleh 3 orang

  2. Yang no. 1 bener banget, sekarang banyak banget situs-situs abal-abal yang isinya hoax atau clickbait. Sialnya mereka justru malah mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada bloger-bloger yang menghasilkan konten-konten berkualitas.

    Saya sendiri walaupun udah sewa domain dan hosting tak terlalu berniat mencari pendapatan dari blog. Tulisan saya banyak yang baca aja udah seneng.

    Tapi kalau ada peluang boleh juga sih, seenggaknya buat balikin modal, hahaha

    Disukai oleh 2 orang

    1. Bisa daftar adsense mas firman klo konten sudah lumayan banyak. Cuma saya sendiri nggak tahu berapa gajinya per klik. Soalnya di grup bloger lebih banyak yg mengeluh klo penghasilan adsense teramat kecil 😀

      Disukai oleh 2 orang

      1. Konten sih udah lumayan, udah lebih dari 100 pos. Tapi masalahnya visitornya belum seberapa. Belum lagi ini malah lagi turun drastis jumlahnya.

        Mungkin baru beberapa bulan lagi saya berani daftar adsense.

        Disukai oleh 1 orang

      2. Betul penghasilan adsense kecil. Kalo kata mas darmawan di panduanim.com, mending jangan deh pake adsense. Jualan ebook atau skill yang kita bisa jauh lebih baik dibandingkan dengan menjadi publisher iklan.
        Kalo saya pribadi karena kadung adsensenya udah disetujui pas pake blogger.com nyelam sekalian.
        Coba apply wordads mas @shiq4 mayanlah

        Disukai oleh 1 orang

  3. Menulis dari hati. Apa yang kita lihat dan kita rasa. Kalau bisa menjadi sarana informasi bagi orang lain bagus. Kalau aku sih nulis ga mau terbeban. Artinya harus ada target ini itu. Emang murni buat nyenengin hati ngisi waktu. Mujarab sekali buat aku yang tinggal di desa kecil. Kalau pun ada yang baca apalagi serius kasih komen, bonuslah itu. Keep writing bro!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mbak ajheris. Saya juga have fun aja ngeblognya. Yg penting merasa senang saja, itu sudah cukup untuk menggerakan diri untuk konsisten menulis 😀

      Disukai oleh 2 orang

  4. Bener semua mas shiq, menurutku juga gitu.. hihihi😂😂😂
    Emang gak ada yg ngalahin ketika nulis dari hati, ketika gk mnghsilkan tetep seneng dn ttp nulis, klo mnghasilkn ya brsyukur😃

    Disukai oleh 1 orang

    1. Klo dilakukan dengan benar dan konsisten hampir pasti bisa menghasilkan uang mbak kunu. Cuma agar konsisten itu mesti bisa menikmati aktivitas ngeblog dulu.

      Disukai oleh 2 orang

  5. Jujur aja nih, aku keseringan blogwalking pakai android, dan lupa untuk menyimpan url, jadi jarang sekali ngasih backlink..

    Eh.. Ternyata yang lain sama ternyata 😂

    Suka

  6. Ada juga situs/portal berita ‘resmi’ (perusahaannya jelas/bukan individu) yang ‘gila klik’: sudah isinya selalu cuma judul+kulit, eh dibagi pula dalam beberapa pages. Tapi heran juga, orang ya terus saja datang.. :mrgreen:

    Suka

    1. Kurang tahu mas. Memang ada yg seperti itu, cuma klo sebagai pengunjung saya biasanya akan skip dan mencari sumber informasi lainnya yg menulis semua informasi di satu halaman penuh 😀

      Suka

  7. Semula sy sbg blogger pemula pernah dilanda kecewa ktk mengenal SEO dan DA.. Mengerti bahwa begitu bagus bagaimanapun tulisan ttp sj yg DA dan SEO nya tinggi ttp no satu di mesin google. Kecewa sih.. Tp semakin kesini makin sadar bahwa niat ngeblog untuk mewariskan kebaikan bukan sekedar eksis. Sukur2 kalo visitornya udah banyak.. 😊 sementara untuk balikin modal domain dan hosting sy nyambi aj jd buzzer.. Lumayan dikit buat balik modal.. Hihi

    Suka

    1. Ada kok cara memenangkan persaingan supaya DA dan SEO kita bagus. Cuma mesti diaplikasikan sedikit demi sedikit dan harus bersabar.

      Cuma memang saingannya berat karena rata2 blogger yg mendalami SEO dan mesin pencari benar-benar fokus sampai mengeluarkan banyak uang buat tools dan sebagiannya 😀

      Suka

  8. Ya..btul juga ya. Justru bloger amatir bnyk mmbri pljran.

    Sy kdang komen di blog pro, tp krn dicuekin ya…sy jd jrang main2 ke blog mreka. Ada jg yg blas tp sprti stngah hati..ok lah sy pham maksudnya bgtu..tp syang justru kyakinan mreka yg kliru itu mmbuat mreka mnjdi bloger yg dikorbankan (sprti istilah Anda).

    Bloger amatir slain nulis just for fun, tp ada jg didedikasikannya utk anak cucunya di masa dpn, sehingga klo ia tlah dia, krn akunnya gratisan, jd akn ttp trtulis dsna dan ttp akan dibca oleh org2…klo akun brbyar, klo ybs tak bs byar lg, yah…tulisannya jd kmna dong…

    Suka

  9. Saya dulu juga suka main ke bloger-bloger yg sering bahas make money blogging (pro) mas desfortin. Cuma akhirnya mikir, kok sudah menghasilkan banyak uang malah tutup.

    Jadi mikirnya mereka bohong doang karena nggak sepenuhnya menghasilkan uang via blog.

    Tapi sekarang saya juga mainnya ke blog-blog amatir saja yg bahas keseharian dan hidup tenang tanpa banyak teori. Itu lebih menyenangkan 😀

    Suka

  10. mantab jiwa mas @shiq4 , saya juga sedang belajar blogging.. cuman sekedar sharing info seputar bidang saya , dan sebisa mungkin saya menulisnya dengan bahasa sendiri.. seperti mas @shiq4 ini . mantab

    Suka

Komentar ditutup.