Praktik Terbaik : Cara Membuat Internal Link di Blog

Cara membuat internal linkSumber gambar : Searchenginewatch.com

SEO mungkin sulit bagi sebagian orang. Termasuk saya. Tapi dengan rutin membaca dan mempelajarinya, plus mempraktikannya, pengalaman dan pengetahuan menuntun saya memenangkan banyak persaingan di mesin pencari.

Tapi memang ada teknik SEO yang sangat mudah. Meskipun sebagian orang meremehkannya dan lebih memprioritaskan teknik-teknik advance, saya cenderung menyukai memahami hal-hal kecil terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

Teknik itu disebut internal link.

Saya merupakan pengagum internal link. Bahkan sejak situs ini didirikan, saya rutin membuat internal link dalam setiap postingan.

Bukan karena mengejar SEOnya karena memang saya tidak pernah tahu SEO beberapa tahun yang lalu. Tapi tujuan utamanya hanya untuk memudahkan diri sendiri menjelajahi situs Shiq4 mengingat di masa awal saya menulis untuk dinikmati sendiri.

Dan jika saat ini ditanya mengapa saya selalu menyisipkan internal link, maka itu karena memiliki 7 manfaat berikut :

  • Membantu bot Google agar lebih cepat mengindeks halaman
  • Membuka peluang mendapatkan backlink untuk konten-konten lama
  • Membagi poin halaman melewati link juice secara merata
  • Menambahkan anchor text dengan kata kunci
  • Membantu pengunjung menjelajahi konten dalam situs
  • Meningkatkan pageview blog
  • Memperbaiki metrik bounce rate dan time on site

Internal link bekerja dengan baik di situs saya. Dan mungkin akan demikian di situs Anda. Jadi, saya memutuskan untuk mempelajari cara membuat internal link yang bekerja dengan baik untuk meningkatkan kualitas blog.

Di dalam panduan ini, Anda akan belajar praktik terbaik membuat internal link secara efektif agar mendapatkan berbagai manfaat di atas.

Teori-Teori tentang Internal Link

Pelaku SEO profesional, mereka yang bekerja di situs-situs besar, menghadapi kompetisi yang ketat dengan para pesaingnya. Dan jangan heran jika Anda menemukan berbagai macam teori mengenai internal link dan hubungannya dengan rangking atau bagaimana Google menilai internal link di dalam sebuah website.

Sementara berbagai teori dan debat menghiasi dunia SEO berkaitan dengan internal link, Neil Patel mengatakan itu tidak penting:

“Pada Kenyataannya, banyak diskusi mengenai arsitektur website dan internal link tidak membantu sama sekali. Mereka terlalu rumit dan menghabiskan banyak usaha untuk sesuatu yang tidak mencapai hasil nyata.”

Internal link lebih sederhana. Buat internal link sewajarnya agar dapat membantu pengunjung menemukan konten-konten terbaik Anda. Kasus selesai dan Anda akan baik-baik saja.

Dasar Penggunaan Internal Link

Walaupun mudah dilakukan, saya berani bertaruh bahwa sebagian bloger akan kesulitan menerapkan internal link dalam postingan-postingan mereka.

Karena blog mereka belum kaya konten.

Idealnya praktik terbaik internal dan strateginya akan bekerja dengan baik pada situs-situs yang memiliki banyak konten. Anda tidak bisa membuat banyak link tanpa konten lainnya. Sesederhana itu.

Mungkin Anda juga terlalu banyak berpikir mengenai teori-teori internal link. Meskipun dalam skala besar hal tersebut sangat penting dan harus dilakukan, tapi rata-rata bloger bukan berada di level seperti itu.

Anda hanya perlu mengupdate blog secara teratur dan menghubungkan antara halaman yang satu dan halaman yang lain. Tidak butuh kemampuan apapun untuk melakukannya.

Seperti kata Neil Patel dalam konten lain yang dipublikasikan di Kiss Metric :

“Tidak ada Cycles. Tidak ada silo-silo. Tidak ada tiers. Tidak ada struktur diagram flow. Yang ada hanya link-link bahagia menuju halaman-halaman bermanfaat.”

Cara Membuat Internal Link yang Bekerja dengan Baik

Jika Anda sudah memiliki modal yang cukup, jumlah konten yang sudah dipublikasikan sudah banyak, maka mungkin sudah saatnya Anda memasukkan strategi internal link untuk meningkatkan SEO blog secara keseluruhan dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Berikut adalah praktik terbaik dan cara membuat internal link yang efektif di dalam suatu blog:

1. Gunakan Anchor Text yang Tepat

Anchor text adalah kata-kata yang Anda gunakan sebagai link.

Dalam penerapannya, sebaiknya menggunakan anchor text yang deskiptif atau kata-kata yang mampu menjelaskan halaman tujuan link.

Agar pengunjung mendapatkan informasi yang tepat. Selain itu, anchor text sebaiknya memuat kata kunci yang sesuai dengan halaman target.

Baiklah… agar lebih mudah dipahami, saya akan menyertakan beberapa contoh nyata.

Misalnya jika saya ingin membuat internal link menuju halaman yang memuat teknik-teknik black hat SEO yang harus dihindari, maka saya akan melakukannya seperti di bawah ini:

  • Tidak ada gunanya mencoba menggunakan teknik black hat SEO di masa banyak update algoritma seperti saat ini.

Dengan begitu, pengunjung akan mengetahui apa saja teknik black hat SEO yang saya maksud dengan melakukan klik kepada link tersebut.

Tapi perlu diperhatikan, jangan membuat exact match anchor text karena akan berisiko terkena over optimization penalty. Juga jangan terlalu banyak menggunakan kata “Klik di sini”. Dan terakhir, pastikan anchor text tidak lebih dari satu kalimat.

2. Link Ke Halaman-Halaman Content-Heavy

Cara terbaik membuat internal link adalah menghubungkan konten-konten berkualitas dan panjang menuju konten-konten sejenis.

Karena hal tersebut akan memperkuat SEO halaman-halaman yang berpotensi masuk ke halaman pertama Google.

Jangan membuat link menuju halaman-halaman yang tidak terlalu butuh tampil di mesin pencari seperti halaman about me dan kontak.

Pikirkan pengunjung. Jika Anda memiliki halaman sepanjang 2000 atau 3000 kata, maka Anda bisa menyisipkan banyak internal link menuju halaman-halaman pendukung lainnya. Atau akan lebih baik jika itu merupakan konten utama situs Anda.

Ingat, hubungkan menuju halaman-halaman penting yang berpotensi masuk ke halaman pertama Google.

3.Setiap Kali Menulis Konten Baru, Pastikan Anda Link Menuju Konten Lama

Untuk memaksimalkan strategi internal link dan mendapatkan hasil yang memuaskan, maka sebisa mungkin setiap kali Anda membuat konten baru, usahakan Anda menyertakan link menuju konten-konten lama.

Cara ini akan membantu konten-konten Anda berperingkat lebih baik di mesin pencari.

Mengapa? Karena Google menyertakan “Freshsness Value” yang digunakan dalam menyusun halaman SERP.

Menurut Cyrus Shepard :
“Link dari fresh sites atau halaman melewati fresh value.”

Artinya, Anda memberitahu Google bahwa konten-konten lama Anda masih relevan di masa sekarang melalui link-link yang Anda pasang sehingga peringkatnya akan bertahan atau menjadi lebih baik lagi.

4. Update Konten Lama dan Masukkan Link

Meskipun blog Anda terus menerbitkan konten, bukan berarti Anda bisa melupakan konten-konten lama, terutama yang masih memberi trafik bagi blog Anda. Jadi, pilihan terbaik adalah mengupdate konten lama dan membuat beberapa link menuju halaman-halaman terbaru.

Menurut Julia McCoy di Search Engine Journal , hal ini membuat Anda mendapatkan dua keuntungan (plus dua tambahan dari saya):

  • Halaman tersebut akan meningkatkan nilai bagi pembaca dan memastikan bahwa internal link yang menuju halaman tersebut tidak membawa pengunjung ke halaman yang tidak berguna.
  • Memberi kesempatan kepada Google untuk mengcrawl ulang konten, mengindeksnya, dan meningkatkan rangking di SERP.
  • Pengunjung yang datang ke konten lama berpeluang tertarik dengan konten-konten baru jika Anda menambahkan internal link menuju karya terbaru Anda.
  • Membagikan poin halaman lama sehingga halaman-halaman baru mendapatkan rangking yang lebih baik.

Berikut adalah panduan ketika mengupdate konten lama Anda :

  • Jelaskan Update – beritahu pengunjung bahwa konten Anda terupdate di bagian awal sehingga pembaca tahu kontennya masih relevan di masa sekarang.
  • Update Informasi-Informasi Lama – Jika konten memuat informasi yang sudah kadaluarsa, maka sudah tugas Anda untuk menggantinya dengan informasi terbaru. Menambahkan internal link tidak ada gunanya jika informasinya sudah tidak relevan lagi.
  • Tambahkan Link Menuju Konten Terbaru -Internal link menuju konten paling baru akan sangat bermanfaat. Bukan hanya membuat konten lama menjadi lebih baik, konten baru pun mendapatkan poin dari halaman-halaman lama.

5. Hanya Buat Link-Link yang Masuk Akal

Tidak peduli betapa hebatnya Anda membuat internal link, pastikan Anda membuat tulisan yang enak dibaca dan terlihat masuk akal sehingga pembaca melakukan klik pada internal link yang Anda buat.

Artinya jangan membuat internal link secara sembarangan. Jika menurut Anda pembaca akan menyukai tambahan informasi, maka sertakan internal link. Namun jika Anda merasa konten tidak membutuhkan internal link, maka lebih baik hindari internal link.

Atau jika Anda bertanya di mana saja tempat menyebarkan internal link, maka Anda hanya perlu menjawab pertanyaan : Apakah anchor textnya tidak merusak readability?

Selama tulisan Anda nyaman dibaca, Anda bisa memasukkan internal link sesuka Anda.

6.Pastikan Link Bersifat Do Follow

Jangan lupa untuk membuat link bersifat do follow. Kita tahu perbedaan do follow dan no follow, jika Anda menambahkan no follow, maka Google tidak akan memberi poin tambahan untuk halaman target.

Bagaimana pun juga, meskipun link no follow tidak bersifat merusak, jika boleh memilih, maka sebaiknya do follow saja.

Atau jika link target Anda merupakan halaman yang tidak perlu rangking tinggi seperti halaman login, maka jangan gunakan no follow. Lebih baik gunakan no index saja pada halaman tersebut agar tidak ada poin yang hilang.

7. Relevansi

Karena kemudahannya, sebagian orang menciptakan link secara membabi buta dan tidak lagi menghiraukan relevansinya.

Itu buruk, baik bagi pembaca maupun mesin pencari.
Katakanlah saya mempunyai halaman mengenai copywriting.

Sangat membingungkan jika saya menghubungkannya dengan halaman tentang berkebun. Tapi akan baik-baik saja jika saya menghubungkannya menuju halaman tips ngeblog atau content marketing.

Karena halaman yang tidak saling berkaitan tidak akan menciptakan mutualisme. Bahkan tidak ada gunanya sama sekali.

Tapi jika terpaksa, Anda bisa melakukannya. Asalkan tidak sering dilakukan.

8. Link Menuju Halaman dengan Konversi Tinggi

Ini bukan sekadar SEO, tapi lebih penting lagi, yakni menciptakan keuntungan.

Seandainya Anda memiliki halaman-halaman yang mampu mengkonversi pengunjung dengan efektif, maka pastikan Anda memberi internal link menuju halaman-halaman tersebut di konten-konten yang mendapat trafik organik tinggi.

Hal tersebut untuk memastikan bahwa bisnis akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Mari Membuat Internal Link

Menciptakan internal link akan membuat blog Anda lebih hidup dan lebih powerfull.

Tentu butuh latihan dan praktik terus menerus agar mampu mendapatkan hasil nyata.

Jadi, mari biasakan membuat internal link dalam setiap postingan mulai saat ini juga.

10 tanggapan untuk “Praktik Terbaik : Cara Membuat Internal Link di Blog

  1. Oh, ya ampun baru ngeh, tapi kalo aku mungkin agak sulit untuk menyambungkan topikku sebelumnya, soalnya pembahasanku beda” sih. beheuheuh

    Suka

  2. Mungki kalau ada gambarnya enak kali.mas.. Kayak bikin link dofolow itu caranya gimana…
    Apakah ada trik khusus atau mengaktifkan opsi tertentu…

    Aku yang jarang itu update artikel yang lama

    Suka

    1. Semua link biasa otomatis do follow kok. Kecuali klo ada tambahan rel=”no follow” di kodenya. Liat di mode html.

      Saya juga belum banyak update blog. Soalnya rata2 konten masih relevan karena masih berusia kurang dari tiga tahun. Mungkin klo sudah umur 4 atau 5 tahun baru diupdate agar tidak kalah bersaing šŸ˜€

      Suka

  3. Betul, memang sulit, aplgi konten blm seberapa. Saya sendiri sesekali menyertakan internal link dlm postingan, tp karena konten blm bnyak itu td, ya jadinya gak bs bnyak jg.

    Suka

Komentar ditutup.