Smartphone Baru

Membeli smartphone baruSumber gambar : digit.in

Aku memiliki smartphone tua, berusia sekitar 3 tahun. Kondisinya cukup memprihatinkan : memory card rusak, tombol volume terkadang tidak bekerja, tidak ada penutup, dan baterainya sudah drop. Namun, karena kehidupanku memang tidak terlalu membutuhkan smartphone, maka aku tetap menggunakannya.

Meskipun begitu, di awal tahun 2017, ketika aku menyusun keinginan-keinginan, aku memasukkan smartphone baru dalam daftar. Bahkan aku berencana minta dibelikan smartphone baru saja mengingat penjualan di bulan ramadhan meningkat drastis.

Tapi perasaanku sendiri juga kurang yakin. Aku masih nyaman dengan smartphone tuaku. Lagipula aku hanya menggunakan smartphone untuk browsing dan berkomentar di blog lain saja melalui aplikasi wordpress, selebihnya tidak ada kegunaan lainnya.

Jadi, aku memutuskan untuk mempertahankan smartphone tuaku hingga tahun depan. Dan itu akan menjadi rekor smartphone tertua yang pernah kumiliki.

Membayangkan Smartphone Idaman

Di masa mudaku, aku sudah kenyang pengalaman berganti handphone baru hampir setiap tahun. Hal tersebut telah berlangsung sejak aku mendapatkan handphone pertamaku saat masih kelas 2 SMP.

Baru setelah agak dewasa, aku mulai malas mengikuti teknologi yang tidak ada matinya. Aku mulai memikirkan masa depan. Dan membeli barang yang tidak kubutuhkan ada hal yang tidak bisa ditolerir.

Aku sudah punya gambaran akan membeli smartphone seharga 600 ribuan saja. Paling tidak sudah bisa digunakan untuk browsing dan menyimpan halaman-halaman penting. Dan yang pasti sudah mumpuni untuk sekadar menunjang aktivitas ngeblog.

Atau smartphone seharga 200 ribuan. Aku pernah melihat iklan di pinggir jalan tentang smartphone termurah tersebut. Kabar baik lainnya, toko yang menjual ada di dekat rumah dan ibuku hampir selalu membeli handphone baru di tempat tersebut.

Yang jelas aku tidak butuh smartphone canggih. Aku sudah melewati masa itu. Lagipula untuk apa membeli smartphone terbaru sedangkan aku tidak terlalu mengerti teknologi.

Kecerobohan yang Lucu

Aku terlahir dengan sifat ceroboh. Bukan keinginanku. Tapi terkadang semua terjadi begitu saja tanpa kesengajaan dan menjadi lelucon yang bagus untuk dikenang.

Pernah suatu kali DVD laptopku terbuka dan tanpa sengaja aku menyenggol gelas kopi. Kopinya tumpah dan DVDnya rusak. Atau ketika semester pertama saat mengambil S-1, aku tertidur pada saat jadwal ujian dan melewatkannya. Atau ketika handphoneku masuk ke kresek buah dan terbawa pembeli.Dan banyak lagi kejadian lucu lainnya.

Itu juga salah satu alasan mengapa aku malas bekerja sama dengan orang lain. Aku adalah pengacau. Kemana pun aku pergi, orang-orang tidak akan menerima ketidakprofesionalanku atau kecerobohanku.

Meskipun aku berencana baru akan membeli smartphone baru tahun depan, tapi keadaannya sudah tidak memungkinkan. Smartphoneku benar-benar rusak.

Beberapa hari yang lalu, ketika aku menjaga lapak buah, aku ingin buang air kecil. Lantas aku memasukkan handphoneku ke saku jaket. Dan karena kurang hati-hati, smartphonenya tersenggol tangan ketika tergesa-gesa membuka resleting dan terjun bebas ke bak air di dalam kamar mandi umum.

Sempat berharap akan baik-baik saja karena tenggelam cuma beberapa detik dan masih bisa dinyalakan, akhirnya aku harus merelakan smartphone tuaku.

Bagaimana pun aku mengeringkannya, pada akhirnya smartphone tersebut telah menjadi barang rongsokan.

Membeli Handphone Bekas

Sebenarnya aku ingin membeli laptop baru dan sudah mulai mengumpulkan uang. Karena laptopku sempat rusak dan kupikir tidak akan bisa terselamatkan.

Untungnya laptopku sembuh dan uangnya bisa kugunakan untuk keperluan lainnya.

Sempat berpikir akan kusimpan saja uangnya dan tidak masalah tidak punya handphone untuk sementara. Karena kegiatan membaca dan ngeblog bisa dilakukan di malam hari dengan smartphone ibuku.

Jadi, sebenarnya di rumahku ada smartphone milik ibu yang digunakan bersama. Terkadang adikku dan aku menggunakannya jika sedang kehabisan data. Sedangkan ibu tidak terlalu memerlukannya dan hanya bertugas mengisi pulsa saja.

Pada awalnya aku berpikir akan membajaknya saja dan langsung kumiliki. Tapi ibuku tidak merelakannya. Setelah itu, akhirnya aku memberi mahar 700 ribu untuk meresmikan smartphone tersebut menjadi milikku atas usul ibuku.

Usut punya usut, smartphonenya ternyata bagus. Merek China. Lebih tepatnya Huawai CUN L-22. Aku mencoba mencarinya di internet dan muncul seri Huawai Y5 II. Anehnya spesifikasinya ada yang tidak cocok, yakni memory Huawai Y5 II adalah 8 Gb, sedangkan smartphoneku adalah 4 Gb.

Tapi siapa yang peduli, sekarang sudah jadi milikku. Dan aku akan berusaha menyukainya dan menjaganya.

Berapa Lama akan Bertahan?

Sejujurnya saja, aku masih menyayangkan kejadian dengan smartphone tuaku. Kupikir aku akan bisa menjaganya hingga ia berusia setidaknya 4 tahun.

Tapi ternyata aku gagal.

Sebagai gantinya, aku menargetkan smartphone baruku ini bisa berusia lebih dari 3 tahun. Karena aku membelinya sejak sekitar Juni 2017, maka aku ingin menjaganya sampai Juni 2020. Bahkan jika memungkinkan lebih dari itu.

Kurasa aku akan mampu melakukannya mengingat aku tidak terlalu aktif menggunakan smartphone untuk keperluan lain selain membaca konten-konten di internet.

Satu-Satunya yang kuingat, jika ingin ke kamar mandi lagi, pastikan smartphone masuk ke kantong celana agar tidak ada lagi kemungkinan untuk terjun bebas ke bak kamar mandi.

Iklan

31 tanggapan untuk “Smartphone Baru

  1. Jauhkan dari segala macam jenis cairan Mas Shiq, kopi atau air minum misalnya.

    Hp ibukku kecipratan air dan akhirnya mati total juga. Ga sampe nyebur air tapi tetep rusak.

    Semoga awet smartphonenya..

    Suka

  2. Wah, lumayan murah ya smartphon-nya. Klo disini mah hrus di atas 1 juta klo mau yg bgus mas, 😂

    Kok bisa terjun bebas ke bak air ponsel cerdasnya mas, 😂😂 Anda lucu jg ya.

    Suka

  3. Selamat buat ponsel pintar barunya,moga awet.hhee
    Eh ngomongin memori,mmang bnar memori bawaan nya 8 gb,tpi biasanya memori ini dpake sistem sama buat aplikasi bawaan ,jadi sisanya 4gb yang bebas digunakan..

    Suka

  4. Kwkwkwk, pengalaman yang unik mas.. Saya juga pernah mengalami kecerobohan semacam jatuh nya hp di kamar mandi. Hahaha….
    Selalu ada jalan bagi yang mau berusaha mas, dan saya melihat usaha mas sangat besar… Saya yakin mas pasti sukses!

    Suka

  5. Memang dengan gencarnya promosi dan produsen yang gencar mengeluarkan produk-produk baru kita seakan-akan dituntut untuk selalu bergonta-ganti gadget. Padahal kadang kita sebenarnya belum tentu butuh.

    Smartphone saya belum ada 2 tahun tapi kayak udah ketinggalan banget sekarang.
    Tapi saya baru akan ganti hp kalau udah rusak dan nggak bisa dipakai lagi atau ada fitur baru yang benar-benar saya butuhkan.

    Saya juga lumayan ceroboh mas, dulu pernah nyeburin hp ke air seember, tapi untung nggak rusak.
    Terakhir kali beli hp juga karena hp yang lama hilang.

    Suka

    1. Saya sih nggak terlalu butuh banyak fitur mas firman. Asalkan sudah bisa buat main wordpress dan browsing-browsing saja saya sudah sangat bersyukur kepada Tuhan karena diberi smartphone.

      Soalnya dulu pas sakit sekitar 2 tahunan gak pegang hp karena harus menjalani banyak pengobatan. Klo ingat2 masa itu, masa sekarang jauh lebih baik dan pantas disyukuri.

      Semoga smartphonenya bisa awet mas firman.

      Disukai oleh 1 orang

  6. Waduh.. kalau saya udah pasti stress berat tuh jatuh ke air, huhuhu.. Ini aja hp saya waktu bulan februari lalu, sempat hang dan harus restore semua yang mengakibatkan semua data hilang.. Dan smartphone yang saya pakai itu sudah dari Mei 2012, berarti sudah 5 tahun.. hehe

    Suka

    1. Wah awet mbak bisa berumur sampai 5 tahunan. Klo data2 saya jarang menggunakan smartphone, lebih suka nyimpen di laptop semua. Kemarin laptop hang saja saya bingung dengan data2nya. Untungnya bisa diselamatkan dan dipindah ke laptop adik saya sebelum hang total.

      Suka

      1. Iya, punya rencana untuk ganti, tapi masih lihat kondisi sampe akhir tahun deh.. Tahun depan baru ganti kayaknya.. mumpung masih tahan banting si hpnya.. hehe.. Aku gak punya laptop, jadi yah semua di HP..

        Disukai oleh 1 orang

  7. Smartphone yang tak pakek komen ini juga udah udah tua mas. Empat tahunan. Bahkan ini juga nggak baru belinya. Bekas adek ipar. Tapi alhamdulillah awet. Aku cuma rajin upgrade sistem aja tiap ada notif dari lenovo. Jadi selalu kayak baru teknologinya padahal sering hang juga haha. Semoga awet ya mas…

    Suka

    1. Wah hebat bisa awet. Saya sih selalu standar aja. Sistemnya juga nggak pernah diutak-atik. Soalnya memang nggak terlalu aktif menggunakan handphone selain untuk berkomentar dan membaca konten di internet saja. Selebihnya tidak ada kegunaan lain 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s