Periksa Lagi….

Kemarin malam sebenarnya ingin menulis seperti biasa. Tapi karena keesokan harinya harus berangkat ke Surabaya untuk periksa rutin, maka Ibu menyuruh untuk tidur lebih cepat. Agar bisa bangun dan berangkat pagi-pagi.

Bagiku perjalanan ke Surabaya merupakan hal yang membosankan. Dimulai dari menunggu kendaraan umum, lalu duduk diam selama perjalanan, dan begitu seterusnya sampai tiba di tujuan.

Untungnya aku mewarisi smartphone baru. Jadi, selama perjalanan aku membuka portal berita sepak bola dan mengamati bursa transfer musim panas tahun ini. Setidaknya aku bisa lupa diri dimana aku berada.

Praktis selama perjalanan aku seperti tidak menyadarkan diri. Aku tidak peduli terhadap sekitar dan sibuk membaca via smartphone. Aku bahkan tidak tahu apa-apa jika ditanya tentang apa pun yang terjadi atau yang kulihat selama perjalanan.

Tiba di Surabaya sekitar pukul 10 pagi seingatku. Seperti biasa, aku langsung menuju penjual es degan favoritku sebentar. Ah…. penjual es degan… sepertinya setiap kali periksa, maka hampir pasti aku akan mampir. Itu merupakan kebiasaan yang tak kusadari.

Di rumah sakit ada sedikit perubahan. Lantai bawah dikhususkan pengguna BPJS, dan yang tidak menggunakan BPJS atau umum harus antre di lantai 2. Tidak banyak perbedaan antara lain bawah dan lantai 2, kecuali orang-orang yang bertugas melayani pasien.

Menunggu sekitar 2 jam, akhirnya tiba giliranku masuk. Dan hasilnya masih mengecewakan. Setelah tanya jawab sebentar mengenai perkembangan penyakitku, dokter tetap menulis resep obat selama 3 bulan. Padahal kondisiku sudah sangat bagus dan ingin segera lepas obat.

Paling membuat merinding tentu karena ibu mengeluhkan jadwal makanku yang hanya sekali sehari. Takutnya dokter mengira ini masih ada hubungannya dengan penyakitku dan memberi obat tambahan. Untung saja tidak ada tambahan obat sama sekali. Sampai saat ini, aku hanya mengkonsumsi sebutir obat setiap hari.

Mengenai pola makan, sebenarnya aku makan 2 kali sehari. Bahkan terkadang 3 atau 4 kali. Yang jelas sangat tidak teratur sekali. Aku hanya makan jika sedang lapar atau sedang ingat. Dan masalahnya aku baru ingat belum makan pada tengah malam setelah semua orang terlelap. Jadi wajar saja jika ibu mengira aku sering makan sekali sehari.

Dan kami pun pulang melalui jalur yang tadi kami lewati. Hanya saja angkutan umum kali ini berlawanan arah ketika pergi tadi pagi.

Sempat makan di terminal Bungurasih, dan rasa harganya sangat wow. Meskipun sudah sering berlalu lalang di terminal ini, tapi belum pernah sekalipun mampir untuk makan. Hanya pernah sekali, yakni ketika makan bakso ketika periksa beberapa bulan lalu.

Tadi hanya aku yang makan karena ibu sedang puasa. Aku memesan nasi pecel dan ayam goreng dan es teh. Nasinya sedikit sekali, padahal aku sedang kelaparan. Dan jika kelaparan, aku terbiasa makan dalam porsi besar.

Kenyang tidak didapat, aku malah agak kaget dengan harganya. Totalnya Rp 25.000,00. Itu termasuk mahal menurutku. Di kampungku, nasi dan ayam goreng paling dihargai sekitar Rp 10.000,00. Kemudian es teh paling Rp 2.000,00. Itu berarti harganya 2x lipat dari harga pasaran warung di kampungku.

Dan perjalanan pulang berlanjut. Sampai di pintu masuk kota Mojosari sekitar pukul 3 sore. Dan kabar buruknya, tidak ada angkutan umum. Akhirnya ibu dan aku memutuskan untuk jalan kaki saja menuju rumah.

Sempat ada tukang ojek yang menawarkan diri, namun ibu menolaknya. Karena harganya terlalu mahal. 

Dan berita baiknya, setelah beberapa saat berjalan, akhirnya ada juga angkutan umum yang lewat. Dan kami bisa sampai di perempatan panjer tanpa jalan kaki. 

Sampai di rumah, kupikir akan menyenangkan untuk beristirahat sejenak dan membuat secangkir kopi. Tapi rencananya gagal total. Kopi sudah jadi dan tinggal dimimun, tapi Bapak ternyata baru pulang dan tidak menutup lapak buah. Akhirnya, dalam keadaan malas, aku tetap pergi ke pasar dan menjaga lapak buah. Tentu setelah memaksakan diri meminum kopi dalam keadaan panas setelah ditiup-tiup.

Dari sekitar pukul 4 sore aku berjaga dan benar-benar malas sekali. Bapak baru tiba sekitar pukul 8 malam. Badan terasa tidak enak. 

Sampai di rumah, aku memutuskan untuk menulis sebentar. Kemudian melanjutkan membaca buku yang beberapa hari tertunda karena laptop bermasalah. Dan kali ini aku akan membaca sampai pukul 12 malam. Setelah itu baru tidur.

Pasti malam ini bisa tidur lebih nyenyak karena kelelahan.

41 tanggapan untuk “Periksa Lagi….

  1. klo makan jangan dibungur asihnya, coba keluar dikit insyaAllah harganya sama dengan di moker

    Suka

    1. Iya mahal ha ha ha…. tapi itu juga wajar agar dapat untung karena,pelanggannya sedikit. Jadi harganya dibuat mahal. Sok ekonomi saya ha ha ha…..

      Disukai oleh 2 orang

  2. Sy bingung sbnrnya dg diagnosa dokter Anda, kok lngsung prcya sja dg info dr ibu Anda, dan sy bingung lg knp Anda sprti tak mngtkan yg sbnrnya.

    Menurut asumsi sy, stidaknya melalui tulisan2 Anda, sy ykin Anda sdh sembuh, sy tak melihat indiksi pnykit Anda itu, entahlah mungkin sy sok tahu aja.

    Saran aja, coba minta dokter Anda itu bca tulisan2 Anda dsni, bgtupun org2 trdkat Anda, kesal dan gregetan saya. πŸ˜‡πŸ˜‡

    Suka

    1. Soalnya penderita skizofrenia itu dianggap gila sehingga takutnya ketika tanya jawab berhalusinasi dan menjawab sesuka hatinya mas desfortin.

      Penderita skizo itu bukan masalah kecerdasannya karena ada penderita skizofrenia yg meraih nobel. Melainkan ada saat2 dimana ia meyakini sesuatu yg tidak benar2 terjadi atau mengatakan hal2 yg diluar nalar karena halusinasi.

      Jika sedang dalam kondisi bagus, penderita bisa beraktivitas secara normal.

      Masalahnya lagi, mayoritas skizofrenia itu harus mengkonsumsi obat seumur hidupnya agar bisa hidup normal. Tapi saya banyak membaca kasus yg benar2 lepas obat. Ini cuma minum sebutir obat saja merupakan perkembangan pesat. soalnya klo tanpa kontrol dokter, penderita nanti bisa kambuh lagi dan harus menjalani perawatan seperti sejak awal lagi.

      Suka

  3. Mengikuti perkembangan berita transfer emang seru sih, apalagi menjelang hari-hari terakhir penutupan nanti, suka banyak perpindahan-perpindahan yang tak terduga, hahahha

    Menurut saya sebaiknya Mas Shiq4 terus ‘melelahkan diri’ agar bisa terbiasa tidur maksimal jam 12 malam. Dengan begitu mungkin proses pemulihan anda bisa berlangsung lebih cepat.

    Suka

    1. Iya saya,maunya juga begitu. Cuma saya bingung mas firman, klo bangun pagi mesti ngapain ha ha ha…..

      Akhirnya malamnya suka baca2 buku atau internet dan baru selesai pada sekitar pukul 3 malam. Nanti bangun jam 11 siang dan berangkat ke pasar pukul 12 -an. Seperti itu terus.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Ibunya mas Shiq harus selalu ikut kah setiap periksa? Benar bnar dedikasi seorang ibu luar biasaπŸ‘ swmoga ibu mas Shiq sehat terus πŸ™

    Suka

    1. Iya. Mesti ikut. Tapi ada juga sih teman saya yg gak perlu pendamping di rumah sakit lain. Sudah kebijakan rumah sakit menur kayaknya harus ada pendampingnya klo periksa.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Oh menur toh mas, ada es degan langgananku di sana depan menur warungny dominasi warna biru, sbnarnya degaan ya rasanya sm smua ssih cm d tmpaat langgananku klhtan brsih yg jualan, jd mau bli gk takut..

        Disukai oleh 1 orang

  5. Semangat ya bang Shiq4. Semoga cepat sembuh. Jangan lupa terus menyibukkan diri dan tidur teratur.. Semangat bang.. 😁

    Suka

Komentar ditutup.