Proses Berhenti Merokok (2)

Proses berhenti merokokSumber gambar : kompasiana.com

30 Hari berlalu sejak keinginan berhenti merokok muncul dan hasilnya… aku belum berhenti merokok. Itu berarti akan ada satu bulan lagi untuk melakukan percobaan kedua.

Sebulan ini pikiranku benar-benar kacau. Sepertinya setan dan malaikat merasuki pikiranku dan membisikkan pro dan kontra mengenai keputusan yang kuambil, yakni mencoba mengembangkan diri dan memulai semuanya dari menghentikan kebiaaan merokok.

Jika sedang berpikir positif, maka aku bisa tidak merokok dalam waktu lama. Namun ketika pikiran-pikiran negatif menyerang, maka aku bisa menghabiskan beberapa batang rokok dalam beberapa jam.

Aku sengaja pasrah dan mengikuti pikiranku untuk melihat pola merokokku. Jadi, catatan dan pengalaman merokok selama sebulan terakhir memberi gambaran penting untuk ke depannnya.

Kabar baiknya… sejak bangun tidur hingga menulis postingan kali ini, aku hanya merokok 4 batang saja. Sesuai prediksiku dulu : mengurangi dulu, baru berhenti.

Niat yang Kurang Kuat

Sebenarnya keinginanku untuk berhenti merokok merupakan sesuatu tanpa pemikiran sama sekali. Dan itu membuat diriku kebingungan menghadapi pikiran-pikiran negatif yang menyerang dan membuat ragu-ragu untuk benar-benar berhenti merokok.

Ada peraasan yang mengatakan, “Kok sayang sekali jika tidak lagi menikmati batang nikotin.”

Dan selanjutnya, keraguan mulai muncul dan ada semacam perasaan yang mendorong untuk tidak berhenti merokok, melainkan tetap merokok, namun dikontrol. Misalnya sehari hanya boleh 2 batang saja.

Itu hanya satu hal yang membuat ragu-ragu. Dalam 30 hari, ada banyak sekali pemikiran-pemikiran lain yang membuat semuanya lebih sulit.

Ternyata niatku mudah goyah. Dan sejujurnya saja, terkadang dari diriku sendiri yang merasa sangat berat dan menyayangkan jika pada akhirnya harus benar-benar berhenti dari kebiasaan yang sudah kunikmati selama beberapa tahun terakhir.

Bagian yang Paling Sulit

Ada saat di mana aku tidak bisa menghentikan diri sendiri untuk tidak merokok. Dua kondisi itu adalah saat aku merenung dan saat perasaanku tidak enak.

Aku suka merenung sendirian dan berpikir. Terutama setelah membaca buku atau mengambil pelajaran dari kehidupan orang lain. Kegiatan merenung ini terjadi di malam hari. Dan tentu saja, aku merasa ada yang kurang jika tidak merokok.

Kondisi kedua adalah saat perasaanku tidak enak. Ketika hatiku tidak tenang, entah itu terlalu bersemangat, khawatir, atau sedih, atau perasaan apapun yang membuatku tidak nyaman, maka pelarianku pasti menuju rokok.

Dua hal tersebut sering terjadi selama 30 hari terakhir dan menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini.

Kabar baiknya, sekarang aku mulai sedikit demi sedikit mampu minum kopi tanpa rokok. Meskipun kalau sudah tidak tahan, pada akhirnya aku juga merokok. Tapi aku yakin bulan depan proses ini akan berhasil.

Lalu setelah makan pun aku sudah bisa tidak merokok. Hal ini sudah berlangsung lama. Karena aku tidak ingin bergantung pada rokok setiap kali selesai makan.

Kegagalan dan Pengembangan Diri

Kukira mengembangkan diri itu mudah, ternyata sulit sekali. Baru merubah satu kebiasaan buruk saja sudah kewalahan, apalagi membangun kebiasaan-kebiasaan positif dan meninggalkan semua yang sia-sia, tentu butuh waktu bertahun-tahun.

Tapi aku sudah biasa mengalami kegagalan. Dalam melakukan apapun, aku selalu saja gagal ketika mengawalinya. Tapi biarpun lambat, sedikit demi sedikit aku mulai memahaminya dan pada akhirnya akan berhasil.

Aku tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, yang jelas aku akan berhenti merokok tanpa merasa tersiksa atau keluar dari zona nyamanku.

Aku akan melakukannya dan membuat postingan mengenai perkembanganku dalam upaya berhenti merokok.

27 tanggapan untuk “Proses Berhenti Merokok (2)

  1. Kalo mau berhenti ya berhenti saja, kalau tekad sudah kuat bisa. Saudara saya sopir truk bisa melakukannya karena ternyata sehat itu lebih baik.

    Suka

    1. Ha ha ha…. saya gak sekuat itu pak alris. Masih ada perasaan sayangnya. Jadi masih menikmati prosesnya dulu dan berhenti jika tiba saatnya. Yg jelas saya gak mau tersiksa sedikit pun dalam proses.

      Suka

  2. Saya sendiri pernah mencobanya beberapa kali. Rekor terbaik saya: dua tahun! Lingkungan yang tanpa rokok dan orang-orang yang anti rokok sangat membantu. Tapi ketika kembali ke lingkungan yang menganggap rokok dan perokok sebagai hal yang wajar, kebiasaan itu kembali lagi. Sad.

    Suka

    1. Saya dulu sempat berhenti 8-bulan mas ketika menjalani perawatan kesehatan karena dilarang merokok selama prosesnya. Tapi kemudian merokok lagi. Ada rasa sayangnya mengapa ketika sudah berhenti harus merokok lagi. Sekarang terpaksa harus bersusah payah berhenti merokok lagi

      Suka

  3. Semangat mas,
    Aku udah berhenti nih.. Hahaha
    Berhenti membeli rokok,
    Tapi kalau ada yang nawarin, yah masih aku hisap.
    Tapi emang aku typikal yang jarang kecanduan suatu hal.. πŸ™‚

    Suka

    1. Saya santai aja mas irawan. Pasti berhenti merokok kok. Cuma memang saya ini selalu lambat ha ha ha…..

      Klo yg nawarin kayaknya gak bakalan ada karena saya anak rumahan dan jarang bergaul πŸ˜€

      Suka

  4. Melepas kebiasaan tidak semudah membolak-balikkan telapak tangan. Butuh usaha yang kuat dan tekad yg bulat. Pelan tapi pasti. Gak langsung berhenti. Di keluargaku juga ada perokok kelas berat, pamanku. Ia ditantang sama istrinya. Tetap merokok atau cerai? hahahahaha

    pilihan yang sulit pastinya. Tapi istrinya bilang, kalau mau mati, mati sendiri ajah. Ga usah tular2kan asap rokok yang membuat kami ikutan mati,xixixiixi πŸ˜€

    Suka

    1. Wkwkw…. istri pamannya galak ya sampai disuruh milih cerai atau berhenti merokok.

      Sekarang sudah berkurang mbak raya rokok yg saya hisap.,terus dikurangi dikit2 dan akan,berhenti beberapa minggu ke depan.

      Suka

  5. Semangat kak berhenti nge rokok nya..

    Saya kepo deh, kenapa perokok awalnya tertarik buat ngerokok? Kalo kaka sendiri kenapa?

    Suka

  6. Ahaha … saya selalu berpendapat bahwa tidak ada pecandu yang sembuh, ini berita buruknya, entah Anda percaya atau tidak, silakan disangkal lalu dibuktikan.

    Yang saya tahu dan yakini adalah, “pecandu yang tidak mau melakukannya”. Ini berarti kembali kpd niat, niat utk berhenti dan tidak mau merokok lagi, krn sadar akan dampak negatifnya. Sembuh? Mhon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tdk ada pecandu yg sembuh.

    Tapi mau berhenti merokok? Bisa? Pasti bisa, semuanya kembali di niat. Itu sebabnya saya bilang, membina diri itu hrs dimulai dari hati (niat). Gak gampang, itu sdh pasti, tp bkn mustahil utk bisa melakukannya. Perlu perjuangan berdarah-darah terkadang.

    Slmat berjuang untuk tdk mau mrokok mas Shiq4. Satu bulan lagi, let us know if you succeed.

    Suka

    1. Saya sedang membuat cerita mas desfortin. Agar cara berhenti merokoknya nanti yg bisa panjang he he he….

      Tapi saya yakin bisa berhenti kok πŸ˜€

      Suka

  7. Semoga bisa cepat berhenti yaa, mungkin kalau sedang merenung atau perasaan lagi engga enak keinginan merokoknya bisa dialihkan dengan permen pedas/mint seperti permen fisherman. Mungkin bisa membantu mengurangi keinginan merokok nya.. semangat terus semoga bisa berhenti merokok πŸ˜€

    Suka

  8. Ada kemauan aja itu sudah bagus. Pasti bisa kok, banyak temen yg berhasil. Beri peralihan penggantinya rokok, misalnya makan es krim atau gelato, kan bikin happy πŸ˜€ temenku ada yg pengalihannya makan rujak atau buah potong

    Suka

    1. Iya… makasih sarannya. Cuma klo pas pingin rokok saya biasanya tidur aja di malam hari. Jadi gak ngrokok deh. Kemarin aja malam hari cuma 1 batang doang. Padahal biasanya bisa sampai 7 batang.

      Suka

  9. Memang tidak gampang untuk berhenti merokok, yang penting niat selalu ada,aplg ada perkembangan meskipun belum berhenti total. itu juga pantas diapresiasi.
    Selamat dilanjutkan tantangan berhenti merokoknya mas

    Suka

  10. Keren gan, seenggaknya Anda udah mencoba, dan semua ini perlu waktu gan.. saya juga mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk saya yaitu khawatir pada kegagalan.. Kita pasti bisa.. πŸ˜€

    Suka

Komentar ditutup.