Tentang Zona Nyaman dan Shiq4

Tentang Zona Nyaman dan Shiq4Sumber gambar : Brilio.net​

Berbeda dengan banyak orang yang cenderung memilih keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan berbagai pencapaian, saya malah berusaha menciptakan zona ternyaman dalam hidup dan mempertahankannya.

Karena saya tipe orang yang berhati-hati dengan risiko. Semua pilihan hidup yang saya ambil, mayoritas untuk membuat zona nyaman versi saya sendiri.

Setiap hari saya merenung dan memikirkan hal-hal apa saja yang bisa membuat hidup saya lebih bahagia dan bagaimana saya mewujudkannya tanpa menganggu kenyamanan yang sudah ada.

Bagaimana pun juga, setiap orang punya sifat yang berbeda-beda. Dan saya merupakan tipe teratur dan disiplin yang tidak menyukai perubahan secara besar-besaran dalam waktu singkat. Jadi, pilihan mempertahankan zona nyaman merupakan pilihan bijak bagi orang bertipe pemalas seperti saya.

Bukan Berarti Tidak Berusaha Menjadi Lebih Baik

Meskipun begitu, bukan berarti hidup saya mengalir saja tanpa keinginan atau impian. Hanya saja saya melakukannya dengan sangat lambat dan sabar, namun tingkat keberhasilan besar.

Paling mudah menggambarkannya seperti tetesan air pada batu. Dan saya tidak heran jika banyak orang yang mengatakan saya tidak punya ambisi atau terlalu malas untuk melakukan sesuatu.

Misalnya saja dalam mengelola blog Shiq4. Perkembangannya begitu lambat dibanding dengan blog lain pada umumnya. Namun saya tetap yakin, selama saya rajin menulis dan menjaga konsistensi, cepat atau lambat blog ini akan terkenal dengan sendirinya.

Atau seperti tindakan menabung, meskipun jumlahnya tidak seberapa, selama saya rutin melakukannya setiap hari dan tidak ada kejadian darurat yang memaksa saya menggunakan uang tabungan, pasti suatu saat jumlahnya akan menjadi lebih besar lagi.

Saya punya visi yang jelas. Semua tindakan sudah direncanakan dengan baik. Tinggal bagaimana kegigihan saya untuk mempertahankan tindakan-tindakan positif bagi masa depan saya nanti.

Awal Mula Menjadi Realistis

Di tahun 2009, saya mulai meyakini bahwa masa depan blog akan cerah di tahun-tahun mendatang. Jadi, saya memutuskan fokus membangun blog dengan mengorbankan satu semester saat kuliah.

Saya mengkonsumsi buku-buku motivasi dan terus mempercayai bahwa jika melakukannya dengan sungguh-sungguh, di masa depan saya akan sukses.

Namun kenyataannya dunia blog tidak seperti yang banyak digembar-gemborkan. Dan saya pun gagal.

Bayangkan semua waktu, usaha, dan pemikiran menjadi kesia-siaan, dan Anda akan mengerti mengapa saya berubah menjadi tipe realistis.

Kemudian di masa sekarang, saya punya keinginan sukses lagi sebagai bloger, namun kali ini saya realistis. Dibanding masa lalu, di masa sekarang saya hanya menargetkan sasaran-sasaran kecil saja. Dan tahukah Anda, ketika sasaran-sasaran kecil itu tercapai, otomatis saya merencanakan sasaran yang lebih besar.

Misalnya di masa awal Shiq4, saya hanya menargetkan mendapat 100 pengunjung/hari saja. Lalu setelah tercapai, saya menargetkan 200 pengunjung/hari. Begitu seterusnya. Hingga saat ini, saya menargetkan 500 pengunjung/hari.

Menetapkan target kecil dan tercapai lebih membuat saya bersemangat dibanding menetapkan target besar dan gagal. Begitulah bagaimana saya menjalani hidup.

Juga ada kondisi yang tidak boleh terlupakan : Kalau memungkinkan, maka tidak boleh ada pengorbanan yang terlalu besar, apalagi harus keluar dari zona nyaman.

Menjadi Diri Sendiri dan Bahagia

Saya tidak mengatakan orang-orang yang mengatakan “HARUS” keluar dari zona nyaman merupakan contoh yang salah. Mungkin maksudnya pada umumnya, orang yang berani keluar dai zona nyaman akan mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi.

Tapi saya juga heran mengapa ada orang yang rela keluar dari zona nyamannya untuk mengejar sesuatu yang lain sedangkan hidupnya sudah sangat berkecukupan. Karena bagi saya itu pasti kehidupan yang penuh perjuangan.

Saya hanya membayangkan bagaimana ketika mereka juga mengkonsumsi buku-buku motivasi dan punya semangat yang kuat. Kemudian ternyata gagal dan mental mereka tidak siap. Mungkin mereka benar-benar hancur dan kehidupannya menjadi berantakan.

Itulah mengapa saya jujur kepada diri sendiri untuk bekerja dengan cerdas, bukan bekerja terlalu keras. Sebisa mungkin risiko yang ada diminimalisir sekecil mungkin meskipun hasilnya juga kecil. Yang penting tetap bahagia dan menikmati proses perjuangan.

Saya juga tidak terlalu peduli pada kata-kata motivator yang selalu menjanjikan hasil yang besar atau impian-impian lainnya. Karena orang seperti saya hanya butuh buku berkualitas dan secangkir kopi saja. Tidak perlu kesuksesan yang begitu besar.

Asalkan saya bisa jadi diri sendiri dan tetap berada di zona nyaman dan bahagia, itu sudah cukup. Biarlah orang yang lebih pintar dan lebih bijaksana yang mengambil posisi-posisi hebat dalam kehidupan.

Sedangkan saya, cukup hidup berkecukupan sesuai kapasitas diri dan menjadi saksi kisah-kisah orang sukses dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup.

Tujuan Hidup

Tujuan hidup saya sederhana, ingin hidup tenang dan berkecukupan saja. Punya waktu untuk Tuhan, keluarga, dan diri sendiri.

Bisa mempelajari ilmu apapun yang saya inginkan kapanpun dan disiplin dalam bekerja. Semacam itulah.

Jadi, kesuksesan terbesar saya adalah ketika mampu menciptakan zona ternyaman dan tetap diliputi kebahagian. Terserah orang mau mendefinisikan sukses seperti apa.

Lalu, apa arti sukses bagi Anda? Apakah Anda mewajibkan diri keluar dari zona nyaman? Bagikan di kotak komentar.

26 tanggapan untuk “Tentang Zona Nyaman dan Shiq4

  1. Oh …rupanya kita hampir sama. Saya juga termasuk tipe orang yang tidak suka keluar dari zona nyaman saya. Makanya pencapaian saya dalam hidup ya biasa-biasa. Bukan tidak pula ingin lebih sukses, tetapi karena takut dengan resiko, aplg saya memikirkan masa depan anak2 saya.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yang penting hari ini lebih baik dari hari kemarin mbak klo saya. Gitu terus sedikit demi sedikit, 3 atau 5 tahun ke depan barulah mendapat dan terasa perubahan yang besar tanpa kita sadari πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

  2. Keluar dr zona nyaman tuh wajib hukumnya kalo zonanya udah gak nyaman lagi. Hehehe. Sukses menurutku kalo bisa mencapai/mendapatkan sesuatu yg diinginkan tp gak perlu terlalu ambisius. Yg penting realistis.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Wah hampir sama mbak. Dalam hidup saya juga mulai punya target-target kecil untuk dicapai biar lebih bahagia. Ya keinganan kecil sih, tapi saya senang klo bisa mencapainya πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

  3. Wow, Anda tipe realistis, saya kira dulu Anda sangat ambisius ekstrim. Ternyata saya salah. Dari cara Anda menguraikan ide Anda, saya tahu kualitas hidup Anda. Saya salut yg pastinya.

    Nah, klo sukses bagi saya juga sederhana. Ketika kebenaran yg saya yakini memerdekakan saya, bkn membelenggu apalagi membuat stres. Intinya sama, saya bisa tetap berbahagia dg yg sya jalani saat ini, tetap jdi diri sendiri, namun ttp spy knymanan saya itu tdk membuat org terganggu, krn itu org juga jngan coba2 ganggu saya.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Dulu saya sempat jadi orang yg sangat optimis mas desfortin karena sering memotivasi diri sendiri. Cuma karena berbagai kegagalan yang menyakitkan, makanya jadi realistis. Yang penting tujuannya tercapai.

      Klo untuk bahagia sendiri akhir2 ini saya begitu sering loh bahagia. Nggak tahu kenapa. Bahkan ketika laptop rusak pun saya tetap merasa tenang. Cuma mood membaca saja yang rusak gara2 masih ada beberapa ebook yg bagus dan belum kebaca.

      Untunglah kata ibu disuruh nunggu sebentar karena bakal dibelikan laptop baru saja. Horee…..

      Disukai oleh 1 orang

  4. Saya seperti membaca diri sendiri. Luar biasa. Sukses selalu. “Karena orang seperti saya hanya butuh buku berkualitas dan secangkir kopi saja.” angkat gelas sekali lagi.

    Suka

    1. Iya pak alris. Saya heran kenapa banyak yg sudah sukses masih saja pingin lebih sukses lagi dan terus keluar dari zona nyaman dan tidak menikmati hasil kerja mereka sendiri.

      Suka

  5. kalo menurut gua, blogging itu jangan dibawa jadi beban. do it because you love blogging. apalagi sampe mengorbankan 1 semester kuliah. waduh sayang banget itu…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya ko Arman makasih ya… Akan saya ingat2 nasihatnya. Emang dulu yakin sekali sama bisnis blog, ternyata salah. Harusnya dulu saya diskusi dulu sama ortu πŸ˜€

      Suka

  6. Bagi saya wajib keluar dari zona nyaman.
    Karena definisi zona nyaman menurut saya itu zona yang membuat kita terlena seperti menunda-nunda, malas, dll…
    Kesuksesan itu emng tidak mudah dikejar, tapi bukan berarti mustahil…
    Ini sulit, tapi kita pasti bisa!

    Suka

  7. Kalau saya sendiri keluar dari zona nyaman memang harus dilakukan. Saya pikir bila terus berkutat di zona nyaman membuat saya tidak banyak memiliki pengalaman dan kemampuan saya tidak berkembang maksimal.

    Suka

    1. Ha ha ha ya bisa kok mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa menyiksa diri. Yang penting rutin mempelajarinya sedikit demi sedikit dan sudah yakin bahwa itu memang passion terbesar kita πŸ˜€

      Disukai oleh 1 orang

      1. Menurut saya sih, Mas… keluar dari zona nyaman itu bukan menyiksa diri. Justru kita melatih diri sendiri untuk belajar sesuatu yang baru. Dan mungkin saja sesuatu yang baru itu merupakan passion terbesar yang dimiliki yang belum ditemukan sebelumnya.
        Mas shiq mah enak sudah tau dimana passionnya :D. Kalau saya masih harus mencoba hal-hal baru lainnya. Selain nambah pengalaman dan kemampuan, mungkin saya juga bisa menemukan passion terbesar saya πŸ™‚ πŸ™‚

        Disukai oleh 1 orang

  8. Saya sendiri belum berpengalaman dalam hal seperti ini untuk mengira keluar dari zona nyaman, banyak hal yang sebenarnya zona nyaman merupakan kebutuhan bagi saya dan mempertahankan hal tersebut mungkin termasuk hal terpenting untuk dikembangkan, seperti mas shiq4 mengatakan bukannya tidak ingin berubah seperti orang sukses , entahlah mungkin sukses itu bagaimana kita bermain prinsip dalam hidup mungkin?

    Suka

    1. Biasanya jebakannya kita ingin sukses seperti gambaran orang lain. Meskipun bisa tercapai, kita tetap tidak merasa bahagia. Jadi penting untuk mendefinisikan sukses seperti apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup.

      Disukai oleh 1 orang

Komentar ditutup.