Perbedaan Link DoFollow dan NoFollow

Perbedaan link do follow dan no follow​Sumber gambar : pahompu.com

Internet tercipta karena membentuk jaringan raksasa, satu halaman terhubung dengan halaman lainnya melalui link. Agar kita memiliki pemahaman yang sama, sebelum saya membahas perbedaan link do follow dan no follow, maka berikut adalah pengertian link menurut Reference :

Link komputer atau hyperlink adalah referensi menuju data yang sangat mudah diakses dengan melakukan klik pada text yang disorot. Saat pengguna komputer melakukan klik pada sebuah link, maka link tersebut akan membawa pengguna ke lebih banyak konten, halaman website baru, atau sesi lain dalam dokumen.

Sekarang kita tahu apa itu link. Dalam dunia SEO, ada dua tipe link, yakni do follow dan no follow. Bingung dengan keduannya? Jangan khawatir. Di halaman ini Anda akan memahami perbedaan keduanya.

Apa Itu Link Do Follow ?

Untuk memahami perbedaan antara link no follow dan do follow, mari sejenak menengok bagaimana konsep SEO dan peranan hyperlink di dalamnya.

Sebagai penyedia informasi, Google menginginkan halaman terbaik yang keluar di halaman pertama sesuai dengan kata kunci yang diketikkan pengguna. Nah… untuk menentukan halaman tersebut, jumlah link masuk merupakan faktor penting yang biasa disebut OFF-Page SEO. Itulah mengapa backlink masih dan tetap menjadi faktor penentu rangking.

Link-Link yang masuk bekerja seperti sebuah vote. Semakin banyak link masuk yang mengarah ke suatu halaman, maka itu merupakan indikasi bahwa halaman tersebut berkualitas. Google akan mengatakan, “Hai… ternyata banyak orang yang memberi rekomendasi, pasti halamannya berkualitas dan ayo tempatkan halaman tersebut di posisi yang bagus agar pengguna Google mendapat pengalaman yang menyenangkan.

Vote tersebut dianggap poin oleh Google. Dalam dunia SEO, Google menggunakan metric Pagerank untuk mengukur popularitas suatu website, yakni berapa banyak poin yang didapat oleh suatu website. Semakin banyak poin, semakin bagus rangkingnya di halaman pencarian Google. Para pelaku SEO menyebut poin link dengan Link Juice.

Maka link do follow adalah link yang memberi poin untuk halaman lain sehingga berdampak langsung pada rangking suatu halaman di mesin pencari Google.

Catatan : Semua link di dalam postingan otomatis do follow, kecuali Anda memodifikasinya dan menyertakan attribut no follow.

Contoh link do follow : <a href=”https://shiq4.wordpress.com “>Shiq4</a>

Apa Itu Link No Follow?

Sedangkan pengertian link no follow adalah link yang tidak memberi poin terhadap halaman tujuan link tersebut. Artinya Google tidak mengitung link tersebut sebagai vote. Jika Google menemukan link jenis ini, maka Google akan berkata, “Ini bukan rekomendasi, jadi biarkan saja dan mari mengcrawl halaman ini secara keseluruhan.

Untuk membuat link menjadi no follow, maka Anda bisa menambahkan attribut seperti di bawah ini pada link yang Anda buat :

<a href=”http://Shiq4.wordpress.com” rel=”no follow”> Shiq4</h2>

Dengan demikian, Google tidak akan menghiraukan link tersebut. Itu juga penyebab link no follow hampir tidak berguna bagi SEO karena tidak bisa meningkatkan rangking suatu halaman menjadi lebih baik.

Anda sekarang pasti bertanya,”Lalu apa gunanya link no follow?” untuk mengatasi spam di dunia web.

No Follow Berperan Besar dalam Mengurangi SPAM

Masih ingat dengan link do follow? Seandainya semua link berupa do follow, maka bisa dipastikan semua orang akan berburu link dengan membabi buta. Akibatnya, dunia web akan kacau karena ulah spammer yang menyebarkan link di berbagai tempat.

Dengan adanya link no follow, link yang tidak berguna untuk keperluan meningkatkan rangking halaman, spam di dunia web sedikit berkurang.

Beberapa link no follow yang sering digunakan antara lain :

  •  Link pada komentar. (Otomatis no follow)
  • Link menuju konten yang kurang terpercaya
  • Link review dan sposor post
  • Link affiliasi

Jika Anda menggunakan link do follow untuk ketiga link di atas selain pada komentar, maka Anda bisa terkena penalti unnatural outbound link karena dianggap sengaja memberi vote untuk memanipulasi rangking halaman tertentu.

Apakah Saya Harus Fokus Memburu Link Do Follow Saja

Sebenarnya jika kita membicarakan SEO, tentu link yang bersifat no follow tidak berguna sama sekali. Namun kita harus mempertimbangkan kata “Alami” yang sering digembar-gemborkan Google untuk para webmaster, maka sangat masuk akal juga memiliki link no follow. Jika merujuk pada kata alami, maka sesungguhnya link profil yang kita bangun sebaiknya terdiri dari link do follow dan no follow. Karena akan terlihat alami di mata Google.

Selain itu, jangan lupa bahwa link no follow pun dapat mendatangkan trafik secara langsung jika berada di tempat yang tepat. Misalnya di forum yang populer atau blog populer. Sekalipun link yang diberikan no follow, setidaknya pasti akan ada tambahan pengunjung dari klik link tersebut.

Ada pula desas desus yang menyatakan bahwa link dari sosial media akan berpengaruh terhadap SEO situs alias disebut sinyal sosial meskipun link di media sosial bersifat no follow. Bahkan saya pernah membaca bahwa sinyal sosial akan menjadi salah satu penentu peringkat di masa depan meskipun sekali lagi Google menepis isu tersebut.

Jadi, tidak ada salahnya memburu link no follow selama itu ditempatkan di tempat yang tepat agar brand blog kita semakin bagus di mata penghuni internet lainnya.

Cara Mengetahui Link Do Follow atau No Follow

Bagaimana mengetahui link yang mengarah ke situs kita do follow atau no follow?

Sangat mudah. Tinggal buka Chrome Anda, kemudian klik pada More Tools, dan klik pada developer tools. Lalu ketikkan anchor text yang menuju situs Anda pada kolom pencarian (CTRL+F) dan lihat apakan ada rel=”no follow” pada kode link. Jika tidak ada, otomatis link tersebut merupakan link do follow.

Apakah sekarang Anda memahami perbedaan link do follow dan no follow? Jika ada pertanyaan, maka jangan ragu untuk membagikannya di kotak komentar.

Iklan

9 tanggapan untuk “Perbedaan Link DoFollow dan NoFollow

    1. Link no fo””ow bisa didapat via komentar mas desfortin. Artinya mau berkomentar di blog lain karena ada anggapan klo terlalu banyak backlink dari komentar itu bisa berakibat buruk bagi SEO. Tapi sejauh ini saya terus melakukannya dan belum merasakan dampak negatif apapun.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s