Ingin Menulis dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggrisku payah. Meskipun sejak dulu telah diajarkan di sekolah, aku tidak tertarik belajar Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Memang benar penyesalan datang di akhir, buktinya sekarang aku benar-benar tidak bisa menulis Bahasa Inggris dengan benar.

Untuk membaca sudah agak lumayan lancar. Sejak blog ini didirikan, aku sudah menerjemahkan banyak konten berbahasa Inggris. Begitu pula referensi yang kugunakan, hampir semuanya merupakan tulisan orang bule. Tapi aku hanya mampu membaca tulisan bertema blog dan teman-temannya saja seperti content marketing, SEO, dan Copywriting. Sekarang masih dalam tahap belajar untuk mengkonsumsi konten-konten entrepeneur.

Pernah mencoba membaca novel berbahasa Inggris dan hasilnya dong-dong. Kalau terlalu sering buka kamus mengapa tidak kuterjemahkan saja sekalian bukunya, pikirku.

Karena sekarang merasa Bahasa Inggris itu penting, maka kuputuskan untuk mempelajarinya secara otodidak saja. Jadi, sekarang targetku adalah mampu menulis dalam Bahasa Inggris dulu. Setidaknya grammarnya harus benar. Itu saja.

Motivasi Terbesar

Sebenarnya sudah lama aku belajar mengenai blog di blog-blog luar mengingat di Indonesia jarang yang membahas mengenai blog secara mendalam. Cuma sejauh ini aku hanya menjadi pembaca pasif dan tidak pernah terlibat diskusi. Bukan karena tidak ingin, melainkan karena keterbatasan kosakata dan tidak menguasai grammar.

Isu ini mulai mengangguku ketika aku hendak bertanya atau ikut berdiskusi di dalam forum. Ada rasa minder karena keterbatasan bahasa sehingga tulisanku sulit dipahami. Dan benar saja, aku memang tidak jadi ikut berkomentar.

Motivasi terbesarku ya cuma ingin bisa berkomunikasi dengan benar saja. Tidak perlu terlalu jago, cukup grammar yang benar dan menggunakan kata yang tepat saja. Itu pasti akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Karena sejauh ini aku menggunakan Bahasa Inggris dengan asal-asalan saja. Memang tidak ada yang menegur, tapi aku merasa tidak enak sendiri membuat orang bingung dengan kata-kataku. Kalau speaking sih masih bisa dimaklumi, tapi kalau writing, kurasa itu sesuatu yang sangat fatal.

Menyiapkan Jadwal Belajar

Inginnya sih punya banyak waktu luang sehingga bisa konsentrasi belajar Bahasa Inggris. Tapi akhir-akhir aku benar-benar sibuk. Tadi saja baru pulang kerja pukul 08:30 malam. Dan harus segera menulis satu postingan untuk blog.

Padahal rencananya tadi mau menulis 2000 kata plus, tapi karena lelah dan malas, aku mengurungkannya dan berencana akan menyelesaikannya besok malam saja.

Rasanya aneh sekali mengatur jadwal belajar lagi. Sampai sekarang belum fix berapa lama waktu belajarnya. Setidaknya aku harus menguasai grammar di luar kepala dalam waktu 12 bulan. Kalau orang dengan IQ tinggi sih aku yakin bisa menguasainya dalam beberapa minggu saja. Tapi aku dari dulu selalu lambat dalam belajar. Jadi, 12 bulan merupakan waktu yang realistis.

Tapi bisa juga aku akan mendapat hasil yang lebih baik mengingat aku masih ingat beberapa tense. Namun karena sejak dulu tidak pernah digunakan untuk menulis, anggap saja aku mulai dari nol lagi.

Learning by Doing

Kalau dipikir-pikir sebenarnya aku sendiri masih bimbang. Apa benar aku butuh Bahasa Inggris? Toh kehidupanku tidak ada hubungannya dengan Bahasa Inggris sama sekali. Apa layak menghabiskan waktu untuk belajar sedangkan tujuannya hanya untuk berkomunikasi di forum-forum membicarakan hobi ngeblogku?

Tapi ya sudahlah. Meskipun aku sendiri tidak yakin dengan kemampuan otakku, tapi sepertinya aku akan mencoba. Apalagi di blog ini ada kategori Bahasa Inggris yang awalnya dulu memang ingin kugunakan learning by doing. Biarlah masih belepotan dalam menulis, kalau sudah mahir pasti bisa sesuai aturan menulis yang benar.

Untunglah banyak kamus Bahasa Inggris di rumah. Salah satunya kamus Oxford Advance Learnerโ€™s yang banyak direkomendasikan untuk belajar menulis.

Semoga saja aku mampu konsisten belajar Bahasa Inggris. Sekarang mau menyusun metode belajarnya dulu mencari pola susunan grammar agar mudah diingat. Belum lagi harus menyelesaikan sebuah novel. Tentu malam ini tidak akan sampai larut karena ada pertandingan Manchester United nanti malam. Jadi sampai di sini dulu. Selamat malam.

25 tanggapan untuk “Ingin Menulis dalam Bahasa Inggris

  1. Kalau untuk sekedar diskusi di forum dan sosial media menurut saya nggak harus pakai bahasa Inggris yang bagus banget sih mas.

    Di twitter saya sering menemukan orang-orang luar yang bahasa Inggrisnya pas-pasan. Bahkan Wayne Rooney dulu pun pernah salah grammar , sampai diejekin ama fansnya, hahaha

    GGMU mas!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Soalnya saya orangnya gak enakan mas firman. Ini aja ragu2 terus dan kepikiran. Jadi saya tulis saja dan nyoba belajar. Siapa tahu di masa depan bisa berguna. Tapi entah kenapa saya kok feeling bisa menguasainya dengan mudah.

      Suka

  2. Duh, saya sendiri nggak bisa, nggak suka, dan nggak tertarik belajar bahasa Inggris. Padahal, penting (dan berasa juga pentingnya), tapi sulit banget buat niatin belajar.
    *curcol

    Suka

    1. Wkwkw….. Saya dulu kenapa ya gak belajar sungguh2 pas ada gurunya. Akibatnya sekarang kesulitan berkomuniasi dengan orang bule di luar sana wkwkw……

      Suka

  3. Dari cara Shiq4 menulis, saya ragu kalau bhs. Inggrisnya payah. Bagi saya, kalau org menulis dlm bhs. Indonesia dengan sangat apik sekali, pasti bhs. Inggrisnya juga ok, apalagi kalau memang Anda sering menterjemahkan konten brbhasa Inggris.

    Entahlah, itu hanya keyakinan saya saja, mungkin tidak ada teori yang mendukung keyakinan saya ini. Tapi karena Shiq4 bilang begitu, ya ok lah.

    Menurutku sih, untuk nulis dlm bhs. Inggris gak emang gampang, kecuali mah asal2an. Aku juga pernah berpikir seperti ide postingan ini, tapi belum berani memulainya, kurang pede, itulah masalahnya. Padahal, aku kuliahnya dulu di Bhs. Inggris lo.๐Ÿ˜‚

    Suka

    1. Beneran sebenarnya saya gak bisa bahasa inggris. Klo nerjemahkan soalnya dibantu google translete. Klo ada yg sedikit terasa tidak enak, baru saya cari arti kata per kata dalam bahasa inggris tersebut agar maknanya tidak melenceng. Klo nulis dari sekolah sd sampai kuliah saya memang bermasalah dengan bahasa inggris. Pernah nyoba nulis bahasa inggris introduction tentang diri sendiri dan gak kelar-kelar ha ha ha …….

      Suka

  4. Aku juga nggak suka sama bahasa Inggris, kadang sampe dijitak sama temen kalo mereka lagi pada ngerumpi pake bahasa inggris dan aku cuma nganggepin pake anggukan kepala ๐Ÿ˜€

    Suka

    1. Wua ha ha….. Emang susah ya belajar bahasa inggris. Mereka kok bisa ya lancar2 aja ngomong bahasa inggris? Mungkin faktor kebiasaan. Hebat anak-anak jaman sekarang memang rata-rata sudah bisa bahasa inggris.

      Suka

  5. Saya mngkin bukan diposisi yg tepat untuk memberi pengarahan tp saya merasa bisa membantu kalo itu masalah grammar & sekalian saya juga belajar ,diulang2 terus biar saya sendiri jg gak lupa๐Ÿ˜‚

    Suka

Komentar ditutup.