5 Cara Menghadapi Algoritma Google Fred 2017

​Sumber gambar : akashsrivastavaseo.com

Membicarakan perkembangan update algoritma Google, tentu tidak lepas dari perkembangan terbaru mengenai algoritma Fred. Sejak Maret 2017, Fred memakan banyak korban. Setidaknya website yang bermasalah akan kehilangan trafik organik hingga mencapai 90%. 

Meskipun begitu, sebagian webmaster melaporkan terjadinya peningkatan pengunjung setelah update Fred diluncurkan.

Menurut konfirmasi Gary Ilyes, seorang webmaster trends analyst pada Google, Google tidak mau membuka suara mengenai update algoritma pada 7 Maret 2017 ini. 

Namun secara sekilas saya mendapatkan informasi dari John Mueller yang menyebutkan mengenai isu kualitas situs yang terdapat pada Panduan Webmaster Google.

Tapi Anda tidak perlu khawatir karena di dunia ini banyak pelaku SEO yang memberi jawaban mengenai algoritma Fred. Dan saya telah mengumpulkan berbagai informasi dari internet untuk menyusun cara menghadapi algoritma Google Fred :

1. Hati-Hati Terlalu Banyak Ads

Sejak awal saya sudah mendapatkan informasi bahwa algoritma Google Fred mengincar situs yang memiliki konten kurus dan terlalu banyak menempatkan iklan pada halaman. Selain menganggu pengunjung, iklan yang terlalu banyak mengurangi kualitas nilai halaman di mata Google.

Hal ini diperkuat dengan riset Juan Gonzales dari Sistrix. Juan Gonzales menganalisis 300 domain pada Google Jerman, Spanyol, United Kingdom, dan USA yang kehilangan visibilitas setelah 13 Maret 2017. 

Hampir semua pecundang dikarenakan terlalu menitikberatkan pada iklan, terutaman banner.

Jadi hal pertama yang harus diperhatikan untuk dapat bertahan atau melakukan recovery terhadap algoritma Google Fred adalah mengurangi jumlah iklan. Menurut saya cukup letakkan satu unit iklan saja dalam satu halaman. Kecuali jika situs Anda didominasi oleh konten-konten sepanjang 2000 kata atau lebih, Anda bisa menambahkan satu unit iklan lagi.

2. Jangan Ada Konten Kurus dan Konten Generik

Masih dari analisis Juan Gonzales dari Sistrix, juga mengindikasikan bahwa situs yang terkena dampak negatif memiliki konten-konten kurus yang tidak bernilai bagi pembaca. Artinya, di masa sekarang lebih baik mulai memperhitungkan jumlah kata yang lebih banyak. 300 kata masih kurang, namun 500 kata sudah cukup baik.

Menurut Aqueous Digital juga jangan menulis konten-konten yang bersifat generik. Siapapun bisa menulis konten generik, tapi tidak semua orang mampu menulis konten unik. Dengan begitu banyaknya orang yang menulis konten generik, banyak konten di internet terlihat sama sehingga kehilangan nilainya.

Ingat, Google menilai kualitas dari keunikan, relevansi, dan konten berkualitas tinggi, jadi, alih-alih menulis artikel dangkal pada topik yang terlalu luas, cobalah menelusuri sudut berbeda atau aspek pada suatu topik untuk membuat konten Anda menarik dan berbeda.

3. Terlalu Banyak Link Affilisasi

Pada Search Engine Land, selain gara-gara terlalu banyak iklan, juga disebutkan bahwa beberapa situs yang menjadi pecundang menaburi link-link affiliasi pada konten mereka. Mayoritas situs ini bukan situs ahli, melainkan situs yang tidak memberi nilai tambah dibandingkan situs-situs pada industri serupa.

Intinya, kalau konten Anda kurus dan menambahkannya dengan berbagai link affiliasi, maka Anda berpotensi mendapatkan efek negatif dari update algoritma Fred.

Namun juga jangan paranoid. Selama Anda melakukan dengan wajar, maka tidak akan terjadi hal-hal buruk.

Bagaimana pun juga, bisnis affiliasi merupakan salah satu bentuk bisnis terbesar di internet. Tidak mungkin Google akan melarang menggunakannya. Hanya saja jangan terlalu fokus menghasilkan uang, melainkan berfokuslah memberikan nilai bagi pengguna internet atau pengunjung situs Anda.

4. Backlink Bermasalah

Pada awalnya beberapa pelaku SEO mencurigai bahwa algoritma Fred masih berhubungan dengan backlink mengingat forum black hat SEO dunia juga ikut membicarakan Fred. Ketika kita membicarakan black hat, tentu erat kaitannya dengan masalah backlink.

Walaupun sebagian webmaster sudah mengetahui dampak buruk backlink-backlink dengan kualitas rendah, yang mana bisa menurunkan rangking maupun mendapatkan penalti, namun beberapa orang tidak mengetahuinya dan tetap menyebarkan link secara membabi buta. (Klik di sini untuk mengetahui ciri backlink berkualitas)

Kalau Anda sudah terlanjur melakukannya, maka hapus backlink-backlink buruk yang menuju situs Anda. Hal ini akan menjaga Anda tetap aman untuk waktu lama. Lebih baik membangun backlink sedikit demi sedikit dan berkualitas dibanding dengan mengikutsertakan backlink berkualitas rendah dan cepat mendapatkan hasil, namun beresiko terlalu besar.

5. Isu Konten : Pastikan Menggunakan Kata Kunci secara Alami

Sebenarnya kasus mengenai kualitas konten yang biasanya berhubungan kata kunci sudah diselesaikan Google dengan menyertakan LSI Keyword sebagai salah satu penentu peringkat.

Diharapkan webmaster tidak lagi berusaha memanipulasi hasil penelusuran Google dengan menggunakan teknik keyword stuffing.

Jika semua orang patuh, maka konten bermutu akan meningkatkan kepuasan pencari informasi yang menggunakan Google. Dan mereka akan setia menggunakan Google. 

Itulah mengapa Google memfilter konten-konten yang masih menempatkan kata kunci secara membabi buta.

Pastikan saja Anda menulis konten yang sudah melewati riset dan mampu memberi nilai tambah bagi pembaca. Seandainya memang Anda harus menyebutkan kata kunci berulang kali, maka Anda bisa menggunakan sinonim sebagai solusi agar tidak mengulang-ulang kata yang sama.

Hanya Mengingatkan

Sesuai dengan petunjuk John Mueller, algoritma Fred mengacu pada isu kualitas situs yang terdapat pada Pedoman Webmaster Google berikut ini (hindari hal-hal berikut):

  • Konten yang dibuat secara otomatis
  • Berpartisipasi dalam skema tautan
  • Membuat laman yang berisi sedikit atau tanpa konten asli
  • Penyelubungan
  • Pengalihan tersembunyi
  • Teks atau tautan tersembunyi
  • Laman doorway
  • Memuat laman dengan kata kunci tidak relevan
  • Membuat laman dengan perilaku berbahaya seperti phising atau pemasangan virus, trojan, maupun badware lainnya.
  • Mengirim kueri otomatis ke Google

Jadi bagaimana, apakah Anda punya analisis lain mengenai perkembangan algoritma Fred terbaru? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

12 tanggapan untuk “5 Cara Menghadapi Algoritma Google Fred 2017

  1. Aku nggak update soal teknologi ato berita tentang Fred ini. Baru tau setelah baca artikel ini. 😅
    Algoritma Fred ini berlaku utk domain berbayar aja ya?

    Suka

    1. Untuk semua mbak grant. Itu caranya google merangking halaman. Cara di atas biar kita bisa muncul di halaman pertama google kalau ada yg ngetik kata kunci sesuai tulisan kita. Di atas pelanggaran yg biasa dilakukan pemilik situs.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Seo nya mantap gan.. Numero uno dengan kata kunci “Cara menghadapi Algoritma Fred”
    Secara pribadi masih sulit dalam merangaki kata.. Jadi mungkin yang masih terkendala adalah masalah jumlah kata..
    Salam kenal..

    Suka

  3. Saya gak punya analisisnya mas, dan merasa diri terlalu “gak ada apa2nya” setelah membaca ulasan Anda ini, haha….

    Terlalu bnyak yg sya mesti bljar lg ttg mengelola blog.

    Oya, konten kurus itu apa hnya dilihat dari jumlah kata yg sedikit atau juga mutu yg rendah?

    Trmksih udah brbgi, saya perlu bnyk bljr lg

    Suka

    1. Sebenarnya ya itu permasalahannya. Klo terlalu banyak iklan pengunjung merasa terganggu. Akhirnya algoritma google lebih mendahulukan situs yg iklannya sedikit.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s