April 2017 : Salak Pondoh Mulai Langka

Catatan april 2017 salak pondoh​Sumber gambar : alfiyaninovi.wordpress.com

Sepertinya musim salak pondoh sudah mulai habis. Selama bulan April ini pasokan salak pondoh mulai menurun. Akibatnya, harganya pun naik meskipun sebenarnya kualitas salah di bulan April lebih buruk dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Lapak buah kami biasanya membandrol salak pondoh kecil di harga Rp 8.000/Kg. Namun belakangan harganya menjadi Rp 12.000/Kg.

Berita baiknya, penjualannya malah meningkat. Menurut catatan saya sudah dua kali lapak buah kami mampu menjual sekitar 100 Kg salak dalam sehari saja. Mungkin kelangkaan dan harga mahal bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi penjualan. Tapi hingga sejauh ini saya masih tidak bisa mengerti mengapa hal semacam ini bisa terjadi.

Karena ini merupakan catatan pertama saya mengenai salak pondoh, maka saya tidak bisa memahami situasi dan kondisi sebenarnya di lapangan. Setidaknya saya harus mulai mengumpulkan data untuk pengembangan strategi pemasaran di masa mendatang.

Salak Pondoh Paling Laris di Musim Hujan

Tantangan menjual salak pondoh adalah mudah busuk jika terkena air. Parahnya, orang-orang cenderung membeli salak pondoh ketika musim hujan. Dari pengamatan saya selama beberapa bulan terakhir di musim hujan yang lalu, penjualan salak pondoh sangat stabil. Paling-Paling mengalami kerugian apabila ukuran salak pondoh tidak sesuai yang tertera. Misalnya salak-salak kecil terlalu banyak di dalam keranjang yang dilabeli salak besar.

Jika terjadi yang demikian, biasanya orang tua saya memasang bandrol yang lebih murah. Tujuannya tidak lagi mengambil untung, melainkan mengembalikan modal secepat mungkin. Setidaknya jangan sampai mengalami kerugian.

Juga perlu hati-hati agar salak tidak terkena hujan. Terutama jika hujan deras disertai angin kencang, salak harus ditutup rapat-rapat agar tidak terkena air dan membusuk.

Tentu saja risiko yang demikian besar berjalan beriringan dengan keuntungan yang diperoleh. Keuntungannya antara Rp 3.000 – Rp 4.000 setiap KG-nya. Jadi, kalau mampu menjual 100 Kg, keuntungannya mencapai Rp 300.000 – Rp 400.000. Lumayan besar untuk menambah modal usaha dan kebutuhan sehari-hari.

Mengapa salak pondoh laris di musim hujan? Karena salak-salak terbaik di panen di masa itu. Bahkan saking tuanya, salak pondoh rasanya bisa sangat manis. Juga empuk. Kualitas terbaik yang mampu membuat pelanggan tersenyum puas. Apalagi harganya pun lebih murah ketika itu karena pasokannya masih banyak dan jarang terjadi kelangkaan.

Setidaknya tahun kemarin salak pondoh merupakan salah satu produk Andalan kami. Dan saya rasa di masa depan pun akan tetap seperti itu.

Kelangkaan Salak Pondoh di Bulan April

Catatan ini akan saya gunakan untuk keperluan di masa depan. Baru kali ini saya begitu berminat mengumpulkan data mengenai salak pondoh. Dan semua akan saya awali dengan mencatat bahwa salak pondoh mulai langka di bulan April.

Kondisi di bulan April 2017 masih hujan. Tapi intensitasnya mulai menurun. Bahkan di siang hari bisa sangat panas sekali. Penjualan terbaik mencapai dua keranjang dalam sehari.

Karena salak pondoh mulai langka, orang tua saya pun menaikkan harganya. Dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya, bulan April merupakan harga salak tertinggi yang pernah ada. Mencapai Rp 13.000/Kg. Beruntungnya, pelanggan tidak terlalu banyak mengeluh ketika saya menjelaskan bahwa musim salak pondoh sudah berakhir sehingga harganya menjadi mahal.

Mungkin di bulan April tahun depan saya akan kembali mengamati apakah penjualan akan tetap stabil seperti tahun ini seandainya terjadi fenomena serupa : Terjadi kelangkaan.

Pernah Sekali Mendapat Salak Pondoh dengan Kualitas Kurang Baik

Ketika saya mulai menyadari bahwa salak pondoh mulai mahal, tercatat pernah sekali orang tua saya memasok salak pondoh yang rasanya kurang manis karena masih terlalu muda. Saya sempat sungkan dengan beberapa pembeli karena kondisi demikian. Meskipun demikian, bisnis tetap berlanjut dan salak pondoh terjual habis.

Saya kira semua salak pondoh akan seperti itu di minggu-minggu berikutnya. Mungkin karena buahnya sudah habis di kebun sehingga untuk memenuhi permintaan, pemilik kebun salak juga memanen salak-salak yang belum sepenuhnya matang. Namun itu prasangka yang salah. Karena kemarin, salak pondoh yang saya makan masih tergolong manis dan memuaskan.

Jadi, mungkin saja kebetulan kami mendapat salak kualitas buruk. Dan akhir musim salak tidak selalu berarti bahwa kualitas salak ikut menurun seiring dengan kelangkaan yang terjadi.

Strategi Terbaik

Menurut perkataan Bapak saya, hanya ada dua keranjang salak pondoh yang bagus dalam sehari. Karena harganya juga melangit, beberapa pedagang mungkin lebih menyukai menggunakan modalnya untuk berspekulasi di produk lain. Tapi jelas pasokan sesedikit itu menjadi rebutan beberapa pedagang yang mau mengambil risiko.

Kejadian selanjutanya adalah berebutan. Jadi, harus menunggu di pedagang besar di malam hari atau memesan lebih awal untuk mendapatkan satu keranjang salak pondoh.

Opsi lainnya adalah salak pondoh yang kualitasnya kurang baik (ukurannya lebih kecil lagi). Namun orang tua saya jarang mengambil opsi tersebut. Mereka selalu memasok produk terbaik. Dan sepertinya rencananya berjalan lancar di bulan April tahun ini, penjualannya masih bagus dan mendatangkan keuntungan yang lumayan.

Iklan

20 tanggapan untuk “April 2017 : Salak Pondoh Mulai Langka

  1. Di beberapa titik lapak buah disini yang saya sempat saya datangi kemarin salak masih tersedia, tapi gak tahu, itu salak pondoh atau bukan.

    Oya, salak pondoh itu buah musim hujan ya?

    Suka

        1. Oh sayang sekali. Padahal lewat ya he he he….. saya aja,sekarang udah lama sekali nggak ke pacet. Lebih suka baca dan nulis akhir2 ini. Jadi nggak pernah ke ubalan atau pemandian air panas ha ha ha……

          Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s