Cara Mencegah Optimasi Berlebihan (Over Optimisation) pada SEO Blog

Cara mencegah optimasi berlebihan​Sumber gambar : https://seo-hacker.com

Semua bloger berusaha mengoptimalkan blog yang mereka kelola agar kontennya mendapatkan peringkat tinggi di SERP sehingga trafik organik meningkat. Dengan begitu peluang menghasilkan lebih banyak uang semakin terbuka.

Tetapi melakukan tindakan SEO yang berlebihan akan dicurigai Google dan membuat bot Google mengibarkan bendera merah.

Biasanya merupakan optimasi yang terlalu banyak dalam jangka waktu tertentu dan berpengaruh besar secara langsung terhadap SEO sebuah blog secara keseluruhan.

Melakukan SEO bukan suatu dosa, bahkan merupakan keharusan. Namun jika tidak berhati-hati, optimasi yang Anda lakukan bisa berujung pada penalti. Penalti ini disebut over-optimization penalty dan diberikan kepada blog yang dicurigai terlihat tidak alami dan tidak relevan.

Apa Itu Optimasi Berlebihan dan Seperti Apa Hukumannya?

Cara mencegah optimasi berlebihan
Sumber gambar : indo-server.com

Di masa lalu, ketika SEO mulai diperkenalkan oleh mesin pencari, optimasi berlebihan merupakan cara umum dan sah yang dilakukan untuk mendapatkan rangking tinggi. Tinggal mengulang kata kunci secara membabi buta dan ditambah ribuan link spam, maka hasil yang didapat adalah peringkat yang lebih baik dengan cepat.

Namun sejak April 2012, Google meluncurkan apa yang disebut over-optimisation penalty sehingga dunia SEO tampak lebih baik.

Pengulangan kata kunci dan backlink spam mulai berkurang. Mereka yang melanggar aturan akan mengalami deindex dan hilang dari halaman hasil penulusuran.

Tapi itu sudah lima tahun lalu. Di masa sekarang optimasi berlebihan tidak hanya sekadar pengulangan kata kunci, melainkan lebih kompleks lagi. SEO berevolusi. Mesin pencari semakin canggih, pelaku SEO semakin kreatif, dan tim webspam Google semakin membuat peraturan yang lebih ketat.

Menurut Onpage.org, optimasi berlebihan merujuk pada penggunaan SEO On Page dan Off Page tertentu secara berlebihan. Webmaster yang diduga Google melakukan hal tersebut untuk memanipulasi rangking akan terkena penalti.

Penalti Over-optimization merupakan istilah yang digunakan sebagai referensi atas perubahan algoritma Google sebagai hasil dari website yang terkena penalti karena mungkin melakukan langkah-langkah optimasi secara berlebihan sehingga peringkatnya turun atau bahkan sampai mengalami deindex. Jika sudah demikian, maka situs yang bersangkutan akan banyak kehilangan trafik organik.

Tanda-Tanda yang Mungkin Membuat Website Anda Terlalu Berlebihan dalam Optimasi SEO

Untuk mencegah terkenal penalti optimasi berlebihan, sebaiknya Anda tidak melakukan hal-hal berikut ini dalam upaya meningkatkan rangking situs Anda :

1. Terlalu Banyak Backlink dalam Waktu Singkat

Backlink masih faktor yang signifikan dalam mendapatkan urutan tertinggi di mesin pencari. Namun membangun backlink yang terlalu banyak dalam waktu singkat merupakan tindakan mencurigakan bagi Google.

Meskipun Anda berhati-hati dan telah memastikan kualitas backlink yang mengarah ke situs Anda, tapi semua harus terlihat alami sampai Google menaruh kepercayaan kepada Anda (lihat DA dan PA). Mayoritas ahli merekomendasikan jumlah maksimum backlink dalam sehari adalah 30-100 saja, tergantung pada industri Anda, audiens, dan trafik.

Jadi, pelan-pelan dalam membangun backlink atau hanya berakhir dengan penalti yang seharusnya tidak perlu terjadi.

2. Mengulang-ulang Kata Kunci dalam Konten

Tindakan mengulang-ulang kata kunci di dalam konten termasuk black hat SEO dan biasa disebut keyword stuffing. Beberapa pelaku SEO pemula sering melakukan ini dan tidak tahu bahwa tindakannya dapat berpotensi mendapatkan penalti.

Sebagai jawaban atas permasalahan ini, Google kemudian mengembangkan LSI sebagai salah satu faktor penentu peringkat

Maksudnya adalah diharapkan webmaster meninggalkan praktik keyword stuffing dan mulai menggunakan sinonim atau kata lain yang masih relevan dibanding terus mengulangi kata kunci.

Lagipula tindakan mengulang kata kunci dapat merusak readability suatu konten alias menjadi tidak enak dibaca yang mana dapat menimbulkan kekecewaan bagi pengunjung.

Oleh karena itu, menulislah sealami mungkin. Tapi juga jangan terlalu takut untuk memasukkan kata kunci di dalam konten karena kata kunci di dalam konten merupakan faktor penentu yang mempengaruhi relevansi konten dengan kata-kata yang diketik pengguna di mesin pencari.

3. Terlalu Banyak Duplikat Konten

Hal ini biasa terjadi pada website e-commerce. Terutama untuk halaman-halaman produk. Biasanya pemiliknya hanya melakukan copy paste saja mengenai fitur-fitur dan deskripsi produk sehingga banyak terdapat halaman yang hampir sama dan mirip antara satu dan yang lain. Hal inilah yang memicu Google mencurigai situs Anda melakukan optimasi berlebihan karena dianggap berupaya mendapatkan rangking tinggi untuk kata kunci yang hampir mirip.

Belum lagi masalah yang ditimbulkan oleh duplikat konten dari website yang menjual barang serupa. Sangat perlu kreativitas untuk membuat perbedaan. Anda bisa mengakalinya dengan menambahkan review produk yang panjang atau apapun yang membuat halaman Anda unik.

4. Kata Kunci yang Tidak Relevan

Anda sebaiknya tidak berusaha mendapatkan rangking tinggi untuk kata kunci yang tidak relevan dengan topik blog Anda. Meskipun banyak yang melakukan pencarian, hal tersebut tidak akan berpengaruh langsung terhadap konversi blog Anda karena orang-orang akan segera pergi jika tidak menemukan konten yang mereka inginkan. Bahkan tindakan pengunjung yang demikian akan memicu pogosticking tinggi dan dapat menurunkan kualitas blog Anda secara keseluruhan.

Misalnya di masa lalu webmaster juga menyertakan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi untuk meningkatkan trafik (saya masih melihat hal ini di blog berbahasa Indonesia) walaupun sebenarnya kontennya tidak berisi tentang pornografi.

Atau ada berita yang begitu populer seperti awkarin beberapa waktu yang lalu. Jika niche blog Anda bukan gosip, maka memublikasikan konten tentang awkarin dapat menyebabkan dampak negatif bagi SEO.

Ini contoh nyata dari kata kunci yang tidak relevan. Google mengindeks situs Anda dan mempertimbangkan semua kata kunci yang Anda gunakan dalam satu domain, kemudian memberi peringkat berdasarkan relevansi dengan kata kunci yang diketik pengguna. Terlalu banyak kata kunci yang tidak relevan dapat menurunkan kekuatan SEO blog secara keseluruhan.

Maka tulis saja topik-topik yang masih relevan dengan niche Anda.

5.Exact Match Domain

Beberapa webmaster masih menggunakan domain yang persis sama dengan kata kunci yang diincarnya. Terlihat cerdas, namun hal ini dapat memicu Anda terkena penalti optimasi berlebihan.

Misalnya Anda membeli domain jualbibitbunga.com. Kalau memang nama toko Anda adalah “Jual bibit bunga”, mungkin itu bisa dimaklumi. Namun jika fokus Anda adalah mendapatkan trafik organik dari kata kunci yang Anda gunakan sebagai nama domain, sebaiknya jangan terlalu berharap.

Lebih baik gunakan brandable domain dan berusaha membangun brandnya daripada memilih EMD. Karena brand Anda lebih penting dibanding dengan sekadar nama yang mirip dengan kata kunci yang Anda targetkan dalam jangka panjang. Apalagi kenyataan bahwa semakin banyak orang menyadari kalau EMD merupkan produk dari spammer-spammer di internet.

Pada September 2012 Google bahkan meluncurkan EMD update di mana Google mulai mengurangi efek positif kata kunci yang digunakan dalam nama domain. 

Jadi, tidak ada gunanya mempertaruhkan masa depan Anda pada EMD. Buat saja konten berkualitas, dan domain apapun yang Anda gunakan pasti akan bersinar seiring dengan semakin berkualitasnya artikel-artikel yang Anda publikasikan.

6. Keyword Rich Anchor dalam Internal Link

Internal link sangat bagus untuk SEO. Juga berpengaruh langsung guna meningkatkan pageview blog. Tetapi tidak jika Anda terlalu mengoptimasi menggunakan keyword-rich anchor text dalam internal link.

Contohnya seperti ini :
Silakan baca tips menjadi bloger sukses untuk informasi selanjutnya.

Jika kata “Tips menjadi bloger sukses” merupakan sebuah internal link dan memiliki url : domain.com/tips-menjadi-bloger-sukses/, maka ini bisa memicu terjadinya optimasi yang berlebihan.

Anchor text yang sama persis dengan url merupakan contoh buruk dalam internal link. Mungkin Anda berpikir, “Bukankah itu bagus untuk SEO?”

Ya… hal tersebut benar. Tapi jika dilakukan terus menerus, tanpa Anda sadari kebiasaan tersebut akan membuat Anda terlalu berlebihan dalam mengoptimasi. Dan dapat berakhir dengan penalti.
Menggunakan keyword-rich anchor text terlalu banyak dapat merusak link profile. Jadi, jangan melakukan kesalahan yang tidak perlu seperti ini.

Agar Anda tidak terkena penalti, untuk kata “Tips menjadi bloger sukses”, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan kalimat seperti di bawah ini :

Jangan lupa untuk membaca tips-tips yang membuat Anda menjadi bloger sukses dengan cepat.

Dan Anda akan baik-baik saja. Juga pastikan untuk terus memvariasikan anchor text yang Anda gunakan dalam konten-konten Anda agar terlihat alami di mata Google.

7. Internal Link dan Eksternal Link yang Menuju Top Level Navigation

Link profile yang baik memiliki link yang menuju deep internal pages sebanyak yang menuju halaman home. Bagaimana pun juga, beberapa webmaster terlalu fokus membangun link yang menuju halaman home mereka atau top level navigation seperti tentang kami, kontak, atau service.

Ratio terbaik adalah 1:1 atau 50% link menuju ke deep internal pages. Optimasi berlebihan terjadi ketika webmaster terlalu banyak membangun backlink yang menuju halaman home saja tanpa memperhatikan distribusi link menuju halaman-halaman lainnya (postingan).

8. Keyword-Stuff di Footer

Footer merupakan tempat lain yang biasa digunakan untuk melakukan optimasi berlebihan. Google mulai mengurangi nilai dari link yang berada di footer sehingga di masa sekarang backlink yang didapat dari footer tidak dapat berbuat banyak untuk meningkatkan rangking.

Saat Anda mendesain footer, pikirkan pembaca. Footer bukan sitemap atau tempat meletakkan kata kunci. Gunakan secara bijak untuk halaman-halaman yang mungkin dapat membantu pengunjung menjelajahi situs Anda.

Mungkin yang paling aman adalah meletakkan nama perusahaan, alamat, dan nomor telepon. Juga beberapa halaman penting seperti popular post atau artikel terbaru.

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menambah Geospesific keyword dan banyak link di dalam footer. Sebagai contoh jika ada sebuah perusahaan yang memiliki banyak cabang di berbagai kota, mereka mungkin tergoda untuk menaruh nama-nama kota di dalam footer. Juga menaruh keyword-rich anchor text di dalam link-link yang mereka tanam di dalam footer. Kegiatan seperti ini sangat berisiko terkena penalti. Padahal efek positifnya sangat minim sekali.

9. H1 Lebih dari Satu

H1 merupakan tag yang paling penting dalam suatu halaman. Terutama bagi bot Google untuk mengidentifikasi konten seperti apa di dalam suatu halaman. Itulah mengapa kata kunci sebaiknya diletakkan di dalam tag H1.

Sayangnya beberapa webmaster terlalu banyak menggunakan H1 dalam sebuah halaman. Bukannya malah menjadi baik, tindakan mereka merupakan praktik optimasi berlebihan yang mudah terkena penalti.

Ingat, hanya gunakan satu H1 dalam satu halaman. Tidak boleh lebih.
Sekarang coba lihat desain situs Anda dan pastikan hanya terdapat H1 saja dalam desain Anda untuk satu halaman. Tapi bukan masalah jika ada beberapa H2, H3, dan H4.

10. Memberi Link Ke Situs Buruk

Outbound link juga salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap SEO. Idealnya, kita memberi link menuju situs-situs otoritas agar Google menganggap halaman kita juga berkualitas karena terhubung dengan situs yang sudah terpercaya.

Namun beberapa bloger tidak menyadari bahwa link keluar yang mereka lakukan sangat berpengaruh terhadap SEOnya. Misalnya bertukar link dengan saling menghubungan halaman dengan blog lain. Jika situs itu berkualitas, maka tidak masalah. Namun jika tidak, Anda bisa berpotensi terkena penalti karena terlalu banyak berurusan dengan situs-situs berkualitas rendah.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca postingan saya unnatural outbound link penalty karena di dalamnya terdapat panduan agar tidak terkena penalti ketika membuat eksternal link untuk blog-blog lainnya.

Referensi :

1. https://blog.kissmetrics.com/avoid-over-optimizing/

2. https://www.shoutmeloud.com/how-to-avoid-seo-penalty-for-over-optimization.html

Kesimpulan

Terlalu bersemangat melakukan SEO tanpa melihat situasi dapat membuat Anda terkena penalti karena terlalu berlebihan dalam optimasi.

Sebenarnya SEO itu tidak rumit, namun juga tidak mudah. Selama Anda melakukan semua hal dengan normal dan tidak berlebihan, halaman-halaman Anda akan tampil di halaman pertama Google. Terutama jika semua tindakan optimasi yang Anda lakukan terlihat alami di mata Google.

Tapi sekarang Anda mengetahui semua yang dibutuhkan agar terhindar dari penalti optimasi berlebihan. Tinggal baca konten yang saya sajikan, dan semua akan berjalan dengan lancar.

Apakah ada pertanyaan? Atau ada informasi tambahan? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

8 tanggapan untuk “Cara Mencegah Optimasi Berlebihan (Over Optimisation) pada SEO Blog

    1. Iya itu contoh yg sebenarnya buruk untuk seo blog dalam jangka panjang. Terutama jika pengunjung langsung menekan tombol close atau menekan tombol back brberapa detik setelah membuka halaman.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Ohh jadi over optimasi juga bisa berefek buruk buat SEO ya…. Baru tau nih… Karna banyak website saya yg udah bertengger di halaman 1 google kena malware, katanya sih tema nya yg kena virus

    Suka

  2. Makin kesini makin belajar ttg dunia blogging, tapi saya merasa makin bnyak belajar, semakin rasanya saya tidak tahu banyak, dan memang begitulah faktanya.

    Kalau Anda tidak beritahu ttg optimasi berlebihan ini, saya gak sadar dan gak tahu kalau bisa begitu, sehingga sayapun enjoy aja ngeblog, gak mikirin ttg apkah msti brada di page one google.

    Suka

    1. Seharusnya hal pertama yg dipikirkan memang kualitas tulisan tanpa memikirkan SEO. Cuma rata-rata orang menjadi tidak bersemangat ngeblog klo pengunjungnya masih sedikit. Jadi sebisa mungki tulisan dioptmasi sewajarnya saja.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s