Apakah Anda Bloger Selanjutnya yang Akan Dikorbankan?

Dikorbankan atau bersinar, jawab bloger?​Sumber gambar : bacsense.com

Salah satu film favorit saya adalah Shokugeki No Souma – Film tentang perjalanan seorang koki cilik yang bermimpi mengalahkan kemampuan luar biasa ayahnya dalam hal memasak.

Soma, nama tokoh utama di film akhirnya bersekolah di sekolah memasak elit. Dan di hari pertama, semua murid di sekolah mendengarkan ceramah dari koki paling berkuasa di jepang, Nakiri Senzaimon.

Berikut adalah sedikit ceramah Senzaimon yang paling memikat :

99% dari kalian akan dikorbankan untuk mengasah 1% sisanya….. Kami tanpa ampun membuang siapa saja yang tidak mampu dan hanya biasa-biasa saja…..Bermimpilah untuk menjadi segelintir koki profesional itu! Kaulah yang akan menjadi salah satunya. Asahlah dirimu.”

Hal semacam itu berlaku di dunia blog. Dari sekian banyak bloger baru, hanya segelintir yang akan bersinar. Mereka adalah yang dapat konsisten dan terus berjuang. Sisanya, mereka hanya jadi batu loncatan bagi bloger lainnya.

Jika Anda sudah lama ngeblog, maka ingatlah teman-teman ngeblog yang dulu meramaikan kotak komentar di blog Anda. Atau bloger-bloger yang memberi link menuju konten Anda. Atau siapa saja yang pernah berkontribusi membesarkan brand Anda. Berapa banyak yang masih bertahan?

Mereka yang berhenti ngeblog itulah yang disebut korban. Mereka ada untuk menunjang eksistensi Anda. Dan tugas Anda hanya satu, terus berjuang untuk menjadi yang terbaik. Begitulah hukum alam yang berlaku. Yang paling konsisten dan memahami blog yang akan bertahan. Bersinar terang dengan mengorbankan mereka yang menyerah.

Ini Tentang Mengembangkan Blog

Tentu masing-masing bloger punya strategi tersendiri dalam mengembangkan blog. Tapi tujuan akhirnya sama, menjadi otoritas atas suatu topik.

Blog personal mungkin menginginkan lebih banyak pembaca dan komentar. Blog bisnis lebih tertarik untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi. Atau blog niche mungkin lebih tertarik mendapatkan klik di bagian iklan. Apapun itu, yang jelas harus ada perkembangan.

Jika Anda ngeblog tanpa tujuan, tanpa keinginan mengembangkan blog, maka jangan heran kalau tugas Anda satu-satunya hanya dikorbankan. Karena tanpa keinginan menjadi bloger yang lebih baik, rasa malas akan menguasai Anda sebelum Anda menyadarinya. Dan pada akhirnya, Anda hanya seperti zombie, menulis dan memublikasikan tanpa keinginan apapun.

Kabar buruk lainnya, Anda bisa berhenti kapan saja. Kemudian mungkin sesekali timbul keinginan untuk ngeblog lagi, tetapi kemudian Anda akan berhenti lagi.

Takdir Anda hanya untuk dikorbankan. Sampai Anda memiliki tujuan dan benar-benar berniat mewujudkannya. Jadi, tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang ingin saya capai dengan blog sebulan, tiga bulan, setahun, atau dua tahun lagi?

Dan Anda akan punya alasan untuk bertahan.

Catatan : Jika Anda sudah terlalu bosan ngeblog dan ingin berhenti, sebaiknya Anda membaca “7 Alasan Konyol untuk Tidak Berhenti Ngeblog

Kita Bersaing Satu Sama Lain

Di sekolah elit dalam kisah Soma di atas, banyak sekali ujian yang harus dilewati koki-koki baru. Mereka yang gagal akan dikeluarkan. Juga banyak pertandingan memasak antar sesama koki. Untuk mengasah kemampuan memasak mereka.

Bloger harus punya perasaan bersaing sehat. Untuk menjadi yang terbaik. Kita bertarung dengan bloger lain untuk menghasilkan konten-konten berkualitas dan tulisan-tulisan terbaik. Dan Google yang memutuskan siapa yang akan bersinar dan siapa yang akan dikorbankan.

Mereka yang terus mengasah skill ngeblognya akan bertahan dan menonjol, meninggalkan mereka yang biasa-biasa saja. Sekarang Anda tahu tugas utama calon bloger sukses, terus belajar segala sesuatu berhubungan dengan blog sepanjang waktu. Tidak penting apakah sedikit atau banyak, yang jelas Anda harus menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Cara agar Berhasil Bersinar dan Tidak Menjadi Korban

Di dalam kisah Shokugeki No Souma, ada seorang koki payah. Namanya Megumi. Ia begitu bodoh karena sekali lagi ia mendapatkan nilai jelek, maka ia akan dikeluarkan. Begitu pula ketika ujian, ia selalu merasa gugup.

Namun akhirnya Megumi membuktikan diri sebagai koki andal. Ia terpilih sebagai salah satu koki murid kelas satu di suatu festival memasak untuk bertarung dengan koki terbaik lainnya. Dan Megumi berhasil melangkah jauh.

Megumi bertransformasi from zero to hero. Tahukah Anda rahasia Megumi? Itu karena ia dikelilingi oleh teman-teman yang baik. Teman-Teman Megumi mengatakan masakannya enak. Dan itu sedikit demi sedikit menumbuhkan semangat Megumi. Juga karena ia bergaul dengan orang-orang yang tepat. Secara tidak langsung, Megumi mempelajari semua skill memasak dari teman-temannya dalam kesehariannya.

Anda pun bisa seperti Megumi. Carilah teman ngeblog yang cocok untuk Anda. Seperti perkataan yang sangat umum digunakan,”Tunjukkan kepada saya teman-teman Anda dan saya akan menilai Anda”. 

Anda adalah cerminan dari teman-teman Anda. Bergaul dengan orang yang tepat, maka Anda akan ikut terbawa sukses tanpa Anda sadari.

Jika Anda tidak tahu bagaimana berteman dengan bloger lain, maka Anda bisa klik di sini untuk membaca tips-tipsnya.

Jadi bagaimana, apakah Anda siap dikorbankan atau siap bersinar? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

37 tanggapan untuk “Apakah Anda Bloger Selanjutnya yang Akan Dikorbankan?

  1. Semoga saya tidak termasuk yang akan dikorbankan mas. Selagi jasmani dan rohani masih optimal, saya klo sprti Jon Morrow yg ttp ngeblog mski lmpuh, mungkin sya tdk akan mampu. Inipun sya jadwalkan pling lmbat sminggu skli rilis.

    Jujur, klo tujuan akhir blog sy ini krng tahu dg mutlak, yg sya tahu hnya ttp mnulis, moga2 di masa dpan bs jd penulis, tp pnilis yg bgmna, syapun msih trus mengasah diri.

    Sya lihat mmang ada bloger yg dah tak “tampak” skrg, ntah kmna. Rilis jg jrang. Yg ngikutin blog saya sbgian cma nge-like, syapun jrang ngunjungin bloger yg cuma ngelike. Itu nampaknya impas, wlau trksan tak rbdah hti.

    Berteman dg Anda sya mrasa selalu ada “kawan”, smoga Anda ttp shat dan produktif, agar syapun kecipratan positive impact Anda, heee…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Biasanya di bulan-bulan gini banyak bloger yg sibuk dan vakum. Nanti bulan 9 ke atas biasanya mulai banyak yg aktif lagi. Tahun lalu seperti itu. Yg penting sekarang konsisten menulis sesuai jadwal dulu. Klo udah rutin dan konsisten, baru mikir strategi terbaik mengembangkan blog. Semoga kita saling memotivasi satu sama lain. Amiin.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Wah…saya tertarik dengan pernyataan mas Shiq4 ini, dan timbul pertanyaan mengapa di bulan-bulan ini banyak bloger yang sibuk dan vakum ya? Dan mengapa baru bulan 9 kr atasa biasanya mulai banyak aktif lagi?

        Suka

  2. Sebenarnya akhir-akhir ini saya sering bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan saya ngeblog. Saya nyaris frustrasi karena perkembangan blog saya relatif lambat. Tetapi kemudian saya ingat resolusi yang saya buat akhir tahun kemarin dan ternyata banyak di antaranya yang masih sangat mungkin saya wujudkan.

    Mungkin itu adalah alasan paling kuat yang membuat saya masih betah ngeblog hingga kini, “berusaha mewujudkan resolusi”

    Terima kasih telah mengingatkan tentang tujuan nge-blog mas, mohon maaf kalau komentar saya ini lumayan panjang dan sedikit menyimpang.

    Suka

    1. Gak papa mas firman. Klo baru mulai ngeblog dulu saya menargetkan 100 pengunjung tiap hari. Ternyata sulit sekali. Sepanjang tahun nulis tapi gak ada perkembangan signifikan. Tapi untungnya di akhir tahun target tersebut tercapai. Jafi butuh sekitar 8-9 bulan untuk mencapai target tersebut.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Yg bagus memang seperti itu mas fahrizinfa. Saya juga tetap brrusaha menjaga hati agar niat awal untuk bersenang-senang tidak berubah. Soalnya klo kita bahagia dgn apa yg kita lakukan, hasilnya biasanya bagus.

      Suka

  3. Kukira ini review anime kwkw ternyata ada opini tentang blog juga ya. Nice post 👍 kalau diitung-itung aku ngeblog sudah lumayan lama tapi blogku masih biasa biasa saja. Ga papa lah yang penting blognya nggak mati suri 😂😂😂

    Suka

  4. Dari awal saya belum punya tujuan lain ngeblog, selain ingin melihat/membaca tulisan sendiri di internet dan punya karya yang dapat dibaca dan dikenang anak-anak/cucu2 saya kelak setelah saya tiada. Tapi setelah membaca tulisan2 mas shiq4 saya termotivasi untuk lebih konsisten meskipun sampai saat ini saya juga belum tahu apa tujuan ke depan saya, tetapi saya sdh merasa mempunyai”kawan” yang dapat menambah semangat saya,dalam ngeblog seperti mas Shiq4, mas Desfortin,mas Nur, mas Damar, Mbak Ida, Mbak Umi, Mbak Cinta dan semua yang pernah koment di tulisan saya dapat menambah semangat saya (mhn maaf tdk bisa disebut semua). Mudah2an saya bisa selalu konsisten dan tidak menjadi yang dikorbankan itu, atau kalau toh menjadi yang dikorbankan jangan terlalu cepat gugur he..he…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Sebenarnya ngeblog itu hal pertama yg harus dilakukan memang konsisten. Klo udah bisa seperti itu, biasanya semua akan mengikuti. Jumlah komentar, statistik, rasa puas, dan sebagiannya.

      Jadi mesto berjuang melawan rasa malas yang menyerang. Itu aja sih tantangan awalnya. Nanti setelah konsistensinya lancar bakal muncul tantangan lain yg lebih kompleks lagi. Klo bisa melewati setiap tantangan yg ada blog kita akan berkembang dengan pesat.

      Disukai oleh 2 orang

  5. Soal punya temen penulis/blogger yang supportive, saya setuju banget! Tapi bukan berarti temen lain diabaikan ya 😀

    Utk masalah bersaing dengan blogger lain, saya rasa jumlah pengunjung tdk harus diambil pusing jika blognya non-komersial. Nanti malah terlalu banyak beban utk berekspresi dengan baik (walaupun tau sedikit ttg teknik2 sosmed ada untungnya juga!)

    Suka

  6. ngeblog (ganti tema) – vakum bulanan – ngeblog (ganti tema lagi) – vakum lagi – (ingat) ngeblog – satu posting – dst.

    itu yang sering saya alami 🙂

    Saatnya saya untuk berpikir tujuan ngeblog ini.
    thanks buat tulisannya yang secara tidak langsung menohok saya 🙂

    Suka

    1. Iya mbak chika sama kayak saya. Saya selalu mengingatkan teman2 biar update blog rutin. Paling nggak 10 hari sekali lah. Karena kalau lewat dari itu biasanya lebih malas untuk mulai lagi.

      Suka

  7. Bersinar dong gan! saya setuju dengan ungkapan bahwa berteman dengan orang baik kita akan terbawa baik, begitupula berteman dengan orang sukses akan terbawa sukses. Terimakasih mas, artikelnya bermanfaat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s