Perkembangan Buah China 2017 : Apel dan Pear

Harga apel china dan pear naik 2017​Sumber gambar : okezone.com

Lapak buah kami mulai menjual pear dan apel china sejak akhir Oktober 2016. Dan sejauh ini penjualan kedua produk tersebut sangat stabil sehingga kami terus memasoknya.

Perubahan harga besar baru terjadi di akhir Maret 2017. Buah pear yang awalnya dibandrol dengan harga Rp 15.000,00/Kg naik menjadi Rp 17.000/Kg. Sedangkan apel china naik Rp 5.000,00 dari harga Rp 25.000,00/Kg menjadi Rp 30.000/Kg.

Yang jelas tidak ada hambatan berarti. Sepertinya masyarakat Mojosari tidak keberatan dengan harga baru meskipun beberapa pelanggan ada yang tidak jadi membeli apel karena merasa harganya terlalu mahal.

Mudahnya Menjual Pear dan Apel China

Jika ada buah yang kualitasnya tidak naik turun dan tetap stabil, itu pasti pear dan apel china. Pengemasan dalam kardus disusun rapi dan jarang sekali ada produk yang cacat. Ukurannya pun sudah ditentukan sesuai yang tertera di kardus. Jadi, penjual buah bisa memilih mau memasok buah berukuran besar atau kecil.

Kalau untuk buah pear tidak ada yang perlu dikeluhkan. Namun untuk apel, seharusnya apel-apel lokal berjaya di negeri sendiri. Namun kenyataannya tidak demikian, selain harga apel lokal yang tergolong mahal beberapa bulan terakhir, risiko memasok apel lokal pun besar.

Karena dilakukan tidak secara profesional, terkadang akan ditemui buah apel dengan ukuran kecil di kardus-kardus yang seharusnya khusus untuk apel-apel berukuran besar. Menurut gosip yang beredar, ini termasuk akal-akalan distributor untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Lebih jauh lagi, produk-produk seperti apel dan pear bisa bertahan cukup lama tanpa mengurangi rasa. Sedangkan produk lokal cenderung terlihat kusut setelah beberapa hari dan lebih mudah busuk. Itulah mengapa lebih mudah menjual pear dan apel china karena risiko kerugiannya kecil.

Pear di Lapak Buah Kami

Harga Buah pear naik di tahun 2017​Sumber gambar : biolib.cz

Kami mampu menjual satu dus pear dalam 2 hari. Sejak mulai menjual pear pada oktober 2016, penjualan tetap stabil seperti itu. Bahkan setelah kenaikkan harga pun pear kami tetap laku. Pengecualin hanya terjadi ketika libur hari-hari besar, kami bisa menjual berkardus-kardus pear dalam sehari.

Pear di lapak buah kami adalah pear yang tidak besar, juga tidak kecil. Untuk ukuran satu kilo bisa mendapatkan enam buah pear. Pernah juga membeli pear berukuran besar, tapi ternyata pelanggan lebih menyukai pear-pear yang berisi enam buah untuk sekilo.

Saya bahkan meyakini bahwa di masa depan lapak buah kami akan mampu menjual lebih banyak pear lagi. Selain harganya yang murah, pear kami memiliki kualitas yang terjaga karena setiap 2 hari sekali langsung habis dan digantikan pear-pear baru dari pedagang besar.

Bandingkan dengan buah pear yang dijual di pedagang lain yang bisa berumur lebih dari dua hari. Meskipun rasanya tidak terlalu berubah, namun tetap saja, bagi yang lidahnya sensitif pasti bisa membedakan kesegaran antara buah pear lama dan buah pear baru.

Lagipula pelanggan-pelanggan kami sudah tertarik mengkonsumsi buah pear. Jadi tidak ada kesulitan apapun menjual buah pear. Kalau penjualan tetap stabil seperti ini, pasti jumlah pelanggan yang membeli pear akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Apel China di Lapak Buah Kami

Harga apel china naik di tahun 2017​Sumber gambar : ecvv.com

Sejak tahun lalu buah apel china merajalela. Di Mojosari sendiri sudah jarang ditemui apel-apel lokal. Kalau pun ada, harganya masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan apel-apel import. Praktis hanya ada apel china dan apel merah (mungkin amerika) yang menguasai pasar.

Pada harga Rp 25.000,00/Kg tidak ada masalah berarti. Pelanggan senang dengan harga itu dan kami pun sudah mendapatkan untung yang kami harapkan. Namun ketika harganya mencapai Rp 30.000,00/Kg beberapa hari yang lalu, beberapa pelanggan mulai mengeluh dengan kenaikkan tersebut.

Sempat sehari tidak memasok apel karena pesimis dengan harga apel china, pada akhirnya bapak saya kembali memasoknya. Tapi sampai sekarang penjualannya masih sulit. Apalagi ditambah hujan yang terus menerus turun, sempat terjadi penurunan penjualan.

Tapi semua masih baik-baik saja dalam beberapa hari dan kembali seperti semula. Sekilo apel china akan mendapatkan lima buah apel.

Ini termasuk jenis apel yang besar mengingat selama ini kami biasanya menjual apel china yang akan mendapatkan enam buah untuk sekilo.

Masa Depan Apel China dan Pear

Kalau boleh memprediksi penjualan keduanya di masa depan, maka saya optimis bisa menjual pear lebih banyak lagi. Saya bahkan optimis bisa menjual satu dus pear dalam sehari beberapa bulan ke depan karena melihat trend positif pada penjualan pear.

Sedangkan untuk apel china, jika tidak ada apel-apel lokal berkualitas dengan harga terjangkau, maka saya yakin masyarakat akan mulai terbiasa mengkonsumsi apel china. Dan besar kemungkinan produk-produk lokal akan kesulitan masuk dalam pasar di Mojosari di masa mendatang.

Untuk penjualan apel china di lapak buah kami, saya masih agak ragu-ragu. Bagaimana pun juga kenaikkan harga beberapa hari lalu menimbulkan banyak keluhan. Mengingat target pasar kami adalah kalangan menengah ke bawah, seharusnya harga murah merupkan ujung tombak strategi penjualan. Jadi, ada kemungkinan kami tidak akan menjual apel china lagi jika harganya terus naik.

Namun sejauh ini penurunan penjualan apel china masih dimaklumi mengingat masih dalam cuaca hujan. Angka penjualan terbaik dan akurat baru terlihat setelah musim panas. Di saat itulah saya akan mampu menilai apakah apel china layak dipertahankan atau lapak buah kami harus beralih mencari produk-produk yang lebih diminati masyarakat.

17 tanggapan untuk “Perkembangan Buah China 2017 : Apel dan Pear

  1. Sya kurang tahu bnyk ttp buah pear, krn sngat jrang menikmati buah ini. Klo apel masih sesekali klo pas ke ibukota kabupaten. Tapi saya tdk pernah trllu memperhatikan apel jnis apa yg sya bli, kyaknya apel lokal mas. Soalnya hrganya klo di tempat kmi, itu bs mncpai 50rb per kg nya.

    Andai saya ada di Mojosari, pasti sy akan rutin mmpir k lpak buah Anda, hehe…

    Suka

    1. Wah di kalimantan serba mahal ya. Mungkin karena transportasi jauh mas sehingga menambah biaya. Jadi lebih mahal deh. Apalagi itu apel lokal, mahal sekali nurut saya.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Saya biasa jualan jambu juga mbak grant. Mulai dari jambu air sampai jambu merah yg dibuat jus. Di daerah pedesaan masih banyak yg jual. Klo di kota emang udah jarang.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Memang CHina banyak sekali apelnya namun INdonesia juga punya Aple malang meski mahal tapi kualitasnya bagus karena masih segar daripada Apal China yah kita psoitif saja nantinya buah negeri kita akan menjaid tuan rumah . Toh saya sendiri lebih suka mengkonsumsi buah lokal karena khawatir ada zat pelapis lilin di buah luar negeri. Zat pelapis lilin ini untuk menjaga agar tidak busuk. Kalau saya beli pear yang lama saya lihat yang busuk bagian dalamnya dan saya yakin kulitnya tidak busuk karena dilapisi lilin

    Disukai oleh 1 orang

    1. Wah klo masalah seperti itu saya kurang tahu. Yang jelas produk China sudah melewati pengujian ketika masuk. Jadi entah menggunakan zat kimia atau apa yg jelas pasti tidak membahayakan kesehatan.

      Suka

  3. Sbnrnya ckup aneh gan, knpa produk dalam negeri rata-rata memiliki kualitas yang kurang baik ya? Dan knpa kita harus import? Misalnya aja bras.. Kita harus import padahal di dalam negeri banyak sekali sawah-sawah yang amat luas.. Tapi, ttap positif aja lah.. Sukses selalu Indonesia!

    N.B kapan kapan kalo ke sana saya mau main gan hehehe…

    Suka

  4. mas izin bertanya, kalo untuk buah jeruk gimana perkembangannya untuk saat ini? baik untuk jeruk lokal ataupun jeruk impor. saat ini konsumen lebih banyak membeli buah jeruk lokal atau jeruk impor?

    Suka

    1. Wah kurang tahu statistik jelasnya. Selama ini saya menjual jeruk jember sebagai produk utama. Klo jeruk impor hanya saat hari-hari besar saja.

      Sejauh ini penjualan jeruk jember bagus di lapak buah saya. Apalagi kualitasnya bagus akhir2 ini karena tidak asam jeruknya.

      Suka

Komentar ditutup.