Kucing Kampung yang Melahirkan

Seperti yang sudah pernah kuceritakan sebelumnya, rumahku adalah persinggahan bagi kucing-kucing kampung. Terlalu banyak yang berkunjung hingga aku tidak ingat kucing mana saja yang pernah bertamu.

Beberapa hari yang lalu aku sudah merasa tidak enak. Ada kucing yang hamil besar. Bukan satu kucing, melainkan dua. Firasatku mengatakan di masa depan akan repot seandainya dua kucing tersebut melahirkan di rumah. Satu kucing saja bisa melahirkan 3-4 ekor anak kucing, kalau keduanya melahirkan, tidak bisa dibayangkan kekacauan macam apa yang akan dilakukan para anak kucing.

Ingin kupasang tanda peringatan : Dilarang Melahirkan Sembarangan di Rumah Ini. Agar para kucing bisa sopan saat bertamu. Bukan menambah masalah dengan kehadiran anak-anak kucing yang tidak kuinginkan.

Tapi semua terlambat. Seekor kucing benar-benar melahirkan di malam hari. Tanpa teriakan sedikit pun. Dan aku baru tahu ketika menemukan 3 ekor anak kucing di dalam sebuah kardus. Dasar kucing licik, Pikirku.

Penampakan kucing kampung yang tidak sopan karena melahirkan sembarangan seperti di bawah Ini :

Lihat saja… Tanpa penyesalan sedikit pun. Ia bahkan belum meminta maaf kepadaku. Tapi tidak apa-apa. Lagipula ia hanya seekor kucing. Tidak akan ada yang bergosip mengenai siapa ayah anak kucing yang dilahirkannya. Jadi, kurasa aku akan menampung kucing malang tersebut.

Makanan untuk Kucing

Yang mengembirakan dari semuanya adalah makanan kucing tidak mahal. Kucing di rumah mau makan sisa-sisa ikan atau tulang ayam. Kalaupun ingin makanan mewah, cukup belikan ikan asin saja. Kurasa itu sudah cukup membuat kucing yang belum kuberi nama itu bahagia.

Keinginanku sederhana. Aku ingin kucing ini makan makanan kucing dari toko saja. Biar terlihat keren. Tapi seperti yang dikatakan penjaga toko, begitu banyak jenis makanan kucing. Jika tidak cocok, maka kucing tidak mau makan. Lagipula aku sendiri tidak suka ikan. Baunya saja sudah membuatku ingin muntah. Jadi, kuputuskan untuk membeli satu plastik makanan kucing saja besok atau lusa.

Karena sekarang ada satu kucing yang selalu di rumah, maka jatah makanan kucing liar pun berkurang. Keluargaku fokus memberi makan kucing yang baru melahirkan itu dan melupakan kucing lain.

Alasannya sederhana, agar kesehatannya segera pulih dan agar ia bisa menyusui anak-anaknya. Kupikir meskipun hewan sekalipun, ia pasti berjuang keras untuk mengandung dan melahirkan. Dan sudah seharusnya ia yang lebih pantas mendapat rasa iba daripada kucing lain yang masih bisa mendapatkan makanan di rumah-rumah lain.

Masa Depan Anak-Anak Kucing

Ini merupakan kejadian ketiga kalinya ada kucing yang melahirkan di rumah. Dua kejadian sebelumnya, ibu membuang kucing-kucing itu ke pasar. Gara-Gara anak-anak kucing sering buang air kecil di dalam rumah. Dan sepertinya kucing yang satu ini pun akan bernasib sama.

Ada peluang kecil untuk mempertahankan kucing-kucing tersebut. Yakni jika aku mengajukan diri untuk merawat mereka. Kemudian mencari tutorial untuk melatih kucing agar mereka tidak buang air di dalam rumah. Sepertinya menyenangkan. Kalau pun aku gagal melatih mereka, aku tidak akan merasa bersalah karena telah berusaha sebaik mungkin.

Tapi akhir-akhir ini aku juga sibuk. Aku selalu bermasalah dengan kedisiplinan. Merawat kucing membutuhkan kesabaran. Dan aku merasa berat melakukannya. Kita lihat saja nanti. Kalau aku merasa senang dengan kucing-kucing itu, aku akan merawat mereka. Tapi kalau mereka nakal seperti anak-anak kucing sebelumnya, maka lebih baik membuang mereka ke pasar segera setelah mereka cukup dewasa untuk bertahan hidup.

Memang benar kata orang : Nasib itu tergantung sikap menghadapi berbagai macam situasi. Semoga kucing itu mengerti bahwa apapun yang terjadi kepada mereka di masa depan, itu merupakan hasil dari sikap mereka sendiri. Bukan karena aku tidak menyukai mereka.

Apakah kau punya kucing kampung di rumah? Bagaimana melatih mereka agar tidak nakal? Bagikan di kotak komentar.
bc

Iklan

19 tanggapan untuk “Kucing Kampung yang Melahirkan

  1. Dulu punya 😦
    eng, mgkn ka Shiq bs browsing2 soalnya dl kucingku dtg2 udh patuh aja

    Oiya, klu boleh yg kecil coklat putih foto ditengah aku minta dinamain Arin atau Rissaid dong hehe

    Suka

  2. Dirumah juga sering kedatengan kucing yang tak diundang. Tapi karna saya bener2 gak suka kucing πŸ™€ jadi langsung saya usir *kejam*. Hehe
    Kalo tips mengusir kucing kampung sampe dia gak berani balik lagi kyaknya saya bisa share.. πŸ˜‚πŸ˜‚

    Suka

    1. Wahaha jangan. Kucing itu pembawa keberuntungan mbak sepertinya. Lagian makanan kucing cuma makanan sisa. Daripada dibuang kan sayang. Mending dikasihkan kucing biar tidak sia-sia.

      Disukai oleh 1 orang

  3. “Dilarang Melahirkan Sembarangan di Rumah Ini” (nguakak langsung) :v

    Well, aku jg punya kucing dirumah, yg ngrawat ibu saya, kucingnya kalem bgt, nggak suka berantem, gendut, wajahnya bulat, imut gitu deh dan kayaknya itu bukan kucing kampung deh, soalnya banyak tetangga yg bilang kalo kucingku blasteran :v

    Suka

  4. Aq juga suka kucing. Dulu pernah sekali aq bawa anak kucing kmpg dari sekolahan SMA ku ke rmh papa. Kucing berusia sekitar beberapa minggu itu aq rawat dan beri minum dia susu bend**a putih. Tapi sepertinya ga cocok, dlm beberpa minggu langsung mati. Pgn juga memelihara sndiri drmh, tapi mamaku ga suka. Ktanya ga ada hasilnya, ga spt memelihara ayam yg bisa brtelur atau diambil dagingnya. Klo mau melatih anak2 kucing, ajak ngomong aja ka..ntar lama2 dia ngerti sndiri, hehee

    Suka

    1. Wkwkw…… Jangan dikasih susu gituan. Mana mau. Lagian melihara kucing kampung gampang kok, biarin aja keluyuran biar sehat. Nah makanannya dikasih ikan sama air biasa saja. Tapi klo masih terlalu kecil ya musti nyusu dari induknya biar sehat. Atau nyari susu di toko hewan peliharaan.

      Suka

  5. Hahaha… semoga kucing itu bernasib baik dan bisa mengerti keadaan

    nggak pernah punya kucing Mas, abangku sakit karena dulu waktu nyokap mengandung dia, katanya ada hal fatal karena persoalan bulu binatang. dari sejak itu, nggak ada lagi binatang peliharaan di rumah kami.

    selamat melatih kucing-kucingnya ya, saya senang banget warna induk kucing itu… 3 warna… katanya kaya gitu bawa keberuntungan. amin.

    Suka

    1. Iya mbak. Kucing itu memang pembawa keberuntungan kok. Ntar klo udah gede juga pergi sendiri tuh kucing. Biasalah, kucing kampung kampung nggak punya loyalitas.

      Suka

  6. Mas Shiq4 pecinta kucing jg ya, hee…

    Klo saya di rumah ada 4 ekor kucing. Tapi pliharaan istri dan anakku sih. Cukup mnyebalkan kdang aplgi klo dia buang kotoran smbrangan. Bagian untungnya, tikus di rumah gak ada lg mlm2 brani keliaran.

    Nurutku klo kucing rutin dikasih mkan, mka dia akan btah tinggal di rumah. Di tmpat sya, kucing2 itu diksih mkan dari mkanan sisa tp emang hrus ada campuran lauk atau ikan. Jadi, kmi gak prnah tahu klo ada mkanan kucing yg dijual, aplgi krn kmi memang tinggal di kampung

    Suka

    1. Klo kucing2 besar nggak ada yg buang kotoran di dalam rumah. Soalnya di depan rumah ada pasir. Cuma klo anak2 kucing biasanya suka sembarangan. Makanya nanti nggak boleh masuk rumah tuh anak2 kucing.

      Suka

  7. Dulu rumah saya juga sering jadi tempat singgah kucing liar melahirkan Mas, tapi hanya beberapa hari saja. Jadi ketika anaknya sudah umur 2-3 hari, ibunya kucing memboyong anak2nya entah kemana.. nah biasanya kita tahunya malah pas mereka boyongan. Karena suara anaknya mendadak berisik sekali.
    Tapi sekarang sudah ga pernah ada lagi kucing yang mampir.

    Suka

    1. Klo boyongan berarti nemu rumah yang aman. Di rumah saya sering disinggahi kucing2 kampung. Soalnya ibu saya suka goreng ikan. Kan penciuman kucing itu tajam, makanya sering datang ke rumah.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Sepertinya iya Mas, nemu rumah yang lebih aman. Karena kalau tetep dirumah saya sehabis melahirkan, pasti akan di usir ibu kalau ketahuan. Ibu saya paling anti sama kucing. Dirumah tidak ada yang suka kucing kecuali saya, itulah kenapa mau melihara kucing susah dpt ijinnya πŸ˜€

        Disukai oleh 1 orang

  8. Jangan dibuang ke pasar mas, kasian. di luaran banyak orang yang jahat sama kucing, aku sering nangis kalo lihat kucing2 dipasar kondisinya sakit bahkan ada yang luka. kalo deket saya mau adopsi deeh. Share aja di instagram atau fb siapa tau ada yang mau ngurusin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s