10 Alasan Mengapa Listicle Anda Payah

Alasan mengapa listicle Anda payahSumber gambar : shoutmeloud.com

Salah satu tipe konten yang paling populer di internet adalah listicle. Lihatlah beberapa fakta yang saya kutip dari Enchanting Marketing berikut ini:

  • Pada 2013, 9 dari 10 postingan paling populer di econsultancy, blog internet marketing premiere di UK, adalah listicle.
  • Di tahun yang sama, 6 dari 14 postingan yang paling sering dipublikasikan ulang Lifehacker adalah listicle.
  • Postingan yang paling sering dibagikan di Copyblogger juga adalah listicle.

Masih belum yakin?

Menurut penelitian Ok dork dan Buzzsumo yang menganalisis 100 juta artikel menemukan bahwa tipe konten yang paling sering dibagikan setelah infografik adalah listicle.

Cara menulis listicle yang sempurna​Maka dapat disimpulkan : Untuk mendapatkan lebih banyak trafik dan membahagiakan pembaca setia, ciptakan listicle sempurna.

Tapi menulis listicle tidak menjamin Anda akan segera kebanjiran trafik. Mengapa? Karena ada kemungkinan bahwa listicle Anda payah dan tidak bekerja seperti seharusnya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas listicle Anda, hindari 10 kesalaham fatal berikut agar listicle Anda tidak gagal merebut cinta dari pengunjung blog :

1. Anda tidak Menggunakan Angka yang Benar

Hampir semua listicle selalu menggunakan angka di dalam judulnya, benar?

Tahukah Anda bahwa di dunia ini ada angka-angka ajaib yang mampu meningkatkan kualitas listicle Anda?

Angka ajaib itu adalah 10.

Masih dalam hasil penelitian Ok Dork dan Buzzsumo : mereka menemukan bahwa postingan populer biasanya menggunakan angka 10, 23, 16, dan 24 (berurutan dari angka paling populer digunakan).

Perbedaan dalam popularitasnya cukup signifikan : listicle yang menggunakan angka 10 mendapatkan 4 kali lebih banyak share dibanding urutan ke-2, angka 23.

2. Paragraf Pembuka Anda tidak Menarik

Biasanya bloger yang menciptakan listicle tidak terlalu peduli terhadap paragraf pembukanya. Mereka berpikir bahwa daftar-daftar yang menyusun list adalah yang terpenting sehingga tidak meluangkan lebih banyak waktu menciptakan paragraf pembuka yang memikat hati pengunjung.

Jika menilik dari prinsip pengimplementasian formula AIDA dalam postingan, maka paragraf pembuka masuk dalam Interest, bertugas untuk membuat pembaca tertarik untuk membaca seluruh artikel.

Tanpa pembuka yang menarik, listicle Anda hanya akan mendapat segelintir pembaca. Pembaca butuh pemanasan sebelum masuk ke bagian utama konten. Dan jika pemanasannya gagal, mereka tidak akan melanjutkan membaca sisanya.

Artikel yang bagus untuk mulai belajar membuat paragraf pembuka yang baik adalah tulisan Herman Yudiono : 5 Cara Mudah untuk Membuat Paragraf Pembuka yang Menarik Perhatian Pembaca.

3. Listicle Anda Tidak Bersifat Scannable

Kekuatan utama dari listicle adalah sifatnya yang scannable. Pembaca yang tergesa-gesa atau tidak tertarik biasanya akan melakukan scanning. Dan tentu saja, jika konten Anda sulit discan oleh mata, besar kemungkinan pembaca akan segera menutup browsernya.

Lihat bagaimana saya menyajikan listicle ini. Bukankah lebih mudah discan oleh mata? Anda bisa menulis poin penting dengan ukuran lebih besar, lalu memecah bagian isi setiap daftar dengan paragraf-paragraf pendek.

Agar Anda tahu bagaimana membuat listicle Anda lebih bersifat scannable, Anda bisa membaca “Menulis Artikel di Blog : Buat Scannable

4. Anda Tidak Menggunakan Gambar

Gambar benar-benar mampu mengatakan 1000 kata. Gambar mampu membuat semua penjelasan Anda lebih sederhana selain meningkatkan sifat scannable sebuah konten sehingga pembaca akan memahami maksud dari tulisan Anda.

Di beberapa situs besar seperti hipwee juga bertebaran gambar di dalam listiclenya. Itu untuk membuat gambaran visual sehingga pembaca tidak dijejali teks saja. Terutama bagi yang ingin bersantai dan tidak memiliki fokus tinggi, gambar bekerja dengan baik.

Atau jika Anda membutuhkan gambar sebagai visualisasi data-data yang Anda gunakan dalam listicle, itu akan terlihat sangat sempurna. Dengan visualisasi, orang akan lebih yakin dengan data yang Anda gunakan.

Apalagi statistik dari Jeff Bullas yang menyebutkan bahwa artikel dengan gambar mendapatkan 94% total view yang lebih banyak. Masih ragu menggunakan gambar listicle Anda?

5. Poin-Poin Anda Tidak Masuk Akal

Menulis listicle terlihat mudah. Tapi membuat listicle yang benar-benar sempurna butuh waktu dan riset mendalam.

Memasukkan poin-poin yang tidak penting akan mengesankan Anda tidak serius dalam menulis. Oleh karena itu, sebelum Anda menulis setiap poin, perlu mencari data-data yang valid sehingga bobot konten Anda menjadi lebih baik.

Kecuali listicle Anda berupa opini atau pengalaman pribadi, Anda tidak perlu memperhatikan poin ke-5 ini.

6. Anda Memasukkan List di dalam List

Listicle merupakan artikel yang terdiri dari poin-poin tertentu. Seandainya dalam sebuah poin Anda harus menjelaskan poin-poin yang lebih mendetail, maka gunakan bullet poin.

Mudah dibaca merupakan jaminan seberapa baik kinerja listicle Anda. jika Anda memasukkan list dalam list, artikel akan lebih sulit terbaca dan dipahami sehingga Anda bisa kehilangan pembaca.

Jangan membuatnya rumit dan lakukan seperti ini :

  • Maksudnya gunakan bullet poin seperti ini dalam daftar poin Anda.
  • Hal semacam ini tidak membingungkan pembaca.
  •  Juga indah jika dilihat dari estetikanya.

7. Anda Lupa Menulis Kesimpulan

Di bagian akhir konten Anda, perlu diakhiri dengan sebuah kesimpulan. Apa pesan utama yang ingin Anda sampaikan?

Dengan menambahkan kesimpulan di akhir listicle, Anda mungkin mendapatkan lebih banyak 10% pembaca untuk membaca konten Anda.

Biasanya pembaca akan meng-scroll hingga bagian bawah dan membaca kesimpulannya dulu. Seandainya kesimpulannya terlihat menarik dan profesional, biasanya pembaca akan kembali ke atas dan membaca konten secara keseluruhan.

8. Anda Terlalu Bertele-tele

Kualitas listicle sangat ditentukan oleh penjelasan masing-masing poin. Sedikit saja Anda membuat pembaca bosan karena terlalu bertele-tele, mereka tidak akan melanjutkan membaca sisanya.

Biasakan menulis to the point pada penjelasan. Tulis dengan efektif. Dan Anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Namun hal ini bukan berarti Anda dilarang menulis listicle panjang dan mendalam. Kalau memang setiap poin membutuhkan penjelasan yang mendetail, maka jelaskan dengan sabar dan jangan menghilangkan bagian-bagian penting untuk mengejar efektivitas.

9. Listicle Anda Terlalu Singkat dan Tidak Berarti

Jangan pernah meniru portal-portal berita besar yang menerbitkan konten-konten singkat. Mereka punya brand besar dan tanpa bersaing di mesin pencari sekalipun, mereka tetap kebanjiran pengunjung. Juga produktivitas mereka sangat tinggi karena memiliki penulis konten terbaik. Kalau Anda membangun blog dan meniru cara mereka, maka Anda akan gagal.

Buat listicle mendalam setidaknya antara 1000 – 2000 kata. Dengan begitu listicle Anda akan mampu bersaing di mesin pencari dan keluar sebagai pemenang.

Yang perlu digarisbawahi adalah tetap pada seperti poin ke-8, jangan bertele-tele hanya untuk mendapatkan jumlah kata tertentu. Jika ingin menulis konten 1000 kata atau lebih, tambahkan data-data Anda. Jangan malas dan lakukan riset seperlunya.

10. Anda Tidak Mengoptimasi Listicle sesuai Target Audiens Anda

Menulis untuk orang awam berbeda dengan menulis untuk bisnis. Jika target pembaca adalah orang-orang awam, maka biasanya menggunakan gaya bahasa yang lebih santai dan dipenuhi dengan gambar agar mereka tidak merasa bosan. Sedangkan untuk bisnis, untuk para profesional, usahakan menulis berdasarkan data-data penelitian yang mendukung tulisan Anda.

Penulis yang baik memahami pertanyaan “Untuk siapa listicle ini ditulis?”. Ketika Anda sudah memahami hal mendasar seperti ini, Anda akan mampu menentukan kosakata terbaik, gaya menulis, dan bagaimana menyusun konten sesuai karakteristik audiens Anda.

Jangan hiraukan poin terakhir ini dan listicle Anda akan menjadi payah seperti amatiran.

Catatan : Tulisan ini Terinspirasi hasil kerja Neil Patel berjudul “ 10 Reason Why Your List Post Sucks”.

Kesimpulan

Tidak ada rahasia dalam menghasilkan listicle yang sempurna. Saat Anda mampu konsisten melakukannya, saya yakin trafik akan meningkat dengan sendiri. Anda hanya perlu mengeliminasi semua kesalahan yang saya sebutkan di atas.

Saya telah menulis banyak listicle. Bahkan untuk bloger-bloger lain. Listicle bekerja sangat luar biasa di industri manapun. Jadi, pastikan Anda rutin menerbitkan listicle di blog Anda.

Oh ya… hampir lupa. Tulisan Carolina Ratri mungkin dapat membantu Anda menciptakan listicle yang Anda inginkan. Baca : 7 Langkah Mudah Menulis Listicle yang Menarik.

Apakah sekarang Anda segera ingin menulis listicle pertama Anda? Kira-Kira kesulitan apa yang Anda takutkan dalam memproduksi listicle berkualitas? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

2 tanggapan untuk “10 Alasan Mengapa Listicle Anda Payah

  1. Sya kdang buat tulisan pke listicle. Tapi agak jrang memang. Soalnya kdang ngerasa gak pede aja. Bikin listicle nurutku kita mesti tampak bgtu yakin atau ahli, smntara sya masih bnyak bljar, hee….apalagi klo tips bisnis, wah…itu sy tdk trllu mau in action.

    Tapi mas Shiq4, listicle2 Anda, nurut saya keren abis. Anda lyak sbgai penulis listicle, khususnya untuk topik2 ttg menulis. Very useful and so informative.

    Suka

    1. Waha ha…. Belum. Pengalaman saya masih sedikit. Klo nulis topik menulis biasanya menghabiskan banyak waktu membaca plus mencocokan dengan prilaku sendiri. Klo ada yg cocok sesuai teori dan sudah saya lakukan, baru saya berani menuliskannya.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s