Hari ke-25 : Pantai di Bali

Cerita tentang matahari tenggelam di pantaiSumber gambar : tempatwisataterkenal.com

Aku pernah ke bali. Entah bagaimana, di tahun pertama SMA tiba-tiba sekolah mengadakan liburan ke bali setelah semester dua selesai. Sebenarnya aku tidak ingin ikut karena hanya menghabiskan uang saja, tapi pihak sekolah mengharuskan semua siswa berpartisipasi.

Langsung ke intinya, perjalanan paling menarik adalah pantai. Itu adalah daftar terakhir yang harus dikunjungi. Setelah itu rombongan kami akan bertolak kembali ke pulau jawa.

Siswa-Siswa lainnya berkelompok dengan geng masing-masing. Namun aku memutuskan untuk sendirian. Hal pertama yang kulakukan adalah menyentuh air laut. Ternyata lengket sekali. Itu cukup membuktikan bahwa air laut mengandung garam.

Aku juga ingin berenang. Mencoba membuktikan bahwa berenang di laut lebih mudah dibanding di sungai. Sesuatu yang berhubungan dengan massa jenis di fisika. Namun sebelum aku pergi ke tengah laut, ada orang yang bercerita tentang orang-orang yang tenggelam. Aku juga tidak tahu mengapa, tapi aku mengurungkan niatku berenang. Mungkin lain kali, pikirku.

Lalu aku memanfaatkan kesempatan untuk berbicara pada bule-bule yang berjemur. Dan itu pertama kalinya kusadari bahwa berbicara langsung sangat berbeda dengan teori. Walaupun aku takut, akhirnya aku benar-benar berbicara bahasa Inggris. Kemudian aku pun sempat minta berfoto dengan bule untuk kenang-kenangan.

Ada juga orang yang mengaku pemandu wisata. Ia menceritakan tentang bali sebelum ramai seperti saat ini. Katanya, dulu sekali, di malam-malam tertentu laut akan surut. Orang akan mampu melihat karang-karang dengan mata telanjang. Aku terkesan. Ada banyak pertanyaan yang melintas di kepalaku, tapi aku tidak berani bertanya macam-macam kepada orang yang berbaik hati menceritakan sedikit kisah tentang bali.

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Ada banyak hal yang kulakukan, tapi aku tidak begitu ingat. Seingatku, saat semua siswa sudah kembali ke bus, aku masih berada di pantai. Dan masih sendirian. Aku sedang ingin menikmati matahari tenggelam dan jika rombongan meninggalkanku, maka aku bisa pergi ke kantor polisi terdekat dan mengatakan aku tertinggal. Dan pak polisi yang bijaksana akan mengantarkanku dengan selamat sampai kembali ke rumah. Entah dengan cara apa. 

Seingatku aku duduk sendirian menikmati matahari tenggelam. Tidak ada angin. Jadi, tidak terasa dingin. Sesekali aku juga menyadari beberapa orang yang meninggalkan pantai, tapi aku masih tetap duduk sendirian, memandang jauh ke arah laut.

Baru setelah agak gelap, aku mulai beranjak. Hal pertama yang kucari adalah bus kecil yang akan membawa ke parkir bus utama. Maklum saja, jaraknya lumayan jauh dan aku tidak begitu paham dengan arah ha ha ha….. Untunglah aku sampai di bus dengan selamat. Dan aku tidak ditinggalkan.

Aku masuk tanpa rasa apapun. Mungkin orang-orang akan membicarakanku atau ingin memarahiku, tapi tidak ada yang melakukannya. Kalau pun ada, aku akan diam saja dan tidak akan peduli. Dan orang yang mengajakku bicara akan bosan sendiri.

Pada dasarnya aku bukan tipe petualang. Aku suka menikmati suatu tempat indah baru, namun aku malas perjalanan jauhnya. Aku lebih suka membaca buku dan berselancar di internet saja.

Ada keinginan pergi ke bali lagi. Sendirian dan tanpa seorang pun. Karena bepergian dengan kelompok terlihat merepotkan. Dan yang terpenting, aku termasuk tipe orang “Satu tempat saja”. Jadi, ketika travelling aku tidak memburu banyak tempat, melainkan satu saja dan benar-benar menikmatinya sepanjang hari. Agar aku mampu mengingat semuanya dengan detail dan mengisahkannya.

Bagaimana denganmu? Apakah suka pantai dan melihat matahari tenggelam? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

24 tanggapan untuk “Hari ke-25 : Pantai di Bali

  1. Asek….Anda mengisahkannya dengan lumayan apik. Salut masih bisa mengingat memorinya dengan baik dan mengisahkannya kembali.

    Pengalaman travelling yang asyik. Meski melakukannya dg grup, tapi Anda memang tipe orang yang cuek, like being alone in the crowd..

    Saya sih suka juga pantai. Cuma di Kalimantan minim pantai, ada sih beberapa, tapi jaraknya jauh dari tmpat sy tinggal. Paling klau pas liburan sja ke pantai. Terakhir kali saya ke pntai 1 thn llu.

    Suka

    1. Soalnya saya malas mas desfortin diwajibkan ikut. Padahal saya nggak suka. Dan menghabiskan uang saja nurut saya ha ha ha…. ya waktu itu masih muda sekali saya. Jadi cuma mendam dalam hati dan tidak protes karena memberatkan saya.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Wah, saya malah belum pernah keluar dari pulau Jawa mas. Paling jauh baru ke pantai Ancol, hehehe. Ke Jogja juga sudah beberapa kali sih. Saya sependapat, kayaknya lebih menyenangkan kalau travelling sendirian, lebih bebas.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Saya belum pernah ke Bali, tapi kalau ke Pantai sering bahkan mau setiap haripun bisa asal ada waktu dan tidak bosan, karena daerahku daerah pantai. Tapi sayangnya aku tidak bisa renang, jadinya kalau ke panntai hanya berendam atau duduk duduk saja sambil makan pisang goreng he..he…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s