Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi

Kebahagiaan hidup menurut mahatma gandhi​Dunia ini tempat yang kejam. Banyak manusia yang merasa menderita. Walaupun semua manusia punya permasalahan masing-masing, bukan berarti manusia tidak bisa berbahagia di tengah kompleksnya kehidupan di masa serba canggih dewasa ini.

Mahatma Gandhi mengatakan :

“Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan selaras”

Mari kita belajar memahami maksud dari Mahatma Gandhi di atas. Di bawah adalah pemikiran saya menerjemahkan kalimat bijak tersebut di seri pemikiran-pemikiran konyol :

Apa yang Anda Pikirkan

Pikiran bisa sangat rumit. Ada pemikiran salah, prasangka, ketakutan, kebenaran, kesombongan, kebanggaan dan bermacam-macam hal. Tugas pertama manusia adalah memilah-milah semua bentuk pemikiran menggunakan ilmu.

Dengan ilmu hidup akan lebih terarah. Ilmu akan menangkal semua pikiran jahat dan menyisakan pikiran-pikiran baik yang akan membuat kita hidup lebih baik lagi dan menjadi lebih bahagia.

Ada juga sebagian petuah bijak yang mengatakan :

“Kebijaksanaan bersumber dari kumpulan berbagai macam ilmu”

Oleh karena itu, tugas manusia sepanjang hidupnya adalah terus belajar. Belajarlah dengan sungguh-sungguh seolah kita hidup seribu tahun lagi. Dan tanpa kita sadari, ilmu akan menuntun kita menjadi pribadi bijaksana dan menjalani hidup dengan lebih bahagia.

Apa yang Anda katakan

Memiliki banyak ilmu bukan jaminan kita akan terus bahagia. Ada sumber kebahagiaan lain yang harus Anda ketahui, yaitu menyebarkan kebenaran yang telah kita ketahui melalui proses pemikiran dan berbagai pengalaman hidup.

Penyebaran ilmu merupakan tantangan yang berat. Akan ada orang yang menentang pemikiran kita atau orang-orang yang terlalu sombong untuk menerima kebenaran. Tapi bukan kemustahilan transfer ilmu bisa berjalan dengan baik sehingga orang lain pun merasakan manfaat dari apa yang kita katakan. Hanya jika kita punya kegigihan untuk mempertahankan apa yang kita yakini sebagai kebenaran.

Hanya ada satu nasihat : Ingatlah, di atas langit masih ada langit. Ketika kita menyebarkan ilmu dan pengetahuan apapun, kita pun harus membuka telinga lebar-lebar, bukan terus berbicara saja. Siapa tahu Ada orang yang lebih berilmu dan dengan baik hati membenarkan sesuatu yang kurang sempurna dari pemikiran-pemikiran kita sebelumnya.

Apa yang Anda Lakukan

Setelah meyakini suatu kebenaran dan menyebarkan ilmu kepada masyarakat, maka tugas yang tak kalah berat adalah benar-benar melakukan apa yang kita anggap benar dan apa yang kita katakan menjadi sebuah tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Awalnya kita mendapatkan ilmu dari pemikiran yang berlangsung secara terus menerus (teori), kemudian kita sebarkan melalui perkataan sehari-hari dan berharap ada orang yang lebih berilmu mendengarkannya, kemudian orang berilmu tersebut menyempurnakan pemikiran-pemikiran kita. Barulah kita aplikasikan dalam kehidupan kita sendiri.

Saat kita berhasil menjalankan hidup sesuai dengan kebenaran yang kita yakini dan sesuai dengan apa yang kita ucapkan, otomatis tindakan-tindakan kita pun akan berdampak positif bagi hidup kita.

Dan Kita Bahagia

Saat antara apa yang kita pikiran, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan sudah selaras dan tidak ada pertentangan-pertentangan atau masalah apapun, saat itulah kita akan merasakan kebahagiaan.

“Memiliki ilmu dan menjadi bijaksana, menyebarkannya melalui perkataan sehingga orang lain pun mendapatkan manfaat dari ilmu yang kita miliki, dan benar-benar melakukan tindakan sesuai ilmu yang kita miliki.”

Begitulah pemikiran konyol saya tentang ucapan Mahatma Gandhi. Setidaknya saya masih belajar melakukannya agar mendapatkan kebahagiaan dalam hidup ini.

Bagaimana dengan Anda? apa yang Anda pikirkan ketika membaca kutipan dari Mahatma Gandhi di atas? Akan sangat menyenangkan membaca pemikiran orang lain tentang hal tersebut. 

Iklan

21 tanggapan untuk “Hari ke-20 : Kebahagiaan Menurut Mahatma Gandhi

  1. Kenyataannya, tidak mudah menerapkan kata-kata Mahatma Gandhi di atas. Saya cukup sering mengatakan hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan pikiran saya karena berbagai alasan seperti misalnya takut menyinggung orang lain.

    Suka

    1. Itu juga benar. Klo mikir yg baik2 saja bisa membuat bahagia. Harapan yg tercapai pun bisa membuat bahagia. Karena sumber kebahagiaan pun sangat banyak. Tinggal milih yg pling cocok buat kita.

      Disukai oleh 1 orang

  2. dalam Hindu, apa yang dikatakan Mahatma Gandhi adalah contoh paling luwes dari Tri Kaya Parisudha, atau tiga kelakuan yang harus selalu suci, yakni pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kami percaya bahwa ketiga laku itulah yang menentukan apa yang terjadi pada diri kami, mengingat ada hukum karma yang juga kami yakini. Ketika ketiganya sudah bersih dan baik, hidup akan tenang. Menjaga kesucian tiga laku itu memang susah tapi kita harus terus berusaha, kan?

    Suka

    1. Iya mas Gara. Terima kasih tambahan informasinya.

      Ya klo kita mau berusaha pasti bisa kok mas. Sekalipun gagal rasanya pasti tidak menyesal karena sudah berusaha sebaik-baiknya. 🙂

      Disukai oleh 1 orang

    1. Lha mahatma gandhi kan tokoh besar. Memahami ucapannya dan kemudian melakukannya memang butuh bertahun-tahun.

      Ya boleh juga hati tentram dan penuh rasa syukur, cuma caranya gimana?

      Suka

      1. Apa ada org yang nga ngerti atau nga tau cara bersyukur?. Oya terus mahatma gandi nyebut istilanya apa kalau nga bisa ngelakuin ke tiga hal atau salah satu tidak memenuhi kriteria yang dia sebut manusia bahagia? Apa dia nyebutnya kesedihan? Kesialan?

        Suka

      2. Ha ha ha ya ada banyak orang yg gak bisa bersyukur. Klo dalam ilmu kehidupan saya belajar bersyukur itu termasuk berat sekali.

        Ya kurang tahu. Lebih tepat disebut kurang bahagia :).

        Suka

  3. Ide dan kata2 Anda tidak konyol, tapi menarik. Dan kata2 Mahatma Gandhi itu memang sakti. Walau tidak gampang, tapi saya setuju.

    Selarasnya pikiran, perkataan dan perbuatan, menurut saya, itu juga berbicara integritas. Org yg berintegritas berbahagia hidupnya.

    Suka

  4. Saya setuju gan… Seperti ketika kita memikirkan warna hijau, lalu kita melihat sekeliling, kita pasti akan melihat pohon, rumput, dll. Lalu ketika kita berpikir warna merah, kita akan melihat bunga merah, darah, atau dll… Kita tidak mungkin melihat darah ktika kita berpikir wrna hijau… Atau melihat mawar merah ktka brpikir wrna hijau.. Itu contoh kecil dari pikiran.. Itu tmbahan dari saya hehehehe… Mohon maaf klo bnyk ksalahannya heheheh… Trimakasih..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s