Hari ke-16 : Penulis dan Kebingungan

Tidak akan pernah menyerah berjuang menjadi penulis​Sumber gambar : Rudylim.com

Memasuki hari ke-16, separuh jalan sudah kulewati. Tinggal 14 hari lagi dan aku akan mengakhiri siksaan berjuang untuk terus menulis setiap hari. Aku suka menulis, tapi menulis dengan topik yang ditentukan orang lain, itu perkara lain. Walaupun aku sudah terbiasa melakukannya mengingat aku adalah penulis artikel, tetap saja tantangan Jeff Goins sulit kutaklukan.

Awalnya kukira tantangan ini mudah. Dengan aturan menulis minimal 500 kata, aku cukup sombong untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa itu bukan masalah besar. Tapi setelah setengah perjalanan kulalui, aku hanya menuai kekecewaan. Beberapa tulisan tampak buruk. Dan aku menyesal telah berlaku sombong.

Malam ini masalah yang sama muncul lagi, aku terlalu lelah setelah bekerja. Rasanya ingin sekali mendengarkan musik sambil tiduran dan menikmati sisa waktu sampai aku mengantuk, dan kemudian pergi ke alam mimpi. Nyatanya sekarang aku menghadap laptop, berusaha merangkai kata sesuai petunjuk yang kudapat dari e-mail.

Bagian buruk lainnya adalah pintu keluar selalu terbuka. Selalu ada pilihan untuk berhenti dari tantangan ini, dan pintu itu terasa begitu mengoda, juga sangat nyata. Aku tinggal menghapus semua tulisan tentang tantangan ini dan tidak akan ada yang menyadari aku telah melakukannya. Kemudian aku bisa hidup normal seperti sedia kala, menulis sesuatu yang kusukai setiap 2 atau 3 hari.

Tapi hati nuraniku tidak mengijinkan aku menyerah. Aku masih berpikir bahwa tim Jeff Goins telah menyusun tantangan ini dengan seksama dan hati-hati sehingga penulis manapun yang mengikuti tantangan ini akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dan keyakinan itu mendorongku untuk tetap bertahan. Dan kurasa aku akan baik-baik saja untuk sementara waktu.

Penulis dan Kebingungan

Karier kepenulisanku dimulai dari dua tahun lalu. Aku belajar menulis secara otodidak dan melakukan beberapa hal konyol, beberapa teori menulis kugunakan, tapi hasilnya masih belum terlihat. Andai saja aku punya teman atau mentor menulis, aku akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang kutemui dan minta pendapat mereka. Sayangnya, aku memang tidak pernah kenal penulis manapun.

Sesungguhnya aku tidak tertarik untuk menjadi penulis profesional. Aku sudah cukup puas dengan karya-karyaku di blog Shiq4, dan kurasa aku tidak ingin keadaan berubah. Tapi setelah mengikuti tantangan Jeff Goins, aku baru sadar bahwa kemampuan menulisku buruk. Dan aku bingung harus berbuat apa.

Kurasa aku sudah tahu apa tujuan menulisku dalam jangka panjang. Aku akan menggunakan semua teknik menulis dan semua pengetahuanku untuk menciptakan karya tulis yang bagus, seperti para profesional dalam pengembangan blogku.

Aku membayangkan diriku menjadi seperti pembalap jalanan di film Fast and Furios. Skill Pembalap jalanan belum tentu kalah dari pembalap profesional. Hanya masalah selera saja. Pembalap jalanan mahir di lintasan liar, sedangkan pembalap profesional mahir di lintasan resmi. Tapi keduanya sama-sama hebat. Dan aku sudah memutuskan untuk menjadi penulis blog amatir, tapi aku harus memastikan bahwa skill menulisku tidak kalah dari penulis profesional.

Dan langkah kecil yang harus kuambil adalah menyelesaikan tantangan Jeff Goins, kemudian beristirahat sejenak, lalu mulai mencari tantangan menulis lainnya. Agar pengalamanku bertambah dan menjadi lebih bijaksana dalam menuangkan ide menggunakan susunan kata-kata.

Berjalan di Padang Pasir Sendirian

Penulis kesepian dan kebingungan​Sumber gambar : fathur71.blogspot.com

Aku sudah melangkah dengan baik ketika memutuskan untuk menjadi penulis blog yang menguasai skill-skill profesional. Tapi itu tidak membuat semuanya menjadi lebih mudah. Justru semakin rumit seolah aku berjalan sendirian di tengah padang pasir.

Aku memang punya tujuan dan itu suatu kemajuan bagi penulis amatir sepertiku. Sayangnya aku pun tidak pernah tahu kemana harus melangkah selanjutnya, sementara persediaan air dan makanan semakin menipis. Jika aku tidak segera menemukan jalan, maka aku akan perlahan-lahan mati dengan menyedihkan.

Takutnya aku hanya berputar-putar saja. Belum menguasai satu skill, lalu tergoda mempelajari skill lainnya. Dan selalu seperti itu sampai aku merasa kelelahan tanpa mampu menguasai skill profesional apapun.

Aku butuh pemandu. Seseorang yang memahami padang pasir dengan baik sehingga mampu mengantarku sampai tujuan dengan selamat. Hanya saja aku masih belum tahu kepada siapa aku akan menimba ilmu. Lagipula aku tidak punya cukup banyak rupiah. Akankah aku akan selamat sampai tujuan dengan berjalan sendirian? Atau aku akan menemukan teman seperjalanan yang bijak dan mau mengajakku berpetualang di dunia kepenulisan? Atau aku akan mati secara perlahan sebelum menelurkan karya yang hebat? Hanya Tuhan yang tahu.

Biarkan saja aku berusaha melakukannya daripada menyerah begitu saja tanpa berjuang sedikit pun. Setidaknya aku masih punya harga diri dan tidak akan ada penyesalan apapun meskipun di kemudian hari kenyataan tidak sesuai harapan. Dan 24 bulan dari sekarang aku akan melihat kembali ke tulisan ini, dan semoga saat itu setidaknya ada peningkatan skill menulis dibanding ketika aku menyusun tulisan-tulisan di tahun 2017.

15 tanggapan untuk “Hari ke-16 : Penulis dan Kebingungan

  1. Kehidupan saya habis di depan monitor. Jadi tidak banyak hal untuk bisa dibagikan. Kalau ad harus benar2 memeras otak.

    Saya juga ingin konsiten menulis setiap hari, tapi yang ada hanya kumpulan draf lokal yang saya rasa kurang layak untuk diterbitkan. 😑

    Suka

  2. Maaf, kalau aku nangkepnya kok gini iya : mungkin kadang kita memang harus “Keluar dan Bergerak” tidak harus selalu berdiam diri. (*eee mksdnya apa iya O.O) wkwkwk

    Oiya, dlu jg sy punya kebingungn (*bukan soal menulis) tapi soal bakat mnggmbr sya, klo sy hanya mnggmbr drmh n hnya mnkmati karya sndiri kyknya itu bakal sia”, lalu saya brusha untuk ikut event” di luar, biar karya saya terealisasikan dan brtmu org yg sama………..

    Suka

    1. Klo event2 jarang ada, saya hidup di pedesaan. Tapi sejauh ini masih oke2 aja sih njalaninya, hanya tinggal sedikit mwmoles saja. Lagian udah ada teman ngeblog yg banyak, jadi ya udah cukup banyak inspirasi sih.

      Suka

  3. Saya rasa Anda tetap penulis hebat, meskipun beberapa alasan di atas telah Anda kemukakan.

    Pejuang sejati pantang menyerah. Saya lihat Shiq4 adalah pejuang itu. Memang penulis hebat itu cenderung kesepian, sama seperti Tuhan karena Dia maha segalanya, kadang aku pikir Dia juga kesepiaan, 😁

    Selamat sampai tujuan Anda, berdarah-darah dikit gpp…

    Disukai oleh 1 orang

    1. Tuhan punya banyak cinta untuk semua makhlukbya mas desfortin dan kerjaannya mewujudkan harapan manusia. Jadi nggak pernah kesepian. Klo saya emang biar ada kerjaan aja, makanya menulis :).

      Suka

  4. SAya juga binggung saaat ini dan saya merasa saya memakai jalan yang emutar -mutar dan tidak seperti berjalan di garis lurus padahal saya sudha ngeblog 10 tahun yang lalau tapi aku yakin aku akan bisa

    Suka

    1. Klo sudah 10 tahun ngeblog sih pasti udah banyak pengalaman. Mungkin lebih ke pertanyaan dasar biar nggak lupa “apa tujuan ngeblog yg ingin dicapai” biar nggak berputar-putar.

      Suka

Komentar ditutup.