Hari ke-14 : Ocehan Tentang Makanan dan Minuman

Saya terlahir dengan perawakan kurus. Juga tidak suka makan. Jajanan di masa kecil adalah makanan ringan bermerk Chiki, Cheetoz, dan Jet-z. Bukan karena ketagihan rasanya, melainkan ingin mendapatkan hadiah mainan berupa gambar jenis-jenis pokemon. Di masa itu mainan lebih utama dibanding nikmatnya makanan dan terus seperti itu hingga memasuki SMP.

Lalu SMP mulai mengenal dunia sepak bola. Uang jajan difokuskan untuk berlangganan tabloid bola. Tidak ada yang lebih penting dibanding sepak bola di usia itu. Kamar pun dipenuhi poster-poster atlet pemain sepak bola. Khususnya Chelsea di tahun 2004. Paling-Paling makanan yang sering dimakan adalah bakso. Harganya masih Rp 1.000,-/Mangkuk di sekolah.

Di SMA lebih tragis lagi. Sangat jarang makan di kantin. Uang ludes hanya untuk rokok dan kopi. Atau membeli bensin. Maklum, anak SMA lebih sering bermain dengan teman-teman barunya.

Saat kuliah keadaan menjadi lebih baik. Sering mencoba berbagai masakan murahan. Entahlah bagaimana teman saya saat itu mampu mendapat informasi tempat makan murah untuk mahasiswa. Yang jelas, rasa bukan nomor satu.

Di masa sekarang pun tidak suka makan. Di saat orang-orang ramai memotret dan mencicipi masakan-masakan baru, saya lebih suka menulis. Sepertinya nikmatnya rasa menyelesaikan tulisan lebih baik dibanding merasakan nikmatnya makanan. Kecuali kalau sedang lapar tentu saja.

Makanan Favorit

Makanan favorit saya adalah tahu plus sambal​Sumber gambar : cookpad.com

Sebenarnya tidak ada. Tapi jika harus memilih salah satu jenis makanan, pilihan akan jatuh pada : nasi panas + Tahu + Sambal Pedas. Jarang ada yang menjual makanan favorit saya. Gara-Gara harga lombok melambung tinggi, warung-warung makan lebih banyak memakai tomat dalam sambal. Rasanya kurang pedas dan saya tidak menyukainya.

Kalau sedang menginginkannya harus request dulu ke ibu, baru keesokan harinya akan tersedia. Lidah saya sedikit mulai sensitif pada tahu. Kadang-Kadang ibu mengoreng tahu terlalu matang dan saya tidak menyukainya. Atau mungkin karena tahu yang digunakan berbeda. Yang jelas hanya sesekali saya menikmati cita rasa nasi panas + tahu + sambal Pedas yang sempurna.

Minuman Favorit

Kopi hitam manis. Bahkan saya sudah punya filosofinya. Kebiasaan minum kopi hitam mulai muncul di masa SMA. Pengaruh pergaulan. Di masa itu tidak terlalu banyak minum kopi, hanya saat berkumpul dengan teman di warung saja.

Lalu mulai menggila di masa kuliah. Kebetulan ada teman yang punya bisnis warung kopi. Ia sering membawa kopi dari rumahnya dan mulai menularkan virus kopi hitam. Dan sejak saat itu, jumlah kopi yang saya minum menjadi lebih banyak.

Di masa sekarang saya biasa mengkonsumsi 2 gelas kopi sehari. Terkadang juga sampai 3 gelas. Saya benar-benar menyukai perpaduan antara segelas kopi dan sebatang rokok.

Yang kedua es cappucino. Bisa dengan mudah didapat dari penjual es di pinggir jalan. Harganya antara Rp 5.000 – Rp 6.000 per gelas. Murah dan hemat. Tapi saya juga tidak terlalu sering mengkonsumsinya. Hanya di saat-saat tertentu saja.

Pikiran Konyol

Ada yang pernah bilang bahwa makanan apapun akan terasa lezat saat kita benar-benar lapar. Dan saya mempraktikkan teori tersebut. Pernah saya tidak makan seharian dan kelaparan, kemudian makan, dan ternyata kenikmatan tidak terletak pada rasanya, melainkan rasa kenyang yang dihadirkan setelah kelaparan.

Merasa mendapat pengetahuan baru, akhirnya saya mulai membiasakan diri tidak makan jika tidak sedang begitu lapar. Sayangnya perlahan-lahan tubuh saya mulai beradaptasi dan bisa tidak lapar selama seharian penuh. Bahkan pernah tidak makan sama sekali selama sehari. Akhirnya saya sadar, ini cukup berbahaya bagi kesehatan. Jadi, saya kembali memutuskan untuk makan secara teratur saja.

Berat Ideal dan Pola Makan

Pertama kali menimbang berat badan adalah saat masih mahasiswa. Waktu itu berat saya 43 Kg. Bukan berat ideal mengingat tinggi badan saya sekitar 158 cm. Artinya saya butuh tambahan 5 Kg lagi untuk mencapai berat ideal.

Kemudian saya mulai melakukan pantangan-pantangan orang diet seperti makan yang banyak dan nyemil di malam hari, berharap berat badan saya bisa naik dan mencapai berat ideal. Namun setelah beberapa hari mencoba, hasilnya nihil dan saya menghentikan usaha, dan kembali menjalani pola makan yang normal.

7 tahun setelah penimbangan berat badan untuk pertama kali, tepatnya beberapa minggu yang lalu, saya kembali menimbang berat badan karena para gadis di rumah melakukannya. Dan ternyata berat badan saya masih di angka 43 Kg. Ternyata tidak berubah sama sekali.

Adakah yang mau menyumbang berat badannya untuk saya? Atau bagaimana biar berat badan bisa naik dengan mudah tanpa harus banyak makan? Jawaban Anda sangat berharga bagi saya.

Iklan

32 tanggapan untuk “Hari ke-14 : Ocehan Tentang Makanan dan Minuman

  1. hmm. tinggiku 171cm berat 65kg.. intah itu ideal apa tidak, tapi rasanya sangat bebrat kalau tak buat lari..
    dulu sebelum nikah, berat badanku paling mentok itu 57kg.. dan lebih banyak di sekitaran 49/52.
    saran ku sih, ndang cepat nikah, biasanya cowok lebih gampang gendut saat sudah menikah πŸ˜›

    Suka

  2. Untuk ukuran laki-laki berat mas shiq terlalu ringan he..he…kalau sdh rutin minum susu tdk naik juga berarti perawakannya sdh begitu (faktor genetik), Tapi sepertinya pernah di tayangkan di Dr OZ Indonesia cara membuat menu untuk menambah berat badan, cari di Yuotube pasti ada mas. Tidak ada salahnya kan di coba?

    Suka

  3. “Makanan favorit, sebenarnya tidak ada, tp kalo harus memilih…” Kocaaaaak amat!! Beda banget sama aku yang hobi wiskul ya, adanya harus sebutin makanan yg gak suka, ken biasanya semua dimakan. Aduhhhh enak bgt makan kalo laper. Aku kalo bengong dikit, ngemil. Parah! Hahhahhaa

    Suka

  4. Temanku juga ada yg pengen banget gemuk sampe rutin minum susu penggemuk tapi gak gemuk”. Kebetulan dia perokok dan setelah berhenti merokok badannya skrg lbh berisi πŸ˜‚

    Suka

  5. Ternyata candu kopi dan rokoknya sudah sejak masih sekolah mas ya. Kedua hal itu memang kerap menjadi media inspirasi bagi sebagian orang, walau saya sendiri bukan perokok ataupun penikmat setia kopi. Oya, konon kopi hitam dan kopi pahit baik untuk nutrisi otak, benarkah?

    Kalau saya, urusan makanan dan minum, saya bukan picky eater. Artinya tidak ada masalah. Apa aja bisa dimakan asal sehat dan higienis. Tapi saya juga sebenarnya tidak terlalu memikirkan makanan. Jika boleh, ide konyol memang, mending makanan langsung saja ditaruh ke dalam perut lewat lobang alternatif (kalau ada, wwkwk…). Saya tidak begitu pilih2 ttg mknan atau minuman, tapi kalau suatu pikiran apalagi ttg kebenaran, maka saya bisa berhari-hari memikirkannya. Saya benar2 bukan penikmat makanan yang baik. Benar2 buruk.

    Jadi bedanya saya dengan Anda mas Shiq4, mungkin karena berat badan saya di atas ideal. Saya tidak ada masalah dengan makanan. Intinya doyan saja.

    Agaknya susah mas, mau berat ideal tanpa makan banyak, hehe… Tapi saran saya sih, tambahin tu porsi makannya biar BB nya nambah plus minum susu di malam hari. Wkwk…

    Suka

    1. Semua tempat yang saya sebutin nyata dan ada di dunia nyata. Sedangkan karakter dan kejadian khayalan doang ha ha ha…..

      Lha berarti sekarang masih berhubungan dengan cewek playgirls tersebut dong? Kan udah jadi bagian keluarga besar. Hidup memang penuh kejutan.

      Suka

  6. Tahu plus sambal plus nasi panas emang udah paling nikmat ya πŸ˜„ berat badan saya malah susah banget buat duturunin.. 😦 sekalinya turun beberapa minggu kemudian malah balik ke berat semula…

    Suka

  7. Dan tahu itu dong berhasil membuat guling guling. Besok harus ke toko asia membeli tahu. Makasih buat foto yang menginspirasi. Hahahha. Ohya..kalau aku, membaca plastik indomie kari ayam saja bisa langsung nambah kilonya hahha

    Suka

      1. aduh shiq, baca komen aku serius amat. maksud aku, masih lihat bungkus indomie aja, aku bisa naik kilonya. Belum dimakan loh. aku cuma becanda itu hahaha…btwy serius mau gemuk? makan malam aja menjelang tidur. biasanya cepat tuh gemuk.hehhe

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s