Hari ke-10 : Antara Cinta dan Benci dalam Menulis

Cinta dan benci dalam menulisSumber gambar : devianart.com​

Saya masih baru memasuki dunia kepenulisan. Selain masih minim pengalaman, saya juga tidak mampu memahami teori menulis. Sebagian penulis di zaman sekarang memang seperti itu, banyaknya media menulis yang tersedia di internet membuat banyak orang mulai menekuni hobi menulis, namun mereka tidak terlalu banyak peduli dengan tata bahasa dan aturan menulis lainnya.

Saya pun berbulan-bulan memproduksi tulisan tanpa menghiraukan banyak aturan. Selama saya merasa senang dan mampu menikmati tulisan sendiri, saya rasa tidak masalah.

Seiring berjalannya waktu, sikap saya mulai berubah. Perlahan saya mulai menaruh perhatian pada hasil tulisan saya. Dan tentu saja, saya mulai menyadari, jika saya ingin menghasilkan tulisan yang indah, maka jalan yang tersedia adalah mulai menggunakan teori-teori menulis profesional.

Langkah pertama tentu menginstall kamus bahasa indonesia dan mulai menggunakan kata baku. Kamus tersebut juga berfungsi mengenal arti masing-masing kata, terutama kata ilmiah atau kata yang tidak saya ketahui artinya. Dengan demikian, saya bisa menari dengan lebih bebas karena ruang gerak saya menjadi lebih besar.

Langkah kedua adalah membaca tulisan para profesional. Mempelajari bahasa yang digunakan dan bagaimana menggunakan kata dengan tepat. Semakin banyak saya membaca, semakin banyak pemahaman saya tentang tulisan yang baik.

Terakhir, saya bereksperimen sebanyak mungkin. Bisa juga diartikan sebagai lebih sering menulis. Memang akan menghasilkan sampah, tapi itu sebuah proses yang wajar, dan suatu saat, setelah saya benar-benar menguasai banyak teori dan teknik, pasti tulisan menjadi lebih bagus lagi. Setidaknya itu adalah keyakinan saya.

Apa yang Membuat Saya Mencintai Aktivitas Merangkai Kata?

Hobi menulis saya termasuk sebuah ketidaksengajaan. Berawal dari menulis pengalaman sehari-hari, perlahan-lahan saya mulai rutin menulis. Sesekali saya pun menerjemahkan tulisan yang saya anggap bagus sebagai koleksi di blog. Lalu mulai terobsesi menulis tutorial. Dan terakhir, ada saat di mana saya juga menulis seperti profesional menggunakan kutipan atau referensi dari sumber terpecaya.

Saya cukup punya cinta dengan kegiatan merangkai kata. Bahkan saya tidak bisa berhenti menulis. Tapi jika dibandingkan dengan penulis profesional, rasa cinta saya seperti cinta monyet, bisa hilang kapan saja atau merasa bosan. Belum bisa dibandingkan dengan rasa cinta penulis profesional yang seumpama pernikahan berusia 20 tahun dan telah memiliki banyak buah cinta.

Jika ada yang bertanya apa yang membuat saya jatuh cinta dengan menulis, maka saya sendiri tidak terlalu yakin. Saya hanya suka menulis dan kemudian menikmati apa yang saya tulis.

Terinspirasi dari cinta Kiyoshi dalam mencintai basket di film Kuroko No Basuke,  saya pun berprinsip menulis untuk bersenang-senang. Meskipun begitu, bukan berarti saya tidak ingin menghasilkan tulisan bermutu tinggi, saya menginginkannya, namun tidak boleh lupa bahwa menulis telah membawa banyak kebahagiaan di dalam hidup saya. Dan saya tidak boleh menulis tanpa bersenang-senang.

Karena berprinsip menulis untuk bersenang-senang, maka saya belum mempunyai aturan khusus. Saya hanya menulis dengan bebas. Menulis apa yang saya sukai dan ingin terus melakukannya. Dan tidak ada yang bisa menghentikan saya untuk terus menulis untuk saat ini.

Apa yang Membuat Saya Membenci Menulis?

Rintangan yang sering membuat saya membenci menulis adalah punya ide cemerlang, namun kapasitas saya belum cukup untuk menuangkan ide tersebut menjadi tulisan. Belum lagi referensi ilmiah atau hasil penelitian masih belum cukup tersedia di indonesia sehingga saya harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menerjemahkan sumber-sumber berbahasa inggris.

Bukan itu saja. Ada juga masa di mana saya tidak punya banyak waktu untuk membaca. Jika hal tersebut terjadi, maka tulisan saya menjadi garing karena minimnya pengetahuan. Bagaimana pun juga, penulis sangat butuh banyak membaca untuk menopang ide-ide yang muncul.

Dan terakhir, yang saya benci dari menulis adalah tidak punya banyak teman. Tidak ada tempat berdiskusi tentang menulis. Tidak ada rekan untuk bersaing menghasilkan tulisan-tulisan terbaik. Rasanya begitu sepi.

Memang cukup banyak bloger yang saya kenal, tetapi jumlah bloger yang berhenti lebih banyak dibanding yang tetap bertahan. Dari ratusan bloger yang saya kenal sejak ngeblog di tahun 2014, sebagian besar sudah tidak aktif lagi. Dan itu cukup memberi pengaruh negatif bagi semangat menulis saya.

Apa yang Sedang Saya Perjuangkan!

Dalam mengikuti tantangan Jeff Goins, saya ingin menjadi penulis yang lebih baik. Mungkin Jeff Goins telah membuat tantangan yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik penulis pemula. Dan itulah satu-satunya alasan mengapa saya mengikuti tantangan dari Jeff Goins.

Bagian tersulitnya adalah tantangan ke-8 dan tantangan ke-9. Saat itu saya tidak punya banyak waktu menulis. Dan benar saja, saya panik dan tulisan menjadi kacau. Tidak peduli sekeras apapun saya berusaha menyunting tulisan tersebut, hasilnya masih belum memuaskan. Dari pengalaman tersebut, saya mulai serius dalam mengerjakan tantangan-tantangan selanjutnya.

Ini hanya sebuah awal. Setelah saya menyelesaikan tantangan dari Jeff goins, saya ingin mencari tantangan lainnya. Sekadar untuk menambah pengalaman dalam menulis. Kalau beruntung, tantangan-tantangan tersebut akan membuat saya memahami ilmu-ilmu baru dalam menulis.

Yang jelas saya ingin menulis setiap hari. Itu hanya sebuah kedisiplinan ringan yang harus saya lakukan untuk menajamkan insting menulis dalam diri saya. Jika saya mampu melakukannya, mungkin saja tulisan saya menjadi lebih baik dari tulisan-tulisan sebelumnya.

Kalau Anda, apa yang Anda sukai dalam menulis dan apa yang Anda benci? Bagikan di kotak komentar.

Iklan

36 tanggapan untuk “Hari ke-10 : Antara Cinta dan Benci dalam Menulis

  1. Hal yang membuat saya ingin berkarya, adalah rasa ketertarikan terhadap orang yg sudah profesional dalam berkarya, menulis, baik sebuah novel, komik, cerper dsg.
    Jadi kepengin rasanya menjadi seperti mereka bisa menulis, bisa menghibur para pembaca walau hanya lewat tulisan yang tentunya memberikan manfaat terhadap orang lain, terutama terhadap dirinya sendiri.

    Dan hal yang membuat saya benci, sebenarnya sama dengan alasan agan, yaitu karena tidak bisa meneruskan apa yang direncanakn untuk dituangkan dalam sebuah karya tulisan….

    Mohon masukan agan….
    Rasa pengin menjadi penulis sangat besar, akan tetapi gak tau mau gimana dan kemana….

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya suka menulis mungkin karena banyak membaca tulisan-tulisan bagus dan tiap kali nulis saya selalu membayangkan tulisan saya akan sebagus tulisan-tulisan yang saya baca.
    Sayangnya, sama seperti anda, saya juga sering kecewa saat menemukan ide bagus tetapi setelah dieksekusi hasilnya tak sesuai harapan.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Sudah cinta menulis sejak pertama kali mengenal huruf (kata Ibu) karena selalu menulis di mana2. Dulu punya diary banyaakk banget sebagai media curhat, lalu menyalurkan kesukaan menulis untuk majalah sekolah, menulis untuk beberapa proyek buku, menulis surat cinta pada masanya haha. Intinya aku selalu suka menulis dan tidak punya waktu untuk membencinya. Tahun ini mencoba menulis untuk media setelah 2 tahun menulis untuk blog ini. Sudah ada yg tayang satu di majalah. Senang karena mencoba hal baru dan jadi belajar banyak hal.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Hal yang membuat saya menyukai menulis adalah kegiatan ini bisa menjadi sarana utama untuk melampiaskan semua perasaan yang terpendam serta ide ide yang berserakan didalam pikiran… Jadi ada kelegaan tersendiri setelah selesai menulis.. 😊

    Disukai oleh 2 orang

  5. Kalau saya memang instal kamus di smartphone, tapi kalau kaitannya utk nambah kosakata saat nulis, hampir gak pernah saya lakukan. Bukan karena sudah kaya kosakata, tapi karena gak tahu aja, kosakata apa yang harus dicari di kamus untuk dimasukkan dalam tulisan yang sedang ditulis, kadang muncul aja dengan sendirinya. Tapi kalau baca banyak so pasti sya lakukan, hanya berekspresi sebanyak mungkin atau sering nulis, memang tak semudah mengetahui kebenarannya.

    Saya tangkap inti tulisan di atas adalah:
    Kesukaan pada menulis:
    -karena suka merangkai kata
    -suka aja dengan menulis dan menikmatinya (jadi, gak ada aturan khusus)

    Ketidaksukaan pada menulis:
    -ada ide cemerlang, tapi merasa tak punya kapasitas utk membahasnya
    -minimnya waktu membaca
    -less friends to share

    Perjuangan Shiq4:
    -mengikuti tantangan2 menulis untuk mempertajam insting menulis

    Semoga sukses terus nulisnya mas Shiq4. Orang yang tidak cepat puas pasti selalu maju dan berkembang. Itulah yang selalu saya liat/pelajari dari Anda.

    Saya sendiri merasa bahwa menulis itu memang gampang2 susah, tergantung motivasi nulisnya untuk apa.
    Yang pasti nulis itu banyak gunanya, bahkan menurut saya menulis dan terus menulis adalah cara cerdas untuk tetap waras sampai kapanpun, meskipun kita telah tiada.

    Disukai oleh 1 orang

  6. Kalau saya memang instal kamus di smartphone, tapi kalau kaitannya utk nambah kosakata saat nulis, hampir gak pernah saya lakukan. Bukan karena sudah kaya kosakata, tapi karena gak tahu aja, kosakata apa yang harus dicari di kamus untuk dimasukkan dalam tulisan yang sedang ditulis, kadang muncul aja dengan sendirinya. Tapi kalau baca banyak so pasti sya lakukan, hanya berekspresi sebanyak mungkin atau sering nulis, memang tak semudah mengetahui kebenarannya.

    Saya tangkap inti tulisan di atas adalah:
    Kesukaan pada menulis:
    -karena suka merangkai kata
    -suka aja dengan menulis dan meniikmatinya (jadi, gak ada aturan khusus)

    Ketidaksukaan pada menulis:
    -ada ide cemerlang, tapi merasa tak punya kapasitas utk membahasnya
    -minimnya waktu membaca
    -less friends to share

    Perjuangan Shiq4:
    -mengikuti tantangan2 menulis untuk mempertajam insting menulis

    Semoga sukses terus nulisnya mas Shiq4. Orang yang tidak cepat puas pasti selalu maju dan berkembang. Itulah yang selalu saya liat/pelajari dari Anda.

    Saya sendiri merasa bahwa menulis itu memang gampang2 susah, tergantung motivasi nulisnya untuk apa.
    Yang pasti nulis itu banyak gunanya, bahkan menurut saya menulis dan terus menulis adalah cara cerdas untuk tetap waras sampai kapanpun, meskipun kita telah tiada.

    Suka

    1. Hampir mirip dengan saya mas desfortin. Kamusnya jarang saya buka hw he he….. Cuma jaga2 buat nerjemahin kosakata yg tidak saya mengerti saja. Soalnya sering baca tulisan bloger lain nemu aja kosakata baru.

      Sekarang lagi mikir2 menggunakan peribahasa dalam tulisan saya. Semacam melestarikan saja.

      Disukai oleh 1 orang

  7. Saya sebenarnya belum tergolong cinta dengan menulis. Sejak muda saya kagum dengan orang yang bisa menulis, apalagi sampai menjadi penulis profesional. Saya berpendapat menulis itu tidak gampang, jadi orang yang bisa menulis saya anggap orang cerdas dan hebat. Oleh karena itu saya terdorong juga untuk bisa menulis, tetapi untuk mencintai dunia tulis menulis ada halangannya, selain masalah waktu juga karena saya tidak begitu suka membaca apalagi membaca materi yang susah-susah. Jadi saya lebih berat di anggan-angan daripada tindakan he..he..
    Bencinya….ya hampir sama dengan mas shiq kadang mempunyai ide yang bagus, tapi menyelesaikannya susah bahkan kadang berhenti di tengah jalan.

    Suka

  8. Dengan menulis saya bisa mencurahkan hampir semua uneg uneg saya dalam tiap kalimat. Terkadang kalimat kalimat itu menjadi gambaran sesungguhnya diriku. Yeahh, ,saya akui bahwa saya orangnya tidak vokal. Dan apa yang saya katakan kalo pas suasana hati kacau menjadi tak lancar kalo tak ingin dibilang gagap.. semua saya curahkan dalam tulisan walaupun cara menyusun kalimat kalimatnya sedikit semrawut.
    Iya mungkin ada hubungannya dengan kata kata seperti ini, “jika sesuatu yang ingin dikerjakan dengan cara terburu buru, inilah yang dinamakan nafsu “.

    Suka

  9. Shiq instal bahasa Indonesia buat dikomputer atau di blog?, klo ada pluginnya sih mau banget supaya nulis di blog juga sesuai eyd 😉 . Saya suka aja nulis sayangnya ada bocah yg lagi nuntut banya perhatian, klo lihat saya bentar aja di depan komputer langsung keluar tingkahnya deh, hilang mood nulis haha.

    Suka

    1. Saya install di handphone mbak nella. Ini saya masih sering gak eyd ha ha ha….. Tapi nggak papa namanya juga dalam tahap belajar.

      Tenang aja, sekarang kan mbak nella tinggal enaknya doang. Udah lama ngeblog plus pengunjungnya banyak. Mungkin benjamin cemburu sama blognya mbak nella ha ha ha……

      Suka

  10. Aku mau bilang cinta menulis tapi rasanya terlalu jauh, aku lebih pilih aku suka nulis aja deh hehe. Alasannya, karena aku butuh dan rasanya menyenangkan, setelah menulis ada perasaan lega, tenang, dan bahagia gitu hehehe.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s