Tentang Kucing-Kucing Kampung

Kucing kampung cantik Sumber gambar : kucinglucu.net

Rumahku adalah tempat persinggahan bagi kucing-kucing kampung liar. Itu karena hampir setiap minggu selalu ada menu ikan. Kucing-Kucing itu datang dan pergi begitu saja. Terlalu sulit bagiku untuk mengingat kucing mana yang pernah bertamu. Dan tentu saja, aku tidak berniat memberi nama pada masing-masing kucing.

Sebenarnya keberadaan kucing tidak terlalu menganggu. Kucing kampung tersebut cukup diberi sisa-sisa ikan, kepala dan tulang, dan mereka akan memakannya. Kemudian mereka akan melanjutkan berpetualang ke rumah lain untuk mendapatkan makanan serupa.

Kejahatan terbesar para kucing hanya mencuri. Padahal mereka tampak lucu dan lugu. Pernah suatu kali aku melihat kucing bermalas-malasan di sampingku. Ia tampak malas dan hanya duduk. Terlihat seperti ingin tidur. Namun beberapa saat kemudian, ada beberapa ikan yang raib dari piring.

Ibu mengomel, menyalahkanku karena tidak memperhatikan. Dan anehnya, aku merasa lucu saja. Mengapa aku yang dimarahi? Bukankah bukan aku pelakunya?

Pencurian ikan tidak terjadi sekali itu saja. Tapi beberapa kali. Kadang kalau sedang kesal, ibu akan mengomel sepanjang hari dan menyuruh untuk mengeluarkan kucing yang masuk dan menutup semua pintu. Tidak ada ampun bagi kucing-kucing tersebut.

Tapi hal semacam itu tidak berlangsung lama. Para kucing tidak peduli dengan harga diri. Berapa kali pun mereka diusir keluar rumah, mereka tetap datang. Benar-Benar keras kepala. Untungnya ibu tidak terlalu menaruh perhatian terhadap pencurian ikan sebelumnya. Ibu terlalu sibuk mengurus banyak hal sehingga sering lupa dengan kemarahannya.

Di hari biasa, meskipun tidak ada ikan, kucing-kucing itu tetap datang. Rumahku menjadi tempat peristirahatan kucing untuk sesaat. Dan sepertinya mereka bergossip dengan kucing lainnya karena jumlah kucing yang bertamu semakin hari semakin banyak saja.

Aku sudah terbiasa dengan hal itu. Membiarkan para kucing datang dan pergi tanpa membayar sepeserpun. Lagipula mereka hanya kucing, tentu aku tidak berharap mereka bisa bertata krama ketika bertamu ke rumahku.

Anak-Anak Kucing yang Lahir di Rumah

anak-anak kucing baru lahirSumber gambar: ameonglokal.blogspot.com

Suatu kali ada kucing yang begitu sering datang ke rumah. Bahkan ibu secara khusus membelikan ikan untuk kucing tersebut. Sebut saja si manis, begitulah setidaknya nama yang kami berikan.

Semua tampak berjalan dengan baik. Si manis menjadi lebih jinak dengan anggota keluarga lain. Dan tentu saja, frekuensi kedatangannya lebih sering dibanding dengan kucing lainnya.

Bencana baru di mulai ketika si manis hamil. Entahlah dengan kucing jantan mana si manis bercinta, namun perutnya semakin hari semakin besar saja. Aku kasihan, mungkin si manis kesakitan. Tapi ia tidak seperti ibu hamil yang ngidam, si manis masih bertingkah seperti biasanya.

Dan lahirlah anak-anak si manis di rumah kami secara alami tanpa bantuan dokter mana pun.

Kelahiran anak-anak kucing di rumah kami merubah segalanya. Ibu mengambil kandang anak ayam di belakang rumah, kemudian mengambil beberapa kain dan menempatkannya seperti sarang burung, lalu menaruh si manis dan anak-anaknya ke kandang tersebut. Sengaja diletakkan di samping rumah sehingga tidak kehujanan atau kepanasan. Dan sejak itu, ibu yang merawat kucing-kucing tersebut.

Sayangnya itu tidak berlangsung lama. Beberapa minggu kemudian, anak-anak kucing menjadi lebih besar. Dan mereka mulai nakal, sering kencing di dalam rumah. Ibu yang sudah stres sendiri akhirnya membuang si manis dan anak-anaknya ke pasar tradisional.

Karena aku merasa iba, aku mengajukan diri untuk merawat kucing-kucing tersebut. Bahkan aku telah mendapat nasihat bagaimana melatih kucing agar bisa buang kotoran dan kencing di luar rumah. Namun ibu tidak menghiraukan. Di suatu siang, kucing-kucing itu sudah tidak terlihat lagi.

Aku merasa bersalah terhadap kucing-kucing itu. Takutnya mereka akan mati di luar sana. Namun setelah mendengar beberapa cerita orang di pasar, aku menjadi lega. Di pasar banyak makanan untuk kucing dan mereka tidak akan kelaparan. Setidaknya mereka akan baik-baik saja.

Kucing Mirip Garfield dan Kucing Hitam Misterius

Kucing mirip garfieldSumber gambar : www.chehamragdolls.co.uk

Ada kucing yang mengingatkanku pada film Garfield. Kucingnya mirip sekali. Tubuh gemuk, bulu kuning, bahkan wajahnya pun sama sepenglihatanku. Pertama kali melihatnya, aku ingin menangkap kucing tersebut dan merawatnya. Ternyata itu bukan kucing kampung biasa, melainkan milik tetanggaku.

Dengar-Dengar itu kucing mahal. Harganya sekitar 900 ribu. Baiklah… mengeluarkan uang sebanyak itu untuk seekor kucing terlalu mahal bagiku. Dan aku tidak lagi berminat memiliki kucing semacam itu.

Anehnya, tetanggaku tidak terlalu mengekang Garfield kampung. Kucing itu sering terlihat berkeliaran di sekitar rumah. Mungkin pemiliknya tidak begitu peduli, pasti ia bukan pecinta kucing karena kucingnya masih bebas berkeliaran. Bahkan aku sempat berpikir bagaimana seandainya ada orang yang tidak tahu bahwa kucing itu milik orang dan berniat menangkapnya sepertiku? Kemudian ia memungut kucing tersebut dan membawanya pulang. Tentu pemiliknya akan kehilangan 900 ribu begitu saja. Untungnya Garfield kampung tidak pernah menghilang seperti yang kutakutkan.

Lalu ada kucing misterius. Perawakannya seperti Garfield kampung milik tetanggaku, hanya saja yang ini murni kucing kampung dan berbulu hitam. Pada kunjungan pertama, kucing tersebut terlihat sakit sehingga menginap di rumah kami.

Yang membuatku terkejut adalah kucing hitam ini tidak mau makan ikan. Entah dapat wangsit darimana, ibu menyuruhku membeli makanan kucing di toko. Kata ibu mungkin kucing ini peliharaan orang dan biasa makan makanan kucing dari toko. Dan kemudian hal tersebut terbukti benar.

Setelah diberi makanan dari toko, kucing tersebut mau makan. Selama beberapa hari kucing tersebut selalu datang ke rumah kami. Pernah terpikir olehku untuk memeliharanya saja, siapa tahu pemiliknya sudah tidak peduli lagi mengingat kucing ini datang ke rumahku dalam keadaan sakit. Namun harapan itu memudar karena kucing hitam gemuk tersebut tidak lagi berkunjung ke rumahku beberapa hari kemudian.

Kucing Makan Tikus?

Kucing berburu tikus Sumber gambar : funnyresource.com

Kukira kucing tidak benar-benar makan tikus. Itu hanya film kartun di masa kanak-kanak, Tom and Jerry. Di dunia nyata, aku tidak yakin bahwa kucing makan tikus.

Namun sudah sering kulihat kucing kampung di rumahku menangkap tikus. Ini juga kejahatan para kucing kampung yang dilakukan di rumahku. Mereka membawa tikus mati masuk rumah dan meninggalkannya begitu saja. Apakah kucing tersebut ingin membalas budi dengan menghadiahkan bangkai tikus kepada keluargaku?

Logikaku mengatakan kucing hanya memainkan tikus saja. Mereka tidak memakannya. Namun pemikiranku salah karena aku pernah melihat kucing memakan kepala tikus. Menjijikan, tapi aku sudah yakin bahwa kucing memang makan tikus.

Iklan

47 tanggapan untuk “Tentang Kucing-Kucing Kampung

  1. Zehaha, wkwk, mending itu, kucing tetangga saya malah selalu ambil jatah makan kucing peliharaan saya, tpi entah, kucing saya itu memang terlalu polos/baik hati, sehingga membiarkan kucing” lain memakan jatahnya, ngaha.

    Suka

  2. aku juga punya kucing kampung yang dipelihara di rumah, namanya Milo. pertama kali datang dia sedang sakit, kakinya pincang seperti terjatuh atau terlempar benda keras. akhirnya, karena kasian aku rawat sampai dia sembuh. dan sampai sekarang dia tinggal bersama ku. mamah dan bapak yang awalnya membencipun melunak jadi sayang banget sama Milo. tingkahnya menggemas kan dan untungnya dia tidak pernah pup di rumah, entahlah dimana pupnya akupun ga tau. soalnya sekitar jam 09.00-12.00 dia selalu pergi main, mungkin pupnya ketika pergi main, dan akan pulang dengan sendirinya begitu setiap hari. sekarang aku syang banget sama Milo.

    dia sering membawa tikus kecil kepadaku, tapi cuman dimainin aja sampai tikus itu sampai mati. kadang aku kasian sama tikusnya. katanya nih, kalo kucing bawa tikus buat majikannya itu tandanya dia mau memberikan hadiah buat majikannya. katanya sih begtu mas hehe

    sekian curhatnya, maaf ya mas shiq kepanjangan….

    Suka

  3. Dari dulu pengin banget meliara kucing, tapi selalu gak boleh sama emak 😂. Katanya suka ngambilin makanan, dan bulunya suka rontok takut isep. Suatu hari kalo saya punya rumah sendiri, saya mau pelihara kucing dari masih anakan.

    Suka

  4. Rupanya penyayang kucing juga ya mas Shiq, sama seperti putri bungsuku hingga kucing di rumahku sekitar 10 ekor. Banyak cerita tentang kucing-kucing itu tetapi baru sempat satu kali kuceritakan di blog saya, monggo jika ada waktu dan berkenan singgah untuk membacanya

    Suka

  5. Kucingku namanya Chiko, kucing Persia yg idungnya pesek. Entah kenapa chiko ga suka kalo ngeliat kucing kampung lewat. Kalo ada kucing lain lewat pasti selalu dihajar abis2an (chiko jahat). Makanya ga pernah ada kucing kampung masuk rumah😅😅

    Suka

  6. kucing yang bergosip, kucing yg bercinta entah dg siapa, kucing yg lahiran tnpa dokter, dan kucing yg memberi kado tikus mati. Haha, tumben tulisannya bnyak lucunya mas, biasanya serius, yg ini bikin ngakak 😂😂😂

    Suka

      1. haha tp jatuhnya humoris mas, Cinta suka gaya tulisan yg ada lucu2nya gini, kesannya tuh kl dibaca di sela2 sumpeknya pikiran sehabis pulang krja/kuliah lgsg bisa rileks dan ngakak sejadinya hihi 😂, trs tiba2 kakak / ponakan akan dtg dan blg…tante tante, kenapa ketawa sndiri, kenceng bnget lagi, kenapa kenapa, ada apa? *jadi pd heboh serumah gara2 ketawanya Cinta haha 😂

        Tapi tapi…Cinta nangkep koq kesan seriusnya, sma2 pcinta kucing dan dipaksa pisah dg kucing kesayangan tuh rasanya nelangsa 😢, kl Cinta bhkan baper smpe nangis smpe bintipan matanya.

        Oh ya mas, Cinta blh minta tolong ga? Selama ini blm prnah ngasih nama ke kucing yg ditemui kan? Nnt kl ktmu kucing lg, kl ada kucing yg lucu dan suka dielus2 kepalanya trs rada manja, kasih nama aja “Cinta”, Cinta sng psti ngasih nama diri-sndiri ke kucing itu, hehe 😁

        Disukai oleh 1 orang

  7. Saya juga sering ketemu kucing-kucing liar, terutama kalau pas lagi makan di warung. Mereka memang lucu tapi nggak tahu kenapa saya malah kadang agak takut, apalagi kalau udah nempel di kaki. Saya punya pengalaman buruk dg kucing, pas umur 10 tahun saya pernah digigit oleh seekor kucing yang mukanya memelas.

    Suka

  8. Btw, maaf, ini masuk dlm urutan tantangan menulis dari Jeff Goins itu? Sengaja ya ada 1 kata “saya” di paragraf awal?

    Ngomongin ttg kucing… hmm… jujur, saya bukan pecinta hewan piaraan yg baik, entah kucing atau anjing apalagi kalau diijinkan masuk ke rumah.

    Tapi di rumah kami sampai hari ini ada 2 ekor kucing. Kadang ada juga seekor kucing asing yg datang kerumah utk cari makan.

    Dan Minggu lalu kucing betina melahirkan bayi kucing yg baru, 2 ekor. Jadi, total skrg 4 ekor + 1 ekor kucing asing milik warga disini itu.

    Intinya, semuanya kucing itu kesayangan istri dan anakku juga. Walau aku tidak begitu penyayang dh hewan, tapi saya tetap memberi mereka makan, krn kebetulan skrg istri dan anak saya sedang tidak ada d rumah selama seminggu ini.

    Sebenarnya sih, kucing tu harus kita pelihara, apalagi klo banyak tikus di rumah. Saya gak peduli dengan kucing warna apapun, peduli setan, yg penting kucing bisa nangkap tikus. Tapi bagaimanapun, saya lebih suka mereka tinggal di luar rumah saja. Entahlah, “naluri kehewanan” saya buruk sekali, ga seperti Anda yg punya rasa iba nya masih a
    Tinggi.

    Oya, ini tulisan ttg kucing, apa poin yg bisa direfleksikan mas Shiq4?

    Suka

    1. Ini belajar nulis novel mas desfortin. Cuma kan masuk dalam kategori menulis bebas. Jadi nggak ada refleksi apapun kecuali sebatas latihan saja.

      Iya udah diedit kata sayanya. Soalnya konten diatas mwemang mencoba menggunakan kata ganti aku. Kevetulan habis baxa novel tentang anjing. Jadi ingin nulis sesuatu tentang kucing mengikuti gaya bahasa novel yg habis saya baca.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Kucing itu kalo sering dikasih makan jadi jinak dan ja manja. Tapi klo suka aoa nggak, saya suka sih cuma malas ngrawatnya ha ha ha…. Makanya saya nggak mau terikat emosi dgn kucing manapun.

      Disukai oleh 1 orang

  9. Ini saya lagi duduk di stasiun dan barusan ada kucing datang entah dari mana dan tiba-tiba nemplok di pangkuan saya, haha. Kucing memang lucu dan ngangenin ya, tapi kalau sudah buang air dan muntah sembarangan itu memang bikin kesal, haha. Kalau di kampung saya tak memelihara kucing. Jika ada kucing datang dan minta makan ya diberi saja. Tak pernah makan tikus juga. Paling hanya ditangkap dan dimainkan. Cuma kalau lama tak datang jadi kangen (jadi maunya apa sih ini, haha).

    Suka

    1. Iya tuh kucing kadang2 muntah dan buang air dalam rumah. Tapi syukurlah frekuensi nggak terlalu sering. Tapi klo sering hampir pasti ngak dipeebolehkan masuk lagi sama ibu 🙂

      Suka

  10. Aakk so sweet. 🙂

    Kalau ada kucing bawain bangkai tikus, itu tandaya kucingnya sayang, seperti pemberian atau hadiah dari mereka. *aku pernah baca dan diceritain sm yg melihara kucing

    Suka

  11. Saya punya kucing kampung di rumah, tiba tiba aja dateng ke rumah, dikasi makan dan langsung jadi kucing peliharaan. Ga mau tidur di lantai, maunya tidur di atas sofa atau bahkan suka nyelinap masuk ke kamar tidur di atas kasur. Lucu sih, kalo pas subuh gitu, suka loncat ke kasur dan bangunin orang tidur.

    Tapi karena saya lagi ga boleh deket sama kucing, jadinya skrg kucing dilarang masuk kamar. Dan kalo di rumah saya mesti pake masker, takut kena bulunya yg beterbangan

    Suka

  12. Kucing yang ada di kampus saya agak horor, jadi dia kaya punya daerah kekuasaan nya gitu di suatu gedung. Nah, saya biasanya suka makan disana karena jaraknya lumayan dekat dari kantin. Biasanya saya kan suak makan sambil ngampar dilantai karena kalau dikursi rada kagok aja gitu engga bebas. Nah…. biasanya kucing itu suka tiba2 dateng ngedeket mau minta gitu.. Dan kalo dikasih bakal minta terus kalau ga dikasih malah ngedekt terus hahaha jadi serba salah hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s