FAQ : Mengapa Halaman Tanpa Optimasi Mendapat Ranking Tinggi di SERP?

Halaman tanpa optimasi SEO on pageSumber gambar : seoclerk.com

Apakah Anda bingung mengapa ada sebuah halaman tanpa optimasi yang mendapat rangkin tinggi di halaman hasil pencarian?

Kontennya singkat, tidak terlalu banyak kata kunci, dan yang terpenting, informasi di dalamnya tidak selengkap halaman milik Anda.

Anda salah jika menganggap pemiliknya pergi ke dukun untuk meminta bantuan mahkluk halus. Ada penjelasan logis mengapa hal semacam itu bisa terjadi.

Berikut ada penjelasan yang saya temukan ketika mencoba membongkar “Kejadian Mistis” yang sering membingungkan bloger pemula dan pelaku SEO amatiran :

1. Umur Domain

Dalam Video ini Matt Cutts mengatakan :

“Perbedaan antara domain berusia 6 bulan dibanding dengan satu tahun tidak terlalu besar sama sekali.”

Dengan kata lain, Google menggunakan usia domain sebagai salah satu faktor perangkingan suatu halaman, meskipun perbedaannya tidak terlalu besar.

Tapi menurut saya, perbedaannya akan sangat besar jika kita membandingkan antara blog yang telah berusia 5 tahun dengan blog baru. Dilihat dari segi kepercayaan Google terhadap blog tersebut, hasilnya akan signifikan.

Blog yang telah berusia lama mempunyai konten yang lebih banyak (Dengan asumsi blog tersebut terupdate dengan baik). Juga tentu saja telah memiliki otoritas yang lebih bagus dibanding dengan blog baru.

Itu mengapa konten yang biasa saja dan sekalipun tidak teroptimasi dengan baik tetap bisa duduk di halaman pertama Google selama diterbitkan di blog yang sudah berumur tua.

2. CTR yang Tinggi dan Pogo sticking yang Rendah

CTR merupakan singkatan dari click through rate, persentase orang yang melakukan klik pada hasil pencarian Google.

Click through rate sangat mempengaruhi posisi suatu halaman di SERP. Jika Anda memiliki halaman yang berada di urutan 3, kemudian mendapatkan banyak klik dari pengguna mesin pencari dibanding yang duduk di urutan 1 dan 2, maka Google akan memindahkan halaman Anda ke posisi 1 atau 2 mengeser halaman pesaing Anda.

Meskipun begitu, untuk memastikan konten tersebut relevan dengan kata kunci, Google juga menggunakan pogo sticking sebagai tolak ukur. Walaupun sebuah halaman mendapat CTR yang tinggi, tapi jika pogo stickingnya juga tinggi, Google akan mengindikasi konten Anda tidak berkualitas. (Klik di sini untuk memahami kinerja pogo sticking dan skenarionya).

Maka dapat disimpulkan bahwa halaman yang memiliki CTR tinggi dan pogosticking rendah akan mendapat rangking yang lebih tinggi dibanding dengan halaman lain meskipun tidak dioptimasi dengan baik.

Faktor yang paling mempengaruhi CTR tentu saja judul konten dan deskripsi sehingga pengguna Google lebih sering melakukanklik terhadap halaman tersebut dibanding dengan halaman lainnya.

3. Konten dengan Banyak Komentar

Brian Dean menganalisis satu juta halaman yang berada di halaman pertama Google dan salah satu kesimpulannya adalah rata-rata halaman yang duduk di halaman pertama Google memiliki konten sepanjang 1.890 kata.

Konten yang panjang adalah salah satu indikasi Google dalam menentukan kualitas suatu halaman. Itulah mengapa di masa sekarang banyak bloger yang menulis dengan konten panjang.

Lalu bagaimana dengan konten singkat yang mengalahkan halaman lain di halaman hasil pencarian?

Coba perhatikan komentar dalam halaman tersebut. Perlu Anda ketahui : Google mengikutsertakan semua teks dalam suatu halaman. Dan komentar pun termasuk di dalamnya.

Seandainya ada halaman yang memiliki engagement tinggi sehingga mendapatkan banyak komentar, maka peluangnya sangat besar untuk duduk di halaman pertama Google.

Apalagi jika komentar yang masuk panjang dan mengandung beberapa variasi kata kunci, tentu akan semakin bagus bagi halaman tersebut dalam persaingan memperebutkan posisi tinggi di SERP.

Jika Anda ingin tahu bagaimana mendapatkan banyak komentar, maka Anda bisa membaca “13 Teknik mendapatkan lebih banyak komentar”.

4. Backlink

Jangan pernah meremehkan halaman-halaman yang menurut Anda tidak teroptimasi dengan baik. Bisa saja kualitas tulisan halaman tersebut sangat baik sehingga direkomendasikan oleh bloger-bloger lain.

Selama backlinknya bersifat do follow dan berasal dari situs-situs yang baik, bukan situs spam maupun situs yang melakukan copy paste, maka halaman tersebut akan berperingkat tinggi dibanding halaman lainnya.

Apalagi jika ada situs otoritas (seperti domain co.id atau edu atau gov), maka posisinya akan meroket dengan sendirinya.

Oleh karena itu, bloger perlu menjalin persahabatan dengan bloger lain. Salah satu potensinya adalah saling merekomendasikan tulisan satu sama lain sehingga sama-sama menguasai halaman hasil pencarian Google.

Dua referensi tentang link yang akan membantu Anda dalam mengembangkan blog :

  • Cara Menghadapi Google Penguin – Algoritma yang menilai kualitas backlink dan relevansi adalah Google penguin. Dengan membaca konten ini, Anda akan mengetahui backlink seperti apa yang bekerja dengan baik di masa sekarang.
  • Cara Menghadapi Unnatural Outbound Link Google – Dengan memberi link keluar, relevansi halaman kita akan menjadi lebih baik dan SEO akan meningkat. Namun hati-hati membuat link keluar karena bisa terkena penalti dari Google.

5.Cross Linking

Internal link yang baik tidak hanya membantu pengunjung mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan relevan, tetapi dilihat dari perspektif SEO, itu sangat bagus untuk mendistribusikan link juice dan otoritas kepada semua halaman dalam salah satu situs.

Menghubungkan halaman yang satu dengan halaman yang lain merupakan teknik dasar yang harus Anda kuasai. Karena akan membuat visibilitas halaman-halaman dalam blog Anda semakin baik lagi.

Jika Anda melihat suatu halaman yang tidak terlalu bagus dalam optimasi, maka cobalah lihat berapa banyak internal link yang mengarah ke halaman tersebut. Dan Anda akan terkejut mengetahui jawabannya.

Salah satu konten yang saya gunakan sebagai percobaan di masa awal ngeblog adalah halaman ini. Setelah saya memberi internal link yang cukup banyak dalam halaman tersebut, posisinya beranjak naik dari posisi 7 menuju urutan yang lebih baik.

Menurut saya, halaman yang mendapat lebih banyak internal link mengindikasikan kepada Google bahwa halaman tersebut penting dalam suatu domain. Dengan demikian, seandainya internal dilakukan dengan baik menggunakan anchor text yang juga bagus, maka posisinya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

6. Kualitas Konten

Meskipun konten tidak dioptimasi dengan On site SEO, tetapi jika kualitas kontennya bagus, halaman tersebut juga berpotensi nangkringdi page one Google.

Bahkan Anda bisa mendapat posisi bagus hanya karena ejaan yang benar. Sebuah study membuktikan bahwa halaman dan situs bereputasi tinggi cenderung memiliki ejaan yang lebih baik.

Tentu bukan hanya masalah ejaan saja. Kualitas konten saat ini berada dalam kekuasaan Google Panda. Jika konten Anda telah memenuhi kriteria Google panda, maka Anda bisa mendapat posisi bagus meskipun tidak melakukan optimasi sekalipun.

Juga perlu diperhatikan, Keakuratan Google panda semakin baik di masa sekarang. Konten copy paste, konten rewriting, atau konten yang minim informasi sangat sulit menembus halaman satu sekalipun Anda melakukan banyak optimasi SEO yang rumit.

Catatan : Saya pernah menulis di portal-uang.com tentang bagaimana menentukan kualitas suatu konten di mata Google. Anda bisa klik di sini untuk membacanya.

7. Kompetisi yang Rendah

Ada halaman yang berperingkat tinggi karena memang level kompetisinya tidak terlalu tinggi. Biasanya kata kunci yang tidak populer dan memiliki pencarian yang tinggi.

2 contoh yang mampu tampil di halaman pertama Google adalah “Ciri-Ciri artikel berkualitas” dan “Susahnya menulis pengalaman pribadi”. Lihat statistiknya yang mencapai ribuan pengunjung tahun 2016 saja dan masih sering mendatangkan pengunjung :

apa yang membuat halaman tanpa optimasi dapat rangking tingg

Atau Anda bisa belajar dari Azizatoen yang mampu mendapatkan 4.761 pengunjung dalam 2 bulan saja. Lihat gambar di bawah :

statistik mendapatkan 4000 pengujung dalam 2 bulan

Tidak ada rahasia. Bahkan bisa dilakukan oleh semua bloger yang tidak tahu terlalu banyak tentang teknik SEO. Anda hanya perlu berpikir kata kunci apa yang kira-kira dicari banyak orang dan masih belum banyak yang menulisnya.

Jika Anda mampu menguasai teknik dasar ini, maka Anda dapat dengan mudah mendapatkan lebih banyak pengunjung tanpa terlalu berurusan dengan SEO.

Kesimpulan

Setelah Anda membaca konten ini, saya rasa Anda sudah memahami mengapa ada konten tanpa optimasi sedikit pun duduk di halaman pertama Google.

Bukan karena kebetulan. Juga bukan karena kesalahan algoritma. Tapi karena salah satu faktor dari 7 faktor yang saya sebutkan di atas.

Saya hanya mengingatkan satu hal saja, bahwa tidak selamanya bloger yang tidak mengetahui ilmu SEO tidak mampu bersaing. Selama Anda mau belajar dan terus menghasilkan konten berkualitas, maka suatu saat Anda akan dikunjungi banyak orang tanpa usaha apapun.

Lalu, faktor apalagi yang kira-kira membuat sebuah konten tanpa optimasi bisa duduk di halaman pertama Google? Bagikan di kotak komentar yang disediakan.

Iklan

17 tanggapan untuk “FAQ : Mengapa Halaman Tanpa Optimasi Mendapat Ranking Tinggi di SERP?

  1. Baru tau ternyata usia blog memengaruhi juga, sayang juga ya kak blogku udah jalan 5 tahun nggak dimanfaatin semaksimal mungkin :”
    Wah btw, tulisanku yang statistiknya tinggi itu sampai sekarang udah ada 11.000an yang klik lho kak, padahal cuma berbekal penulisan judul aja :”

    Terima kasih ilmunya kak Shiq, sangat (dan selalu) bermanfaat 🙂

    Suka

    1. wah keren itu postingan bisa sampai 11 ribu viewernya. Sebenarnya klo udah berumur blognya lebih mudah buat bersaing sama blog lain. lagian jarang banget ada blog usia tua yang masih aktif.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Usia blog saya dihitung dari nol lagi oleh Google semenjak pindah jadi dot com (baru mau 3 tahun) padahal namanya digunakan sudah mau 7 tahun, dipangkas separohnya *entah punya salah apa sama si mbah* hiks.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s