2017 : Kami Mulai Menjual Rambutan

Buah rambutan yang manis Sumber gambar : tribunnews.com

Tahun ini kami mulai menjual rambutan sejak tanggal 31 desember 2016. Bertepatan dengan tahun baru. Semua tampak lancar. Saat itu kami menjual rambutan jenis binjai dan memasang harga Rp 20.000,-/Kg. Habis terjual.

Faktor keberhasilan tentu karena momen tahun baru. Sepertinya orang-orang tidak terlalu mempermasalahkan harga. Mereka mengkonsumsi rambutan untuk melewati malam tahun baru bersama keluarga.

Padahal harga tersebut termasuk mahal. Ibu saya sengaja mengambil untung yang lebih banyak. Kebetulan lainnya adalah fakta bahwa saat itu tidak ada penjual rambutan lain. Jadi, itu merupakan langkah terbaik di akhir tahun 2016.

Kemudian kami tidak lagi menjual rambutan. Harga rambutan masih mahal dan tidak akan terjual di hari biasa. Baru minggu ini kami memasok rambutan lagi. Tidak banyak, hanya 58 Kg. Terdiri dari 29 Kg rambutan aceh dan 29 Kg rambutan binjai.

Untuk rambutan aceh kami memasang harga Rp12.000,-/Kg. Sedangkan rambutan binjai di harga Rp13.000,-/Kg. Untunglah semua berjalan sesuai rencana. Sisanya hanya sekitar 3 Kg saja.

Lalu terakhir, pasokan ke-3 terjadi pada tanggal 28 januari 2017. Saya tidak tahu berapa banyak, tapi sudah habis pada siang hari. Hanya sisa 1 Kg dan kemudian ada yang membelinya. Lalu, rambutan sisa yang rontok saya berikan ke pengemis-pengemis kecil yang biasa berada di sekitar pasar.

Saya Lebih Menyukai Harga Mahal

Harga mahal adalah masalah bagi sebagian pedagang. Mungkin karena perbandingan antara modal yang dikeluarkan dan potensi keuntungan. Karena hujan terlalu sering turun, harga rambutan yang mahal tidak cukup menarik bagi sebagian pedagang buah. Dan itu membuat persaingan menjadi longgar.

Saya senang kondisi yang seperti ini. Tidak ada perang harga. Semua pedagang mendapat untung yang lumayan. Karena harga jual kami hampir sama. Itu sebabnya penjualan rambutan cukup stabil.

Tahun lalu harga rambutan dimulai pada Rp 10.000,-. Sedangkan tahun ini ternyata ada kenaikan. Mungkin tahun ini musim rambutan juga sepi seperti tahun lalu. Itu hanya terjadi jika harga rambutan tidak semurah harapan masyarakat. Tapi jika pasokan rambutan cukup banyak, harganya pasti lebih terjangkau dibanding tahun lalu.

Prediksi saya harga termurah akan berkisar Rp 6.000 – Rp 7.000,-/Kg untuk rambutan aceh dan Rp 10.000,- untuk rambutan binjai. Jika benar terjadi, mungkin permintaan masyarakat akan meningkat drastis.

Tapi seandainya harganya tetap mahal, itu artinya kami akan terus memperoleh untung yang lebih banyak. Karena tanpa “harga murah” pedagang rambutan musiman dan pedagang buah keliling, kami bisa mengontrol harga jual rambutan di harga yang realistis.

Prediksi lain adalah mundur dari persaingan. Biasanya orang tua saya tidak akan menjual produk yang keuntungannya terlalu sedikit. Itu hanya terjadi jika benar-benar terjadi perang harga antar sesama pedagang rambutan.

Ingin Mengulang Tahun Lalu

Penjualan rambutan penuh kejutan tahun lalu. Kami mampu menjual rambutan dengan harga yang lebih mahal dari pesaing. Padahal saat itu ada pedagang rambutan di sekitar kami yang menawarkan harga yang lebih murah.

Saat ini persaingan belum terasa. Pasokan rambutan masih sedikit sehingga harganya masih mahal. Terlalu awal untuk mengamati dan mengambil kesimpulan tentang persaingan rambutan.

Tapi saya ingin mengulang kejadian tahun lalu. Itu pun jika tahun ini harga rambutan tidak terlalu murah karena persaingan antar pedagang rambutan musiman. Dan faktor lain yang menentukan segalanya adalah permintaan masyarakat yang tinggi akan rambutan seperti tahun 2016.

Semoga saja tahun ini penjualan rambutan berjalan lancar dan tanpa masalah apapun.

Lebih Fokus ke Rambutan Binjai

Rambutan binjai lebih berkualitas dari rambutan aceh. Perbedaannya terlalu jauh. Jika boleh memilih, maka saya lebih suka berfokus memasok rambutan binjai meskipun harganya lebih mahal.

Tahun lalu rambutan binjai sangat jarang ditemui. Mojosari didominasi rambutan aceh. Tapi tahun ini berbeda. Sejak awal tahun distribusi rambutan binjai sudah ada di pedagang-pedagang besar di pasar buah. Jadi, harapan saya cukup besar untuk terus menjual rambuatan binjai.

Saat ini selisih harga antara rambutan binjai dan aceh hanya Rp 1.000,-. Tentu bukan selisih yang besar. Dan lebih baik bertaruh di penjualan rambutan binjai. Lagipula saya cukup sering mendengar para pelanggan mengatakan: “Harga bukan masalah. Asalkan buahnya berkualitas.” Dan itu juga salah satu faktor mengapa saya optimis di musim rambutan tahun ini.

Prediksi saya kestabilan perbedaan yang sedikit tersebut akan segera jatuh. Beberapa minggu lagi pasti perbedaannya akan jauh. Setidaknya akan berada di kisaran Rp 2.000 – Rp 4.000,-.Keyakinan tersebut berdasarkan pengalaman tahun lalu, harga rambutan aceh umumnya Rp 6.000,-/Kg dan harga rambutan binjai Rp 10.000,-/Kg.

Saya sangat tidak sabar mengumpulkan data tentang rambutan tahun ini sehingga di tahun-tahun mendatang saya punya cukup data untuk menentukan kebijakan dan strategi menjual rambutan.

Iklan

40 tanggapan untuk “2017 : Kami Mulai Menjual Rambutan

  1. Rambutan itu bagi Cinta…buah yg enak tp bikin zebel, gmn ga, Cinta kl mkan buah ini musti buka mulut lebar2 mas, ga blh kena bibir, kl kena bibir muncullah alergi aneh di bibir Cinta, prtama muncul bintik2 kecil yg dlm sehari bs smakin bnyk, lalu akan muncul rsa gatal yg luar biasa, terakhir, wrna bibir Cinta jd berubah keunguan…serem yakin, kyk mak lampir jadinya 😁. Makanya Cinta cm berani ambil dua atau tiga buah sja kl kepengin banget, takut kumat penyakitnya aneh ini.

    Btw, smga penjualannya lancar mas, aamiin 😇

    Suka

  2. Saya sudah 4 bulan ini belum makan 1 rambutanpun. Selain jauh dari pasar, juga karena buah di dekat rumah kami tidak berbuah. Seandainya dekat pasar mojosari, pasti saya akan mampir di kapalnya Shiq4, He He…. penasaran aja dengan taste rambutan binjai dan rambutan acehnya.

    Saya sebenarnya lebih suka harga yang murah, tapi betul, kalau kualitasnya oke, gak masalah.

    Suka

    1. Disini harganya murah2 mas desfortin karena memang daya beli masyarakatnya juga rendah. Klo di kalimantan pasti harganya lebih mahal karena urusan transportasinya juga mahal klo mesti kesana.

      Disukai oleh 1 orang

  3. sekarang di fb lagi banyak yang nge share manisan / asinan atau apa lah gitu yang bahan dasarnya rambutan, mudah2an banyak yang ngepraktekin jg, jadi banyak juga yang beli rambutannya 🙂

    Suka

    1. Di tempat saya belum ada yang seperti itu mbak. Kalo di kota besar udah wajar. Soalnya kalo nggak kreatif bisa nggak makan he he he…. sedangkan di pedesaan masih dimakan secara langsung. Tapi penjualan rambutan tergolong bagus kok.

      Suka

    1. Oh di new zealand gak boleh ya bawa bibit rambutan? Apa disana gak ada buah rambutan jenis lain mbak? Soalnya biasanya negara tertentu punya kekayaan buah yang sama cuma jenis nya aja yg beda.

      Suka

        1. Wkwk…. Klo gigi sensitif katanya mesti pake sensodyne biar nggak ngilu. Cuma udah dari kecil pake pepsodent sehingga nggak mau nyoba pasta gigi baru.

          Suka

  4. Salah satu buah kesukaan saya adalah rambutan. The best rambutan buat saya ya cuma rambutan binjai. Manissss dan dagingnya tebal. Apalagi kalau ketemu yang benar benar bagus kualitasnya. Di Swedia kadang ada dijual, dan itu harganya bikin guling2. Hahaha.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s