Review Film Pain and Gain

Review film pain and gain

Sumber gambar : deviantart.com

Salah satu film yang paling berkesan adalah pain and gain. Film ini sudah sejak lama ada di laptop. Diproduksi tahun 2013 dan baru saya tonton di tahun 2015.

Karena sedang tidak ada ide posting, maka saya pun melihat-lihat koleksi film dan memutuskan untuk mereview film ini. sepertinya masih layak ditonton bagi Anda yang menyukai film-film yang drama keluarga.

Film ini merupakan kisah nyata yang terjadi di tahun 90-an, antara oktober 1994 dan juni 1995. Berlatar di Miami Florida Amerika Serikat. Check reviewnya dibawah ini:

Jalannya Cerita Pain and Gain

Kisah ini bermula di sebuah gym kebugaran. Daniel Lugo bekerja sebagai pelatih di gym tersebut. Lugo sudah bosan dan ingin kehidupan yang lebih baik. Ia sudah muak dengan cerita-cerita kliennya.

Langkah besar diambil dan tidak kurang dari 3 bulan, Lugo berhasil meningkatkan jumlah klien menjadi lebih dari 3 kali lipat. Tapi Lugo bukan tipe orang yang pandai bersyukur, ia mengeluhkan betapa sulitnya posisinya saat ini.

Kemudian Lugo akhirnya mengikuti sebuah seminar. Ia mendapatkan 3 aturan untuk menjadi kaya, yakni punya tujuan, punya rencana, dan giat bekerja. Tapi Lugo yang bertipe optimis dengan elegan mengubahnya menjadi hal berikut:

  1. Temukan orang ber-uang.
  2. Buat dia serahkan semua miliknya.
  3. Buat orang itu bangkrut tanpa mengetahui siapa yang melakukanya.

Rencana sudah tersusun. Lugo mengajak temannya, Adrian, untuk mengeksekusi rencana tersebut. Baik Adrian maupun Lugo sudah bosan hidup miskin, dan mereka benar-benar nekad melakukan apa yang biasa dilakukan para gengster.

Agar rencana tersebut dapat berjalan, Lugo membutuhkan satu orang lagi. Dan pilihannya jatuh pada Paul, mantan narapidana yang ia temukan di gym tempatnya bekerja. Pada akhirnya Lugo, Adrian, dan Paul berakhir di toko senjata untuk memuluskan aksinya.

Karena mereka baru pertama kali melakukannya, semua rencana mereka gagal. Korban mereka sudah lolos dua kali dan membuat mereka frustasi.

15 november 1994 adalah hari besar bagi sekumpulan orang yang ingin melakukan tindak kriminal untuk pertama kalinya. Mereka bertiga berhasil menculik Vector Pepe Kershaw, salah satu klien di gym tempat Lugo bekerja.

Namun kejadiannya tidak semulus rencana. Victor mengenali bau parfum Lugo. Dan itu berarti mereka harus membunuh Victor agar tidak masuk penjara.

Sebelum mereka membunuh Victor, mereka menyiksa Victor untuk melakukan banyak hal melalui telepon. Semua dikendalikan oleh Lugo dan kedua temannya. Akhirnya, semua kekayaan Victor berpindah kepada Lugo setelah Victor tidak kuat disiksa sehingga ia menandatanganis semua dokumen penting.

Satu-satunya masalah adalah kebodohan Lugo tentang perpindahan kekayaan. Harus ada satu syarat yang harus terpenuhi, yakni penandatanganan dokumen antara Lugo dan Victor harus disaksikan oleh notaris sebelum disahkan.

Untungnya ada John, pemilik gym tempat Lugo bekerja. Ia ternyata juga seorang notaris. Dengan janji menjadi sponsor sebuah kontes, akhirnya John mau bekerja sama dan mensahkan semua dokumen yang dibawa oleh Lugo. Setelah semua kekayaan Victor berpindah, tugas selanjutnya adalah membunuh Victor.

Dan bagian paling mengerikan pun terjadi. Setelah rekayasa kecelakaan gagal membunuh Victor, Lugo membakar mobilnya. Tapi Victor pun masih selamat. Lalu akhirnya Lugo menyuruh Paul untuk melindas Victor dengan mobil. Mereka bertiga pun berhasil membunuh Victor.

Tapi keajaiban terjadi. Victor masih hidup. Sementara itu, ketiga amatiran tersebut berhasil menjadi orang kaya. Tapi tidak ada kematian Victor. Dan untuk kedua kalinya, ketiganya, Adrian, Lugo, dan Paul mengejar Victor.

Sayangnya, Victor berhasil menghubungi detektif De Bois dan mendengarkan instruksi keluar dari rumah sakit sehingga Victor selamat.

Akhirnya ketiganya bersenang-senang dengan harta rampokan mereka karena mengetahui bahwa polisi tidak percaya dengan cerita Victor. Dan mereka melupakan Victor.

Di tempat lain, Victor menceritakan kejadiannya kepada detektif De Bois. Dan akhirnya de Bois menyelidiki kasus yang menimpa Victor. Untuk menjaga kemanan Victor, De bois mengajaknya bersembunyi di rumahnya.

Di tempat lain, Adrian, Lugo, dan Paul merencankan tindakan kriminal lainnya. Sayangnya, mereka tidak seberuntung aksi pertama. Secara tidak sengaja Lugo membunuh 2 calon korbannya. Dan mereka pun melakukan “aksi penyelamatan” atas tindakan mereka.

Tindakan yang mereka lakukan ada memutilasi 2 korbanya dengan gergaji mesin dan membuangnya di danau. Namun sudah terlalu banyak bukti yang mengarah kepada mereka di tempat-tempat kejadian. Akhirnya polisi pun berhasil menangkap ketiga penjahat amatiran ini yang bertindak terlalu jauh.

Paul Doyle dihukum 15 tahun penjara karena mengaku. Sementara Adrian dan Lugo dihukum seumur hidup.

Kelebihan Film Pain and Gain

Apa yang membuat saya menyukai film ini adalah hal-hal berikut ini:

  • Kisah Nyata – Menyaksikan suatu kejahatan dari awal mula sampai penjahatnya tertangkap seperti menyaksikan kehidupan yang sebenarnya adalah sesuatu yang hebat. Apalagi film ini merupakan kisah nyata, membuat saya benar-benar terkesan.
  • Banyak Humornya – Sebenarnya ada banyak tindakan di mana pelaku kejahatan melakukan banyak tindakan konyol. Dan itu benar-benar lucu untuk disaksikan. Seperti dalam film ini tentunya.
  • Jarak Kejadian yang Pendek – Karena kejadian hanya sekitar 8 bulan saja, film ini tampak tidak membosankan. Tidak banyak kejadian yang di skip sehingga kisahnya cukup lengkap seolah menyaksikan sekeping kehidupan orang lain.

Kekurangan Film Pain and Gain

Adapun kekurangan dalam film ini antara lain :

  • Salah Pemain – Film ini dimainkan bintang-bintang besar seperti the rock dan tokoh utama film Jason Bourne (entahlah tidak tahu namanya). Meskipun aktingnya bagus, tetap saja melihatnya sebagai sesuatu yang salah karena mereka bermain sebagai penjahat.
  • Ada Bagian Pornonya – Meskipun tidak mencolok, ada scene di bagian bar di mana ada penari eksotis yang payudaranya terlihat telanjang. Walau hanya beberapa detik saja.
  • Banyak Adegan Mengerikan – Waktu menyiksa Victor ditunjukan tanpa sesor. Bahkan saat Paul melindas kepala Victor. Ada juga adegan mutilasi. Menurut saya mengerikan.

Penilaian

Saya memberi film ini nilai 76. Bagi Anda yang suka nonton film bertema kehidupan, film ini sangat saya rekomendasikan karena banyak pelajaran hidup yang bisa kita peroleh. Hanya jika Anda sudah terbiasa mengambil pelajaran hidup dari sebuah film.

Iklan

22 tanggapan untuk “Review Film Pain and Gain

  1. Menarik review-nya. Jujur, sebenarnya saya bukan penggemar film. Tapi review Anda membuatnya begitu menarik, entahlah kalau saya menontonnya secara langsung, tapi rasanya saya begitu menikmati membaca ulasannya, ditambah lagi karena Anda juga memberikan penilaian terhadap film tersebut (kelebihan/kekurangannyanya).

    Walau saya belum pernah menontonnya, saya cuma mau berpendapat bahwa:
    Ingin sukses (kaya dsb) tidak salah, tapi cara mencapainya itu perkara lain. Untuk sukses (gain) perlu perjuangan/pengorbanan (pain). Tapi perjuangan/pengorbanan yang bagaimana, itu masalah lain lagi, ya gak sih?

    Terimakasih buat review-nya mas. Mungkin saya juga perlu menontonnya kali ya, biar gak cuman berkhayal ttg keseruannya.

    Suka

    1. Filmnya sebenarnya lucu nurut saya. Nggak tahu deh orang lain. Cuman film ini banyak kekerasannya, kadang ngeri sendiri nontonnya. Saya bahkan gak tega ngeliat Si Victor disiksa. Cuman nyiksanya tuh aneh2 karena yg nglakuin masih amatiran.

      Suka

  2. Menarik review-nya. Jujur, sebenarnya saya bukan penggemar film. Tapi review Anda membuatnya begitu menarik, entahlah kalau saya menontonnya secara langsung, tapi rasanya saya begitu menikmati membaca ulasannya, ditambah lagi karena Anda juga memberikan penilaian terhadap film tersebut (kelebihan/kekurangannya).

    Walau saya belum pernah menontonnya, saya cuma mau berpendapat bahwa:
    “Ingin sukses (kaya dsb) tidak salah, tapi cara mencapainya itu perkara lain. Untuk sukses (gain) perlu perjuangan/pengorbanan (pain). Tapi perjuangan/pengorbanan yang bagaimana, itu masalah lain lagi, ya gak sih?

    Terimakasih buat review-nya mas. Mungkin saya juga perlu menontonnya kali ya, biar gak cuman berkhayal ttg keseruannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s