Bulan Januari 2017: Beberapa Buah Mengalami Kenaikan Harga

Sebenarnya kenaikan harga buah sudah terjadi sejak sekitar tanggal 10 desember 2016. Hanya saja waktu itu saya kira kenaikan yang terjadi disebabkan karena tanggal merah atau perayaan maulid nabi yang dirayakan umat islam.

Kanaikan harga seperti itu terjadi setiap tahun. Dan saya masih menganggap hal tersebut masih wajar. Kemudian disusul oleh momen natal bagi umat kristiani dan tahun baru. Sepanjang desember harga buah-buahan naik adalah sesuatu yang biasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Penjualan kami pun stabil. Bahkan mengalami peningkatan yang luar biasa di bulan desember. Namun hingga 15 januari 2017, tidak ada tanda-tanda harga buah akan turun. Ini bukan hal yang biasa. Tahun lalu tidak terjadi hal semacam ini.

Terjadi banyak kelangkaan. Produk luar pun juga naik. Semua serba naik dan beberapa kali saya mendapat keluhan dari pembeli tentang harga yang tidak kunjung turun tersebut.

Kelangkaan Semangka dan Kenaikan Harga

Harga buah semangka kuning 2017 mojosari
Sumber gambar : rethaphotographywriting.com

Walaupun tahun lalu hujan turun sepanjang tahun, tapi penjualan semangka sangat stabil. Khususnya semangka tanpa biji dan semangka kuning.

Penjualan biasanya sepi ketika hujan turun. Namun jika panas sedang melanda, maka penjualan semangka pun meningkat drastis. Lagipula semangka termasuk buah yang tahan lama. Jadi, risiko kerugian pun kecil (jika busuk).

Beberapa bulan sebelumnya harga semangka masih stabil di angka Rp 5.000,00/Kg. Tapi sejak beberapa hari lalu tiba-tiba harga semangka sudah naik menjadi Rp 7.000,00/Kg. Ini termasuk harga tertinggi sepanjang tahun 2016.

Parahnya lagi, stok semangka di pedagang-pedagang besar juga tidak ada. Sudah beberapa hari terakhir kami tidak menjual semangka tanpa biji. Takutnya jika sudah tersedia di lapak para juragan, harganya nanti bisa selangit. Jika demikian, biasanya orang tua saya tidak lagi menjual semangka dan beralih mencari produk lainnya.

Sedangkan semangka kuning pun mulai langka. Tapi untunglah kami masih bisa menyediakannya. Walaupun harga semangka kuning sudah berada di Rp 7.000,00/Kg, tapi tetap habis terjual. Syukurlah.

Pear China Juga Mengalami Sedikit Kenaikan

Harga buah pear mojosari 2017
Sumber gambar : alibaba.com

Sejak kami menjual pear beberapa bulan lalu, penjualan buah yang satu ini cukup stabil. Kami bisa menjual satu dus pear (sekitar 17 Kg) dalam 2 hari. Mungkin pear adalah produk yang penjualan paling stabil sepanjang tahun 2016 lalu.

Awalnya kami menjual pear di harga Rp 15.000,00/Kg. Kemudian naik menjadi Rp 16.000,00/Kg. Dan di bulan januari 2017 harganya sudah Rp 17.000,00/Kg. Untungnya tidak ada tanda-tanda keluhan dari pelanggan.

Pear adalah salah satu produk kami yang direspons baik oleh pasar karena harganya yang bersaing. Meskipun sebenarnya pear kami merupakan pear kelas dua. Tapi sejauh ini, selama saya berjualan, belum pernah ada komplain atas produk kami. Jadi, saya rasa pear akan tersedia di lapak kami sepanjang tahun 2017.

Harga Melon MengGila

Tahun 2016 bukanlah tahunnya melon. Karena hujan secara terus menerus, petani melon gagal panen. Di pasaran pun melon sulit didapat. Kalaupun ada, harganya tidak cukup bersahabat.

Nah, beberapa hari yang lalu bapak saya nekat membeli melon dalam jumlah banyak. Saya sendiri sebenarnya ragu jika melon akan laku di pasaran. Apalagi melonnya besar-besar, ada yang antara 2,5 – 3 Kg. Dengan harga Rp 12.000,00/Kg, artinya untuk menikmati sebuah melon, pelanggan harus mengeluarkan uang sekitar Rp 30.000 – Rp 36.000. Itu harga yang mahal.

Ada juga sih yang kecil, tapi langsung habis dan menyisakan melon-melon besar saja. Untungnya kami sedang beruntung karena melon-melon besar itu pun habis terjual.

Yang paling menakutkan adalah kualitas melon tersebut. Saya sendiri belum sempat mencicipinya. Jika ada pelanggan yang bertanya apakah melonnya manis, maka saya pun menjawab “Biasanya melon besar itu manis”. Bukan kepastian ha ha ha……

Jeruk Jember yang Mahal

Harga jeruk jember 2017
Sumber gambar : jemberbagus.com

Ketika maulid nabi, harga jeruk jember sedang sudah menembus harga Rp 20.000,00/Kg. Tapi permintaan tidak menunjukkan penurunan sepanjang bulan desember 2016. Penjualan lancar meskipun harga jeruk jember sudah termasuk tidak wajar.

Bahkan sebelum tanggal 10 januari 2016, saya sempat melihat ibu membeli 3 kotak jeruk jember (lebih dari 100 Kg). Waktu itu kami membandrol harga Rp 18.000,00/Kg. Dan secara mengejutkan terjual semua dalam beberapa hari.

Sayangnya hal tersebut tidak bertahan. Pasokan jeruk terakhir tidak terjual dengan baik. Padahal waktu itu hanya memasok sekitar 32 Kg saja. Karena masih sisa banyak, harganya pun diturunkan menjadi Rp 16.000,00/Kg. Dan karena masih sisa, jeruk yang sudah layu kemudian diobral di harga Rp 14.000,00/Kg. Dan kami tidak beruntung karena masih bersisa juga.

Saya tidak tahu apakah di juragan besar stok jeruk memang tidak ada. Tetapi sudah beberapa hari terakhir kami tidak mendatangkan jeruk jember baru. Kalau harganya sudah terlalu mahal, biasanya kami hanya memasok sedikit saja, seperti pasokan terakhir antara 30 – 50 Kg saja.

Buah Naga Menjadi Primadona

Salah satu buah yang paling banyak dibeli oleh pelanggan kami di bulan januari 2017 ini adalah buah naga. Harganya sangat murah sekali, buah naga kecil Rp 10.000,00/Kg dan buah naga besar Rp 12.000,00/Kg. Hampir setiap hari kami memasok buah naga meskipun tidak terlalu banyak.

Tadi sore bapak juga memasok buah naga lagi. Buah naga yang kemarin sudah habis. Menurut saya, harga buah naga bulan ini akan menjadi harga paling murah sepanjang tahun 2017. Biasanya harga buah naga bisa mencapai Rp 30.000 – Rp 40.000 /Kg (mengingat pengalaman tahun 2016). Tapi waktu itu saya sedang tidak mencatatnya sehingga tidak tahu kapan biasanya harga buah naga berada di puncaknya.

Sebagai pedagang buah, tentu inginnya harga buah-buahan tetap murah saja. Selain bisa mengambil untung yang lebih banyak, tentu harga murah akan membahagiakan pelanggan kami.

Iklan

46 tanggapan untuk “Bulan Januari 2017: Beberapa Buah Mengalami Kenaikan Harga

    1. Kurang tahu mas desfortin. Ada banyak sebab sih klo buah luar. Seperti inflasi atau nilai tukar rupiah yg lemah. Klo buah lokal masalah distribusi saja yg tersendat sehingga terjadi kelangkaan.

      Suka

      1. Nah begitulah. Gaji memang harus dikurangi karena menjadi salah satu penyebab kolesterol. Mungkin itu pemikiran baru pemilik perusahaan.
        Kalau tunjangan jabatan pns struktural juga dipotong perjanuari. Karena pemerintah kurang dana. Padahal pajak naik yaaah koq bisa gak ada duit. Eh

        Disukai oleh 1 orang

  1. buah naganya murah tuh mas…di Cikarang msh mahal mas.

    Sore2 gni mkan buah naga yg diiris kotak2 dituangkan sdkt susu cokelat dan beberapa es batu ditaruh di dlmnya..Wow, seger bngt! *malah ngayal 😁

    Suka

  2. Harga buah naik? Berarti harga diri naik juga dong? Hehe …. gak nyambung kali ye

    Abis baca blog ttg buah, meski cuma harga dibahas dan alasan kenaikannya, hehe …. saya pengen makan buah

    Suka

    1. Ity karena hari libur mbak audhina. Misalnya supir. Klo supir pada libur siapa yg bakal ngirim? Akibatnya supirnya minta harga yg lebuh tinggi. Dan masih buanyak faktor lainnya seperti permintaan masyarakat yg tinggi sehingga harga jadi naik. Atau bisa pedagamgnya yg menaikan harga karena ingin memanfaatkan momen hari besar tertentu dan lain2. Meskipun buahnya tidak sampai kelangkaan, biasanya harga pasti naik. Klo ada kelangkaan, harga malah naik berkali-kali lipat.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s