Menanam Tomat, Penemuan Baru, dan Persaingan dengan Orang Tua

Pengalaman pertama menanam tomat
Sumber gambar : programfitnes.com

Sesuai rencana sebelum tahun baru kemarin, akhirnya saya mulai berkebun minggu ini. Pilihan pertama adalah tomat. Selain lebih mudah mendapatkan bijinya, sepertinya tanaman tomat tidak dipengaruhi oleh cuaca dan bisa tumbuh di musim panas maupun di musim hujan.

Sebelum saya benar-benar menanam tomat dari biji, saya sudah mengantongi 3 nasihat :

  • Keringkan biji tomat sebelum ditanam
  • Saat menanam dari biji sebaiknya jangan sampai terkena matahari
  • Tanam biji tomat dalam satu wadah dan kemudian pindahkan ke tanah saat sudah besar

Proses pertama ternyata sulit sekali karena hujan turun terus selama beberapa hari. Hal tersebut membuat saya malas ha ha ha….

Akhirnya, walaupun hujan, saya biarkan saja biji-biji tomat tetap berada di atas sumur. Untungnya keesokan harinya tidak turun hujan dan panas sekali. Dengan begitu saya memiliki biji-biji tomat kering yang siap tanam.

Karena baru pertama kali berkebun, saya juga takut tanaman tomat tidak akan tumbuh. Jadi, saya hanya menanam semua biji (berasal dari satu tomat) dalam sebuah polybag. Kemudian saya biarkan polybag tersebut di bawah pohon jambu di halaman belakang agar tidak terkena matahari secara langsung.

Beberapa hari kemudian, tanaman tomat saya mulai tumbuh. Lihat gambar di bawah ini :

tanaman tomat yang baru tumbuh.JPG
ini tunas-tunas tomat saya sudah mulai tumbuh

​Nah sampai sekarang saya masih tidak tahu kapan harus mulai memindahkan tunas-tunas tersebut. Takutnya kalau belum cukup besar dan saya pindahkan ke tanah, nanti akan berakhir dengan kegagalan. Entahlah. Mungkin saya akan menbaca lebih banyak tentang tomat agar setidaknya saya punya 3 tanaman tomat yang tumbuh subur sampai menghasilkan buah.

Penemuan Baru

Halaman belakang rumah dulunya adalah kandang ayam. Dibiarkan begitu saja sehingga banyak tumbuhan liar dan rumput. Sampai suatu ketika, ibu saya membersihkan halaman belakang tersebut. Juga membeli obat supaya halaman belakang bebas dari rumput (ilalang).

Nah, setelah bersih dan rapi, ternyata ada tanaman baru, yakni tanaman melon dan tanaman lombok. Berikut penampakannya :

tanaman-melon-yang-hampir-mati-compressed
Lihat ada buah melon kecil. Sayangnya daun-daunnya sudah menguning dan hampir mati
tanaman lombok yg kecil
Nah klo yang ini tanaman lomboknya sehat. Daunnya hijau dan lebat. Bahkan ada satu tanaman lombok yg sudah besar dan siap berbuah.

Untuk tanaman melon, sepertinya tidak akan bertahan lama. Sudah punya dua buah melon kecil, tapi karena sudah terinjak-injak ketika membersihkan ilalang dan tanaman liar lainnya, kondisinya sangat memprihatinkan.

Belum lagi karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Menurut informasi yang saya dapatkan ketika berjualan, buah melon akan membusuk ketika hujan (berdasarkan infomasi kegagalan panen melon tahun 2016).

Sedangkan tanaman lombok ada 2 tanaman. Yang satu bahkan sudah besar sekali (foto di atas adalah tanaman yang kecil). Dan saya optimis bisa menjaga kedua tanaman lombok sampai berbuah beberapa bulan ke depan.

Persaingan dengan Orang Tua

Saat saya mengetahui bahwa semua ayam dan bebek telah dijual, saya sangat gembira. Saya berimajinasi untuk membangun kebun sayur seperti milik “Asrama kutub bintang” (film Shokugeki No Souma) di halaman belakang rumah.

Tahu kesalahan yang saya buat? Itu adalah terlalu malas. Meskipun saya punya impian indah mengenai kebun-kebun yang hebat, tetap saja saya berencana akan memulainya setelah tahun baru 2016.

Hasilnya?

Ternyata bukan saya saja yang berpikir untuk memanfaatkan halama belakang tersebut. Suatu siang, tiba-tiba saya melihat ibu saya membawa banyak biji dan polybag. Katanya beli di toko pertanian. Dan ibu berencana menanamnya di halaman belakang rumah.

Tidak hanya itu saja. Bapak saya juga ikut-ikutan menanam beberapa pohon. Sepertinya kami bertiga punya rencana masing-masing mengenai halaman belakang rumah kami.

Betapa anehnya ketika bersaing dengan kedua orang tua saya. Dan lebih parah lagi, secara keuangan dan pengalaman, jelas saya kalah dari keduanya.

Berikut adalah gambar biji-biji ibu saya yang sudah mulai tumbuh :

tanaman ibu yang tumbuh-compressed.jpg
Ini tanaman milik ibu saya. Banyak sekali nanam bijinya. Bahkan saya tidak tahu tanaman apa saja meskipun sudah tumbuh dari bijinya.

Sedangkan bapak menanam 2 jeruk lemon dan delima. Juga sudah membuat pagar untuk tanaman kangkung. Ternyata saya kalah cepat dibanding dengan orang tua saya ha ha ha…..

pohon jeruk lemon-compressed.jpg
Ini pohon jeruk lemonnya. Saya ragu pohon ini bisa tumbuh dengan baik mengingat iklim yg tidak cocok
pohon delima-compressed.jpg
Klo yg ini pohon delima. Saya rasa bisa tumbuh dengan baik karena sewaktu kecil saya masih menjumpai delima di pekarangan tetangga

Tapi juga senang sih karena saya bisa belajar dari keduanya dalam mengelola tanaman, mengingat ibu saya sudah sering memelihara bunga dan bapak saya yang suka menanam pohon. Dan saya ingin memiliki kebun yang bagus di masa depan. Semoga saja saya tidak malas dan bisa bersabar dalam berkebun.

Iklan

15 tanggapan untuk “Menanam Tomat, Penemuan Baru, dan Persaingan dengan Orang Tua

  1. Sudah rilis lagi ni tentang berkebun. Mantap mas, selain urusan tulis-menulis, urusan berkebunpun digeluti bahkan ditulis dengan jelas.

    Oya, terkait berkebun, saya sendiri untuk tahun ini mau berkebun juga, yakni memiliki kebun sayur di samping rumah. Ini pernah saya sampaikan di salah satu tanggapan saya di blog Anda tentang Daftar Keinginan Tahun 2017. Kalau saya rencananya ingin menanam sayur bayam dulu. Saya suka sekali sengan sayur bayam. Rencananya, kalau berhasil untuk dijual juga. Tapi kalaupun tidak, ya untuk konsumsi sendiri.

    Kapan mulainya? Sampai saat ini masih berupa rencana. Tapi nampaknya bulan Februari nanti akan saya mulai, soalnya ide saya ini juga didukung oleh istri saya. Dan lahanpun sebenarnya sudah tersedia, hanya tahun lalu penggarapannya mangkrak karena terlalu sibuk dengan agenda lain.

    Semoga tahun ini benar-benar terealisasi.

    Suka

    1. Ayo mas destorfin. Semangat berkebun. Memang lebih baik nanam sayur2 dulu soalnya lebih mudah dan bisa langsung dikonsumsi. Kita jadi semangat deh.

      Ntar kalo udah mahir baru percobaan nanam buah atau bunga2 yg langka. Ntar bisa kita budidaya. Soalnya harga bibit buah atau bunga tertentu masih mahal di toko2 online.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Weleh, memang bisa banget ini jadi alternatif buat memenuhi kebutuhan sayuran terutama cabe rawit, mengingat harganya yang selangit. Ayah saya di kampung juga berkebun, dan hasilnya lumayan buat memenuhi kebutuhan, kadang bahkan bisa dijual. Memang mesti digalakkan banget perkebunan swadaya rumahan seperti ini. Jika semua bersatu harga pasti akan turun sendiri, hehe.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wuah, Cinta jd pgin ikut2an. Mmm kl di kampung biasanya ibu nanam tomat, srikaya, cabe hijau, pisang, pepaya, dan buah sukun yg pohonnya besar pun di tanam, alhamdulillah tumbuh dan berbuah dg baik. Dan saat plg mnyenangkan adalah pd saat memetik buahnya, meskipun utk memetik cabe hijau, Cinta hrs rela tgnnya sambelen (rasa pnas krn memegang cabe trlalu lama), tp berkebun tetap mnjd aktivitas yg menyenangkan. Du du duuuu, jd kgn pgn pulkam 😁

    Suka

    1. Klo kehidupan orang kampung memang masih banyak yg berkebun. Selain bisa metik buahnya sendiri, tumbuhan juga berguna agar hawa udara menjadi lebih dingin. Biasanya klo siang akan terasa angin karena perbedaan suhu. Nah itu kenapa udara di pedesaan sangat segar swpanjang hari.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Cabe dan tomat tuh paling mudah numbuh sembarangan klo pas musim hujan atau tanahnya basah, bahkan di tempat cuci piring pernah saya temukan biji cabe numbuh hehe 😀 .
    Klo saya pindahkan semaian setelah 4-6 daun. Pilih agak banyak dulu biasanya nanti ada yg mati saat pindah ke wadah besar, klo kebun luas sih bisa pelihara semuanya 🙂 .
    Salam hijau ya Shiq .

    Suka

    1. Wah makasih mbak nella. Klo udah 4-6 daun nanti saya pindahkan. Masih pengalaman pertama soalnya dan takut gagal. Gara2 pernah nanam rambutan binjai dan gak tumbuh2. Padahal udah menunggu berminggu-minggu ha ha ha….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s