Cara Berjualan Buah Srikaya dan Mendapatkan Untung

Sumber gambar:​ ninixnews.com

Sudah merasa menjadi pedagang buah yang hebat? Produk Anda laku keras dan mendapat untung berlimpah? Tapi itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Hampir semua pedagang buah akan seperti Anda setelah beberapa bulan berdagang.

Masalahnya, jika belum mampu menjual buah srikaya, maka kehebatan Anda belum bisa diakui.

Mengapa? Karena srikaya adalah jenis buah yang cepat busuk dan membutuhkan perawatan ekstra. Buah ini berpotensi menghasilkan banyak keuntungan. Namun risiko kerugian pun besar sehingga beberapa pedagang buah tidak pernah memasukkan srikaya sebagai produk yang layak jual.

Karakteristik srikaya adalah buah rakyat. Penikmat buah ini biasanya masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena itu, seharusnya buah ini hanya cocok dijual di pasar tradisional dan tidak ditemukan di supermarket atau toko buah. Dengan demikian, persaingan srikaya sebenarnya tidak terlalu sulit. Sayangnya, hanya sedikit pedagang buah yang mau berspekulasi memasok srikaya.

Pada seri menjadi pedagang sukses kali ini, saya akan memberitahu bagaimana menjual srikaya agar mendapatkan untung. Berikut adalah tips-tips yang perlu Anda lakukan ketika menjual srikaya:

1. Pasoklah Srikaya Mentah

Suatu kali orang tua saya memasok srikaya. Namun sering mengalami kerugian. Bahkan bapak saya sampai sangat mengeluh dan mengatakan bahwa menjual srikaya lebih banyak ruginya. Anda tahu mengapa kejadiannya seperti itu?

Itu karena kami masih belajar. Buah srikaya yang matang lebih cepat busuk. Juga penyok. Maka, untuk mengurangi risiko tersebut, lebih baik memasok srikaya mentah.

Ketika kami mulai memasok srikaya mentah, srikaya menjadi matang sedikit demi sedikit sehingga volume srikaya busuk dan penyet pun berkurang. Lagipula srikaya mentah bisa matang dengan sendirinya dalam waktu sehari atau dua hari. Bandingkan dengan risiko membeli srikaya matang dan situasinya pasar sedang sepi, sudah pasti akan mengalami kerugian jika srikaya tidak terjual di hari tersebut.

2. Harga Jual Setidaknya 2x Lipat dari Harga Beli

Pertama kali mengetahui perbedaan harga antara harga membeli dengan bandrol yang orang tua pasang, saya sangat terkejut. Harganya bisa lebih dari 2x lipat atau lebih. Awalnya saya kira orang tua saya keterlaluan dalam memanfaatkan situasi kelangkaan srikaya (monopoli). Dan itu sesuatu yang salah menurut hati nurani saya. Namun akhirnya saya pun memahaminya.

Dalam keadaan normal, apapun yang Anda lakukan, srikaya busuk atau penyok bisa mencapai sekitar 20-30 %. Pernah juga saya mendapati srikaya yang rusak mencapai 50%. Itu benar-benar buruk. Nah, kalua Anda memberi harga dibawah 2x lipat, Anda hanya mendapat kelelahan, untungnya hanya sedikit saja (bahkan rugi). Dan jika demikian, pilihan terbaik adalah tidak perlu menjual srikaya sekalian.

Dengan menerapkan harga 2x lipat atau lebih, kita mendapatkan untung yang sebanding dengan potensi kerugian. Setidaknya, jika kita sudah menjual 50%, modal kita bisa kembali dan bisa digunakan untuk membeli produk-produk baru sehingga roda usaha kita tetap berjalan.

Bagian terbaiknya adalah ada waktu dimana semua srikaya habis terjual dan tidak ada sisa. Bayangkan saja, pernah suatu kali kami membeli srikaya dengan harga Rp 6.000,00/Kg , dan kami memasang harga Rp 15.000/Kg, kami mendapatkan untung yang luar biasa. Namun jangan terlalu berharap karena kejadian semacam ini pun frekuensi lumayan sering. Tidak selalu seperti itu.

3. Srikaya Mentah Harus Lebih Mahal dari Srikaya matang

Ketika saya memasok dan menjual srikaya-srikaya mentah, otomatis saya mendapatkan sistem penjualan srikaya yang unik. Skenarionya adalah pembeli akan memilih srikaya matang diantara srikaya-srikaya mentah. Dengan demikian, srikaya matang menjadi habis, kemudian srikaya yang masih mentah menjadi matang. Dan akhirnya semua terjual.

Intinya, kami menjual srikaya matang lebih dahulu sehingga tidak busuk dan srikaya yang masih mentah akan menjadi stok karena hanya dalam hitungan jam saja srikaya mentah bisa menjadi srikaya matang. Risiko pembusukan srikaya menjadi lebih kecil.

Sayangnya, sistem semacam itu memiliki kelemahan, yaitu jika ada pembeli yang pintar dan sabar menunggu srikaya mentah menjadi matang dalam beberapa jam ke depan sehingga mereka memilih srikaya mentah. Jika demikian yang terjadi, srikaya mentah akan habis. Sedangkan srikaya matang akan busuk. Tentu saja itu adalah potensi risiko yang harus diatasi sesegera mungkin.

Oleh karena itu, sejak dulu kami menerapkan harga srikaya mentah lebih mahal dibanding dengan srikaya matang. Mau tidak mau, biasanya pembeli lebih memilih untuk membeli srikaya matang sehingga scenario atau sistem penjualan yang kita harapkan berjalan sesuai rencana.

Kalaupun pembeli memilih srikaya mentah, kita pun mendapatkan untung lebih seiring dengan risiko pembusukan srikaya-srikaya matang yang semakin bertambah. Jadi, kebijakan semacam itu juga perlu Anda terapkan ketika berjualan srikaya.

4. Beli Banyak Srikaya Mentah dan Pisahkan Sesuai Kualitas

Jika Anda mendapat tawaran dari juragan besar tentang potongan harga seandainya membeli srikaya dalam jumlah banyak, maka sepertinya itu kesempatan yang bagus selama srikaya yang ditawarkan masih mentah.

Orang tua saya beberapa kali melakukannya, kemudian srikaya tersebut dipisahkan antara kualitas bagus dan jelek. Untuk yang bagus, kami mematok harga 2x seperti biasa. Sedangkan yang kualitas buruk dijual suka-suka (yang jelas harus lebih mahal dari harga beli).

Sistem semacam ini memberi pilihan bagi pembeli. Mau beli yang murah (kulitas rendah) atau yang mahal (kualitas tinggi). Jika berjalan sesuai rencana, biasanya semua akan habis bersamaan, Tentu saja pembusukan tidak bisa dihindari, yakni sekitar 20-30%. (maaf saya belum mempelajari pengaruh perbedaan harga antara produk sama dengan kualitas yang berbeda di mata pelanggan).

5. Tingkatkan Nilai Ekonomis Buah Srikaya

Saya lupa dengan teori ekonomi yang diajarkan di sekolah saat masih SMP, tentang meningkatkan kualitas nilai suatu barang. Saya hanya ingat bahwa harga es teh di restoran mampu terjual lebih mahal dibanding dengan es teh di warung pinggir jalan. Nilai ekonomis bisa naik karena restoran memiliki tempat yang bersih dan pelayanan yang lebih baik.

Nah, dengan mengikuti teori sederhana di atas, kita bisa meningkatkan nilai jual srikaya. Apa yang bisa kita tingkatan sehingga srikaya kita lebih baik dari pesaing? Itu adalah wadah seperti di bawah ini:

ember-kecil-untuk-srikaya.jpg.jpeg

​​Kami menggunakan wadah di atas untuk srikaya sebagai dasar ketika memasukan kedalam kresek. Gunanya adalah mencegah terjadi penyok srikaya di bagian bawah karena tekanan kresek. Dengan demikian, bentuk srikaya akan tetap sempurna ketika pelanggan membuka kresek di rumah.

Hal-hal kecil semacam di atas mampu membedakan Anda dengan pesaing. Anda pun boleh berkreasi mencari pembeda kecil untuk srikaya Anda agar nilai jualnya menjadi lebih mahal daripada srikaya pesaing.

6.Perhatikan Kualitas Srikaya dan Penataannya

Seperti yang sudah saya katakana berulang-ulang di atas, srikaya itu gampang penyok dan busuk dalam beberapa jam saja. Menurut saya akan sangat berpengaruh kepada keputusan pelanggan yang mampir ke lapak buah apakah ia akan membeli srikaya atau tidak, itu adalah srikaya busuk dalam penataan Anda.

Srikaya busuk menghilangkan selera. Ujung-ujungnya pelanggan tidak akan membeli. Jadi, sebisa mungkin Anda terus mengecek srikaya yang Anda tata dan membuang srikaya busuk sesegera mungkin (menghilangkan yang busuk dari penataan).

Juga pastikan bahwa kualitas srikaya Anda masih layak dikonsumsi. Karena dulu saya pernah tidak sengaja menjual srikaya yang kualitasnya sudah turun. Saya mengetahuinya ketika mencoba srikaya yang tampak masih baik-baik saja. Namun ternyata rasanya sudah sedikit asam. Akhirnya saya merasa bersalah kepada pelanggan karena kesalahan semacam itu.

Tenang saja, Anda akan mampu membedakannya setelah Anda terbiasa mengelola srikaya. Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti saya atau brand Anda akan dicap buruk oleh pelanggan. Anda tahu sendiri bagaimana kekuatan dari mulut ke mulut. Jika itu sesuatu yang buruk, maka itu pasti berdampak secara langsung terhadap jumlah penjualan Anda. Jadi, berhati-hatilah.

Dan selesai sudah pelajaran kita kali ini. Saya akan senang jika Anda meninggalkan komentar atau menjadi subscriber blog ini agar kita bisa sama-sama berdiskusi lebih jauh lagi. Jadi, jangan ragu melakukan keduanya dan terima kasih atas kerja samanya jika Anda benar-benar melakukannya.

Iklan

39 tanggapan untuk “Cara Berjualan Buah Srikaya dan Mendapatkan Untung

  1. Jadi pedagang buah, atau intinya barang yang punya batas waktu konsumsi, itu ngeri-ngeri sedap ya. Tapi keren deh dengan para pedagang, pintar banget mencari cara agar pedagang puas tapi di saat yang sama pundi-pundi keuntungan juga terisi. Sayang saya tak boleh makan srikaya terlalu banyak karena kata orang-orang tua buah ini sifatnya sangat panas dan mudah menimbulkan radang. Padahal buah ini enak dan sangat manis.

    Suka

  2. Menarik. . . . Saya sering mendengar tentang buah srikaya sewaktu nenek saya masih hidup dulu, tapi sampai sekarang saya masih belum pernah benar-benar memakannya😅

    Seperti kata Bang Shiq4, termasuk langka soalnya. . . But saya akan temukan dan cicipi, pasti. . . #masukinlist

    Suka

    1. Srikaya rasanya manis. Cuma banyak bijinya he he he…..

      Beda ama selai srikaya kayaknya. Soalnya saya sendiri belum nyoba selai srikaya hua ha ha……

      Suka

  3. Walaupun saya tidak mengenal Shiq4 secara pribadi, tapi menurut saya dia adalah orang yang sangat menekuni pekerjaannya. Ia juga sangat menguasi apa yang dilakukannya. Itu nampak dari banyak tulisannya yang sangat inspiratif.

    Walaupun saya bukan pedagang buah, otomatis gak tahu banyak cara berdagang buah, tapi saya suka sekali mengkonsumsi buah. Sayangnya buah srikaya di tempat saya tinggal saat ini sangat langka. Jadi, saya jarang sekali menikmati buah ini.

    Terima kasih atas tips-tipsnya, mas. Pasti sangat bermanfaat sekali bagi yang baca, khususnya bagi para pedagang buah.

    Suka

    1. Saya cuma menuliskan apa yang saya tahu mas. Ini arsip buat kedepannya. Soalnya kedua orang tua saya mau pensiun. Jadi saya harus banyak2 nulis ilmu dari mereka berdua buat masa depan saya nanti. Terima kasih juga atas apresiasinya.

      Suka

  4. tipsnya bagus, terutama no.5 yang bisa diterapkan tidak hanya pada buah srikaya, karena saya juga berdagang makanan, meningkatkan nilai ekonomis emang bisa banget buat ningkatin harga jual. sukses terus yaa

    Suka

    1. Iya mbak rosmala. Hal2 kecil yg membuat pembeda dari pesaing membuat brand kita lebih baik. Artinya bisa menjual dgn harga lebih mahal karena perbedaan tersebut.

      Suka

  5. rasa- rasanya nggak srikaya saja yang cepet busuk. hehe. rata- rata buah lokal memang cepat busuk. Apalagi duku itu karena asalnya dari palembang, jadi waktu sampai jawa sudah hitam dan kalau nggak segera laku bisa rugi. ibuk pernah jualan srikaya, dan alhamdulillah, berhasil kok.. 🙂

    yang susah dan belum pernah berhasil itu jualan sawo. mungkin karena kurang telaten milihin yang matang setiap hari. alhasil pernah kulakan dan nggak ada yang kejual. hihihi

    Suka

    1. Di daerah saya tahun 2016 tidak ada duku palembang. Ada jenis duku baru yg kulitnya masih bersih2 dan putih.

      Klo duku palembang kita harus terus mengedukasi pelanggan bahwa kulit hitam bukan berarti busuk karena tidak merubah rasa. Warna hitam itu sendiri akibat sensitivitas kulit duku ketika tersentuh tangan biasanya.

      Disukai oleh 1 orang

  6. wah ilmu baru nih, ternyata srikaya termasuk buah yang ceepet busuk yah. seumur-umur blum pernah makan srikaya.
    saya suka cara menjual srikaya mentah lebih mahal dari pada yang matang, agar pembeli lebih memilih srikaya matang hingga tak busuk di toko.

    Suka

    1. Biasanya tidak dijual di toko buah maupun supermarket katena sifat mudah busuknya. Klo pingin nyobaesti menjelajah ke pasar tradisional mumpung sekarang masih musimnya.

      Suka

  7. Saya punya sebatang pohon srikaya yang sudah berbuah beberapa kali. Hanya beberapa sih, tapi selalu antusias menunggunya matang. Dan biasanya rebutan sama semut 😀
    Pantesan yang jual srikaya di penjual buah ditempat saya jarang yang jual srikaya.

    Suka

      1. Yaa, srikaya yang udah tua keburu dipetik sama orang yg lewat 😥 *bukan rejeki*
        Makasih tipsnya Shiqa, masih ada buah yg masih muda, besok dipraktekkan. Kasih airnya diremdam apa cukup dipercikin aja?

        Suka

  8. Tulisannya sangat bagus dan memberikan Ide – ide tentang berbisnis jadi ingat tentang buku 7 keajaiban rezeky tentang pembeda produk yang lebih baik…. salam sukses kepada semua pembaca. terima kasih

    Suka

Komentar ditutup.