Awal Musim Mangga yang Menyedihkan

Penjualan mangga manalagi 2016
Mangga manalagi

Sumber gambar : infobuahmangga.blogspot.com

Musim mangga tahun ini dimulai pada bulan november 2016. Sejak tanggal 1 November, kami mulai menyediakan mangga di lapak buah kami. Jenis mangga manalagi. Harga awal berada di Rp 10.000/Kg. Dan sukses dengan baik karena semua terjual.

Masalah mulai muncul pada penjualan berikutnya. Setelah mangga manalagi sukses terjual, kami memasok mangga manalagi lagi, manalagi besar dan manalagi kecil. Harganya sudah turun pada penjualan ke-2, yakni Rp 8.000/Kg untuk mangga besar dan Rp 6.000/Kg untuk mangga kecil.

Seharusnya harga yang lebih murah akan memicu lebih banyak penjualan. Namun harapan tersebut benar-benar tidak tercapai. Mangganya sisa sekitar 10-20 Kg. Kemudian busuk dan dibuang.

Setelah itu keadaan tidak menjadi lebih baik. Beberapa kali kami memasok mangga manalagi, kejadian sama saja. Masih banyak sisa. Kegagalan “menjual habis” mangga ini terjadi karena kualitas mangga yang memang kurang baik. Kami salah memasok mangga. Mangganya masih bercampur antara mangga yang benar-benar matang, setengah matang, dan masih mentah. Kalau pembeli salah memilih, bisa dipastikan mereka memilih mangga yang mentah dan menjadi kecewa dan tidak lagi membeli mangga di tempat kami.

Saat ini harga mangga manalagi besar sudah turun lagi, sekitar Rp 7.000/Kg. Tadi saya sudah mencicipinya dan rasanya manis sekali. Kali ini saya yakin mangga manalagi kami akan terjual habis pada keesokan hari. Kalau pun ada sisa, itu pasti tidak lebih dari 5 Kg saja.

Mangga Gadung

Pada bulan ini kami juga memasok mangga gadung. Bapak mengawali penjualan mangga gadung dengan membeli sekotak gadung mentah. Setelah dikarbit, gadung kami matang dengan sempurna. Saya sempat mencicipinya dan rasanya manis. Kami memasang harga Rp 8.000/Kg.

Tapi penjualan gadung sama buruknya dengan penjualan manalagi. Jika masalah utama pada manalagi karena kualitasnya yang kurang baik, maka mangga gadung ini bermasalah pada tampilannya. Warnanya hijau sekali dan tampak masih muda sehingga pembeli tidak jadi membelinya. Padahal rasanya manis. Dan gara-gara tampilannya yang hijau tersebut mangga gadung pun tidak habis terjual.

Kemudian beberapa kali memasok mangga gadung, pun kejadiannya sama saja. Malah pasokan kedua atau ketiga lebih buruk dari pasokan pertama. Mangganya masih muda. Rasanya ada asamnya. Agar tidak mengalami kerugian, sisa mangga akhirnya di obral pada harga Rp 7.000/Kg.

Pasokan terakhir terjadi tadi. Yang satu ini sudah sempurna. Warnanya sudah kecoklatan dan matang. Saya tadi mencicipinya dan rasanya manis. Baunya pun harum sekali. Ini mungkin pasokan gadung terbaik bulan ini. Sayangnya tadi hujan lebat sehingga mangga kami tidak terjual habis.

Mangga Golek

Kami hanya sekali saja memasok mangga golek bulan ini. Sekitar dua minggu yang lalu. penjualan mangga golek merupakan penjualan mangga terbaik. Kami memasang harga Rp 9.000/Kg. Dan hampir semuanya terjual. Ada sisa beberapa kilo dan akhirnya habis ketika kami menjual sisanya di harga Rp 7.000/Kg.

Sayangnya tidak ada lagi mangga golek di beberapa hari terakhir. Kalau ada, pasti kami memasoknya lagi agar mendapatkan tambahan penghasilan.

Persaingan Buah Mangga

Di awal musim mangga bulan ini persaingan mangga masih longgar sekali. Belum banyak penjual buah yang berjualan mangga. Mungkin karena seringnya turun hujan sehingga penjual buah lainnya tidak mau memaksakan diri memasok mangga. Maklum saja, usia mangga hanya sekitar 2-3 hari saja. Lebih dari itu rasa mangga akan berubah. Seandainya terjadi hujan 2 hari berturut-turut, maka bisa dipastikan mangga tidak akan terjual dan mengalami kerugian.

Setahu saya hanya ada dua lapak buah lain yang menjual mangga. Namun target pasar mereka adalah kelas menengah ke atas sehingga kami tidak perlu bingung karena kami masih “menang murah” dengan mereka.

Sekilas saya tidak melihat penjual mangga di sekitar lapak buah kami. Baru tadi sore saya melihat ada satu penjual mangga lain. Artinya persaingan mulai tercipta. Dan saya rasa kami telah siap untuk bersaing menjadi penyedia mangga terbaik selama bulan-bulan ke depan. Dan seiring dengan kualitas mangga yang semakin baik, saya merasa optimis untuk menjual lebih banyak di bulan depan.

Iklan

79 tanggapan untuk “Awal Musim Mangga yang Menyedihkan

  1. Jadi pengen mangga. 😂😂😂
    Kenikmatan makan buah itu terasa enak banget saat masih sedikit dan ya bisa dibilang waktu agak mahal. Gak tahu kenapa waktu udah melimpah dan harga turun kadang ngerasa udah kenyang duluan..

    Suka

    1. Iya sudah hukum ekonomi kalau mengkonsumsi terus menerus maka kepuasan akan terus turun. Makanya dalam jualan buah itu manfaatin masa awal dengan menjual mahal yg bertujuan memenuhi rasa penasaran orang karena baru melihat mangga lagi setelah sekian lama.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Iya dulu kan cuman buat guyonan anak2 kecil. Denger dari kisah orang-orang klo ada yg bilang manalagi, maka biasanya akan dikasih lagi. Tapi sejak kecil saya nggak pernah gitu. Takut dikira kurang ajar ha ha ha…….

        Suka

  2. Mangga…?
    kalo dibasa jawakan jadi monggo yang berarti “mari” “silahkan”…
    mangga manalagi…
    “silahkan pilih yang manalagi” berarti pemilihan yang banyak…
    semoga membawa kelarisan seperti namanya….
    nitip blog ane gan…

    Suka

  3. mangga? itu buah ksukaan Cinta mas, tp syngnya kl di Cikarang, harga mangga trmurah itu 20rb/kg ini di mall atau di pasar mas, kl di toko buah lbh mahal lg, biasanya 25rb/kg. Jd 1kg mangga isinya 4 buah mangga yg hrganya sma dg 1 buah apel fuji, itulah Cikarang 😅

    Suka

      1. hehe mas Shiq4 bs aja. Jd inget tmn krj sekantor mas, ada yg ibunya punya toko buah jg, pas dia pulkam Cinta bilang gni, “Ucik (nama panggilan dia) msh anggap Cinta sbg kaka kan? kl msh anggap, jgn lupa, kl balik ke sini lg, bwa buah ya?”
        eh ga nyangka hbis itu dia bwa buah bnran 😂.
        Cb mas Shiq4 skantor sm Cinta, pst Cinta palak jg kali heee 😅

        Disukai oleh 1 orang

  4. Aku kangen makan manalagi. Di rumah orangtua ada dua pohon mangga gadung. Seringnya dijual karena kalau berbuah banyak sekali. Di Den Haag sini aku ga pernah nemu mangga yg mirip2 manalagi dan gadung. Entah apa jenisnya, meskipun rasanya manis juga. Semoga laris terus ya jualannya, banyak pelanggan yg datang.

    Suka

  5. saya suka buah mangga apa yah namanya?? madu? ah lupa. hahaha.
    pokoknya yang meskipun belum matang bener, buahnya belum berwarna kuning tapi sudah manis banget. biasanya mangga yg ini dari probolinggo.

    Suka

    1. Oh ya ada buah mangga madu. Setahu saya mangga jenis madu itu harum sekali baunya. Tapi rasanya masih manis mangga gadung dan manalagi. Itu termasuk mangga nomor 2 yg peminatnya masih sedikit.

      Suka

  6. Disini masih belum banya buah mangga yg di jual dipasar, pohon mangga saya juga tahun ini gak berbuah sebanyak tahun kemaren, kalopun ada buahnya juga cuman sedikit kebanyakan juga cuman matang setenga sisanya busuk 😦

    Suka

    1. Wah saya kurang tahu klo cara nanam mangga. Dulu di belakang ada buah mangga apa gitu kecil2 manis dan buanyak sekali buahnya sejenis podang mungkin. Sekarang udah ditebang dan jadi kandang ayam ha ha ha……

      Suka

  7. Jualan mangga di mana, Mas? Mungkin kapan-kapan saya bisa mampir, buat mencari buah yang segar dan manis, hehe. Saya kurang pandai membedakan buah mangga, yang mana manalagi, arumanis, gadung, kweni, golek, tahu namanya tapi tidak bisa membedakan, hehe. Rikues dong Mas tentang bagaimana membedakan ciri dari masing-masing mangga itu.
    Semangat ya Mas, semoga mangganya cepat terjual habis dan bisa menambah suplai lagi, hehe. Ayo budayakan makan buah supaya hidup sehat!

    Suka

      1. Pucuk gembur itu seperti apa ya Mas, haha malah tanya lagi, duh maafkan. Iya nih perlu banget dibahas, supaya kita bisa memilih dengan tepat kalau beli buah, hehe.

        Suka

      2. Ya pucuknya “gembuk” klo bahasa jawanya. Ditekan di bagian pucuk (bagian atas) mangga klo sudah lunak berarti sudah matang meskipun bagian lainnya masih keras.

        Suka

  8. Saya jualan di pasar legi mojosari mas gara. Kecamatan mojosari kab mojokerto. Biasanya wisatawan yg dari trowulan mampir di pasar mojosari buat beli oleh-oleh. Iya mas gara saya masih semangat kok jualannya. 🙂

    Suka

  9. Shiqa….semoga musim mangga berikutnya lebih suskes ya.

    Aku suka manalagi dan harum manis. Btw kamu ga jualan harum manis?

    Ohya mangga favku mangga udang yg kecil2 kuning.kupasnya pagai gigi hahahaha…itu di samosir dan medan banyaknya.

    Suka

    1. Wah saya belum pernah dengar mbak mangga udang itu. Klo harum manis disini kurang populer. Yg populer mangga podang kecil2 manis+sedikit asam yg lebih populer. Tahun lalu harganya cuma 3500 /Kg ha ha ha….. Disini yg murah yg laku mbak. Masih kota kecil.

      Suka

    1. Sering juga mbak pelanggan yg borong banyak gitu. Namanya rejeki ya gitu. Tuhan memang bisa aja menyenangkan saya. Jadi klo sulit kaya gini ya anggap aja belum rejekinya he he he……

      Suka

  10. Bercerita tentang 1 topik yaitu penjualan mangga, disana agan bercerita suka duka pengalaman memasok dan menjual mangga. Seperti cerpen, tapi menarik.

    Info2 yang diberikan juga bagus gan, seperti diawal penjualan djual dengan harga yang agak tinggi karena rasa penasaran dan pembeli sudah lama tidak merasakan rasa mangga.

    Btw makasih infonya gan atas informasi harga dan tipe jenis mangganya. Semoga bermanfaat buat org banyak.

    Suka

    1. Iya pak. Saya sudah biasa sedekah ke orang2 di sekitar pasar. Ke pengemis, gelandangan, tukang becak dan sesama penjual. Biasa ngasih mereka buah sisa yg masih bagus dan layak. Klo masalah sabar saya masih belajar untuk bersyukur. Jadi sesekali masih mengeluh pas hujan terus he he he……..

      Suka

  11. Mangga tu mahaaalll lho di melbourne, kalo masuk2 awal musim mangga bisa sebiji $4. Nyebelin yaaaa.. kalo sekarang udah rada murah sih, ada yang jual sebiji $1.50 😋😋

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s