Tidak Bisa Berhenti Menulis

Tidak Bisa Menghentikan Aktivitas menulis

Sumber gambar :  www.telegraph.co.uk

Sudah hampir 2 tahun saya konsisten ngeblog. Dan selama itu, saya terus menulis setiap 2 sampai 3 hari sekali. Bukan prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi tidak terlalu buruk bagi blogger pemula. Lumayan saja.

Jika diingat-ingat, maka sebenarnya alasan ngeblog saat itu hanya sekadar mengisi waktu luang saja. Ketika saya baru saja menjalani perawatan skizofrenia selama 8 bulan dan masih menganggur, iseng-iseng membuat blog shiq4 ini.

Tidak punya tujuan khusus. Juga tulisan masih jelek. Saya hanya rutin menulis sebanyak 200 kata setiap hari selama sekitar 3 bulan pertama. Kemudian blog ini mulai ramai dikunjungi begitu saja. Tanpa trik khusus apapun. Semenjak itu saya mulai fokus meningkatkan kemampuan menulis. Dan sampai hari ini, saya sangat suka menulis. Menulis apapun.

Moto menulis saya adalah tidak ada ide yang tidak bisa direalisasikan. Bagus, kan?

Motivasi Menulis Saya

Sebenarnya saya merasa tidak punya bakat menulis. Saya mampu membedakan tulisan yang bagus dan tidak karena pengalaman membaca selama bertahun-tahun. Namun menulis sendiri sebuah karya bukanlah sesuatu yang mampu saya lakukan dengan mudah.

Lihatlah daftar isi blog ini, kemudian jelajahi tulisan saya di tahun 2015, dan Anda akan tahu mengapa saya berpikir bahwa saya tidak punya bakat menulis. Banyak terjadi kesalahan ejaan, kata tidak baku, diksi yang salah, bahkan sering ada kalimat-kalimat yang tidak singkron satu sama lain.

Untuk sampai pada level sekarang, saya telah menghabiskan banyak waktu untuk berlatih menulis. Motivasi yang membuat saya bertahan adalah peningkatan jumlah pengunjung dan jumlah komentar. Jadi, jika Anda sering mengunjungi blog ini dan meninggalkan komentar, itu sangat berharga bagi kelangsungan motivasi menulis saya.

Jangan ragu untuk terus berkunjung. Jangan ragu untuk meninggalkan komentar. Maka saya tidak akan ragu untuk terus berkarya. Dan tentu saja, Anda bisa menikmati semuanya secara gratis.

Tujuan Menulis Saat Ini

Apa yang membuat sebuah tulisan menjadi bagus? Banyak faktor. Tapi saya tidak terlalu ambil pusing. Sampai tahun 2016 berakhir, saya hanya fokus untuk menambah variasi kata dalam tulisan saya. Dengan kata lain, kekayaan kosakata yang perlu dibenahi.

Walaupun sepele, bagi saya itu sesuatu yang besar. Karena saya pernah membaca konten yang mengatakan bahwa Bahasa Indonesia itu miskin kosakata dibanding dengan Bahasa Inggis. Mungkin benar, tapi bukanlah sebuah keniscayaan untuk menghasilkan tulisan yang bagus dengan Bahasa Indonesia. Saya merasa tertantang.

Saya menghabiskan banyak waktu membaca tulisan blogger-blogger profesional kelas dunia. Kemudian mempelajari bagaimana mereka menyajikan informasi. Dan saya menyadari satu hal : “Bukan hanya bernilai tinggi karena kontennya langka dan tidak ditemukan di blog lain, namun juga indah jika dilihat dari tata bahasa”.

Itu yang menjadi tujuan menulis saya saat ini.

Tidak Bisa Berhenti Menulis

Walaupun saya hanya menulis 2-3 hari sekali dan hanya membutuhkan tidak lebih dari 2 jam untuk menghasilkan sebuah artikel, sebenarnya proses menulis yang saya alami lebih rumit dari apa yang mungkin Anda pikirkan.

Sebelum benar-benar mulai menulis, sebenarnya saya selalu berpikir di waktu luang. Memikirkan apa saja yang ingin ditulis, juga mencari sumber yang relevan agar tulisan saya semakin kaya informasi, dan memastikan belum banyak yang menulisnya seperti poin pertama pada artikel “6 Pertanyaan yang harus Anda jawab saat menulis artikel”.

Setidaknya saya harus memiliki kerangka karangan dulu sebelum hari H menulis. Tujuannya agar saya tidak perlu banyak berpikir ketika harus mengetiknya. Agar hemat waktu.

Tapi akhir-akhir ini saya tidak bisa berhenti menulis. Terus memikirkan tentang tulisan. Mengonta-ganti kosa kata di kepala. Terlihat aneh, tapi saya benar-benar memikirkan kalimat-kalimat utama yang akan saya gunakan, sepanjang waktu.

Walaupun saya sangat suka menulis dan bahagia dengan kegiatan ngeblog, tapi saya juga harus realistis. Menulis bukanlah dunia saya. Saya sekadar bersenang-senang saja dan tidak perlu terlalu serius. Jadi, sangat perlu untuk menjaga kegiatan menulis tetap berada pada batas yang bisa ditolerir.

Oleh karena itu, jadwal menulis saya tetap pada sekali dalam 2-3 hari. Walaupun sebenarnya saya merasa sangat mampu untuk menulis setiap hari, tapi itu terlalu banyak menyita waktu. Apalagi blog ini cuma menghasilkan beberapa puluh ribu saja dari teman-teman yang memesan artikel. Belum cukup layak memaksakan diri untuk terus menulis.

Kecuali jika penghasilan menulis artikel bisa lancar dan stabil, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk lebih serius dan meluangkan lebih banyak waktu. Untuk saat ini, biarlah hanya menjadi sebuah hobi. Bukan pekerjaan impian.

Jarang Merasa Puas dengan Karya Sendiri

Kebiasaan menulis yang paling mencolok dari saya adalah selalu menyertakan link di setiap artikel. Hal tersebut bisa dengan mudah terjadi karena saya selalu membaca postingan-postingan lama. Secara ajaib, biasanya setelah membaca postingan lama, selalu saja bisa dihubungkan dengan postingan yang akan diterbitkan. Selalu seperti itu.

Selain kebiasaan diatas, saya terbiasa mengevaluasi karya-karya saya. Biasanya saya selalu menikmati karya-karya tersebut, walaupun jelek. Tapi akhir-akhir ini ekspektasi saya terhadap diri sendiri terus meningkat. Entah bagaimana, setiap kali saya membaca postingan lama, selalu saja ada kesalahan. Dan itu menyebabkan perasaan tidak puas.

Padahal dulu rasa puas selalu menyelimuti hati setiap kali saya berhasil merealisasikan ide-ide menulis yang saya catat di notepad. Namun hal itu jarang lagi terjadi.

Menurut saya, kesalahan tersebut terjadi karena kurangnya proses editing. Edit-mengedit merupakan hal yang paling saya benci. Bagaimana pun saya berusaha memperbaiki kualitas tulisan sebelum dipublikasikan, tapi selalu saja ada yang terlewat. Dan itu menjadi kelemahan terbesar saya. Mungkin semua akan baik-baik saja jika saya menginvestasikan lebih banyak waktu untuk mengedit setelah tulisan selesai diketik. Semoga.

Terus Berlatih

Karena saya tidak punya bakat menulis, saya harus berlatih menulis lebih keras dibandingkan dengan orang lain pada umumnya. Tapi tetap dengan aturan yang sama : “Hanya sampai batas yang bisa ditolerir”.

Yang paling menyusahkan tentu saja karena saya tidak punya mentor. Tentu memakan lebih banyak waktu untuk mempelajari trik-trik menulis secara otodidak. Kalau saja ada seorang guru yang mengajari saya, pasti waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan menulis menjadi lebih singkat.

Untuk sementara, saya hanya perlu menulis sebanyak apapun yang saya inginkan. Juga mengeditnya. Kemudian mengevaluasi lagi. Begitu berulang-ulang. Jika saya terus berlatih seperti itu, maka mungkin tulisan saya akan menjadi lebih bagus. Ditambah dengan sedikit keberuntungan, saya merasa akan mampu terus produktif menghasilkan konten-konten berkualitas untuk blog ini.

Kalau Anda, kira-kira faktor apa yang bisa membuat tulisan menjadi lebih baik lagi? Saya akan sangat senang mendengarkan rahasia kecil Anda. Dan mungkin akan saya bagikan kepada orang lain suatu saat nanti.

Iklan

27 tanggapan untuk “Tidak Bisa Berhenti Menulis

  1. Dan lebih penting lagi tetap berkarya walau tidak harus 2 hari sekali…
    Kalau aku sendiri, yang penting pas lagi di kantor megang keyboard… Hahaha..
    Klo dirumah, pengen buka laptop itu sangat sulit…
    Ternyata kesibukan dirumah lebih banyak dari pada di kantor 😛

    Suka

  2. ngg…aku faktornya adalah sharing sama temen nulis, banyak baca juga gak cuma artikel, dan harusnya rutin nulis. tapi sering males, jadi aku penganut nulis kalau lagi mau nulis, ini mengapa tulisanku belum punya ciri khas.
    tulisanku selalu dipengaruhi oleh apa yang baru saja dibaca.

    Suka

  3. kalau saya meski belum mneghasilkanmenulis lebih banyak. Dulu saya menyesal waktu menganggur kenapa gak 8 jam saya menulis seperti orang kerja.Kini bair saya sudha ngajar sebagai dosen saya bisa menyiapkan waktu 4-6 jam .

    Suka

    1. Saya sendiri masih bingung mbak ira. Apa iya nulis sekedar senang lebih baik daripada melakukan hal lain misalnya belajar pemasaran untuk bisnis saya. Kadang saya ragu dengan hobi menulis saya.

      Motivasinya sih cuman buat seneng2 aja. Syukur klo yang baca banyak dam bisa bermanfaat. Tambah seneng lagi sayanya.

      Suka

      1. Tulisan Shiq4 yang selama ini saya baca bagus2 dan isinya bermanfaat. Terus terang saya banyak belajar dari blog kamu loh! Meski saya bukan blogger pemula 😀
        Bersenang2 maksud saya bukan sekedar nulis asal2an. Harus ada tujuannya. Kalo saya semua kembali pada tujuan allah menciptakan manusia, yaitu untuk beribadah. Nah, saya berupaya apa yg saya tuangkan dalam tulisan ada unsur ibadahnya, ada manfaat yg bisa diambil oleh pembaca. Begitu sih kalau saya mah

        Disukai oleh 1 orang

  4. Enak bacanya, berasa membaca curhatan tapi juga menyinggung diri saya sendiri. Sekarang jadi kepikiran buat mengatur ulang fokus dalam menulis saat ini. Dan sepertinya saya lebih tertarik untuk menyusun setiap postingan dengan pelajaran hidup, bukan cuma laporan kegiatan saja 🙂

    Suka

  5. Kalo memang seneng nulis, mendingan diperjuangin sampai bisa menghasilkan uang yang konsisten mas..
    Aku sendiri sedang berusaha untuk itu..atau kalo enggak nyambi kerjakan proyek di Sribulancer untuk bisa terus mempertahankan kebiasaan menulis/blogging..
    Faktor yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas sebuah tulisan bagiku adalah memperbanyak membaca buku, artikel di internet, majalah, dsb…nggak ada cara lain, demi menambah kosakata.
    Katanya sih, setiap orang sukses minimal memiliki 10.000 kosakata di dalam otaknya. Hal ini berlaku juga bagi blogger sukses 🙂
    Salam kenal!

    Suka

    1. Saya biasanya dapat pesenan artikel dari forum2. Kadang juga langsung kontak pemilik blog. Walaupun masih sedikit yang order, tapi saya optimis bakalan dapat klien. Terus promosi pokoknya.

      Makasih atas sarannya diatas. Tapi klo di sribulancer, peluang dapat jobnya kecil. Mending grilya via email saja saya.

      Suka

      1. Memang benar sih kenyataannya ada banyak persaingan di Sribulancer.. alasan diterimanya freelancer adalah portofolio dan deskripsi penawaran dari kita. Kecuali kalo memang pemberi proyek sudah paham betul tentang track record kita, ini bisa jadi jalan pintas.. tapi butuh waktu dan komitmen tinggi

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s