5 Cara Melayani Pelanggan Kaya

Cara melayani pelanggan kaya
Pelanggan kaya raya

Sumber gambar : www.wisebread.com

Walaupun target pasar bisnis kami adalah kalangan menengah ke bawah, namun kami juga memiliki pelanggan kaya. Jumlah pelanggan kaya memang sedikit, tapi cukup berpengaruh terhadap peningkatan penjualan secara keseluruhan.

Pelanggan kaya selalu membeli dalam jumlah besar. Mereka juga membeli produk lebih dari satu item. Sepertinya uang bukanlah sesuatu yang penting bagi mereka. Dan Itu membuat saya cukup senang ketika bertransaksi dengan pelanggan-pelanggan kaya.

Meskipun demikian, pelanggan kaya juga menghadirkan satu permasalahan besar. Loyalitas mereka sangat rendah. Uang membuat mereka tidak banyak berpikir. Mereka hanya ingin produk terbaik, bahkan jika produk tersebut memiliki harga yang lebih mahal dari harga pasar. Sekali saja mereka kecewa, mereka tidak berpikir dua kali untuk mencoba produk pesaing Anda.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana melayani pelanggan-pelanggan kaya agar mereka puas dan terus membeli dari Anda. Berikut adalah 5 cara melayani pelanggan kaya yang biasa saya lakukan :

1. Jangan Terlalu Banyak Bicara

Dalam berdagang, biasanya saya cukup akrab dengan pelanggan-pelanggan saya. Terkadang kami membicarakan hal-hal pribadi yang tidak ada hubungannya dengan jual beli. Namun jangan lakukan hal tersebut pada pelanggan kaya. Karena mereka tidak menyukainya.

Saya sering melayani pelanggan kaya. Mereka tidak banyak bicara. Dan mungkin memang tidak ingin banyak berbicara. Mereka adalah tipe orang sibuk. Mereka penganut paham “waktu adalah uang”. Jadi, layani mereka secepat mungkin.

Seandainya mereka berbasa-basi dan mulai membicarakan hal-hal pribadi, itu pertanda mereka mulai mempercayai Anda. Mungkin juga menyukai Anda. Pertahankan saja apa yang Anda lakukan. Semua sudah berjalan dengan baik. Tapi aturannya tetap berlaku. Jangan banyak bicara.

2. Jelaskan Produk Anda dengan Spesifik

Suatu hari ada pelanggan kaya yang bertanya kepada saya:

“Mas, apakah jeruknya manis?”

“Ya…” Jawab saya singkat penuh percaya diri.

Setelah mencoba jeruk tersebut, pelanggan kaya mengatakan bahwa jeruknya asam. Kemudian saya pun mencoba sendiri. Rasanya manis. Apakah Anda tahu apa permasalahannya? Kesalahpahaman.

Menurut pedagang yang sudah berpengalaman seperti saya, jeruk tersebut termasuk manis. Walaupun bisa dikatakan bahwa apa yang dikatakan pelanggan kaya juga benar. Perbedaan persepsi. Juga lidah yang berbeda. Ternyata saya dan pelanggan itu sama-sama salah. Yang benar adalah jeruk tersebut manis dan ada sedikit asamnya.

Setelah pengalaman tersebut, agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman, saya selalu mengatakan kualitas produk secara spesifik. Ini khusus pelanggan kaya karena standart kualitas mereka yang berbeda. Sedangkan jika melayani pelanggan kelas menengah ke bawah, rasa jeruk seperti itu saya katakan manis dan tidak pernah ada kesalahpahaman. Orang kaya memang aneh ya…!

3. Sopan Santun

Orang kaya sangat sensitif dengan kata-kata. Jangan pernah menggunakan kata kasar atau kata yang berkonotasi negatif. Gunakan kata-kata sesopan mungkin.

Dan yang terpenting, perhatikan nada bicara Anda. Menggunakan nada tinggi bisa menyinggung mereka. Jadi, biasakan berbicara pelan dan tegas.

4. Tawarkan Produk Anda Lainnya

Teknik ini saya tiru dari kasir Indomaret. Sebelum selesai transaksi, kasir Indomaret biasanya menawarkan produk mereka lainnya seperti susu atau pulsa. Dan saya melihat dengan mata kepala sendiri teknik semacam ini bekerja dengan baik.

Saya langsung mengaplikasikan teknik tersebut kepada semua pelanggan saya. Setelah selesai transaksi, saya menawarkan produk unggulan lainnya seperti apel china dan jeruk jember. Hasilnya cukup baik. Ada beberapa pelanggan yang membeli produk-produk yang saya tawarkan meskipun mungkin produk tersebut tidak ada dalam daftar belanja mereka. Dan kenyataan terbaik, peluang keberhasilan teknik ini lebih besar jika digunakan untuk melayani pelanggan kaya.

Tapi perlu Anda ingat, hanya tawarkan produk unggulan Anda. Karena jika Anda menawarkan produk kelas dua, maka ada resiko ketidakpuasan atas produk yang Anda rekomendasikan. Dan mereka akan merasa tertipu dan tidak lagi menghiraukan penawaran produk Anda di masa depan.

5. Bagikan Sedikit Ilmu Anda

Saya hanya membagikan ilmu kepada orang-orang yang mau menghargainya. Biasanya saya hanya mengedukasi pelanggan-pelanggan yang sudah lama membeli dari lapak buah kami. Dan kebanyakan dari pelanggan tersebut merasa senang dengan sedikit pengetahuan tersebut.

Karena pelanggan kaya membeli dalam jumlah banyak, juga karena mereka selalu minta tolong untuk dipilihkan, maka saya biasa mengajari mereka untuk mengetahui kualitas suatu produk. Saya hanya membagi ilmu untuk membedakan antara jeruk manis dan jeruk yang tidak manis (dan produk lainnya).

Mereka pasti menyukai ilmu semacam itu. Karena saya merasa senang ketika Ibu mengajarkan hal tersebut kepada saya, maka orang lain pun pasti akan menyukainya.

Mereka bisa langsung mempraktikannya. Juga bisa bermanfaat bagi mereka jika ingin membeli dari pedagang lain. Tapi dalam kebanyakkan kasus, jika Anda memberitahu ilmu-ilmu lainnya, mereka akan menjadi loyal dan terus berbelanja di tempat Anda.

Kesimpulan

Pelanggan kaya sangat menguntungkan. Tapi loyalitas mereka rendah. Segera setelah Anda konsisten mengaplikasikan apa yang saya katakan, jumlah pelanggan kaya akan mengalami peningkatan. Dan itu berarti penjualan Anda juga akan meningkat dengan signifikan.

Masih ada cukup banyak rahasia dalam bisnis. Jika Anda menyukai apa yang saya katakan diatas, maka Anda pun akan menyukai apa yang saya katakan di kemudian hari. Tugas Anda cuma satu, ingatlah nama “Shiq4”. Seandainya Anda ingin membaca artikel bisnis lainnya di masa depan, Anda tahu tempat terbaik mendapatkannya.

Apakah ada tips tambahan melayani pelanggan-pelanggan kaya? Atau pemikiran dan teori tentang pelanggan kaya? Jangan ragu untuk membagikannya di kotak komentar.

4 thoughts on “5 Cara Melayani Pelanggan Kaya

  1. Soal pedagang yang bicara kasar atau tidak senonoh, biar saya ndak kaya yo ndak mau mas kalau pedagangnya jorok ngomong nya. Bakalan saya black list. Ramah harus, tapi secukupnya. Apalagi kok pedagang laki2 berani macem2 bisa bisa tanduk sama taring saya keluar bareng…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s