7 Pelajaran Ngeblog yang Saya Pelajari dari Mendapatkan 30.000 Hits

pelajaran ngeblog yang saya dapatkan

Sumber gambar : www.e-nor.com

Seperti yang Anda lihat di bagian tengah footer blog ini, angka statistik menunjukkan bahwa blog ini telah diakses lebih dari 30.000 kali. Hits tersebut merupakan total keseluruhan sejak blog shiq4 diluncurkan pada akhir desember tahun 2014.

Angka yang bagus buat blogger baru seperti saya karena angka tersebut bekerja seperti sulap, membuat perasaan saya senang. Ternyata ada orang yang rela membaca tulisan-tulisan yang saya publikasikan. Apa yang lebih baik dari merasa dihargai oleh pengunjung blog? Tidak ada.

Saya tahu pikiran Anda. Angka 30.000 hits bukan angka yang fantastis. Bahkan Anda mungkin telah melampaui pencapaian saya. Tapi harap dimaklumi, bagi blogger baru seperti saya, itu adalah hasil kerja keras. Jadi, biarkan saya berakting seperti blogger profesional. 

Melalui pengalaman mendapatkan 30.000 hits tersebut, saya menyimpulkan beberapa pelajaran ngeblog yang mungkin berharga bagi Anda. Berikut adalah pelajaran yang saya maksudkan:

1. Fokus Untuk Menambah Follower dan Subscriber, Bukan Pengunjung

Setiap kali saya menerbitkan artikel baru, saat itu pula saya blogwalking ke blog lain. Saya juga berpromosi di forum dan sosial media. Dan sedikit usaha tersebut berhasil membuat artikel baru saya dibaca.

Tapi sampai kapan saya harus melakukan hal tersebut? Melakukannya berulang kali cukup melelahkan dan membosankan. Selain itu, belum tentu orang lain mau mengunjungi blog saya setelah saya meninggalkan komentar di blog milik mereka. Juga belum tentu teman-teman di sosial media mau mengklik link yang saya bagikan. Di forum pun terjadi hal yang sama.

Saya kemudian menyadari satu hal, cara apapun yang saya gunakan untuk mendatangkan pengunjung akan sia-sia jika saya tidak bisa mengkonversi mereka menjadi follower dan subscriber. Mereka tidak akan berkunjung lagi dalam waktu dekat.

Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk mengkonversi pengunjung menjadi follower dan subscriber? Buat pengunjung berharap “sesuatu” kepada saya dan penuhi ekspektasi mereka.

“Sesuatu” yang saya maksud adalah artikel yang diharapkan oleh orang lain. Artikel yang bermanfaat. Artikel yang mampu membuat mereka tidak ingin ketinggalan membaca artikel baru saya di masa depan. Sesuatu yang berharga bagi mereka tentu saja.

Sayangnya strategi ini hanya bisa dilakukan jika saya mulai fokus pada topik khusus yang diminati banyak orang. Dan saya harus memposisikan diri sebagai “ahli” ketika menulis artikel tersebut.

Kemudian pilihan saya jatuh pada tips ngeblog dan tips menulis. Dua kategori tersebut adalah brand yang ingin saya bangun di blog ini. Ketika orang bertanya tentang tips ngeblog atau tips menulis, maka saya ingin mereka mengingat nama blog ini.

Sejauh ini semua berjalan lancar. Saya rutin menulis tips ngeblog dan tips menulis setiap bulan. Dan sebagai hasilnya, ribuan pengunjung datang setiap bulan. Bahkan ketika saya sedang malas blogwalking dan berpromosi di sosial media.

Saya telah membuat pengunjung berharap tips-tips baru tentang ngeblog dan menulis. Maka, saya harus konsisten memenuhi ekspektasi mereka di masa depan. Sejauh ini saya baru mendapat 300-an pengikut dan subscriber. Tapi saya optimis jumlahnya akan lebih besar lagi di masa yang akan datang.  

Catatan : Anda bisa membaca “Cara mendapatkan pengikut blog lebih banyak lagi” untuk mengetahui trik-trik yang lebih efektif untuk mencari pengikut baru.

2. SEO Bekerja Sangat Luar Biasa Baik. Jadi, Luangkan Waktu untuk Mempelajarinya!

Sejauh ini ada 14.564 pengunjung yang berasal dari mesin pencari. Itu cukup mengesankan mengingat saya mulai fokus menciptakan konten-konten yang SEO friendly sejak awal tahun 2016.

Menurut saya SEO itu rumit. Setelah beberapa bulan mempelajarinya, saya hanya mampu menguasai dasar-dasar SEO saja. Dalam pengaplikasiannya, saya sering kali gagal duduk di halaman pertama mesin pencari untuk kata kunci yang saya targetkan. Walaupun demikian, beberapa artikel saya yang berhasil nangkring di halaman pertama Google mampu mendatangkan pengunjung sebanyak yang saya tuliskan diatas. Luar biasa bukan?

Tapi saya juga perlu berhati-hati. Sebab salah satu alasan blogger baru gagal adalah terlalu terobsesi dengan SEO. SEO bisa menyesatkan. Ketika blogger berfokus dengan SEO, biasanya kualitas tulisan menjadi turun. Artikelnya dipenuhi dengan kata kunci sehingga tulisannya tidak enak dibaca. Oleh karena itu, saya belajar SEO seperlunya saja. Jangan sampai terobsesi.

Saya hanya membaca SEO di waktu luang saja. Tidak lebih dari dua jam seminggu. Dan kebanyakkan teori tidak pernah saya aplikasikan karena saya tidak memahaminya. Namun, bukan berarti saya menyerah. Setiap kali menulis, saya berusaha memastikan bahwa artikel saya bisa bersaing dengan artikel blogger lain di halaman hasil pencarian.

Tidak ada salahnya berusaha. Kalau pun tidak bisa page one, paling tidak saya sudah melakukan yang terbaik. Saya juga beberapa kali menuliskan teori SEO di blog ini. Hasilnya lumayan baik. Beberapa blogger menyukainya. Mereka juga meninggalkan komentar.

Lagipula SEO termaksuk ”sesuatu” yang diharapkan pengunjung dari blog ini. Saya hanya memastikan apa yang saya tuliskan bekerja dengan baik di blog ini sehingga pengujung blog ini tidak meragukan apapun ketika saya membahas SEO di kemudian hari.

Jadi, jika Anda ingin blog yang Anda kelola mendapatkan lebih banyak hits/pageview, sebaiknya Anda mulai meluangkan waktu untuk belajar SEO dan mengaplikasikannya. Karena hasilnya sangat luar biasa. 

3. Hubungkan Artikel yang Satu dengan Artikel Lainnya

Saya punya kebiasaan aneh. Itu adalah menghubungkan artikel yang satu dengan artikel lainnya. Hal itu sudah terjadi sejak saya meluncurkan blog ini pada tahun 2014. Menurut saya, artikel yang terhubung satu sama lain terlihat indah. Juga menarik. Juga mampu menimbulkan rasa penasaran.

Ketika pengunjung mendarat di blog ini melalui mesin pencari atau media sosial, saya ingin mereka mengetahui bahwa banyak informasi menarik di blog ini. Dengan menyertakan link-link yang relevan di artikel, saya berharap pengunjung akan memperoleh informasi yang lebih banyak sehingga mereka mau menjadi follower atau subsciber.

Hanya ada satu masalah yang perlu diperhatikan. Ada pengunjung blog ini yang mengkritik bahwa terlalu banyak link di dalam artikel bisa menjadi ”penganggu” ketika membaca. Jadi, perhatikan jumlah link yang ada. Tapi, jika memang dibutuhkan banyak link untuk melengkapi  artikel, maka saya tidak ragu untuk melakukannya.

Walaupun sedikit menganggu, tapi saya merasa bahwa pengunjung lainnya yang mencari informasi tertentu pasti merasa tertolong dengan link-link tersebut.

Keinginan terbesar saya adalah menciptakan blog lengkap seperti wikipedia. Selalu ada link. Selalu lebih lengkap. Dan pengunjung selalu puas.

Lagipula teknik menaruh link dalam artikel merupakan teknik dasar SEO yang mudah diaplikasikan. Kita tinggal membaca postingan-postingan lama yang masih relevan dengan artikel baru. Hasilnya, pengunjung akan membuka postingan lama kita. Pageview pun meningkat. Sesuatu yang bagus bukan untuk perkembangan blog kita?

4. Variasikan Panjang Pendek Artikel

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh blogger baru adalah berapa panjang postingan yang paling ideal? Dan pertanyaan tersebut juga terkadang menghampiri pikiran saya.

Sebenarnya jika berfokus untuk SEO, jawaban terbaik adalah 2000 kata lebih. Satu-satunya masalah adalah saya tidak bisa terus menerus menulis artikel dengan jumlah kata sebanyak itu. Bagaimana pun juga, menulis konten panjang membutuhkan lebih banyak waktu, lebih banyak riset, dan lebih banyak berpikir. Tanpa itu semua, artikel tidak akan berbobot dan tidak disukai pembacanya.

Di sisi lain, menurut saya, orang indonesia tidak terlalu suka artikel yang panjang. Walaupun nantinya bisa berada di halaman pertama Google, biasanya pengunjung hanya memperhatikan poin-poin penting saja. Tidak membaca kata per kata. Dan itu cukup mengecewakan mengetahui orang lain tidak membaca artikel yang saya terbitkan.

Sebuah dilema. Artikel panjang bisa duduk di halaman pertama Google tapi tidak begitu disukai. Sebaliknya, artikel yang pendek dan to the point sulit bersaing di halaman hasil pencarian, tapi lebih disukai oleh pembaca. Mana yang saya pilih?

Saya melakukan keduannya. Di lain waktu saya menulis artikel panjang. Di lain waktu saya menulis artikel pendek. Namun setelah mendapatkan 30.000 pageview, saya menyimpulkan bahwa artikel dengan panjang antara 1000 sampai 2000 kata bekerja paling baik di blog ini.

Tapi bukan berarti saya selalu memikirkan jumlah kata setiap kali menulis.  Saya menulis secara alami dan tidak pernah memikirkannya. Pernah suatu kali saya begitu bersemangat, kemudian tanpa saya sadari, saya telah menulis 3000 kata seperti “9 cara membuat blog menjadi lebih terkenal”. Dan saat malas menulis, biasanya jumlah kata tidak lebih dari 1000 kata.

Saya hanya menulis. Dan menulis artikel panjang dan artikel pendek secara bergantian membuat saya merasa lebih baik. Ketika saya merasa lebih baik, maka itu adalah pertanda bagus karena tujuan ngeblog saya adalah untuk bersenang-senang. Bukan yang lainnya.  

5. Tetap Konsisten Update atau Saya akan Kehilangan Pembaca Setia

Mengelola blog ternyata tidak semudah yang saya kira. Dulu, pertama kali ngeblog, saya merasa menulis adalah passion saya. Saya bisa menulis apapun sepanjang hari seperti biasanya. Namun setahun terakhir saya benar-benar kewalahan untuk mengupdate blog ini.

Terkadang saya berhadapan dengan writer’s block. Terkadang penjualan buah-buahan meningkat sehingga saya tidak punya cukup waktu untuk menulis. Dan terkadang saya memiliki begitu banyak ide dalam pikiran saya dalam satu waktu tanpa bisa memilih mana ide terbaik yang akan saya gunakan untuk menulis. Dan semua itu melelahkan. Saya benar-benar lelah.

Sejujurnya saja, saya merasa takut jika blog saya tidak lagi dikunjungi orang. Saya pernah membahas permasalahan ini pada “Kepuasan pribadi atau kepuasan pengunjung?”. Dan saya memilih untuk tidak mempermasalahkan jumlah pengunjung yang datang ke blog ini. Saya fokus menulis untuk diri sendiri dan mengatakan kepada diri sendiri : “Meskipun tanpa pembaca, saya tetap bisa bersenang-senang dengan blog ini”. Saya membaca sendiri tulisan-tulisan saya dan menertawakannya. Semudah itu.

Dan hasilnya, tanpa saya sadari, blog ini telah diakses lebih dari 30.000 kali. Pencapaian luar biasa bagi blogger pemula. Saya pun menyimpulkan hal berikut : “Selama saya konsisten menulis di blog ini, saya tidak akan pernah kehilangan pembaca setia.”

Saya juga pernah membaca kata-kata seperti ini : “Tulisan apapun akan menemukan pembacanya sendiri”. Dan sepertinya hal semacam itu benar-benar terjadi di dunia nyata. Satu-satunya tanggung jawab saya kepada pembaca setia blog ini adalah terus menulis sebanyak yang bisa saya lakukan. Tidak lebih rumit dari apa yang Anda kira untuk mendapatkan lebih banyak hits bukan? 

6. Brand dan Home Page

Saya tidak tahu bagaimana mengukur brand sebuah blog. Tapi saya biasanya menggunakan jumlah hits pada home page sebagai acuan. Orang-orang yang sengaja menulis alamat shiq4.wordpress.com pada browsernya pasti akan mendarat di home page terlebih dahulu sebelum membaca artikel lainnya. Begitu pula dengan orang yang mengetik kata “shiq4” dan mengklik tautan pertama. Mereka juga akan mendarat di home page.

Jadi, banyaknya kunjungan pada home page adalah popularitas sebuah blog. Sejauh ini, angkanya sekitar 3000-an hits saja. Tidak terlalu buruk untuk blog yang baru setahun eksis.
Di masa yang akan datang, saya ingin memiliki jumlah hits yang lebih besar lagi. Semakin banyak hits yang ada pada home page, artinya semakin banyak orang yang mengetahui eksistensi blog ini.

Tapi saya sendiri masih bingung. Jumlah artikel di blog ini masih sekitar 300-an. Sangat sedikit. Tidak cukup banyak untuk memberi informasi kepada pengguna internet. Satu-satunya yang bisa saya lakukan hanya bersabar menulis dan memperbanyak konten. Tidak ada strategi khusus.

Pelajarannya hanya satu : “Jika jumlah hits lebih buruk dari tahun lalu, maka bisa dipastikan bahwa kualitas tulisan tidak sebaik yang saya kira. Kalau pembaca tidak berkunjung lagi setelah mendarat di blog ini, artinya mereka tidak merasa terbantu dengan artikel yang ada. Jadi, buat lebih banyak artikel bermanfaat “.      

7. Tulis Apa yang Saya Ketahui dan Sesuatu yang Bekerja dengan Baik

Saat saya memulai blog ini, sebenarnya tujuan saya adalah mengarsipkan ilmu yang saya baca dan saya pelajari. Kebetulan yang menyenangkan terjadi. Hampir sebagian besar pengetahuan tersebut adalah tentang tips ngeblog dan tips menulis. Dan kedua topik tersebut berhasil menjaring ribuan pengguna internet untuk membaca tulisan saya. Sesuatu yang tidak saya duga sama sekali.

Kemudian saya berusaha mengembangkan blog ini. Ada kategori motivasi, sepak bola, pengembangan diri, dan lifestyle. Walaupun pengunjung yang didapat dari kategori tersebut masih belum banyak, saya merasa bahwa kategori tersebut sangat potensial. Lagipula saya tidak pernah merasa kesulitan menulis. Saya hanya perlu meluangkan waktu untuk menulis apa yang saya ketahui dan apa yang sudah saya coba dan berhasil dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh terbaik adalah artikel berjudul “Cara mendapatkan rangking satu di kelas”. Siapa yang mengira artikel tersebut berhasil mendapatkan ratusan pengunjung. Juga artikel “ 10 hal asyik yang dilakukan ketika hujan”, juga mendapat ratusan pengunjung. Padahal saya menuliskan pengetahuan saya saja. Sesuatu yang sederhana.

Ternyata tidak perlu bersusah payah mencari ide. Cukup menulis dengan sistematis apa yang saya ketahui. Juga pengalaman saya sehari-hari. Dan jadilah sebuah artikel.

Bagi Anda, blogger baru, jangan berpikir terlalu rumit ketika menulis. Tuliskan saja apa yang
Anda ketahui. Ilmu sekecil apapun yang Anda bagikan, pasti akan berguna bagi orang lain. Jangan pernah meremehkan apa yang Anda ketahui. Daripada Anda bingung menulis sesuatu yang banyak dicari orang dan belum tentu bisa menuliskannya dengan baik, lebih baik luangkan waktu untuk menuliskan apa yang sudah Anda ketahui. Tidak susah kan?

  

20 thoughts on “7 Pelajaran Ngeblog yang Saya Pelajari dari Mendapatkan 30.000 Hits

  1. 30.000 hits dari akhir des 2014 sampai skrg? Gak sampai 2 tahun dong ya? Itu pencapaian yg bagus bung Shiq4. Saya aja perlu 3 tahun untuk mencapai statistik seperti itu. Beberapa tips yg Shiq4 tulis sering saya lakukan dan berdampak positif untuk blog saya. So, keep up the good work!

    Suka

  2. Soal brand dan homepage, aku kayaknya lagi mikir nih brand apa ya yg bakal aku pake, selama ini aku pake nama sendiri aja, tapi oke juga nih aku sambil mikir nama apa yg cocok buat jd brand blog aku, thx tipsnya Shiq4

    Suka

  3. Wah setuju no 3 ciri khas mas Shiq4 banget hehehe. Aku setuju banget sama nomer 5, kalau gak update dan gak konsisten biasanya mempengaruhi banyak hal. Kitanya males, pengunjung yang dateng males juga, mau BW males, jadi serba males deh hahaha

    Suka

    1. Asalkan bisa konsisten ntar pengunjungnya nambah sendiri. Terima kasih mbak fasya. Tapi klo boleh bagi cerita donk kapan2 kok bisa pageviewnya udah ratusan ribu he he he…..

      Suka

  4. Menurut saya kurangnya blog ini cuma satu: minimnya gambar. Hampir setiap postingan gak punya gambar pendukung di dalamnya. Jadi kadang terasa jenuh liat tulisan doang. Hehe

    Suka

  5. Membaca tulisan mas Shiq4 rasanya adem dan mengalir.

    Kayak menyantap makanan khas Sunda diiringi suara seruling bambu dan ditemani gemericik air.

    Poin pertama benar-benar menghanyutkan saya untuk mengabaikan jumlah pengunjung dan fokus membangun email list.

    Terima kasih sudah membagikan artikel sebagus ini mas.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s