4 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Menulis Untuk Diri Sendiri Dulu

menulis untuk diri sendiri

Sumber gambar : yummymummyclub.ca

Saya telah menulis ratusan artikel selama beberapa bulan terakhir. Dan jika ada orang yang bertanya bagaimana caranya agar tetap konsisten menulis, kemudian menjadi blogger produktif, maka jawabannya adalah menulislah untuk diri sendiri sebelum menulis untuk audiens Anda.

Terlihat lucu. Tapi itulah kenyataannya.

Semua skill ada tingkatannya. Begitu pula dengan menulis. Banyak orang tersesat memfokuskan diri untuk mengesankan audiens (menulis untuk orang lain). Padahal mereka baru saja terjun di dunia tulis menulis. Tidak ada keseimbangan antara keinginan dan skill.  Pada akhirnya akan berakhir dengan kegagalan.

Tidak ada yang berkomentar. Tidak ada peningkatan jumlah pengunjung. Bahkan mungkin tidak ada yang membaca tulisan yang Anda publikasikan. Frustasi. Kemudian berhenti ngeblog.

Menulis untuk audiens merupakan pekerjaan orang yang sudah berpengalaman dalam menulis. Namun sebelum Anda bisa melakukannya, Anda perlu belajar dari awal, menulislah untuk diri sendiri. itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Berikut adalah 4 alasan mengapa menulis untuk diri sendiri akan membawa Anda pada kesuksesan :

1. Akan Membuat Anda Mencintai Aktivitas Menulis

Penulis yang baik menulis karena mereka mencintai aktivitas menulis. Tidak peduli apakah orang lain menilai tulisannya bagus atau jelek. Mereka menulis karena itu adalah passion. Menulis adalah sumber kebahagiaan mereka. Mereka akan merasa ada sesuatu yang hilang jika mereka berhenti menulis.

Pertanyaannya : Apakah Anda sudah mencintai aktivitas menulis?

Menulis untuk diri sendiri adalah langkah awal menciptakan kebiasaan menulis dan mencintainya. Lupakan apa yang akan dipikirkan orang lain tentang tulisan Anda. Lupakan apa yang akan dikatakan orang lain tentang karya Anda. Menulislah dengan bebas. Tanpa aturan. Dan Tanpa batasan apapun.

Selama Anda merasa bahagia ketika menulis, saya rasa tidak penting apakah nantinya tulisan Anda jelek atau bagus. Seandainya orang lain menyukainya, itu adalah bonus yang menyenangkan. Tidak lebih dari hal semacam itu.

2. Jika Anda tidak bisa Menikmati Tulisan Anda Sendiri, Maka Orang Lain Pun Tidak

Menulis itu mudah. Siapapun bisa menulis. Tapi apakah Anda bisa menikmati karya-karya Anda sendiri? Jangan terburu-buru meminta pendapat orang lain. Bertanyalah kepada diri sendiri, apakah saya bisa menikmati apa yang saya tuliskan?

Banyak blogger yang sibuk menulis artikel sebanyak yang mereka bisa. Mereka percaya bahwa semakin banyak jumlah artikel yang mereka terbitkan, semakin besar kesempatan mereka menjaring pengunjung dari mesin pencari. Namun mereka sangat jarang membaca kembali apa yang telah mereka publikasikan. Dan bagi saya itu adalah kesalahan yang tidak perlu dilakukan.

Untuk memperbaiki kualitas tulisan, kita harus mau meluangkan waktu membaca kembali karya-karya kita. Dan menikmatinya. Pelajari mengapa artikel yang satu menjadi bagus dan Anda sukai. Sedangkan yang lainnya tampak buruk dan Anda benci. Dengan melakukan evaluasi, diharapkan Anda mampu menulis sesuatu yang lebih bagus dari tulisan-tulisan sebelumnya.

Apa perbedaan antara tulisan-tulisan yang dibuat di masa-masa awal belajar menulis beberapa bulan yang lalu dengan tulisan yang sekarang? Jika tidak ada perbedaan yang bisa Anda temukan, itu adalah masalah besar. Karena itu juga berarti tidak ada perkembangkan apapun dengan kemampuan menulis Anda.

Nikmati tulisan Anda (melakukan evaluasi). Hilangkan yang buruk dan pertahankan yang baik. Maka orang lain pun bisa menikmati apa yang Anda tuliskan.

3. Membantu Anda Mengembangkan Gaya Menulis

Semua orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Dan perbedaan kepribadian tersebut membuat semua orang memiliki gaya menulis yang juga berbeda.

Sadarilah hal tersebut. Maka Anda akan sampai pada kesimpulan bahwa tidak semua orang akan menyukai apa yang Anda sajikan. Menghabiskan waktu untuk menulis dan menyenangkan semua orang akan sia-sia. Jadi, berhentilah berusaha untuk mencapai hal semacam itu.

Jadilah diri sendiri. Setelah Anda menginvestasikan waktu untuk belajar menulis, suatu saat Anda akan menyadari gaya menulis Anda sendiri. Cara menulis yang membuat Anda nyaman dan mudah Anda lakukan. Dan itu hanya terwujud jika Anda menulis untuk diri sendiri dulu.

Saat Anda sudah mahir dan menguasai gaya menulis yang Anda kembangkan sendiri, maka Anda akan siap menyajikan informasi untuk orang lain dengan lebih baik dari apa yang pernah bayangkan.

4. Tanpa Ekspektasi Berlebihan, Anda Akan Tetap Bersemangat Menulis

Jika Anda sering menghabiskan waktu mencari informasi di internet, mungkin Anda pernah menjumpai blog-blog yang tidak diupdate pemiliknya. Itu adalah contoh blog gagal yang nyata. Sedangkan disisi lain, Anda mungkin juga menemukan blogger yang sudah bertahun-tahun ngeblog tapi masih tetap saja eksis. Perbedaannya terletak pada ekspektasi.

Mereka yang menulis untuk orang lain akan kecewa jika jumlah pengunjung tidak sesuai dengan ekspektasinya. Mereka menjadi malas menulis sehingga tidak lagi produktif. Sementara blogger yang menulis untuk diri sendiri, mereka tidak akan terpengaruh dengan jumlah pengunjung. Semangat mereka stabil sepanjang waktu.

Selama mereka bahagia dengan aktivitas menulis, mereka akan terus menulis. bahkan jika tidak ada seorang pun yang membaca tulisan yang telah dipublikasikan.

Apakah Anda menulis untuk diri sendiri ? atau untuk orang lain? Berikan alasan yang bagus di kotak komentar.

Iklan

23 tanggapan untuk “4 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Menulis Untuk Diri Sendiri Dulu

  1. Kalau saya masih menulis untuk diri saya sendiri. Setiap menulis saya berpikir gini “ah, kalau pun tidak ada yang membaca setidaknya menjadi catatan kenangan bagi diri saya sendiri”. Hingga banyak tulisan yang saya tulis, setelah dibaca ulang ternyata tidak layak publikasi saya privat saja” πŸ˜‰

    Suka

  2. Menikmati tulisan sendiri juga bisa sekaligus sarana untuk editing. Termasuk yang sering lupa itu typo dan EYD. Apalagi untuk tulisan fiksi, typo dan EYD paling sering dikritisi.

    Saya juga termasuk penulis yang nggak terlalu banyak ngarep. Tapi satu hal yang sering banget saya alami, ketika saya merasa senang dan excited dengan satu tulisan, tulisan itu biasanya banyak yang baca meski tidak serta merta.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya perilaku pengunjung memang aneh2 mbak dyah. Pas lagi nulis jelek kadang banyak yg komen. Giliran dibagus2in eh yg komen cuman dikit. Yg penting bisa dinikmati.

      Suka

  3. Aku juga nulis buat diri sendiri, aku ngeblog dr 2012, tp abis nikah sempet vakum hampir setahun dan baru sekarang smpet nulis lagi, dibela2in deh sesibuk2nya minimal aku mesti nulis 1x seminggu biar blognya ga jd angker&berasa ada penghuninya πŸ˜†πŸ˜†

    Suka

  4. Menulis untuk diri sendiri dapat membuat kita mempelajari diri sendiri juga ya. Apakah tulisan kita enak dibaca atau tidak. Kalau mau nulis untuk diri sendiri sudah enak dibaca saat menulis untuk orang lain pasti juga enak. Menurut saya walaupun hanya menulis lewat blog, menulis adalah salah satu rekreasi jiwa

    Suka

  5. Kedua-kedua kalo saya, tergantung mood. Kadang kalo lagi pengen cerita, yaudah cerita panjang lebae di blog. Cuma ada kalanya hidup saya terasa flat banget dan gada sisi menariknya, nah saat itu sy coba bikin tulisan yg sekiranya bermanfaat buat org yg baca. HeheπŸ˜…πŸ˜…

    Disukai oleh 1 orang

  6. Yeahaaaaaa… saya masih dalam tahap ini, menulis untuk diri sendiri. Terkadang saya tertawa atau tersenyum sendiri, terkadang merenung dan nyengir membaca tulisan-tulisan lama entah yang sudah di publish di blog status atau yang masih di notepad hehehe. Tapi yang saya rasakan dan mulai merasa aneh… sudah bertahun-tahun masih saja menulis untuk diri sendiri? Saya merasa buruk mendapati diri saya begitu lambat untuk berkembang. Tapi well saya mencoba untuk satu hal seperti yang pernah di tulis Nazriel Ilham “Tulislah apa yang ada dipikiranmu sekarang, tak perlu berharap secepatnya berguna tapi suatu hari pasti akan berarti.”

    Salam! πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s