Bulan Ramadhan dan Penjualan Buah

penjualan buah dan ramadhan

Sumber gambar : detikindonesia.com

Saya tahu bahwa penjualan buah-buahan akan meningkat di musim panas. Itu terjadi hampir setiap tahun. Di tahun 2016 pun penjualan yang terjadi sesuai dengan harapan saya. Artinya semuanya berjalan seperti biasanya dan tidak ada masalah yang berarti.

Tapi beberapa hari terakhir, di awal-awal bulan ramadhan, tiba-tiba ada sebuah kejutan besar. Penjualan di hari pertama meningkat 4 kali lipat dari biasanya. Sungguh pencapaian yang melebihi ekspektasi saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya melayani pembeli sebanyak itu.

Awalnya saya kira ini hanya sebuah kebetulan yang menyenangkan saja. Mungkin orang-orang sedang ingin makan buah-buahan sebagai makanan penutup ketika berbuka puasa sehingga mereka membelanjakan uangnya untuk membeli buah-buahan. Maklum saja, puasa hari pertama, makanan harus serba enak. Sebagai pelampiasan karena menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Ditambah lagi bulan ramadhan di tahun ini dimulai di tanggal muda. Semua orang punya uang lebih untuk berbelanja. Jadi, saya menganggap faktor tersebut sebagai pemicu terjadinya kenaikkan penjualan buah-buahan di awal bulan ramadhan.

Namun permintaan buah-buahan tidak menurun di hari-hari selanjutnya. Selama 4 hari berturut-turut lapak buah saya ramai diserbu pembeli. Sampai artikel ini ditulis, penjualan buah-buahan tetap diatas rata-rata. Dan itu membuat perasaan saya melayang sepanjang hari. Jika penjualan tetap seperti ini, maka saya bisa menabung lebih banyak lagi.

Walaupun saya agak terkejut dengan perubahan perilaku konsumen di awal  bulan ramadhan tahun ini, saya mulai terbiasa dengan keadaan seperti saat ini. Siapa tahu saja selama sisa bulan ramadhan lapak buah saya tetap menjadi pilihan pertama setiap keluarga ketika membeli buah-buahan.

Semangka dan Melon Menjadi Primadona

Item yang menjadi primadona sejauh ini ada dua, yakni semangka dan melon. Selama 4 hari terakhir setidaknya lapak buah saya telah menjual sekitar 800 kg semangka dan melon. Dan itu merupakan penjualan terbesar buah-buahan yang pernah saya capai ketika bulan ramadhan.

Di bulan puasa seperti ini, ada kegiatan tadarus di masjid setiap kampung. Penduduk desa biasanya membeli semangka untuk diberikan kepada orang yang membaca Al-qur’an sepanjang malam. Tradisi semacam itu tetap ada di daerah mojosari. Tidak hanya semangka, ada suguhan lainnya seperti gorengan, bermacam-macam es, dan lain sebagiannya. Jadi, wajar saja jika semangka merupakan buah yang paling diburu di bulan ramadhan.

Sedangkan melon menjadi pilihan tepat untuk berbuka puasa bersama keluarga. Buahnya segar. Rasanya manis. Sangat cocok dipakai sebagai menu buka puasa. Walaupun harganya masih mahal karena ketersediaannya masih langka, buah melon tetap menjadi primadona lain selain semangka.

Penjualan buah-buahan lainnya seperti jeruk, salak, atau pepaya tidak mengalami peningkatan signifikan seperti halnya melon dan semangka. Hanya sedikit orang yang membeli. Walaupun demikian, keluarga saya tetap menjual buah-buahan tersebut. Yang penting masih ada pelanggan yang membelinya dan tidak menimbulkan kerugian. Selama hal tersebut terpenuhi, kami akan tetap menjual buah-buahan tersebut.

Seandainya Buah Garbis Panen di Bulan Ramadhan

Kalau boleh berandai-andai, maka saya ingin di bulan ramadhan saat ini ada stok buah garbis. Bagaimana tidak, permintaan buah garbis sangatlah tinggi. Seandainya saja tersedia buah garbis, saya yakin penjualannya pasti bisa mengalahkan buah semangka dan melon.

Biasanya garbis dipakai masyarakat untuk membuat es. Garbis diserbat kecil-kecil, ditambah air, ditambah gula, dan diberi sedikit es batu akan menghasilkan minuman manis yang cocok untuk berbuka puasa.

Beberapa hari terakhir saya juga menjual garbis. Semuanya langsung terjual. Padahal harganya masih sangat mahal dikisaran Rp 8.000,00/Kg. Sayangnya tidak ada stok garbis di pedagang-pedagang besar sehingga kami tidak bisa memenuhi semua permintaan buah garbis yang ada. Walaupun harganya mahal, masyarakat begitu menantikannya.

Keadaan seperti ini dikarenakan ramadhan tahun ini terjadi di bulan juni. Buah garbis belum panen besar sehingga jumlahnya masih sangat terbatas. Kalau pun ada, hanya garbis-garbis berkualitas rendah. Masih hijau, rasanya kurang manis, dan harganya mahal.

Semoga saja stok buah garbis segera ada di pedagang-pedagang besar sebelum lebaran tiba karena pelanggan kami masih sering bertanya tentang garbis yang stoknya sangat sedikit sekali di bulan ramadhan tahun ini.

Manusia Tidak Pernah Puas, Saya Berharap Penjualan Akan Tetap Sama

Peningkatan penjualan membuat saya merasa senang sepanjang hari. Tapi jauh di lubuk hati saya, saya benar-benar berharap bahwa penjualan akan stabil di atas rata-rata sebanyak hari-hari pertama bulan ramadhan.

Anda boleh mengatakan bahwa saya tidak pandai bersyukur, tapi jujur saja, memikirkannya saja membuat semangat kerja saya meningkat drastis. Apa yang salah jika memiliki harapan mendapatkan uang lebih banyak dengan cara yang halal?

Anehnya saya merasa takut dengan harapan saya sendiri. Bagaimana jika penjualan akan kembali seperti semua sebelum ramadhan berakhir? Akankah saya kecewa? Atau apakah perasaan takut saya merupakan sesuatu yang berlebihan?

Daripada bingung memikirkan semua itu, lebih mudah mengatakan bahwa mungkin saja Tuhan sedang bermurah hati terhadap saja sehingga rejeki saya lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Itu pemikiran yang mampu menenangkan pikiran. Kadang memasrahkan diri kepada Tuhan merupakan jawaban terbaik untuk hidup lebih bahagia dan tidak berpikir negatif tentang hal-hal yang terjadi di masa depa 

Iklan

25 tanggapan untuk “Bulan Ramadhan dan Penjualan Buah

  1. suka banget liat gambar semangka yang dalemnya warna merah terang begitu, semingguan ini saya beli semangka selalu dapet yg masih pucat/putih di dalamnya dan gak begitu manis :(, gimana sih cara pilih semangka yg baik?

    Disukai oleh 1 orang

    1. Bisa dengan memukul buah semangka dengan jari. Klo buahnya bunyinya nyaring berarti semangkanya masih baru/segar. Biasanya juga bisa dilihat dari warna kulitnya. Klo hijau tua berart buahnya sudah matang dari pohon. Dan terakhir tanya penjual buah apakah semangkanya pake obat atau nggak. Soalnya klo pake obat warnanya merah tapi rasanya kurang manis πŸ™‚

      Disukai oleh 1 orang

  2. Kalau di Banjarmasin, selain semangka dan melon ada buah lain yang diburu. Namanya belungka Batu. Mirip garbis tapi lebih lunak dan agak seperti gabus teksturnya. Biasanya juga diserut atau dipotong kecil untuk es buah .

    Semoga makin laris sampai akhir Ramadhan….

    Suka

    1. Di pulau jawa belungka batu pamornya masih kalah dengan timun mas mbak dyah, selain itu biaya transportasinya pasti mahal klo memaksakan diri mendatangkan belungka batu.

      Suka

  3. Baru mau nanya garbis itu apa, oo ternyata blewah. Iya mas, buka puasa hari pertama dirumah ku makanan pembuka nya sop buah, dimana di dalamnya ada melon, semangka, blewah dan tentu buah2an lainnya hihihi kayanya mama jadi salah satu ibu2 yang nyari buah2an buat buka.

    Selamat puasa ya mas moga dagangannya laku teruuuus!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s