Perbedaan Antara Penulis Baik dengan Penulis Buruk

penulis yang baik dan penulis yang buruk

Sumber gambar : pagely.com

Jika Anda sudah cukup lama menekuni hobi ngeblog, maka Anda pasti menyadari bahwa menjadi blogger juga berarti menjadi penulis karena hobi ngeblog menuntut Anda untuk terus menulis sepanjang waktu.

Mungkin Anda telah membaca puluhan artikel tentang cara menghasilkan konten berkualitas dari blogger atau penulis terkenal lainnya dan mengaplikasikannya dalam pengembangan blog Anda. 

Hanya ada satu pertanyaan yang terus menganggu pikiran Anda : “Apakah saya sudah menjadi penulis yang baik dan menghasilkan tulisan berkualitas tinggi? Atau apakah saya hanya menjadi penulis yang buruk dan tidak bisa berkontribusi apapun dalam perkembangan informasi di indonesia?

Menurut jeff goins, perbedaan antara penulis baik dengan penulis buruk tidak ada hubungannya dengan kemampuan. Perbedaannya terletak pada ketekunan. Penulis buruk berhenti menulis. Sementara penulis baik terus menulis.

Saya setuju dengan pernyataan jeff goins diatas. Namun menurut saya, perbedaan terbesar diantara keduanya adalah keberanian untuk bermimpi.

Penulis yang baik akan terus menulis karena mempercayai bahwa ia akan menjadi penulis hebat di masa depan. Sementara penulis yang buruk tidak punya hasrat apapun. Ia hanya menulis tanpa tujuan sehingga ia akan layu sebelum berkembang.

Apa yang Dilakukan Penulis yang Baik

Secara umum penulis yang  baik memiliki kebiasaan-kebiasaan yang mampu membantu mereka berkembang. Beberapa hal yang biasa dilakukan antara lain:

Berlatih Menulis – Menulis itu ibarat sebuah pedang. Kalau diasah terus menerus, maka pedang tersebut akan tajam. Penulis yang baik menyadari hal tersebut dan meluangkan waktu untuk terus menulis sebaik yang mereka bisa. Tidak heran jika mereka menjadi bibit unggul atau calon penulis hebat di masa yang akan datang.

Mengedit – Tidak ada tulisan bagus yang langsung selesai tanpa melalui proses editing. Walaupun terkesan sederhana, mengedit tulisan memegang peranan vital dalam menghasilkan karya tulis yang bagus.

Pikiran Penulis yang Baik Selalu Terbuka – Berikan saran, pujian, atau kritikan, maka mereka akan mencatatnya dan memikirkan apa yang Anda katakana. Bahkan mungkin mereka akan mengucapkan terima kasih kepada Anda karena memberi penilaian atas karya-karya mereka.

Membaca Secara Teratur – Bagi penulis yang baik membaca adalah sebuah kebutuhan. Tanpa membaca mustahil mereka menghasilkan tulisan dengan kualitas tinggi. Karena mereka tahu bahwa pengetahuan adalah kekuatan dalam menulis.

Tidak Malu Bertanya Kepada Penulis Lain – Diatas langit masih ada langit. Mereka rendah hati dan tidak sombong. Itu juga berarti mereka tidak malu bertanya kepada penulis lain jika mereka menemui hambatan dalam menulis atau meminta saran untuk memperbaiki tulisan yang sedang mereka kerjakan.

Jika Anda adalah orang yang ingin berkarir sebagai penulis artikel freelance, maka tidak ada salahnya untuk membaca artikel “Apa yang dilakukan penulis artikel freelance” karena ada beberapa hal yang sedikit berbeda dibanding dengan menjadi penulis buku atau penulis cerpen. 

Apa yang Dilakukan Penulis yang Buruk

Walaupun Anda sudah lama menggeluti hobi ngeblog tapi tidak ada yang membaca artikel-artikel yang Anda terbitkan. Kalaupun ada jumlahnya hanya sedikit sekali. Bisa dihitung dengan jari.

Dan hal tersebut berhasil menurunkan semangat menulis yang Anda miliki.

Apakah Anda bingung dengan keadaan semacam itu?

Salah satu penyebabnya adalah karena tulisan Anda masih jelek. Namun Anda tidak menyadarinya sehingga pengunjung masih tetap sedikit seperti ketika pertama kali Anda membangun blog.

Dan yang lebih buruk lagi, ternyata Anda melakukan apa yang biasa dilakukan oleh penulis yang buruk seperti dibawah ini:

Malas – Penulis yang buruk selalu punya alasan untuk menunda-nunda pekerjaannya atau tidak mau berlatih menulis. Ia malas dan tidak punya motivasi. Itu sebabnya ia tidak akan pernah bisa konsisten menulis sesuatu yang luar biasa.

Penulis yang Buruk Bagaikan Kata Dalam Tempurung – Ia selalu merasa bahwa tulisannya sempurna. Padahal dalam kenyataannya apa yang ia hasilkan tidak sebagus seperti apa yang ia kira. Ia hanya hidup dalam angan-angan. Dan ia tidak punya niat untuk berubah.

Tulisannya Rumit dan Sukar Dipahami – Sebenarnya tugas penulis adalah menyampaikan informasi yang rumit dengan cara paling sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang lain. Namun penulis yang buruk selalu ingin dianggap hebat sehingga sering memilih kosakata yang sulit dipahami oleh orang kebanyakkan.

Pemikirannya Tertutup – Berikan ia pujian, maka ia akan terbang setinggi langit biru. Namun berikan ia kritik pedas, maka ia akan menutup telinganya rapat-rapat.  Tidak ada orang yang bisa  memberinya saran. Kalaupun ada, ia tidak akan mengiraukannya.

Saatnya Berubah, Mulailah Bermimpi

Semua blogger sukses berawal dari orang yang biasa saja. Mereka pernah menjadi penulis pemula. Sama seperti Anda saat ini, mungkin mereka mencari cara terbaik untuk menjadi penulis hebat yang mampu menghasilkan konten-konten berkualitas.

Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan untuk mengikuti jejak penulis-penulis sukses favorit Anda adalah mulai bermimpi. Cobalah bayangkan diri Anda menjadi penulis terkenal  dan Anda akan mendapatkan energi yang luar biasa untuk menyelesaikan setiap tantangan menulis yang menghambat Anda.

Impian adalah motivasi terbesar yang Anda miliki. Karena impian akan menuntun Anda menemukan hal-hal yang Anda butuhkan untuk menjadi penulis hebat. Bahkan disaat Anda mengalami kegagalan dan tidak tahu harus berbuat apa, sebuah impian akan membuat Anda tetap berpikir positif dan bangkit dari keterpurukkan.
Karena penulis yang baik selalu memliki motto “ Lebih baik berusaha sekuat tenaga dan gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali.”

Sedangkan penulis yang buruk selalu berkata “Saya tidak akan pernah menjadi penulis hebat karena bla… bla… bla…”. Dan sejuta alasan negatif lainnya. 

Iklan

19 tanggapan untuk “Perbedaan Antara Penulis Baik dengan Penulis Buruk

  1. Seperti biasa, selalu bagus tulisannya. Mengedit tulisan itu termasuk mengendapkan tulisan dahulu. Aku biasanya kalau menulis ga bisa cepat2 publish. Selalu kuendapkan sehari dua hari sambil dibaca lagi mungkin aja ada kesalahan penulisan (typo), tanda baca, ataupun ada ide atau gagasan yang belum masuk pada tulisan sambil memperdalam isinya, riset sana sini. Tapi beda blog memang beda gaya penulisan. Karena masing2 punya pangsa pasarnya sendiri.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Penulis yang buruk juga sepertinya yang terlalu mengandalkan mood dalam menulis. Jadi kalau tidak benar-benar mood atau suasana hati sedang buruk, maka akan mempengaruhi produktivitasnya. Saya rasa mengkreatifkan diri untuk selalu menjaga mood juga adalah hal yang harus diperhatikan bagi mereka yang berminat untuk menjadi penulis baik.

    Suka

    1. Wah klo itu saya banget mas ha ha ha…… Klo mood sedang buruk nulisnya nggak kelar2. Terima kasih mas masukkanya. Ntar saya cari jawaban dari persalahan tersebut biar saya bisa jadi penulis yang baik.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s