Mengapa Membaca? Ini Versi Saya

Mengapa saya membaca

Sumber gambar : theguardian.com

Sejak saya masih duduk di bangku SD, saya sudah memiliki kebiasaan membaca yang baik. Majalah bobo dan majalah mentari merupakan bacaan favorit saya di waktu kecil. Kemudian berkembang dengan bacaan-bacaan bertema kepahlawanan seperti damarwulan, kisah-kisah perjuangan, dan dongeng-dongeng yang ada di buku pelajaran bahasa Indonesia seperti timun emas dan terjadinya danau toba.

Meskipun begitu, kebiasaan membaca saya masih pada level mood-mood-an. Jika perasaan saya sedang bahagia, maka saya bisa membaca sebuah buku novel tebal dalam waktu sehari saja. Namun, jika perasaan sedang tidak enak, maka saya hanya membaca beberapa artikel di internet. Begitu lah siklus membaca yang terjadi pada saya sehingga saya mungkin bisa dikategorikan pemula dibanding dengan kutu buku lainnya.

Walaupun demikian, saya berusaha untuk terus membaca setiap hari. Jika Anda bertanya “ Mengapa saya ingin terus membaca?” , maka berikut adalah alasan-alasan versi saya:

1. Membaca Adalah Sumber Pengetahuan, Kumpulan Pengetahuan Merupakan Sumber Kebijaksanaan

Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca saya bisa memperoleh berbagai macam pengetahuan yang saya butuhkan untuk hidup dengan lebih baik lagi.

Seiring dengan banyaknya informasi yang saya ketahui, semakin tinggi ilmu yang saya miliki. Dengan begitu saya bisa menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam menjalani sisa hidup ini.

Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena motto hidup orang-orang yang mempelajari kebijaksanaan hidup seperti saya adalah “ Hidup untuk belajar “. Sepanjang saya mampu mempelajari hal-hal baru, tidak ada alasan untuk berhenti belajar. Membaca adalah kebutuhan, bukan sebuah keharusan. 

2. Tidak Ada Penulis Hebat yang Tidak Mau Membaca Karya Penulis Lainnya

Manusia itu memiliki sifat lupa. Agar tidak lupa dengan ilmu yang telah dipelajari, seseorang yang bijaksana pasti belajar untuk menjadi penulis juga.

Selain untuk mengingatkan diri sendiri, tulisan tersebut pun mampu digunakan oleh orang lain yang membutuhkan ilmu pengetahuan tersebut. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya berusaha untuk menulis dengan sesederhana mungkin agar lebih mudah dipelajari dan dipahami oleh orang lain.

Untuk menghasilkan tulisan yang bagus, sederhana, dan mudah dipahami, tentu saja saya harus membaca tulisan-tulisan penulis lainnya. Dengan begitu saya akan menemukan satu-satunya cara terbaik untuk menyampaikan segala ilmu pengetahuan yang saya miliki menggunakan kata-kata yang tepat sehingga tulisan tersebut tidak saya nikmati sendiri, orang lain pun bisa menikmatinya. 

3. Berpetualang Ke Dimensi Lain

  

Menurut introvert bahagia seperti saya, dunia ini tempat yang membosankan. Semua orang terjebak rutinitas dan melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Saya merasa bosan dengan kondisi yang hampir sama setiap hari. Dan ketika saya mulai bosan, saya benar-benar menginginkan sesuatu yang diluar batas kewajaran seperti sihir mematikan voldermort atau pertarungan mematikan milik musashi.

Itu hanya bisa saya dapatkan melalui membaca. Bagi saya membaca merupakan pintu ke dimensi lain seperti pintu kemana saja milik doraemon. Saya bisa berpetualangan ke tempat-tempat menakjubkan, bertemu dengan karakter-karakter yang luar biasa, bahkan sesuatu yang tidak pernah ada di dunia ini seperti naga atau binatang-binatang yang bisa berbicara pun bisa saya temukan.

Setiap buku memiliki misteri tersendiri. Dan saya selalu siap memulai petualangan baru mengungkap semua misteri dalam sebuah buku.

h2>4. Membaca Memiliki Manfaat Terhadap Kesehatan Saya

Menurut detik.com, membaca memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi stres, mengembangkan pola tidur yang sehat, meningkatkan konsentrasi, menjauhkan penyakit Alzheimer, dan melatih otak.

Dilihat dari segi mana pun, membaca buku bisa membantu saya untuk mendapatkan manfaat-manfaat tersebut. Jadi, tidak ada alasan untuk berhenti membaca.

5. Karena Saya Merasa Bahagia Bisa Konsisten Membaca

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada orang yang suka berkebun, ada orang yang suka bersepeda, dan ada orang yang suka menulis. Apapun kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang, semua pasti dilandasi oleh perasaan bahagia ketika melakukannya.

Hal semacam itu juga berlaku kepada saya. Saya membaca karena saya merasa rileks dan nyaman. Ada perasaan senang yang menyelimuti saya ketika berhasil selesai membaca buku. Saya merasa tenang. dan selama saya terus merasakan hal-hal yang bahagia, maka saya akan terus membaca.      

6. Mencari Solusi Atas Masalah-Masalah yang Saya Alami dari Ahli di Bidangnya

Di era informasi seperti saat ini, kita bisa memperoleh nasihat-nasihat terbaik dari ahlinya jika kita memiliki masalah dalam hidup.

Jika saya bermasalah dengan blog yang saya kelola, mungkin saya akan mengunjungi problogger.net untuk mendapatkan saran terbaik dalam mengelola blog.

Lifehack.org juga bisa diakses Selama 24 jam untuk memberi jawaban-jawaban atas masalah-masalah seputar kehidupan. Ditulis ahlinya, pasti hasilnya tidak akan jauh dari apa yang saya harapkan.

Seandainya saya ingin memulai bisnis internet, quicksprout merupakan sumber terbaik untuk mempelajari semua hal tentang internet marketing. Bahasa yang digunakan pun sangat sederhana sehingga bisa langsung diaplikasikan oleh pemula seperti saya.

Di zaman sekarang, kita bisa memperoleh informasi apapun dari para ahli. Satu-satunya yang harus kita lakukan adalah mau membaca. Bukannya mengeluh dan meratapi nasi yang sudah menjadi bubur.

Jadi, sekarang giliran Anda untuk menjawab pertanyaan sederhana “mengapa Anda membaca?”di kotak komentar yang telah disediakan.

Iklan

22 tanggapan untuk “Mengapa Membaca? Ini Versi Saya

  1. Bener banget poin2nya, terutama yang pertama.
    Membaca itu ibarat jendela kehidupan, jika merasa gerah atau panas dengan kehidupan tinggal buka aja jendela (buku) angin semilir ilmu pengetahuan akan mengademkan suasana.

    Suka

  2. Bacaannya kok sama? Jaman kecil juga suka baca bono, mentari sama ananda.
    Setuju semua point di artikel ini kecuali nomor lima. Saya belum konsisten membaca 😥

    Suka

    1. Klo sudah punya bacaan favorit pasti bakalan konsisten. Misalnya saya suka SEO, hampir tiap hari baca jurnal2 SEO. Atau dulu pas suka sepak bola, tiap hari baca artikel2 seputar sepak bola. Sekarang sih lagi suka baca buku2 sejarah atau true story.

      Suka

  3. Saya setuju nomor 2 bang. Penulis kalau nggak baca karya penulis lainnya itu kalau alasannya takut plagiat, itu salah banget. Malah harus banyal baca, bisa ngembangin alur nggak ke arah yang sdh pernah dibikin orang 😉

    Suka

    1. Ya orang2 yg hobi membaca biasanya juga akan suka menulis. Karena membaca tanpa menulis ibarat menggambar di pasir pantai. Mudah dilupakan begitu saja. 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s