Bagaimana Menjadi Introvert yang Bahagia

cara menjadi introvert bahagia

Sumber gambar : www.themuse.com

Menurut urbandictionary.com introvert adalah kebalikan dari ekstrovert, seseorang yang bersemangat menghabiskan waktu seorang diri. Sering terlihat berada di rumah, perpustakaan, taman yang sepi dimana tidak banyak orang yang memperhatikan atau tempat terpencil lainnya. Introvert suka berpikir dan menyendiri.

Karena dunia ini didominasi oleh kelompok ekstrovert, sifat-sifat para introvert dianggap sebagai sifat yang buruk sehingga kebanyakan orang akan menjauhi para introvert, memandang sinis, bahkan dijadikan objek bullying karena para introvert dianggap sebagai orang yang lemah.

Masing-masing orang berkepribadian introvert pasti memiliki pengalaman buruk dengan sikap orang-orang disekitarnya yang membuat hari terasa memuakkan. Walaupun demikian, bukan berarti menjadi introvert tidak bisa meraih kebahagiaan. Ada “sesuatu” yang bisa kita lakukan untuk menjadi introvert yang bahagia.

Jika Anda seorang introvert seperti saya, maka Anda harus membaca sampai tuntas. Saya akan memberitahu beberapa hal kecil tentang bagaimana menjadi introvert yang bahagia. Berikut daftarnya:

1. Terima Diri Sendiri Sebagai Introvert dan Jadilah Diri Sendiri

Kehidupan saya sebagai introvert berjalan dengan baik hingga usia saya sekitar 18 tahun. Setelah mengalami kesendirian di tahun pertama kuliah, di tahun kedua saya berusaha merubah sifat yang melekat pada diri saya.

Saya mulai berlaku seperti orang kebanyakan. Pergi ke warung kopi bersama-sama, mencontek tugas dari teman, bersosialisasi dan berkenalan dengan orang–orang baru. Dalam waktu sekejap saya memiliki banyak teman.

Semaunya berjalan dengan lancar seperti yang saya inginkan.

Tapi ada satu hal yang pasti.

Saya tidak bahagia dengan keadaan semacam itu.

Setiap kali pergi ke warung kopi bersama-sama, saya ingin cepat-cepat pulang. Saya kadang juga harus berpura-pura antusias membicarakan topik-topik yang tidak saya sukai dengan orang lain. Di lain waktu, saya harus membalas sms-sms yang terasa menganggu. Ternyata kehidupan semacam itu malah membuat saya tersiksa.

Jadi, jangan pernah mencoba berperilaku seperti orang kebanyakan. Itu tidak akan berhasil. Meskipun orang lain menganggap kita sebagai orang yang menyenangkan dan bahagia dengan apa yang kita lakukan, tapi perasaan kita tidak bisa berbohong.

Beberapa bulan kemudian saya memutuskan untuk kembali berperilaku seperti biasanya. Tidak banyak bicara, meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca buku, berpikir seorang diri tentang kehidupan, dan semuanya tampak normal bagi saya.

Orang-orang mulai beranggapan saya sebagai orang yang aneh. Saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentang saya karena saya lebih bahagia ketika menjadi diri sendiri.

Pada saat itu, saya mulai belajar menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan menjadi introvert. Kita hanya memiliki dunia yang “sedikit” berbeda dari manusia pada umumnya. Terima kenyataan itu dan semuanya akan baik-baik saja.

2. Temukan Hobi yang Tidak Membutuhkan Banyak Orang untuk Melakukannya

Di masa SMP atau SMA, saya menyukai sepak bola. Hampir setiap hari saya bermain sepak bola. Tapi saya tidak pernah menjadi pemain yang bagus. Saya hanya menjadi pemain candangan. Mungkin orang-orang tidak pernah menyadari bahwa saya adalah salah satu pemain sepak bola.

Selain sepak bola,  di masa SMA saya tergabung dengan kegiatan seni. Semacam drama. Dan nasib saya tidak jauh berbeda dengan kondisi saya sebagai pemain sepak bola. Tidak dihiraukan siapa pun.

Basket? Kejadiannya sama saja.

Berorganisasi? Sewaktu saya menjadi mahasiswa saya juga sedikit aktif. Namun beberapa minggu kemudia saya keluar karena semuanya tampak membosankan.

Bukan karena saya tidak berbakat dalam semua hal tersebut. Tapi saya tidak bisa berkembang karena salah memilih kegiatan. Introvert membutuhkan hobi yang bisa dilakukan sendirian tanpa orang lain.

Ada banyak pilihan hobi yang bisa Anda lakukan. Ada hobi menulis, berkebun, membaca buku, atau fotografi. Sampai sejauh ini saya menggeluti hobi membaca dan menulis. Saat melakukannya, saya merasa senang dan merasa bisa melakukannya lebih baik dari orang lain. Dan saya bahagia.

Jika Anda menjadi mahir, maka Anda akan bahagia. Selain itu, orang akan mengakui kemampuan Anda dalam bidang yang Anda geluti. Itu akan sangat membantu kepercayaan diri Anda ketika berhubungan dengan orang lain.

3. Introvert memang Penyendiri, Tapi Manusia Tetap Makhluk Sosial. Temukan Sahabat yang Tepat

Introvert tidak akan pernah mendapatkan sahabat. Benar?

Anda sedikit benar tentang hal tersebut. Di SMA saya hanya mempunyai seorang sahabat. Meskipun menurut saya ada kemungkinan  ia terpaksa menjadi sahabat saya karena tidak ada orang yang mau bersahabat dengan saya (mungkin dia kasihan dengan saya), tapi saya tetap menganggapnya sebagai sahabat.

Ada 900 an orang seangkatan di SMA dan tidak ada yang menghiraukan saya. Dan saya merasa baik-baik saja dengan hal tersebut.

Oke mungkin saya sedikit keterlaluan. Anda mungkin bertanya “ bagaimana dengan teman-teman di kelas?”. Mereka hanya sekedar teman biasa. Bukan sahabat. Kami hanya ngobrol berbasa-basi tapi tidak pernah terikat secara emosional. Saya tidak merasakan apapun ketika mengingat mereka dan mereka juga mungkin tidak memiliki sedikit kenangan indah ketika bersama saya.

Sepanjang ingatan saya, hanya ada satu orang yang selalu membantu saya sepanjang SMA. Itu tidak pernah berubah sampai saya menginjak bangku kuliah.

Saya pernah merasa kesepian pertama kali ketika menjadi mahasiswa. Saat itu saya juga merasa iri dengan kehidupan mahasiswa lainnya. Dan saat itu saya mulai menyadari bahwa saya membutuhkan beberapa sahabat.

Saya punya hubungan yang baik dengan sekitar 5 orang saja yang bertahan sampai beberapa tahun. Teman-teman satu kos. Ada banyak sih teman ketika saya berkesperimen seperti cerita pada poin pertama, tapi saya bahkan sudah lupa nama mereka. Bukan bagian penting dalam hidup saya.

Sebagai introvert, agar Anda tidak dimanfaatkan atau disakiti, lebih baik memilah dengan baik orang-orang disekitar Anda sebagai sahabat. Walaupun kita selalu merasa nyaman ketika sendirian, ada waktunya untuk bersosialisasi dan membicarakan hal-hal yang tidak penting dengan sahabat kita. Ada hanya memerlukan 3 atau 4 orang sahabat dan Anda akan menjadi lebih bahagia lagi.

4. Temukkan Waktu Terbaik Untuk Sendirian

Saya juga tidak tahu mengapa saya merasa nyaman ketika sendirian. Mungkin sudah jadi sifat introvert. Tapi hal tersebut bisa jadi penganggu hubungan dengan sahabat baik Anda atau keluarga Anda jika tidak diatur dengan benar.

Bayangkan jika Anda memilih waktu siang hari untuk menyendiri di dalam kamar. Dan Anda sering melakukannya. Keluarga Anda akan khawatir. Sahabat baik Anda pun akan khawatir. Jadi, buatlah jadwal “me time” dengan hati-hati.

“me time” adalah waktu dimana Anda bisa bersenang-senang melakukan apa yang Anda inginkan. Anda bisa memutar musik keras-keras, bernyanyi tidak sesuai nada, atau membaca buku-buku tebal. Tidak ada orang yang bisa menganggu “me time”, termasuk keluarga dan sahabat baik Anda.

Oleh karena itu, dalam menetapkan “me time” sebaiknya Anda memilih waktu malam hari sebelum tidur. Di waktu tersebut sahabat baik Anda tidak akan menghubungi Anda untuk mengajak keluar bersama. Juga keluarga Anda mungkin beranggapan Anda sudah tidur sehingga tidak akan menganggu “me time” yang Anda rencanakan.

5. Luangkan Waktu untuk Membangun Hubungan Berkualitas dengan Anggota Keluarga Anda

   
Keluarga saya terdiri dari 8 orang. Ibu saya melahirkan 6 orang anak. Jadi, selama bertahun-tahun rumah saya selalu ramai dengan tawa dan sedikit pertengkaran antara anak-anak kecil.

Tapi suasananya sedikit berbeda saat ini. Hanya tersisa 4 orang saja di rumah. Ibu, Bapak, saya, dan adik terakhir saya. Yang lainnya mondok, 2 kuliah, dan satu lagi sudah menikah.

Sebenarnya ada hal yang aneh dengan keintrovertan saya. Entah mengapa kok saya tidak pernah menjadi pendiam jika berhubungan dengan anggota keluarga lainnya. Mungkin karena mereka adalah orang-orang yang sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan saya dan selalu menerima saya apa adanya. Jadi, itu membuat saya merasa nyaman.

Jika Anda seorang introvert, maka tidak perlu malu menceritakan semua hal kepada anggota keluarga lainnya. Luangkan waktu untuk ngobrol bersama, nonton TV bersama, atau berlibur dengan anggota keluarga lainnya. Itu mungkin adalah hal terindah dalam hidup ini.

Yang saya tahu, saya bahagia dengan hubungan yang berkualitas dengan anggota keluarga lainnya. Kadang saya juga merasa beruntung karena tidak semua orang memiliki keluarga yang baik. Dan itu membuat saya menjadi introvert yang bahagia.

6. Manfaatkan Kemampuan Berpikir yang Anda Miliki untuk Merencakan Masa Depan

Percaya atau tidak, introvert adalah orang yang mampu merencanakan semua hal dengan baik. Bahkan lebih baik dari kebanyakan orang pada umumnya.

Jangan bertingkah seperti orang ekstrovert, mereka banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan kegiatan apapun tidak pernah mereka rencanakan dengan baik. Sisi buruk ekstrovert adalah ketika mereka mengalami kegagalan atau hal-hal buruk, mereka akan sulit move on karena mereka tidak pernah berencana dengan matang.

Sedangkan para introvert, berkaca dari pengalaman yang buruk, mereka cenderung berpikir dua kali sebelum memutuskan sesuatu. Kalaupun nanti rencana mereka gagal atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, introvert sudah menyiapkan rencana cadangan.

Sekarang mulailah gunakan kemampuan berpikir Anda untuk meraih hal-hal yang Anda inginkan.

Mungkin Anda berencana untuk berlanggan majalah populer selama satu tahun, berlibur ke tempat-tempat menarik dengan dana yang murah, atau mencari pasangan yang Anda idamkan.

Saat semua rencana Anda sudah matang, Anda tinggal take action dan menjadi introbert bahagia karena hal-hal kecil yang Anda inginkan benar-benar menjadi kenyataan.   

7. Tingkatkan Prestasi Akademik, Belajarlah Sungguh-Sungguh

Pernahkah Anda mengalami perlakuan buruk dari orang lain karena mereka berpikir Anda lemah dan tidak akan membalas semua perlakuan mereka?

Apakah Anda melihat pandangan sinis orang-orang di sekitar Anda yang menganggap Anda orang aneh?

Atau mungkin pertanyaan-pertanyaan bodoh dari orang lain yang menganggap Anda idiot?

Saya pernah mengalami hal-hal semacam itu sebagai seorang introvert. Dan itu menyakitkan. Saya juga tidak tahu mengapa mereka tertawa ketika menyakiti saya. Tapi saya sudah biasa dengan hal-hal semacam itu. Dan untuk menjawabnya, saya belajar dengan sungguh-sungguh.

Beruntung Tuhan menganugrahkan pikiran yang cerdas kepada saya sehingga saya mampu mengikuti semua pelajaran di sekolah hingga kuliah. jika Anda pintar, maka orang akan berpikir dua kali sebelum mereka mengatakan hal-hal buruk tentang Anda.

Setidaknya orang-orang disekitar Anda akan menghormati Anda dan memperlakukan Anda dengan baik seperti halnya perlakuan yang mereka berikan pada orang lainnya. Kita introvert bahagia. Juga introvert yang pintar. Itu yang harus kita lakukan.

8. Kembangkan Otak Kanan Anda dengan Membaca BUku-Buku Motivasi

Sejak kelas dua SMP saya sudah membaca buku-buku motivasi. Setiap kali saya membaca hal-hal baru berkenaan dengan kebahagiaan, saya begitu antusias dan selalu bergairah. Kepala saya dipenuhi pertanyaan bagaimana mungkin orang mampu memikirkan apa yang mereka tulis dengan menakjubkan?

Ternyata begitu banyak hal unik di dunia ini. Ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita pelajari melalui buku-buku motivasi. Di usia saya yang masih 14 tahun, saya pernah bermimpi untuk membuat buku seperti “seven habbits” karya Steven R. Covey (kalau tidak salah ya…. Soalnya sedikit lupa). Walaupun sampai saat ini hal tersebut belum terwujud.

Buku-buku motivasi akan menjadikan otak kanan Anda berkembang dan melihat semua kejadian dengan sudut pandang lain.

Anda bisa tertawa ketika kehilangan dompet karena di dunia yang saat ini, Anda akan sadar bahwa kebanyakan orang akan mengambil isi dompet yang mereka temukan dibanding dengan mengembalikannya. Moral orang-orang di masa sekarang begitu bobrok. Dan itu layak untuk ditertawakan.

Anda juga bisa berpikir secara mendalam mengapa di zaman sekarang hal pertama yang dibicarakan korban kecelakaan melulu soal ganti rugi.

Terlalu banyak hal istimewa yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Introvert memang memiliki cerita menyedihkan tentang perlakuan orang-orang disekitarnya. Tetapi jika otak kanan Anda berkembang dengan baik, Anda akan memiliki paradigma unik yang membuat Anda menjadi introvert bahagia dibandingkan terus bersedih karena diciptakan Tuhan sebagai introvert.

9.Biasakan Untuk Bersyukur

Saya agak kurang nyaman ketika menulis poin terakhir ini karena pada kenyataannya saya belum menguasai seni bersyukur dengan baik.

Saya mungkin akan bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan atau sesuatu yang saya sukai. Atau ketika saya menyadari bahwa saya memiliki keluarga yang menyayangi saya. Tapi ketika hal buruk terjadi, saya masih menjadi sosok introvert yang sering mengeluh.

Pernah suatu kali saya sakit, dan saya mengeluh selama beberapa bulan karena sakit yang saya alami.

Pernah saya mengalami kecelakaan motor dan saya begitu mengeluh karena tangan saya bengkak.

Pernah juga saya tidak mendapatkan seorang pembeli pun ketika berjualan karena hujan turus secara terus-menerus, dan saya mengeluh.

Begitu banyak keluhan. Tapi semuanya sedikit lebih baik saat saya membandingkan kondisi saya dengan orang lain yang lebih tidak beruntung.

Saya bersyukur karena sakit saya tidak parah karena banyak orang yang sakit parah dan meninggal karena penyakitnya. Saya merasa beruntung.

Saya bersyukur karena kecelakaan tersebut hanya membuat tangan saya bengkak, tidak lebih dari itu. Dan saya bersyukur.

Saya pun tidak lagi bersedih ketika tidak mendapatkan pembeli karena jika dipikir-pikir, semuanya pedagang pun mengalami hal serupa.

Intinya lihatlah di sekeliling Anda. Pasti ada orang yang nasibnya lebih malang daripada Anda. Sering-Seringlah melihat ke bawah, jangan melihat ke atas. Dan Anda akan punya segudang alasan untuk mensyukuri kondisi Anda saat ini. Apapun yang terjadi.

Tidak ada yang salah dengan menjadi introvert yang selalu bersyukur karena bahagia itu hak semua orang. Bahagia itu sesederhana ketika Anda mampu mensyukuri keadaan Anda. Tidak lebih besar dari hal semacam itu.
 

Iklan

17 tanggapan untuk “Bagaimana Menjadi Introvert yang Bahagia

  1. Emm sebelumnya aku juga sering mengeluh ini itu tapi semenjak aku pindah ke batam aku jadi menyadari mas kalau ternyata hidupku lebih beruntung dri pada org lain 😃

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s