Musim Panas : Saatnya Menghasilkan Lebih Banyak Uang

Sudah bulan april. Intensitas hujan sudah mulai berkurang. Itu artinya saya harus mempersiapkan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan akan buah-buahan segar di musim panas.

Sekilas tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh hujan terhadap bisnis saya adalah hujan membuat semuanya tampak lebih sulit. Meskipun jumlah permintaan buah tidak menurun, tetapi orang tidak mau pergi membeli buah jika hujan turun dengan deras. Itu membuat penjualan menurun drastis. Bahkan kami (ayah, ibu, dan saya) kadang-kadang terpaksa libur karena memang tidak ada pembeli.

Selain itu, di musim hujan sangat sulit memenuhi stok buah kami. Persediaan buah-buahan di pedagang-pedagang besar hanya sedikit. Jadi kami harus berebut dengan pedagang kecil lainnya untuk mendapatkan buah-buahan yang berkualitas.

Juga karena masalah buah yang busuk terlalu banyak. Setiap kali kami memutuskan untuk libur, umur buah-buahan kami menjadi lebih sedikit. Seharusnya stok harus habis dalam dua hari, tapi karena hujan, kami libur sehingga stok tidak habis dalam waktu yang telah ditentukan. Kemudian menjadi tidak segar lagi, bahkan banyak yang busuk.

Variasi buah juga lebih sedikit. Tidak seperti musim panas yang berlimpah dengan aneka buah, di musim hujan hanya terdapat sedikit jenis buah-buahan yang panen. Paling-paling ada manggis, rambutan, seikit semangka, jambu biji, buah naga, dan sedikit duku. Bandingkan dengan musim panas dimana jenis buah-buahan sangat bervariasi diantaranya : jumlah semangka melimpah, jeruk yang panen, ada garbis, pepaya, timun emas, melon, buah naga, langsep, ceplusan, dan banyak lagi lainnya. 

Untuk mengatasi berbagai masalah diatas, kami terpaksa menaikkan harga buah yang kami jual. Mungkin ini juga alasan mengapa penjualan menurun. Semua itu karena hujan. Itu mengapa saya membenci hujan. Di sisi lain, saya juga menyukai hujan. Tanpa hujan, tidak mungkin ada kehidupan di muka bumi ini. jadi saya membenci dan menyukai hujan dalam kapasitas yang sepantasnya saja. Tidak secara keterlaluan.

Kesombongan di Masa Muda

Saya sudah rutin membantu orang tua saya berdagang sejak duduk di bangku SMP. Setelah pulang sekolah, saya biasa menggantikan mereka menjaga lapak buah kami. Hampir selama 8 tahun lebih saya mengelola bisnis ini tanpa banyak pertanyaan. Setidaknya saya sedikit mengerti seluk beluk jual beli buah di pasar tradisional. Saya merasa nyaman dengan sistem yang dibangun oleh kedua orang tua saya saat itu.

Namun hal itu berubah sejak saya mengenyam bangku kuliah. Kebetulan saya mengambil jurusan manajemen ekonomi. Pandangan saya tentang pengelolaan usaha sedikit berbeda. Saya mulai ragu-ragu dengan bagaimana orang tua saya mengelola lapak buah kami. Tidak ada pembukuan, tidak ada branding, tidak ada strategi pemasaran, strategi penetapan harga, juga tidak ada perencanaan untuk mengembangkan bisnis di masa yang akan datang. Itu terlihat aneh bagi anak manajemen seperti saya.

Mereka hanya membeli buah, menetapkan harga dengan selisih yang membuat mereka senang, dan menjualnya. Mereka tidak pernah menghitung berapa keuntungan yang mereka dapatkan. Mereka sudah puas menghasilkan uang dari selisih harga yang mereka tetapkan sehingga sulit untuk menganalisa buah mana yang menghasilkan untung paling banyak atau seberapa efektif pemasaran yang mereka lakukan. Hal ini sudah berlangsung lama sekali. Dan itu membuat saya berpikir lebih serius lagi untuk mengembangkan lapak buah kami. Saya mulai merasa tidak nyaman dan merasa bisa mengelola bisnis ini lebih baik jika diberi kekuasaan lebih dalam menentukan kebijakan pengelolaan lapak buah kami.

Itulah kesombongan saya.

Saya merasa punya banyak ide untuk diaplikasikan. Meskipun ide-ide tersebut tampak meyakinkan ketika dipikirkan, saya tetap merasa bahwa menerapkannya pasti sangat sulit. Saya butuh nasihat dari ibu dan bapak saya.

Bagaimana pun juga, saya tidak boleh meremehkan kedua orang tua saya. Mereka telah berhasil membangun bisnis dengan penjualan mencapai kurang lebih Rp 2.000.000,00 per hari. Itu angka yang fantastis. Jadi, tidak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Pikiran saya hanya imajinasi dan teori yang belum teruji. Jika saya sombong, bisnis ini benar-benar bisa hancur.

Saya teringat saat terburuk dalam hidup saya di tahun 2011. Kesombongan pula yang menyebabkan saya menjadi pengangguran selama satu tahun. Dulu waktu kuliah saya mendapat banyak tawaran pekerjaan dari beberapa perusahaan. Ada juga perusahaan luar negeri yang mau menggunakan jasa SEO saya. Tapi saya menolaknya karena merasa gajinya terlalu kecil. Saya pintar dan memiliki masa depan cerah, saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik setelah lulus kuliah. Itulah pemikiran saya saat itu.

Tapi nasib manusia siapa yang tahu. Saya didiagnosis menderita skizofrenia dan gagal melanjutkan kuliah di semester 7. Saya sakit dan tidak lagi punya masa depan yang cerah. Saya pun jadi pengangguran selama satu tahun. Saat itulah saya menyesali kesombongan saya. Ternyata mendapatkan pekerjaan itu sulit sekali. Apalagi saya hanya menggunakan ijasah SMA yang sudah lama. Tidak ada yang mau memperkerjakan saya. Saya sudah sangat bersyukur ketika mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga game center dengan gaji Rp 300.000,00. Itu membuat saya banyak merenung tentang kesombongan yang mulai hadir di hati saya dalam pengelolaan lapak buah.

Saya tidak ingin mengalami hal serupa. Meskipun dalam pandangan saya lapak buah kami memiliki banyak kekurangan, saya tidak mau secara sembrono mengubah apa yang sudah berhasil dijalankan orang tua saya selama ini. Walaupun teori-teori di pikiran saya tampak meyakinkan, saya tetap berbicara dengan ibu saya tentang ide-ide baru untuk membuat lapak buah kami menjadi lebih baik lagi.

Untungnya ibu juga setuju dengan ide saya. Rencananya tahun ini kami akan membuat sedikit perubahan. Kami akan mencantumkan nama lapak buah atau nama bapak saya dalam tas plastik yang kami gunakan untuk membungkus buah. Juga alamat dan nomor telepon. Itu akan memperbaiki branding kami. Kalau kami mempunyai brand yang kuat, kami bisa menjual buah dengan harga yang lebih mahal. Selain itu, hal tersebut akan memudahkan orang-orang memesan buah dalam jumlah besar dengan mudah. Tinggal menghubungi nomor yang kami cantumkan mengingat selama ini banyak yang pesan dalam jumlah besar. Semoga dengan begitu pelayanan akan menjadi lebih baik lagi.

Masih banyak lagi teori-teori lainnya yang saya pelajari dari internet. Siapa tahu di masa depan bisa saya aplikasikan untuk mengembangkan lapak buah kami menjadi lebih baik lagi.

Menghasilkan Lebih Banyak Uang di Musim Panas Tahun Ini

Musim panas tahun ini adalah tahun pertama saya dalam menganalisa bisnis lapak buah kami. Saya ingin mendapatkan data-data untuk kepuasan pribadi saya. Rencananya saya ingin mencari beberapa refensi pemasaran yang bisa diaplikasikan dalam pengembangan lapak buah kami. Saya ingin tahu perilaku konsumen, berapa keuntungan bersih kami, mencari cara-cara baru untuk mendapatkan pelanggan, metode penetapan harga,dan lain sebagiannya.

Musim panas adalah waktu yang paling tepat untuk memulai semuanya.

Saya sangat antusias. Begitu bersemangat.

Musim panas juga menjadi musim yang selalu saya nantikan. Penjualan meningkat, banyak variasi produk, harga menjadi lebih murah, dan semuanya diakhiri dengan keuntungan yang melimpah. Musim panas bagi penjual buah seperti musim panen. Setelah berjuang mempertahankan pelanggan di musim hujan, kini saatnya kami mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Tahun lalu ibu saya berhasil menambah aset dengan membeli dua petak tanah seharga Rp 30.000.000,00 di akhir tahun. Di tahun ini, saya optimis bisa membukukan lebih banyak keuntungan.

Berbeda dengan tahun lalu yang hanya beroperasi selama 14 jam, kami sudah berkembang dan menambah jam operasional menjadi 19 jam. Itu pasti alasan terbaik yang menjadi pemicu kenaikkan keuntungan. Saya tidak sabar untuk menyelesaikan musim panas tahun ini dengan baik.

Setiap kali musim panas, keluarga kami pasti membeli barang-barang baru. Dulu pernah membeli 2 motor, mesin cuci, kulkas, dan lain sebagiannya. Kalau dipikir-pikir semuanya mungkin didapat dari keuntungan di musim panas saja. Itu yang membuat saya agak tertarik untuk melihat bagaimana ibu menginvestasikan uang hasil keuntungan untuk keamanan finansial dan kebutuhan sehari-hari. Saya juga ingin belajar mengelola keuangan.

Keuangan pribadi saya pun cukup sehat. Musim panas tahun lalu saya berhasil menabung uang sebesar Rp 3.000.000,00. Itu adalah pencapaian terbaik saya dalam mengelola uang. Maklum saja, selama ini saya hidup dengan menghabiskan seluruh penghasilan saya begitu saja. Sebesar apapun uang yang saya hasilkan, saya akan menghabiskannya begitu saja. Untuk bersenang-senang, membeli makanan-makanan mahal, keluar malam, bermain di warnet seharian, bermain game, dan lain-lain. Pokoknya beli dan beli.

Konsumsi tanpa memikirkan masa depan.

Seiring berjalannya waktu, saya juga ingin merasa aman secara finansial. Tahun lalu adalah pertama kalinya saya menabung. Selama ini saya menabung hanya untuk memuaskan keinginan saya saja. Setelah uang tabungan dirasa cukup untuk membeli barang yang saya inginkan, saya pun membelanjakannya. Tidak ada uang sisa sedikit pun. Itu adalah pola hidup keuangan saya sejak saya SD hingga mahasiswa.

Saya sedang berusaha mengubah kebisaan tersebut dengan mulai menabung.

Sebenarnya ibu menyuruh saya untuk mengambil Rp 50.000,00 setiap hari. Tapi saya rasa jumlah tersebut tidak sebanding dengan kerja yang lakukan. Jadi saya hanya mengambi Rp 20.000,00 setiap hari dan menyimpannya. Dalam sebulan akan terkumpul uang Rp 600.000,00. Itu sudah cukup bagi saya. Sedangkan untuk uang jajan, saya mengambil uang Rp 10.000,00 saja. Untuk beli kopi dan rokok. Lagipula di rumah selalu menyediakan banyak makanan sehingga saya tidak perlu membelinya. Kalau pun ingin membeli sesuatu biasanya langsung minta sama ibu ha ha ha…… dan dibelikanlah kebutuhan saya.

Semoga tahun ini saya bisa menabung sebesar uang yang saya tabung di musim panas tahun lalu. Dan semoga kami tidak mengalami masalah berarti dalam melayani konsumen di tahun ini.

Ditulis dengan wordpress untuk android

Iklan

19 tanggapan untuk “Musim Panas : Saatnya Menghasilkan Lebih Banyak Uang

  1. Kalau pun ingin membeli sesuatu biasanya langsung minta sama ibu ha ha ha…… dan dibelikanlah kebutuhan saya.
    —–
    Waah…curang nih, masih nodong ibu juga. Tapi ibu di mana2 memang gitu. Paling nggak tega kalau anak minta meski kadang geregetan juga…
    Sukses aja deh lapak buahnya. Semoga hasilnya memuaskan…

    Suka

  2. Hebat juga ya ortu dpt omzet 2 jt sehari. Berarti sudah banyak pelanggan. Gak nyangka ternyata hujan bikin susah ya 😂 pelanggannya suruh telpon aja dan barangnya dianterin. Kan nomer telponnya dah ada tuh di plastik barunya. 👍 Kali aja kl ada sistem delivery malah lbh cepet laku buahnya. Tp harus ada minimun order, jadi gak rugi bahan bakar.

    Suka

  3. top lah..(^^)b
    ditunggu hasil aplikasi teorinya Mas. dari dulu saya cuma dapet teori marketing aja gak pernah diaplikasikan..hehe. jadi pengen liat hasil teori dengan aplikasi nyatanya 😀

    Suka

  4. Garbis Dan ceplusan itu buah yang kayak gimana ya? Perasaan baru dengar.
    Sejak beberapa bulan ini saya sedang program makan sehat, salah satu konsumsi wajib adalah buah, jadi mo musim hujan atau panas buah selalu menjadi sahabat saya 🙂
    Saya rasa meski kita *merasa* punya banyak ilmu yg didapat dari sekolah, namun pengalaman/jam terbang dari orang yang lebih senior patut dijadikan masukan, untuk menyempurnakan ide-ide kita.
    Apalagi didukung oleh orang tua yang juga mau mendengarkan ide-ide kita.
    Selamat menyongsong musim panas, semoga sukses ya!

    Suka

    1. Garbis itu sejenis melon berwarna kuning dan empuk. Sedangkan ceplusan itu bentuknya seperti duku tapi rasanya asam. Orang desa mengkonsumsinya sebagai obat agar tidak ngantuk soalnya rasanya asam ha ha ha……..

      Suka

      1. Bukan langsat mbak ira. Bahasa indonesianya kemundung. Ini sih makanan orang desa. Rasanya asam sekali jadi mungkin tidak dijual di daerah perkotaan.

        Suka

    1. Jualan barang yg nggak mudah rusak dulu mas waktu mulai seperti mainan, kaos, atau sepatu. Ntar tawarin ke temen2 dulu. Ntar temennya temen juga bakalan pesen juga. Sesederhana itu kli berdagang.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s