Review Film Kartun : Keseijuu Sei No Kakuritsu

Kali ini saya akan mereview film kartun dari jepang berjudul Keseijuu Sei No Kakuritsu. Secara garis besar, film ini mengangkat tema tentang sifat buruk manusia yang mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Sebagai makluk yang berada di posisi paling atas di rantai makanan, keserakahan manusia membuat banyak spesies di muka dunia ini mulai menghilang (punah).

Pembuat film ini kemudian berimajinasi dengan memunculkan serangga parasit pemakan manusia. Serangga ini menginfeksi manusia, mengambil tubuhnya, dan menggunakan tubuh tersebut untuk membunuh manusia lainnya. Tentu saja kemudian memakannya. Para serangga ini hanya berpikiran sederhana, mereka memangsa manusia sebagaimana manusia yang memakan sapi.

Ada juga kelompok serangga yang ingin hidup damai. Kelompok ini tidak memakan manusia. Mereka belajar untuk hidup seperti manusia kebanyakan. Di sisi lain, kebanyakan serangga tidak berpikir demikian. Mereka berpikir bahwa keberadaan mereka memiliki tujuan yang jelas, yakni menyeimbangkan alam semesta. Bagi mereka populasi manusia sudah terlalu banyak dan sudah tugas mereka untuk mengurangi populasi manusia yang banyak menyebabkan kerusakan di bumi.

Apakah Anda penasaran dengan jalan cerita film ini? Langsung saja disimak penilaian saya terhadap film Keseijuu Sei No Kakuritsu (terdiri dari 24 episode saja) dibawah ini:

Jalannya Cerita

Kisah ini diawali dengan anak SMA bernama shinichi. Suatu malam, shinichi yang sedang tidur di kamarnya dikagetkan dengan kemunculan seekor serangga aneh. Serangga tersebut kemudian masuk melalui tangan kanan shinichi menuju otaknya. Shinichi tidak tinggal diam. Ia mengikat tangan kanannya dengan kuat sehingga serangga tersebut gagal menginfeksi otaknya.

Serangga itu tumbuh di tangan kanan shinichi. Dan sejak saat itu tangan kanan shinichi merupakan perwujudan dari serangga yang gagal mengambil alih tubuhnya. Tangan kanannya bisa bergerak sendiri dan bisa berbicara layaknya makluk hidup lainnya. Serangga itu kemudian menamakan dirinya sebagai “migi”.

Migi dan shinichi pun akhirnya berteman. Mereka berdua terpaksa bekerja sama untuk melanjutkan hidup. Migi ingin tetap hidup sehingga dengan kekuatannya, ia terus menolong shinichi. Dan shinichi terlalu takut dijadikan obyek penelitian sehingga ia merahasiakan tentang keberadaan migi.

Tak berselang lama setelah shinichi terinfeksi  serangga aneh, tiba-tiba terjadi banyak pembunuhan-pembunuhan yang ganjil. Ternyata itu adalah perbuatan serangga-serangga seperti migi. Ketika para serangga tersebut berhasil menginfeksi otak manusia, manusia tersebut akan mati. Serangga tersebut akan sepenuhnya mampu mengendalikan tubuh korbannya. Kemudian para serangga mulai membunuh manusia lain dan memakannya.

Sebagai serangga yang gagal, migi tidak disukai oleh serangga lainnya. Beberapa kali migi dan shinichi bertemu dengan manusia yang dikendalikan oleh para serangga. Mereka terlibat dalam pertarungan hidup mati. Migi ingin hidup, ia sangat dingin terhadap segala sesuatu yang membahayakan nyawa shinichi. Secara logika, jika shinichi mati, maka migi pun akan ikut mati. Tidak ada pilihan, migi pun membunuh manusia-manusia yang dikendalikan serangga seperti dirinya.

Lalu hal buruk benar-benar terjadi pada shinichi. Ibu shinichi dibunuh oleh serangga. Dengan menyamar sebagai ibu shinichi, serangga tersebut masuk ke rumah shinichi. Dan berhasil menusuk jantung shinichi. Kemudia serangga tersebut meninggalkan tubuh shinichi yang sekarat.

Dalam kepanikan migi berusaha menyelamatkan shinichi. Ia kemudian membuat jantung buatan. Secara tidak sengaja apa yang dilakukan migi membuat hal yang luar biasa. Sel-selnya bersatu secara alami dengan sel-sel shinichi. Shinichi selamat, bahkan kini ia memiliki kekuatan yang tidak pernah ia bayangkan. Dengan kekuatannya dan kekuatan migi, shinichi ingin membasmi para serangga yang telah membunuh ibunya.

Berhasilkah shinichi membalas dendam untuk ibunya? Ikuti petualangan seru shinichi melawan para serangga di film keisejuu sei no kakuritsu secara lengkap. Anda pasti akan menyesal jika tidak meluangkan waktu untuk menonton film ini.

Kekurangan Film Keisejuu No Kakuritsu

Kekurangan yang paling mencolok di film ini adalah bentuk monster serangga yang sama. Para serangga yang berhasil menginfeksi otak manusia memiliki bentuk yang jelek dan bersenjata pisau yang tajam. Padahal saya membayangkan kalau serangga-serangga ini memiliki bentuk yang berbeda-beda sehingga tidak merasa de javu setiap kali serangga tersebut menunjukkan bentuk aslinya.

Lalu yang kedua adalah pertarungan yang terjadi tidak cukup seru. Hampir sebagian besar pertarungan selalu sama. Migi dan shinichi berhasil membunuh para serangga dengan beberapa kali serangan saja. Juga gerakan-gerakan pertempuran  yang sama, tidak ada variasi sama sekali. Paling-paling migi mengeluarkan pisau besar (menyerang) dan shinichi menghindari serangan (bertahan) Sangat membosankan. Coba kalau pertempuran yang terjadi memiliki durasi yang lama disertai dengan gerakan-gerakan baru, pasti akan lebih seru lagi.

Kelebihan Film Keisejuu No Kakuritsu

Film ini sebenarnya memiliki cerita yang sangat imajinatif. Saya sangat menyukai ide tentang serangga yang menginfeksi manusia dan kemudian membentuk kelompok melawan manusia. Para serangga bahkan berhasil memenangkan pemilihan umum dan menjadi pemimpin di suatu daerah. Itu ide yang cukup hebat.

Kedua, munculnya orang-orang yang mampu membedakan antara manusia normal dan manusia yang terinfeksi adalah ide yang jenius. Sebuah kejutan yang besar. Saya bahkan berharap shinichi dan migi mempunyai teman dalam membasmi para serangga. Sayangnya, hingga akhir film, oranng-orang yang memiliki kemampuan semacam itu tidak ditonjolkan lebih jauh. Mereka mati begitu saja.

Dan yang paling saya sukai adalah kisah cinta antara shinichi dengan izumi. Shinichi dan izumi sudah sejak awal saling mencintai. Namun tidak ada yang berani menyatakan cinta tersebut. Saya sampai gregetan melihat tingkah laku shinichi dan izumi. Mereka berdua seperti anak kecil. Shinichi yang tidak terlalu menghiraukan perhatian izumi membuat saya tidak menyukai shinichi. Begitu pula izumi, ia sudah menyadari bahwa banyak yang berubah dengan shinichi, tapi entah kenapa ia tidak mau bertanya lebih jauh lagi. Kejadian yang putus nyambung- putus nyambung merupakan kekuatan di film ini.

Penilaian

Ini yang paling sulit. Saya sebenarnya  tidak terlalu tertarik dengan jalannya cerita. Saling membunuh, filosofi hidup, pandangan para serangga, atau kekuatan shinichi yang menakjubkan. Itu semua tidak ada artinya. Saya hanya tertarik dengan kisah cinta shinichi dan izumi.

Untunglah di episode terakhir mereka benar-benar berpelukan dan berakhir dengan bahagia. Romantis sekali menurut saya. Izumi di sandra oleh orang yang mampu merasakan aura aneh pada shinichi. Ketika saya benar-benar merasa putus asa bahwa film ini akan berakhir tragis dengan kematian izumi mengingat banyak orang baik yang mati begitu saja di film ini. Tiba-tiba saja terjadi keajaiban. Saya menyukai apa yang terjadi di episode terakhir sehingga membuat saya menilai film ini secara keseluruhan 73 dari 100.
Semoga Anda bisa tertarik untuk menonton film keisejuu no kakeritsu dan memberi penilaian obyektif sehingga saya bisa melihat review orang lain untuk membandingkan dengan review saya. Terus terang saja, saya terlalu terbawa emosi ketika menonton film ini. Selamat bersenang-senang.                                                                                                                                                                                                

Ditulis dengan wordpress untuk android

Iklan

15 tanggapan untuk “Review Film Kartun : Keseijuu Sei No Kakuritsu

  1. Tokohnya namanya sama kayak detective Conan. Shinichi…
    Kartun jepang, amine, manga atau apalah…namanya, aku lebih tertarik sama gambarnya. Beda…
    Tapi…it’s a good review…

    Suka

    1. Makasih mbak dyah. Emang sekarang mau belajar nulis review yang menarik, tapi saya selalu merasa reviewnya masih belum cukup baik ha ha ha…… Makasih lho buat kunjungannya.

      Suka

    1. Saya lebih suka nonton film kartun mbak allisa daripada nonton film beneran ha ha ha…… Kadang mungkin ada yang bilang klo selera film saya kayak anak kecil yang akhir filmnya happy ending.

      Suka

  2. Duh sekarang saya tidak kuat menonton anime Mas :haha, soalnya episodenya banyak banget :haha (padahal dulu sampai begadangan buat nonton :hihi). Cerita anime ini futuristik ya, tapi kadang menakutkan juga sih jadinya. Nggak kebayang deh kalau serangga seperti itu ada di kehidupan nyata kita, pastinya bakal kacau banget… kadang saya kurang suka kalau ceritanya terlalu futuristik seperti ini :haha, maafkan.

    Suka

    1. Futuristik itu apa ya mas gara? Ha ha ha… Gak tahu artinya saya.

      Biasanya film anime jepang itu berdasarkan science. Jadi pasti ada serangga yang bisa masuk ke tubuh manusia. Saya pernah denger kayaknya. Tapi serangga kecil dan tidak mengakibatkan kematian. Di film dibuat menjadi lebih imajinatif saja, istilahnya dramatisir.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Maksud saya terlalu jauh imajinasi masa depannya Mas :hehe. Futuristik itu maksudnya tentang masa depan :)).
        Iya dramatisasinya jos banget :hihi,

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s