Apa Tujuan Anda Bekerja?

Apa tujuan Anda bekerja?
Sumber gambar : cermati.com

Beberapa hari lalu saya mendapat pertanyaan sederhana, yaitu apa tujuan Anda bekerja? Sebenarnya saya punya banyak tujuan ketika bekerja dan pikiran saya dipenuhi jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi entah mengapa saya merasa kesulitan untuk mendeskripsikannya ke dalam bentuk tulisan.

Mungkin karena mood menulis saya sedang buruk sehingga setiap kali saya berusaha menulisnya, saya selalu mentok (bingung). Perasaan yang tidak pernah saya sukai dan membuat pikiran saya mengalami stres ringan.

Saya terpaksa harus meminum kopi dan menghisap dua batang rokok untuk mengatasi stres yang saya alami. Sudah jadi kepercayaan saya bahwa kopi dan rokok bisa membuat pikiran lebih jernih sehingga saya bisa leluasa menuliskan tujuan saya bekerja dengan sistematis.

Setelah merasa tenang, saya mulai merangkai kata untuk menjawab pertanyaan “apa tujuan Anda bekerja?” dengan sistematis. Saya menulis jawaban secara sistematis dari jawaban yang paling mudah hingga jawaban yang tidak masuk akal. Berikut daftarnya:

1. Bekerja Untuk Uang

 

Hampir sebagian besar orang pasti menjawab untuk mendapatkan uang atau gaji. Itu karena otak kita didoktrin seperti itu. Sejak kecil orang tua kita selalu mengatakan “Cari pekerjaan yang gajinya besar agar bisa hidup dengan tenang dan jadi orang”. Dan itu membuat pikiran kita menjadikan uang sebagai motivasi bekerja yang paling efektif untuk memicu semangat. Semakin keras usaha kita, semakin besar uang yang kita dapatkan.

Saya masih ingat ketika saya mulai berjualan di usia 14 tahun. Di usia remaja saya, uang adalah segalanya. Saya hanya berpikir jika saya mampu menjual buah-buahan dalam jumlah besar, pasti untungnya banyak. Orang tua saya pasti senang. Sesederhana itu.

Tapi ada masalah besar. Kenyataannya adalah saya yang termotivasi untuk uang cenderung menganggap pekerjaan sebagai beban tersendiri. Satu-satunya alasan mengapa saya bisa bertahan untuk terus bekerja adalah keyakinan bahwa tindakan saya tersebut bisa sedikit meringankan pekerjaan orang tua saya. Jadi, mungkin kebanyakan orang yang bekerja hanya untuk uang secara tidak sadar lebih cepat merasa jenuh dengan pekerjaannya sehingga tidak akan pernah mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Selama orang tersebut masih menganggap pekerjaannya sebagai beban (kewajiban), ia tidak akan pernah bahagia dengan apa yang dilakukannya.

2. Membantu Orang Lain

Pandangan saya tentang tujuan bekerja mulai berkembang ketika saya mulai memasuki bangku kuliah. Dalam hukum ekonomi sederhana, ada permintaan pasti ada penawaran. Siapa yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, ia akan mampu menghasilkan uang berbanding lurus dengan jumlah orang yang merasa terbantu dengan jasa atau produknya.

Saya pun tidak lagi termotivasi karena uang. Tujuan saya bekerja (pedagang buah-buahan) adalah membantu orang-orang untuk mendapatkan buah-buahan segar dengan harga yang paling murah. Intinya adalah kepuasan pelanggan. Apakah terlihat lucu? Ha ha ha…….. tapi saya benar-benar bersungguh-sungguh ketika menulisnya.

Dalam menentukan harga, juga dalam memilih kualitas buah-buahan (kulakan), saya selalu memikirkan pelanggan. Apakah harganya bisa terjangkau oleh masyarakat? Buah apa yang paling diminati di musim hujan? Apakah kualitas buah-buahan setara dengan harganya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Dalam bisnis, tidak apa-apa untung sedikit asalkan pembeli merasa puas. Jika mereka puas, mereka akan menceritakan pengalaman berbelanja buah di lapak saya kepada teman atau keluarga sehingga bisa meningkatkan branding. Selain itu, pembeli yang merasa puas kebanyakan akan kembali membeli buah di lapak saya untuk yang kedua kali, ketiga kali, keempat kali dan seterusnya. Mereka akan menjadi pelanggan setia. Itu yang terpenting.

3. Menjadi Ahli Dalam Jual-Beli

Saya menyukai kothler. Sejak saya duduk di bangku kuliah, kothler (konsultan pemasaran) telah mampu membuat kesan dan berpengaruh banyak dalam kehidupan saya. Beliau banyak menceritakan pengalaman-pengalaman pemasaran dengan begitu elegan (di buku-bukunya). Saya mengangguminya.

Saya ingin menjadi seorang ahli seperti kothler. Saya tidak lagi memandang remeh pekerjaan jual beli di pasar. Ada ilmu yang harus dipelajari seperti negosiasi harga, penetapan harga produk, cara berkomunikasi dengan pelanggan, hingga branding lapak buah saya. Semua itu butuh kerja keras.

Saya terus belajar untuk menjadi ahli dalam bidang ini. Hal itu dimulai dengan mendokumentasikan semua pengalaman saya agar bisa dipakai untuk menentukan kebijakan dalam jual beli di masa depan. Semoga 10 tahun ke depan saya benar-benar menjadi ahli di bidang jual-beli di pasar dan mampu menuliskan banyak artikel untuk membantu orang-orang yang ingin sukses dalam bidang ini.

4. Menikmati Hidup

Tujuan bekerja yang terakhir tentu saja untuk menikmati hidup. Saya tipe orang yang percaya bahwa semua kejadian di dunia ini adalah takdir dari Tuhan. Manusia tidak pernah benar-benar memiliki pilihan dalam hal apapun. Manusia hanya bisa pasrah dan berharap kepada kasih sayang dari Tuhan, sesederhana itu. Itu juga berarti bahwa satu-satunya kewajiban manusia adalah melakukan yang terbaik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan yang diberikan oleh Tuhan.

Tapi dalam pengaplikasiannya saya masih sering mengeluh. Ketika bertemu dengan pelanggan yang menjengkelkan, ketika hujan sehingga tidak ada pembeli, atau ketika harga buah melambung tinggi. Saya tetap merasa sedih dan khawatir. Padahal jika saya mampu memahami jalannya sebuah takdir, seharusnya perasaan seperti itu tidak akan pernah datang.

Melalui pekerjaan, saya ingin memahami kehidupan lebih banyak lagi. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki sifat berbeda bisa digunakan untuk melatih kebijaksanaan saya (kumpulan pengetahuan saya). Menjalin hubungan dengan pedagang lainnya bisa digunakan untuk melatih sklill berkomunikasi dan selera humor saya. Dan yang terbaik, bisa mendengarkan cerita kehidupan orang lain (gosip) sehingga saya bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat untuk kehidupan saya di masa yang akan datang.

Pada akhirnya, semua kebijaksanaan akan saya gunakan untuk bisa menikmati hidup (bersyukur), baik ketika susah maupun senang. Seperti yang sering dikatakan banyak orang “Kehidupan itu anugrah. Entah itu baik atau buruk semua ada hikmahnya”. Jadi, orang yang tidak bisa menikmati pekerjaannya adalah orang yang tidak pernah memahami ilmu kehidupan

Ditulis dengan wordpress untuk android

Iklan

18 tanggapan untuk “Apa Tujuan Anda Bekerja?

    1. Iya mungkin pak. Lebih ke nomer satu. Tapi kalau mau menjelajahi pikiran pasti menemukan jawaban lainnya. Misal untuk mengamalkan ilmu, atau untuk mencari pengalaman agar bisa berkarir. Sayangnya saya bukan tipe seperrti itu.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s