Merindukan Seseorang yang Tak Kukenal

Satu-Satunya hal yang baru kusadari adalah kenyataan bahwa aku jarang berbicara dan bercanda dengan perempuan selama 4 tahun terakhir. Sakit mengharuskan aku menjalani banyak perawatan. Dan selama aku dirawat, belum pernah aku menemui perempuan single satu kali pun.

Aku sudah terbiasa seperti itu. Sendirian. Sudah lama aku melupakan kelembutan seorang perempuan. Kadang aku merindukan masa dimana aku memiliki teman perempuan untuk digoda. Bagiku itu adalah hal yang lucu. Melihat seorang perempuan tersenyum adalah kenikmatan yang istimewa. Kukira semua lelaki setuju dengan yang demikian.

Setelah sekian lama menanti, akhirnya aku menemukan seorang perempuan yang menggagumkan. Ia tidak cantik. Suaranya juga tidak merdu. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh logika terdapat pada dirinya. Ia menawan. Dan jika ia tersenyum di depanku, maka hariku pun berubah menjadi indah. Sepertinya Tuhan bisa menyenangkan diriku dengan cara yang aneh. Melalui perempuan ini.

Aku tidak mengenalnya. Tidak pernah tahu siapa namanya. Tapi itu bukanlah masalah besar bagiku. Aku biasa melihatnya dari kejauhan saat ia duduk manis di tempat biasanya. Untuk beberapa alasan, aku cukup puas dengan apa yang kulakukan. Terlihat aneh ya…?

Mungkinkah aku jatuh cinta? Kukira aku terlalu cepat menyimpulkan hal tersebut. Aku sudah memikirkannya selama beberapa dan menyimpulkan bahwa ini bukan cinta. Aku hanya menyukainya. Penampilannya, sikap anggunnya, dan terlebih senyumannya. Jujur saja, ia mungkin wanita idaman kebanyakan lelaki.

Tapi kadang aku juga bingung. Ada saat dimana aku benar-benar merindukannya. Aku ingin memeluknya, ingin mencium tangannya, atau memikirkan berbagai kemungkinan indah jika bersama dirinya. Tahukah kau jika akuu tersiksa ?.

Sudah lama aku merencanakan untuk berkenalan dengannya. Tapi apa daya, aku merasa segan. Belum pernah aku mengalami hal ini sebelumnya. Mungkin karena aku tahu ia adalah anak pondokan. Jadi, ia mungkin tidak sembarangan menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal sepertiku. Nyaliku pun ciut dengan sendirinya.

Mengapa kau hadir dalam kehidupanku? Tidakkah kau sadari bahwa ada orang yang tersiksa secara tidak sengaja karena menggagumi dirimu? Apakah ada kesempatan bagi orang asing masuk dalam kehidupanmu?

Aku sudah tidak kuat lagi menahan perasaanku yang aneh. Jika aku melihatmu lagi di esok hari, aku akan menghampirimu dengan tidak tahu malu dan meminta nomor HP mu. Mungkin terlihat konyol, tapi aku sangat serius. Biar saja orang-orang menertawakanku. Aku sudah tidak peduli.

Aku tidak mau lagi merindukan orang yang tak kukenal di masa yang akan datang. Setidaknya aku harus mengetahui siapa namamu agar aku bisa menuliskannya menjadi puisi dan menjadi inspirasi bagi tulisanku.

Semoga kali ini Tuhan berbaik hati kepadaku dan membuat rencanaku berjalan seperti seharusnya.

Ditulis dengan wordpress untuk android

17 thoughts on “Merindukan Seseorang yang Tak Kukenal

  1. Hihihi… kalau sudah ada postingan kasmaran seperti ini, semua pasti akan memberi semangat, termasuk saya :haha. Semangat ya Mas! Beranilah, ajak kenalan, minimal tahu nama (syukur-syukur kalau bisa nomor hape juga :haha). Menurut saya sih yang Mas rasakan itu sudah perasaan suka… yang sayang banget jika diabaikan. Makanya mesti dieksekusi! Semangat! *prikitiiiiww*,

    Suka

  2. Maniiiiis mas 😀 aku juga pernah mas begitu 😀 tapi beruntungnya masih satu kampus, tapi jarang-jarang ketemunya. Kalau ketemu aja malu kenalan. pas udah nggak ada pengen kenalan wkwk

    nyari orangnya di internet, nggak nemu-nemu 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s