Gagal Kuliah Semester Tujuh

Orang yang hebat adalah orang yang mampu menertawakan kegagalannya, mengambil pelajaran, dan melupakannya untuk segera bangkit.

Salah satu kegagalan terbesar dalam hidup saya adalah gagal kuliah di semester tujuh. Iyaaa… Saya ini adalah contoh mahasiswa yang gagal.

Entah mengapa saya harus sakit di semester tujuh sehingga saya tidak bisa melanjutkan kuliah. Sempat cuti dua semester tapi itu tidak cukup baik. Saya masih sakit dan harus terus dirawat secara intensif. Dan akhirnya, mau tidak mau saya harus merelakan diri menjadi mahasiswa gagal.

Kegagalan kuliah ini membuat penyakit saya tambah parah. Saya jadi depresi dan sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit jiwa ha ha ha.

Rasanya sakit sekali. Perjuangan selama tiga tahun menjadi mahasiswa benar-benar sia-sia. Belum lagi perasaan malu yang saya tanggung. Kamu pasti tidak percaya jika saya mengatakan saya adalah juara kelas. Bayangkan saja, orang yang biasanya berprestasi benar-benar jadi pecundang.

Sampai sekarang saya masih tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Siapa yang harus disalahkan coba? Takdir? Saya tidak bisa menjawabnya.

Di tahun pertama sejak saya dinyatakan depresi, saya sering menangis sendiri. Rasanya sedih sekali. Impian saya untuk menjadi seorang guru pun tinggal kenangan. Apalagi ketika mendengar kabar teman-teman seangkatan yang berhasil mewujudkan impiannya, rasa iri pun menyelimuti hati saya. Saat itu saya benar-benar menyalahkan Tuhan. Seperti kebanyakan orang, saya mulai mempertanyakan keadilan Tuhan.

Di tahun-tahun pertama, saya menjadi pengangguran. Kegiatan saya hanya menangis, merokok, nonton film, rekreasi, main game dan banyak kegiatan tidak berguna lainnya. Pokoknya sangat menyedihkan. Orang tua saya kerepotan mencari cara untuk menyenangkan saya. Di ajak main kemana lah, disuruh main PS, liburan, tapi tetap saja saya tidak bersemangat menjalani hidup.

Karena kasihan dengan orang tua dan adik-adik saya yang selalu bingung dengan masa depan saya, akhirnya saya mulai mencari pekerjaan. Mungkin dengan bekerja saya akan mampu melupakan kegagalan kulih ini, begitu pikiran saya saat itu.

Saya diterima menjadi penjaga di sebuah pusat game online, Pernah juga jadi sales untuk sebuah bank, dan terakhir menjadi photo editor di sebuah studio photo. Pokoknya saya serba sibuk deh he he he…

Keadaan saya di waktu itu sangat menyedihkan. Tidak ada motivasi untuk menjalani kehidupan. Satu-satunya yang membuat saya bertahan adalah keluarga. Saya tidak ingin mereka bersedih dan itu menjadi penyemangat saya.

Setelah hampir 4 tahun memikirkan semua kejadian, saya mulai mampu melihat banyak kebijaksanaan. Dan itu membuat saya bisa menertawakan kenangan pahit dan melupakannya. Bagaimana pun juga kehidupan terus berlanjut.

Sekarang saya punya banyak impian baru. Tidak ada waktu untuk menyesali apa yang sudah terjadi.

Ditulis dengan wordpress untuk android

Iklan

20 tanggapan untuk “Gagal Kuliah Semester Tujuh

  1. Waaa, keren banget pengalaman hidupnya!! Biasanya kalo gini, aku suka jadi kepo. Tapi gak semua orang mau dikepoin huhu. Semangat terus ya kak! Buku hidupnya gak monoton, rasanya aku iri. šŸ˜¦

    Disukai oleh 1 orang

  2. luar biasa ! anda patut diacungi jempol ! bagus….tetap semangat ! btw…….masih banyak tahap kehidupan ini yg harus dilalui, dan saya sudah memiliki jam terbang lebih tinggi lagi dalam kegagalan……..tetapi life must go on right? sepeda juga akan jatuh jika berhenti bergerak kecuali ditopang, jadi tetap mesti bergerak supaya bisa berlanjt…..someday akan menemui yang lebih baik lagi…… saya dulu pebisns, gagal dan bangkit lagi sekarang stay di Kuala Lumpur dihargai dengan berbagai fasilitas….dulu? tak terbayangkan ……..tapi itulah dunia semuanya bisa terjadi jika kita move on….kata mario teguh. kegagalan yang saya posting di blog, kegagalan yg lain tak ada urusannya dengan duniawi….dunia mah kecil mas….sedih kala gagal istiqamah shalat tahajud……salaammm šŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s