8 Prinsip Hidup yang Saya Terapkan

Setiap manusia memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Melalui berbagai kejadian yang mereka alami, terbektuklah sikap atau aturan yang disebut prinsip hidup.

Prinsip hidup inilah yang memegang peranan penting bagi seseorang untuk bertindak dan bersikap. Kebanyakan, kita memiliki prinsip hidup yang berbeda-beda karena kita memiliki pengalaman hidup yang berbeda pula.
Saya ingin membagikan prinsip hidup yang saya anut sehingga kita bisa saling mengenal satu sama lain. Apa saja prinsip hidup yang saya anut? Berikut adalah daftarnya:

1. Saya Suka Kejujuran

Saya paling tidak menyukai kesalah pahaman. Dan yang menyebabkan kesalahpahaman biasanya adalah kebohongan kecil yang kita lakukan.

Dalam hidup ini, saya termasuk tipe orang yang menjunjung tinggi kejujuran. Jadi, adalah hal wajar jika saya tidak suka dibohongi untuk alasan apapun.

Saya sudah belajar jujur sejak usia saya 19 tahun. Saat kuliah, banyak kejadian yang menempa saya untuk menjadi pribadi yang jujur. Saya suka jujur. Itu sudah menjadi pilihan hidup saya dan saya sudah siap menerima resiko jika terkadang kejujuran saya akan menyakitkan. Lebih baik sedikit sakit tapi memperoleh kebenaran daripada bohong demi kebaikan.

2. Kebahagian Adalah Seberapa Besar Kita Mampu Bersyukur

Seperti yang sudah saya tuliskan dalam “kebahagiaan itu sederhana”, saya tipe orang yang berusaha untuk bersyukur dalam menjalani kehidupan yang membosankan, penuh dengan rutinitas.

Saya masih dalam tahap belajar, jadi satu dua kali Anda akan tetap mendapati saya mengeluhkan beberapa hal dalam hidup. Seperti dalam “7 hal yang menjengkelkan saat berdagang”, kadang-kadang saya tidak bisa melihat apa yang harus disyukuri?

Meskipun demikian, menjaga pikiran untuk berpikir positif atas segala kejadian adalah sebuah keharusan. Rasanya memang sulit. Tapi saya harus menemukan rasa syukur atau kehidupan saya benar-benar sia-sia.

3. Saya Tidaklah Lebih Pintar dari Orang Lain

Merasa lebih pintar dari orang lain bisa menjadi boomerang bagi pribadi yang belajar mencari kebahagiaan. Ada yang pernah mengatakan kepada saya bahwa orang bijaksana selalu mengatakan:

Saya tidaklah lebih pintar dari Anda. Kebetulan saja saya lebih berpengalaman atas hal ini.

Oleh karena itu, saya selalu mengingatkan bahwa jangan sampai ada perasaan merasa lebih baik dari orang lain. Karena hukum diatas langit masih ada langit selalu berlaku. Bukanlah hal yang lucu jika kita menyombongkan diri atas kemampuan yang kita miliki dan bertemu dengan orang yang lebih pintar.

Kuncinya adalah rendah hati. Menurut pemikiran saya yang tidak terlalu dalam, orang bijaksana adalah orang yang mampu rendah hati dalam keadaan apapun. Saya sedang mencobanya. Tapi selalu gagal. Mungkin karena usia saya masih muda dan belum cukup pengalaman sehingga saya terkadang lepas kontrol dan tidak mampu rendah hati.

Seiring berjalannya waktu, nanti di usia 30 tahunan, ketika saya sudah cukup banyak pengalaman hidup, mungkin saya akan menjadi pribadi yang rendah hati. Untuk saat ini, biarlah hal tersebut menjadi hal mewah untuk saya.

4. Saya Harus Punya Uang Receh Untuk Beramal

Dunia ini semakin kejam saja setiap harinya. Melahirkan ratusan ribu orang yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Ada perasaan bersalah jika ada orang meminta-minta dan saya tidak bisa memberikan sesuatu. Meskipun hanya uang receh, tentu hal tersebut sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Menurut kepercayaan saya, orang yang tidak memberi orang yang minta-minta bisa terkena sial. Oleh karena itu saya selalu membawa uang receh kemana pun saya pergi agar bisa memberi “sedikit” untuk orang yang minta-minta. Sedikit amal baik bisa membuat saya lebih beruntung dalam berdagang.

5. Berdo’a Setiap Hari

Manusia hanya berusaha, semuanya akan terasa salah jika kita tidak melibatkan Tuhan dalam keseharian kita.

Walaupun saya kadang-kadang lupa, tapi mulai hari ini saya akan berdo’a setiap sebelum tidur dan ketika bangun tidur.

Berdo’a dan meyakini bahwa do’a tersebut akan dikabulkan membuat kita lebih bersemangat. Apalah arti hidup ini tanpa do’a-do’a yang baik setiap hari.

6. Jagalah Ucapanmu

Mulutmu harimau mu. Kebanyakan orang tidak pernah berpikir bahwa terkadang ucapan yang tidak baik bisa menyakiti seseorang.

Kita hidup sebagai makluk sosial, jadi sebisa mungkin jagalah ucapan dan jangan banyak omong kecuali benar-benar dibutuhkan.

Tahukah Anda perbedaan antara orang berilmu dan orang yang tak berilmu? Terlihat dari ucapannya. Orang berilmu sedikit berkata dan banyak berusaha. Sementara orang tidak berilmu lebih banyak berkata daripada bertindak.

Saya ingin menjadi orang yang berilmu. Jadi, salah satu prinsip hidup saya adalah belajar menjaga ucapan.

Tidak ada kata yang keluar kecuali kata-kata yang baik. Itulah yang sedang saya bangun dalam hidup ini karena kata-kata adalah do’a he he he :).

7. Menjadi Manusia yang Selalu Mau Belajar

Manusia itu tempatnya salah. Tapi jika tahu kita telah melakukan kesalahan, maka sebisa mungkin jangan menggulanginya. Petik pelajaran dari kesalahan tersebut dan ambil hikmahnya.

Tidak sebatas itu saja. Saya selalu mencoba untuk mau belajar hal-hal baru. Seperti pepatah kejarlah ilmu sampai negeri cina. Jadi, selama kita masih hidup di dunia ini, jadilah pribadi yang haus ilmu. Ilmu apa saja dan amalkan untuk kebaikan.

Saya sangat payah dalam hal ini karena saya orangnya susah memahami sesuatu. Tapi itu tidak membuat saya berkecil hati. Saya terus berjuang mempelajari banyak ilmu. Kata orang “orang yang berilmu hidupnya tenang dan terarah”. Sesuatu yang ingin saya raih di masa yang akan datang. Semoga apa yang saya pelajari di hari ini menjadi ilmu yang bermanfaat di kemudian hari. Amin.

8. Harus Bisa Menabung

Hidup di jaman yang serba susah benar-benar membuat seseorang harus pandai menabung. Berjaga-jaga untuk kebutuhan yang tidak terduga, misalnya sakit dan lain-lain.

Sampai hari ini, saya hanya bisa menabung sebesar kurang lebih Rp 300.000,00 setiap bulan. Tabungan yang lumayan. Dalam 2 tahun, bisa 7 jutaan. Rencananya uang hasil menabung tersebut digunakan untuk pendidikan adik-adik saya di masa depan.

Kalau saya berhenti merokok, saya bisa menyimpan uang yang biasa saya gunakan untuk konsumsi rokok sebesar Rp. 300.000,00 per bulan. Semoga terapi berhenti merokok saya berhasil sehingga tabungan saya bisa bertambah besar setiap harinya.

Itulah 8 prinsip hidup yang sedang saya jalani. Apakah Anda memiliki juga memiliki prinsip hidup? Bagikan di kotak komentar.

3 thoughts on “8 Prinsip Hidup yang Saya Terapkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s