Bahagia Itu Sederhana

Banyak orang di dunia ini yang berusaha untuk mendapatkan kebahagian. Mereka “mungkin” akan membeli semua barang yang mereka inginkan dan mengatakan bahwa kesenangan sesaat itu adalah sebuah kebahagian. Apakah benar demikian?

Jika memang begitu adanya, maka orang dengan ekonomi pas-pasan seperti saya tentu saja tidak akan pernah merasakan kebahagian karena saya tidak bisa membeli barang-barang yang saya inginkan. Bagi saya, kebahagian tidak serumit itu. Kebahagiaan itu sederhana, sesederhana membalikan telapak tangan. Tahukah Anda apa itu kebahagiaan?

Menurut KBBI bahagia adalah keadaan atau suasana hati yang tenteram dan damai, suasana hati yang bebas dari rasa susah.

Itu menurut kamus, jadi bisa diartikan orang yang bahagia itu tidak mempunyai masalah yang berarti ketika menjalani hidup. Lantas, apa definisi bahagia menurut saya?

Bahagia itu adalah ukuran seberapa besar Anda bisa bersyukur atas kehidupan yang Anda jalani

Orang yang sehat akan berbahagia jika ia bersyukur atas kesehatannya dan mengingat keadaannya ketika sakit.

Orang yang kenyang akan berbahagia jika ia bersyukur atas makanan yang cukup karena tidak semua orang memiliki makanan di hari ini.

Saya juga merasa bahagia jika orang yang saya sayangi mengalami hal-hal yang menyenangkan seperti ketika adik saya juara 1 di sekolahnya. Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberi adik yang bisa mengharumkan nama keluarga.

Itu mengapa bahagia itu relatif. Tidak bisa diukur dengan uang, harta, atau prestasi tertentu. Hanya orang yang bersyukur saja yang bisa merasakan kebahagiaan.

Ini berkaitan dengan mental dan prinsip-prinsip hidup yang di anut oleh seseorang. Sejauh ini, selama saya hidup, saya hanya tahu satu hal:

Kebahagiaan itu hanyalah apakah Anda bisa melihat suatu kebaikan atas suatu kejadian atau tidak. Karena rencana Tuhan pastilah yang terbaik untuk kita.

Mampukah kita memahami rencana baik Tuhan dibalik semua kejadian? Meskipun kita sebagai manusia tidak mungkin tahu pasti apa rencana Tuhan di balik rasa tidak enak atau kehilangan sesuatu, tapi berpikirlah positif bahwa itu demi kebaikan kita.

Seberapa jauh Anda memahami rasa syukur, sebanyak itulah kebahagiaan yang bisa Anda dapatkan.

Saya masih belajar dalam memahami rasa syukur dan kebahagiaan. Usia saya masih begitu muda, belum memiliki banyak pengalaman. Saya memohon dengan sungguh-sungguh agar Anda mau memberi saran jika ada sesuatu yang tidak saya cantumkan. Jadi, apa yang Anda syukuri hari ini?  Apakah Anda berbahagia ketika mengucapkan rasa syukur tersebut? Selamat, Anda telah mengetahui rahasia kebahagiaan.

Iklan

3 tanggapan untuk “Bahagia Itu Sederhana

  1. Saya bahagia karena masih bisa punya laptop dan mengetik, meski teman saya ini usianya sudah enam tahun dan bukan yang paling canggih tapi masih baik dan bisa digunakan dengan lancar untuk mengetik komentar di tulisan ini :hehe. Ya, bahagia itu relatif, yang menurut saya penting adalah seberapa mudah kita bahagia, kalau sangat mudah berarti hidup pasti bisa dijalani dengan lebih tenang :)).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s